BAB V PENUTUP
Sebagai bagian akhir dari penulisan skripsi ini, maka dalam bab V berisi kesimpulan, implikasi penelitan, dan saran mengenai penenlitian ini. Adapun kesimpulan, implikasi penelitian, serta saran yang akan disampaikan didasarkan pada hasil penelitian ini, khususnya dari analisis dan pembahasan. Hal tersebut adalah sebagai berikut:
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bahasa yang terdapat pada kasus eksploitasi perempuan di dalam kolom komentar media sosial Instagram @infosumbar. Oleh karena itu, berdasarkan hasil pembahasan dapat
disimpulkan bahwa bentuk bahasa yang terdapat pada kasus eksploitasi perempuan di media sosial instagram tersebut dominan pada tindakan eksploitasi seksual. Bentuk bahasa pada kasus eksplotasi perempuan di media sosial instagram adalah:
1. Frasa yang terdapat tindakan eksploitasi seksual yaitu victim blaming dan pelecehan verbal di media sosial.
2. Klausa dengan tindakan eksploitasi seksual yang sama, yaitu victim blaming dan pelecehan verbal di media sosial.
3. Kalimat yang juga terdapat tindakan eksploitasi seksual victim blaming dan pelecehan verbal di media sosial.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa eksploitasi terhadap perempuan tidak hanya terjadi pada tindakan fisik atau kekerasan verbal.
Namun, juga terdapat pada tindakan eksploitasi seksual melalui berbagai penggunaan bahasa di media sosial instagram. Bahasa yang digunakan dalam kasus eksploitasi pada perempuan tersebut seringkali menggunakan bahasa yang bersifat merendahkan dan melecehkan sehingga berdampak buruk pada kesejahteraan perempuan. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran teknologi dan media sosial dalam memfasilitasi eksploitasi seksual terhadap perempuan.
Kemudahan berkomunikasi dan menyebarkan pesan di dalam kolom komentar aplikasi instagram dapat menjadi sarana interaksi yang positif dan membangun jika digunakan dengan bijaksana dan menghormati hak-hak dan perasaan pengguna lainnya.
B. Implikasi terhadap Pembelajaran
Penelitian tentang bentuk bahasa dalam kasus eksploitasi perempuan di media sosial instagram dapat memiliki berbagai implikasi yang serius dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, baik secara individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Implikasi dari penelitian bahasa eksploitasi terhadap perempuan dapat memiliki beberapa aspek yang relevan dan penting.
Beberapa implikasi tersebut antara lain:
1. Kesadaran dan Pendidikan
Penelitian tentang bahasa eksploitasi terhadap perempuan dapat meningkatkan kesadaran tentang masalah ini di masyarakat dan membantu
menyediakan informasi yang lebih baik tentang dampak bahasa tersebut.
Pendidikan tentang bahasa yang sensitif gender juga dapat disosialisasikan untuk mendorong penggunaan bahasa yang lebih inklusif.
2. Perubahan Kebijakan dan Regulasi
Hasil penelitian ini dapat mempengaruhi perubahan kebijakan dan regulasi terkait bahasa dalam berbagai bidang, seperti media, iklan, dan komunikasi publik. Penerapan pedoman atau standar penggunaan bahasa yang menghormati perempuan bisa diwujudkan melalui upaya legislasi.
2. Pengembangan Bahasa yang Inklusif
Penelitian ini dapat mendorong pengembangan bahasa yang lebih inklusif dan menghindari eksploitasi terhadap perempuan. Upaya ini dapat mencakup penyusunan kosakata baru dan pemilihan kata-kata yang netral gender.
3. Dukungan untuk Gerakan Kesetaraan Gender
Penelitian bahasa eksploitasi perempuan dapat menjadi alat untuk mendukung gerakan kesetaraan gender. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bukti untuk memperjuangkan perubahan sosial yang lebih adil dan menghapuskan bahasa yang merendahkan.
4. Peningkatan Kesadaran Peneliti
Penelitian tentang bahasa eksploitasi dapat membantu peneliti memahami implikasi dari bahasa yang digunakan dalam penelitian mereka sendiri. Hal ini dapat mendorong kesadaran akan tanggung jawab etika dalam menggunakan bahasa yang menghormati gender dalam komunikasi ilmiah.
Dalam mengatasi implikasi ini, penting bagi platform media sosial seperti Instagram untuk menerapkan kebijakan yang ketat terhadap pelecehan dan
eksploitasi, memberikan pelaporan yang mudah, dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghormati privasi dan martabat perempuan di dunia maya.
Selain itu, pendidikan dan kesadaran mengenai etika berinternet dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab juga perlu ditingkatkan.
C. Saran
Dari penelitian tersebut merupakan langkah awal untuk memberikan pengetahuan mengenai bentuk bahasa pada tindakan eksploitasi seksual terhadap perempuan di media sosial instagram terkhusus bagian kolom komentarnya. Oleh karena itu, untuk menciptakan perubahan yang signifikan memerlukan upaya dan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Pendidikan, kesadaran, regulasi yang kuat, dan dukungan masyarakat yang berkelanjutan dapat membantu mengatasi isu-isu eksploitasi perempuan di media sosial dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan aman bagi semua orang di media sosial instagram.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tindakan eksploitasi seksual adalah bagi pengguna instagram itu sendiri. Hal tersebut seperti pendidikan dan kesadaran tentang eksploitasi seksual online, mengetahui hak dan batasan pribadi, kritis terhadap media dan budaya seksual, dan menyadari taktik manipulasi seksual di media sosial instagram. Selain itu, penelitian ini juga memiliki keterbatasan, seperti cakupan sampel yang terbatas dan perubahan dinamika di aplikasi media sosial. Oleh karena itu, penulis berharap penelitian ini
dapat menjadi langkah awal untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dan mengikuti perkembangan teknologi serta media sosial terkini.