• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN JERAMI UREA KAPUR MOLASIS SEBAGAI PAKAN SERAT TERHADAP KONSUMSI DAN KADAR KIMIA DARAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGGUNAAN JERAMI UREA KAPUR MOLASIS SEBAGAI PAKAN SERAT TERHADAP KONSUMSI DAN KADAR KIMIA DARAH "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN JERAMI UREA KAPUR MOLASIS SEBAGAI PAKAN SERAT TERHADAP KONSUMSI DAN KADAR KIMIA DARAH

KAMBING PE

I G. L. O. Cakra dan A. A. A. S. Trisnadewi

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Badung Telp/Fax: 0361 702771.

[email protected] Abstrak

Penelitian untuk mengetahui pengaruh imbangan Jerami Urea kapur dan molasis dengan konsentrat dalam ransum terhadap konsumsi dan kadar kimia plasma darah telah dilakukan dengan menggunakan rancangan bujur sangkar latin 4 x 4 . Adapun perlakuan yang diberikan adalah Perlakuan A (Jerami Urea Kapur Molasis/JUKM 60% dan Konsentrat 40%) perlakuan B (JUKM 50% dan Konsentrat 50%), perlakuan C (JUKM 40% dan Konsentrat 60%), perlakuan D (JUKM 30% dan Konsentrat 70%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering jerami dan konsentrat dan kadar kimia plasma darah. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Jerami Urea Kapur Molasis sebagai pakan serat dalam ransum ternak kambing sampai pada tingkat penggunaan 60% dari keperluan bahan kering, menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah. Walaupun terjadi peningkatan kadar trigliserida, total protein dan kolesterol darah seiring dengan meningkatnya tingkat penggunaan konsentrat.

Kata Kunci: Jerami, Urea, Kapur, Molasis, Pakan, Kambing

Abstract

The research has been done with a latine square design 4 x 4 with four treatments and four replications.

The treatments were A (Urea Lime Molases Straw/ULMS 60% and concentrate 40%), B(ULMS 50% and concentrate 50%), C (ULMS 40% and concentrate 60%), D (ULMS 30% and concentrate 70%). The variables observed were dry matter ULMS and concentrate consumption and blood chemical contain.

The results showed that the he use of ULMS as fiber feed in rations of goat livestock up to 60% usage level of dry matter necessity, showed different result which was not significant to dry matter consumption, glucose level and blood plasma urea. Despite elevated triglyceride levels, total protein and blood cholesterol along with increased levels of concentrate use.

Keywords: Straw, Urea, Lime, Molasses, Feed, Goat

1. PENDAHULUAN

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan peternakan kambing adalah tersedianya pakan yang mencukupi kebutuhan kambing tersebut baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Ketersediaan hijauan makanan ternak semakin terbatas dengan semakin menyempitnya lahan pertanian maupun perkebunan. Jerami padi (Oriza sativa) merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai sumber pakan alternatif pengganti hijauan segar. Berdasarkan luas areal tanaman pangan di Indonesia, maka Total produksi padi Indonesia tahun 2007 mencapai 57 157 435 ton dari luas lahan yang dipanen 12 147 637 hektare (BPS 2008). Setiap kg padi yang dipanen dihasilkan 0.8 – 1 kg jerami (Devendra 1997; Nguyen 1998) maka pada tahun 2007 Indonesia menghasilkan sekitar 45 725 948 - 57 157 435 ton jerami berdasar bahan kering. Dengan asumsi satu unit ternak (UT) setara dengan sapi dewasa berbobot tubuh 325 kg dan konsumsi bahan

(2)

keringnya 2% dari bobot tubuhnya (Madyono & Anggraeny 2008), maka jerami padi yang tersedia dapat menampung 7 034 761 – 8 793 452 UT.

