PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya tujuan mengembangkan keterampilan motorik halus adalah agar anak mengembangkan gerakan kedua tangan, terutama jari-jari. Akibatnya siswa cepat menjadi bosan.8 Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru di kelas B terkait kegiatan pembelajaran motorik halus rata-rata anak, kurang lebih 50% siswa masih belum berkembang sesuai dengan yang diharapkan.9. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kualitas keterampilan motorik halus siswa kelas B TK Cempaka Kombo perlu lebih ditingkatkan dan dioptimalkan.
Keterampilan motorik halus anak dapat lebih dikembangkan dengan menggunakan media pembelajaran selama proses pembelajaran, tentunya media yang akan digunakan menarik. Salah satu cara untuk mengoptimalkan kemampuan motorik halus tersebut adalah dengan menggunakan bahan alami dalam kegiatan kolase. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian tentang media bahan alam dalam kegiatan kolase untuk meningkatkan keterampilan motorik halus Anak TK Kelas B Cempaka Kombo Kec.
Sasaran Tindakan
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat dan Hasil Penelitian
5. biji, ranting, daun kering dan lain-lain untuk menarik minat siswa dalam belajar meningkatkan kemampuan motorik halus anak, agar proses pembelajaran siswa tidak cepat bosan, dan metode pembelajaran yang digunakan guru menjadi lebih menarik karena menggunakan pelajaran. media. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan siswa dalam meningkatkan keterampilan motorik halus serta dapat meningkatkan imajinasi berpikir anak dalam mengungkapkan ide-idenya. Dengan melakukan penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu, wawasan dan wawasan tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta mampu mencari solusi dari setiap permasalahan yang ditemukan di kelas.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Media Bahan Alam
- Pengertian Media Bahan Alam
- Macam-Macam Media Bahan Alam
- Manfaat Media Bahan Alam
- Kelebihan Media Bahan Alam
Menurut Sudjana, bahan alam adalah bahan yang diperoleh dari alam yang dapat digunakan untuk membuat sesuatu dan bekerja. Menurut Mulyasa, berbagai bahan alam yang biasanya dibutuhkan untuk media pembelajaran berupa daun, ranting, kayu, air, pasir, batu dan biji-bijian. Bahan alam yang sering digunakan sebagai media pembelajaran yaitu: (a) daun kering atau basah, (b) kayu dan ranting, (c) biji, (d) batu, (e) daun, dan (f) ) Bambu.16 .
Selain itu, dengan menggunakan bahan alami, anak secara tidak langsung akan mengenali bahan atau benda yang ada di sekitarnya. Penggunaan bahan alam akan mendorong bakat dan potensi anak, penggunaan alat alam dapat merangsang imajinasi dan dengan mudah mengingat pengalaman bermakna serta membangun komunikasi bagi anak. Selain itu, dengan menggunakan media natural anak dapat berpikir sendiri dan dapat mengolah media natural sederhana menjadi sesuatu yang baru yang lebih bermakna.
Kolase
- Pengertian kolase
- Tujuan dan Manfaat Kolase
- Jenis-Jenis Kolase
- Kelebihan dan Kelemahan Kolase
- Langkah-Langkah Bermain Kolase
Bahan bekas ini bisa digunakan untuk bermain kolase dengan menggunakan arang yang sudah tidak terpakai dan. Bahan bekas yang baik digunakan adalah bahan yang mudah dibentuk dan ditempel, bahan yang diwarnai dan mudah digunakan untuk bahan bermain kolase. Dari berbagai jenis kolase di atas, peneliti menggunakan bahan alam sebagai media pembuatan kolase.
Bahan yang digunakan untuk bermain kolase menggunakan bahan alami yang mudah didapat seperti biji-bijian, pasir, daun kering dan sebagainya. Menggunakan media kolase, bahan alam memiliki peran atau fungsi sebagai alat atau media untuk mencapai tujuan pendidikan secara umum. 28 Pengaruh kegiatan kolase menggunakan media bahan alam terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B Raudhatul Athfal 1 (Disertasi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, 2018), hlm.