Pemanfaatan jerami padi secara langsung sebagai pakan tunggal tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi pada ternak. Faktor-faktor yang menghambat penggunaan jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia antara lain rendahnya kandungan zat makanan, nilai kecernaan maupun palatabilitasnya. Hal ini disebabkan tanaman padi yang dipanen pada umur tua mempunyai kandungan dinding sel yang tinggi dan tingkat lignifikasi yang sempurna sehingga sulit dirombak oleh mikroba rumen (Wardhani dkk., 1983). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan peran mikroba melalui penyediaan nutrisi terutama amonia, sehingga dapat meningkatkan kecernaan jerami padi. Suplementasi urea dapat digunakan sebagai sumber amonia (nitrogen), tetapi urea sangat cepat melepas nitrogen (N) dalam rumen, dan dapat memproduksi amonia dengan cepat sehingga bila dosisnya berlebihan akan menyebabkan keracunan bahkan dapat menyebabkan kematian ternak (Stanton dan Whittier, 2006). Huntington et al., (2006) melaporkan bahwa urea dihidrolisis dengan cepat dalam rumen dan puncak produksi amonianya dicapai pada 1 jam setelah pemberian urea. Teknik untuk memperlambat pelepasan amonia dari hidrolisis urea di rumen dipandang lebih efisien, dan aman karena dapat mencegah keracunan amonia (Galo et al., 2003).

Penggunakan urea dalam ransum perlu disertai dengan penggunaan sumber energi (sumber karbohidrat) yang mudah larut/tersedia di dalam rumen, karena untuk mensintesa protein mikroba yang optimal diperlukan keseimbangan antara energi (VFA) dan nitrogen dalam bentuk N-NH3. Bahan makanan sebagai sumber karbohidrat yang sudah umum digunakan adalah molasses. Untuk dapat menguji berapa penggunaan molasis yang optimal dalam campuran jerami urea kapur molasis maka dilakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Tingkat Penggunaan Molasis dalam Campuran Jerami Urea Kapur Molasis Terhadap Nilai Nutrisi, Kadar Metabolit Rumen, Kecernaan bahan kering dan bahan organik In-Vitro.

2. METODE PENELITIAN

Bahan yang diperlukan untuk pembuatan Jerami urea Kapur Molasis adalah jerami kering matahari, urea prill, kapur, dan molasis. Peralatan yang diperlukan berupa pemotong jerami (choper), terpal untuk alas pakan, dan alat menyemprotkan campuran urea kapur molasis di atas hamparan jerami kering.

2.1. Tempat Lama dan Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di tiga tempat: 1)Desa sidemen, kecamatan Sidemen kabupaten Karangasem, 2) di Laboratorium Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana dan 3)di Balai Penelitian Ternak Ciawi Bogor Jawa Barat. Penelitian akan dilakukan selama 4 bulan dengan rincian waktu penelitian 1 bulan untuk masing-masing peride dengan 3 minggu penyesuaian pakan dan 1 minggu pengambilan data.

(3)

2.2. Pembuatan Campuran Jerami Urea Kapur Molasis (JUKM) dan Konsentrat

Campuran Urea Kapur Molasis terdiri dari Urea 4%, Kapur 2% dan Molasis 25%, selanjutnya jerami padi yang sudah kering matahari, dipotong potong dengan panjang sekitar 3-5 cm kemudian disebar merata dengan ketebalan 5 cm. Campuran Urea Kapur Molasis yang sudah dibuat sesuai dengan komposisinya disiramkan di atas tebaran jerami tadi. Konsentrat dibuat dari bahan bahan : dedak padi, polard, Cassava, Kulit Kedele dan mineral pignoq

2.3. Rancangan Percobaan

Dalam penelitian ini menggunakan rancangan Bujur Sangkar Latin (BSL) dengan 4 perlakuan (jumlah ternak) tingkat penggunaan Jerami Urea Kapur Molasis yang akan diuji adalah 30, 40, 50%, 60% dan diulang 4 kali (periode). Keempat ransum perlakuan adalah :

Perlakuan A (JUKM 60% dan Konsentrat 40%) Perlakuan B (JUKM 50% dan Konsentrat 50%) Perlakuan C (JUKM 40% dan Konsentrat 60%) Perlakuan D (JUKM 30% dan Konsentrat 70%) 2.4. Peubah yang Diamati.

Peubah yang diamati adalah analisis kimia kandungan nutrisi dari ransum percobaan.

seperti: Kandungan Bahan kering, Bahan Organik, protein kasar, serat kasar. Dalam penelitian ini akan diamati adalah Kecernaan (Kecernaan bahan kering, bahan organik, Protein, Serat Kasar), Metabolit rumen (pH, populasi protozoa, kadar NH3, VFA total,), konsumsi bahan kering dan bahan organik, Kandungan nutrient plasma darah (Kadar Glukosa, Trigliserida, Total Protein, Kolesterol) dan kadar ureum plasma darah.

2.5. Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam. Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata (P≤0,05), analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda dari Duncan (Steel dan Torrie, 1986).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa konsumsi konsentrat rata-rata pada perlakuan A, B, C dan D secara berurutan adalah 360,83; 444,91; 546,92 dan 607,05 g bk/ekor/hari (Tabel 1) Secara statistik nyata (P>0,05) meningkat dari perlakuan A ke perlakuan D. Hal ini sesuai dengan perlakuan yang diberikan yaitu tingkat pemberian konsentrat meningkat dari perlakuan A ke perlakuan D.

Konsumsi rata rata bahan kering jerami pada perlakuan A, B, C, D adalah 436,69; 368,89; 294,71 dan 176,93g/ekor/hari (Tabel 1). Secara statistik rata-rata konsumsi bahan kering jerami nyata (P>0.05) menurun dari perlakuan A ke perlakuan D. Hal ini berlawanan dengan konsumsi konsentrat, karena dengan meningkatnya konsumsi konsentrat maka akan diikuti dengan menurunnya konsumsi jerami. Kenyataan ini terjadi karena pabila kebutuhan bahan kering sebagian

(4)

sudah dipenuhi dari konsentrat maka walaupun pemberian jerami diberikan secara ad-libitum maka tetap ternak itu akan makan sesuai dengan kapasitas perutnya walaupun dari sigi kecukupan nutrient belum terpenuhi.

Tabel 1. Pengaruh Tingkat Pemberian Konsentrat Terhadap Konsumsi Bahan Kering

Peubah

Perlakuan

SEM

A B C D

Konsumsi Konsentrat

(g/ekor/hari) 360.83 d 444.91 c 546.92 b

607.05 a 15.38 Konsumsi Jerami

(g/ekor/hari) 436.69 a 368.89 b 294.71 c

176.93 d 21.12 Konsumsi Bahan Kering

(g/ekor/hari) 797.52 a 813.80 a 841.63 a

783.98 a 25.69 Konsumsi Konsentrat

(g/W^0.75) 29.38 d 35.33 c 42.14 b 45.86 a 1.31 Konsumsi Jerami (g/W^0.75) 35.46 a 29.25 b 22.59 c 13.39 d 1.97 Konsumsi Bahan Kering

(g/W^0.75) 64.84 a 64.58 a 64.73 a 59.25 a 2.95 keterangan

Perlakuan A (JUKM 60% dan Konsentrat 40%) Perlakuan B (JUKM 50% dan Konsentrat 50%) Perlakuan C (JUKM 40% dan Konsentrat 60%) Perlakuan D (JUKM 30% dan Konsentrat 70%)

Rataan kadar N urea darah pada perlakuan A, B, C dan D adalah 25,5; 27,1; 28; dan 30,45 mg/dl (Tabel 2). scara statistic didapatkan berbeda tidak nyata antar perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian konsentrat 40% pada perlakuan A sampai 70% pada perlakuan D Kandungan N ureanya tidak berbeda nyata.Ini memberikan petunjuk bahwa penggunaan jerami urea kapur molasis sampai 60% dalam ransum menghasilkan kadar n urea yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan D dengan imbangan JUKM 30% dan konsentrat 70%. Demikianmjuga halnya dengan kadar glukosa darah yang datanya sejalan dengan kadar urea Nitrogen.

Kadar trigliserida plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D adalah: 19,25; 20,75; 22,75;

27,5 mg/dl (Tabel 2). Berdasarkan analisis ragam kadar trigliserida meningkat nyata (P>0.05) dari perlakuan A , B, C dan D. Hal ini terjadi karena adanya pemberian konsentrat yang meningkat dari perlakuan A, B, C dan D. Ini memberi petunjuk bahwa peningkatan pemberian konsentrat akan terjadi penyerapan nutrient yang dapat disimpan dalam bentuk trigliserida.

Total Protein Plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D adalah: 6,97; 7,22; 7,91 dan 8,4 g/dl (Tabel 2). Analisis statistic dengan sidik ragam mendapatkan bahwa rataan total protein dari perlakuan A, B, C dan D nyata (P>0.05) meningkat. Peningkatan ini dipengaruhi oleh tingkat pemberian konsentrat yang mengandung protein . Makin tinggi tingkat pemberiannya konsentrat yang mengandung protein maka penyerapannya juga meningkat sehinggga kadar total protein darah juga meningkat.