Motorik Halus
- Pengertian Motorik Halus
- Tujuan Motorik Halus
- Fungsi Motorik Halus
- Karakteristik Motorik Halus
- Indikator Pencapaian Perkembangan Anak
Keterampilan motorik halus adalah keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi mata-tangan yang melibatkan koordinasi yang cermat. Keterampilan motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti kemampuan menggunakan jari dan gerakan. 34 Choirun Nisak Aulina, Metodologi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini, (Sidoarjo: Umsida Press, Agustus 2017), hlm. 34.
Sumantri berpendapat bahwa fungsi motorik halus adalah untuk menunjang aspek perkembangan lainnya seperti aspek perkembangan kognitif, aspek perkembangan. Dari beberapa penjelasan para ahli di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa fungsi motorik halus adalah koordinasi antara kecepatan tangan dan gerakan mata serta pengendalian emosi. Pada usia lima tahun, keterampilan motorik halus anak lebih halus, telapak tangan, tangan, dan tubuh bergerak di bawah koordinasi mata.
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Desain PTK
- Rencana tindakan
- Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
- Pelaksanaan tindakan
- Cara Pengamatan (Monitoring)
- Indikator Keberhasilan
Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas guru selama siklus I menggunakan alat bahan alam dalam kegiatan kolase. Ketuntasan siswa dalam keterampilan motorik halus menggunakan alat bahan alam pada kegiatan kolase diperoleh sebesar 47,82%. Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas guru selama siklus II menggunakan alat bahan alam dalam kegiatan kolase.
Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak adalah dengan menggunakan bahan alam dalam kegiatan kolase. Sebagai contoh, hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Bagaimana mengetahui peningkatan tingkat kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan kolase dengan menggunakan media bahan alam.
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Setting Penelitian
TK Cempaka Kombo yang pertama bernama TK Dharma Wanita Cempaka Kombo yang berdiri pada tanggal 25 Maret 1990, kemudian pada tahun 2004 bernama TK Cempaka Kombo dan pada tahun 2018 TK Cempaka Kombo dikelola oleh yayasan dengan nomor SK D/PAUD.TK/WW Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Bupati. Gedung TK Cempaka Kombo tidak dimiliki sendiri, melainkan menggunakan perumahan SDN Kombo sebagai gedung TK Cempaka Kombo dengan surat keterangan pinjam pakai. Letak geografis TK Cempaka Kombo berada di bagian timur Kecamatan Wawo, sekitar ± 3 km dari kantor kecamatan.
Gedung Sekolah : Bukan milik sendiri Letak Geografis : Lintang -8 Bujur 118 3. Visi, misi dan tujuan TK Cempaka Kombo. Dengan sarana dan prasarana tersebut maka kegiatan belajar mengajar akan terlaksana dan berjalan dengan baik.
Hasil Penelitian
Hasil observasi aktivitas guru dapat dideskripsikan selama pelaksanaan tindakan siklus I dalam pembelajaran penggunaan media bahan alam dalam kegiatan kolase dalam meningkatkan kemampuan motorik halus di TK kelas B Cempaka Kombo. Hasil observasi aktivitas siswa dapat dideskripsikan selama pelaksanaan tindakan siklus I dalam pembelajaran penggunaan media bahan alam dalam kegiatan kolase dalam peningkatan kemampuan motorik halus di TK kelas B Cempaka Kombo. Kegiatan ini terlaksana dengan baik karena siswa tertarik dengan media bahan alam dan model gambar kolase yang ditentukan oleh guru.
Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas siswa. selama siklus I dengan menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase. Kemudian guru menginstruksikan siswa untuk mengerjakan tugas dengan melakukan kegiatan kolase dengan menggunakan media bahan alam yang telah disediakan. Hasil observasi aktivitas guru dapat dideskripsikan selama pelaksanaan tindakan siklus II dalam pembelajaran penggunaan media bahan alam dalam kegiatan kolase dalam meningkatkan kemampuan motorik halus di kelas B TK Cempaka Kombo.
Guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan penggunaan media bahan alam dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ini terlaksana dengan baik. Kegiatan ini terlaksana dengan baik karena rata-rata siswa dapat menyebutkan bahan alam yang ditunjukan oleh guru. Penilaian yang diperoleh sebesar 92,85% dengan kriteria sangat baik, dalam proses pembelajaran menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase.