Rataan Kandungan Kolesterol darah pada perlakuan A, B, C dan D adalah: 77,25; 82,5;

83,25; dan 116,0 mg/dl. Berdasarkan analisis statistik Rantaan kandungan kolesterol darah nyata

(5)

meningkat dari perlakuan A , B, C dan D. Peningkatan ini jekas disebabkan oleh adanya pemberian konsentrat yang maningkat dari perlakuan A ke Perlakuan D, sehingga terjadi peningkatan penyerapan energi yang disimpan dalam bentuk lemak atau kolesterol.

Tabel 2. PengaruhTingkat pemberian Konsentrat Terhadap kadar kimia plasma darah

Peubah

Perlakuan

SEM

A B C D

BUN (mg/dl) 25.50 a 27.10 a 28.00 a 30.45 a 1.36 Glukosa (mg/dl) 77.20 a 77.68 a 81.90 a 82.45 a 3.68 Trigliserida (mg/dl) 19.25 d 20.75 c 22.75 b 27.50 a 0.89 Total Protein (g/dl) 6.97 d 7.22 c 7.91 b 8.40 a 0.10 Kolesterol darah

(mg/dl) 77.25 bd 82.50 c 83.25 b 116.00 a 2.94

keterangan

Perlakuan A (JUKM 60% dan Konsentrat 40%) Perlakuan B (JUKM 50% dan Konsentrat 50%) Perlakuan C (JUKM 40% dan Konsentrat 60%) Perlakuan D (JUKM 30% dan Konsentrat 70%)

4. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Jerami Urea Kapur Molasis sebagaipakan serat dalam ransum ternak kambing sampai pada tingkat penggunaan 60% dari keperluan bahan kering, menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah. Walaupun terjadi peningkatan kadar trigliserida, total protein dan kolesterol darah seiring dengan meningkatnya tingkat penggunaan konsentrat.

5. UCAPAN TERIMAKASIH

Penelitian ini sepenuhnya didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Udayana, untuk itu melalui kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Arora, S.P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press., Yogyakarta.

Bach, A., S. Calsamiglia, dan M.D. Stern. 2005. Nitrogen Metabolism in The Rumen. J. Dairy Sci.

88(E.Suppl.): E9-E21. American Dairy Science Association. [cited 2011 July 20]. Available from:

URL:

http://jds.fass.org/cgi/content/abstract/88/e_suppl_1/E9.

Cakra I G.L.O., I B Sudana, I G. Mahardika, and I B. G. Partama, Urea-Lime Mixture As A Rumen Slow- Release Urea On In Vitro Rumen Fermentation and Microbial Protein Synthesis, 2012. Proceedings 4th International Conference On Biociences And Biotechnology. 21st – 22nd September 2012 Udayana University Denpasar ISBN: 978-602-7776-48-7.

Cakra I G.L.O. , I G. Mahardika, I. B. G. Partama and A.A. A.S. Trisnadewi. 2015. The Effect of Urea Lime Mixture in Concentrate Containing Different Levels of Cassava on Performance of Ettawa Grade

(6)

Goats. J. Biol. Chem. Research Volume 32 (2) 2015 Pages No 745-750. ISSN 2319-3077. Online.

ISSN 0970-4973. Print. Published By Society for Advancement of Science.

Cherdthong, A., M. Wanapat and C. Wachirapakorn 2011. Influence of urea calcium mixture supplementation on ruminal fermentation characteristics of beef cattle fed on concentrates containing high levels of cassava chips and rice straw..

Fadel Elseed, A.M.A., J. Sekine, M. Hishinuma and K. Hamana, 2003. Effect of ammonia urea plus calsium hydroxide and animal urine treatments on chemical composition and in sacco degradability of rice straw. Asian-Aust J. Anim. Sci, 16: 368-373.

Referensi

Dokumen terkait

Dari berbagai hasil penelitian beberapa formulasi pakan konsentrat yang dapat diberikan pada ternak sapi potong diantaranya adalah :. Limbah Pertanian - Jerami Padi

2East Coast Environmental Institute ESERI, Universiti Sultan Zainal Abidin Kuala Terengganu 3Department of Physics, Faculty of Science, University of Malaya 4School of Fundamental