Hasil observasi aktivitas siswa dapat dideskripsikan selama pelaksanaan tindakan siklus II pembelajaran penggunaan media bahan alam dalam kegiatan kolase dalam peningkatan kemampuan motorik halus di TK kelas B Cempaka Kombo. Kegiatan ini tidak terlaksana dengan baik, karena guru tidak secara langsung menjelaskan tentang media bahan alam dan kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik, karena anak-anak teratur dan cermat dalam menghubungkan bahan alam dengan model gambar.
Hal ini terlihat dari hasil observasi aktivitas siswa kelas II. siklus menggunakan media bahan alami. Hasil observasi aktivitas siswa pada II. mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus sebelumnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bahan alam dalam kegiatan kolase berhasil. Kesempurnaan keterampilan motorik halus siswa dengan menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase mencapai 86,95%.
Pembahasan
Peran guru dalam kegiatan ini adalah sebagai penyaji atau yang menjelaskan materi yang diajarkan kepada siswa dengan menggunakan media alam dalam kegiatan kolase. Berdasarkan hasil penelitian siklus I Pembelajaran dengan menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelas B dapat diketahui bahwa hasil kegiatan guru pada siklus I tercapai yaitu 78,57%. . Nilai rata-rata untuk kegiatan kolase dengan menggunakan media dari bahan alam adalah 55,70 dengan nilai klasik persen ketuntasan sebesar 47,82%.
Hasil rata-rata nilai kegiatan kolase dengan menggunakan media bahan alam adalah 74,73 dengan nilai persentase ketuntasan klasikal sebesar 86,95%. Jelas bahwa peningkatan perkembangan motorik halus pada kegiatan kolase anak kelas B di TK Cempaka Kombo dapat ditingkatkan dengan menggunakan media bahan alam. Maka dengan penelitian yang berjudul Pemanfaatan Media Bahan Alam Dalam Kegiatan Kolase Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelas B di TK Cempaka Kombo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima dapat dikatakan berhasil dan mencapai ketuntasan belajar sebesar murid-murid.
Mengenal bentuk, warna dan tekstur bahan alam berupa daun kecapi dan daun jagung. Siswa mendengarkan dan memperhatikan guru menjelaskan cara mengaplikasikan lem dan cara mengaplikasikan bahan alami pada pola gambar kolase. Apa saja kegiatan dalam proses pembelajaran pada kegiatan kolase dengan bahan alam untuk anak kelompok B di TK Cempaka Kombo.
Jawab: Untuk kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media alam biasanya menggunakan daun dan biji. Bagaimana cara anda menggunakan kegiatan belajar kolase dengan menggunakan media alam untuk meningkatkan motorik halus anak? Menurut sang ibu, proses pembelajaran dengan menggunakan media bahan alam dalam kegiatan kolase akan meningkatkan kemampuan motorik halus anak.
Guru menjelaskan kegunaan bahan alam, cara mengaplikasikan lem dan cara menempelkan bahan alam pada contoh gambar kolase.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan terhadap penggunaan bahan media alam dalam kegiatan kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelas B di TK Cempaka Kombo Kecamatan Wawo Kabupaten Bima pada siklus I hasil observasi aktivitas guru siklus I memperoleh skor 78,57% dengan kriteria baik, hasil observasi aktivitas siswa mencapai nilai 64,28% dengan kriteria baik, dan pada observasi aktivitas kolase menggunakan media bahan alam rata-rata nilai 55,70. dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 47,82%. Pada Siklus II hasil observasi guru meningkat menjadi 92,85% dengan kriteria sangat baik, dengan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 85,71%.
Saran
Materi Alam Pada Keterampilan Motorik Halus Kelompok Skripsi Anak Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Lampung, 2018. 3 Anak dapat merekatkan bahan alam sesuai pola gambar dengan benar, tetapi kurang baik 2 Guru bahan alam membantu anak merekat . Menurut ibu, bagaimana ciri-ciri media bahan alam untuk menarik minat dan perhatian siswa.
Jawab: Untuk menarik perhatian siswa biasanya kami memberikan gambar yang menarik dan memberikan bahan alam dengan warna yang berbeda agar anak tertarik dalam menyelesaikan tugasnya. Jawaban: Kami melihat anak pertama bagaimana anak itu menempelkan stiker, apakah rapi, dan ketika kami menempelkan kolase dari bahan alami di sana, kami melihat keterampilan motorik halusnya. Siswa mengaplikasikan lem dan merekatkan bahan alami dari daun jagung, daun kecapi dan pasir.