• Tidak ada hasil yang ditemukan

penggunaan metode jigsaw learning dalam upaya

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penggunaan metode jigsaw learning dalam upaya"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Apakah Penggunaan Metode Pembelajaran Jigsaw Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas V MI Miftahul Huda Nabang Baru Kec Margatiga Lampung Timur?” Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas V MI Miftahul Huda Nabang Baru Marga Kecamatan Tiga, Lampung Timur.

Manfaat Penelitian dan Kegunaan penelitian 1. Manfaat Penelitian

Kegunaan Penelitian

Deskripsi Teoretis 1. Metode Jigsaw Learning

Diskusi kelompok ahli, siswa dengan keahlian yang sama bertemu untuk berdiskusi dalam kelompok ahli. Setelah menguasai materi pada kelompok ahli, siswa kembali ke kelompok asalnya yang kemudian mengajarkan materi yang telah dikuasainya dari kelompok ahli.

Gambar 1: Daya Tahan Ingatan setelah 24 jam 8
Gambar 1: Daya Tahan Ingatan setelah 24 jam 8

Hipotesis Tindakan

Menurut Suharsimi Arikunto, “Hasil belajar bagi siswa dimaksudkan sebagai tingkat kecakapan untuk program tertentu.”10. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar.. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya adalah sebagai berikut.

Objek Tindakan

Definisi Operasional

Pembelajaran aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan aktif baik dalam bentuk interaksi antar teman sekelas maupun dalam bentuk interaksi antara siswa dengan guru, oleh karena itu dalam penelitian ini aktivitas siswa disebutkan aktivitas siswa ketika mengikuti kegiatan. proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran jigsaw yaitu . Sedangkan kemampuan pemahaman siswa dalam penelitian ini adalah mengamati hasil perolehan hasil atau postes yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran jigsaw pada setiap akhir siklus.

Prosedur Tindakan

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau akibat dari variabel independen.

Tahap Pelaksanaan Penelitian

Bagilah siswa menjadi 3 kelompok yang beranggotakan empat orang, dimana terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Persentase anggota kelompok/siswa yang aktif selama proses pembelajaran meningkat dari 50% data sebelum survei.

Setting Lokasi dan Subjek Penelitian

Refleksi adalah kegiatan menganalisis dan menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan dan hasil tes/kuis, dimana refleksi ini digunakan sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Tindakan kelas ini dilakukan di MI Miftahul Huda Nabang Baru, Kecamatan Margatiga, Lampung Timur dengan siswa kelas kampanye V. tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan jumlah siswa 10 orang diantaranya 9 siswa. perempuan dan 1 laki-laki yang juga memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda. Pemilihan sekolah ini sebagai lokasi penelitian bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan proses pembelajaran di Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Nabang Baru.

Instrumen Penelitian

Rancangan/ Kisi-kisi Instrumen

Pemilihan sekolah ini sebagai tempat penelitian bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di Madresah Ibtidaiyah Yayasan Miftahul Huda Nabang Baru. Menurut Suharsimi Arikunto, “Grid adalah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dan hal-hal yang disebutkan dalam kolom”. 16 Kisi-kisi alat menunjukkan hubungan antara variabel yang dipelajari dengan alat yang dibuat. Mendeskripsikan hubungan antara gaya gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet).

Pengujian Instrument

Berdasarkan kutipan di atas, maka instrumen penelitian yang akan diuji tingkat validitas dan reliabilitasnya dalam penelitian ini adalah perangkat tes berupa soal uraian. Menurut Edi Kusnadi, “validitas berarti sejauh mana ketelitian dan ketelitian suatu alat ukur menjalankan fungsi ukurnya”. Suatu tes atau alat ukur dikatakan memiliki validitas tinggi jika alat tersebut melakukan pengukuran atau memberikan hasil pengukuran yang benar, dan sebaliknya jika menghasilkan data yang tidak sesuai dengan tujuan pengukuran, tes atau instrumen tersebut dikatakan memiliki validitas rendah. keabsahan.

Edi Kusnadi mengatakan bahwa reliabilitas adalah “suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan”.20 Suatu instrumen dapat cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut baik. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya jika data tersebut memang benar, maka diambil berkali-kali. Observasi atau observasi mengumpulkan data tentang keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan penggunaan metode.

Tes digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif yaitu data pemahaman siswa dalam memahami materi yang berkaitan dengan materi pelajaran menggunakan metode pembelajaran jigsaw puzzle dengan standar hasil belajar menurut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65,0.

Metode Analisis Data

Analisis Kuantitatif

Analisis Kualitatif

Gambar Umum Daerah Penelitian

Sejarah Singkat Berdirinya MI Miftahul Huda Nabang Baru

Marga Tiga yaitu karena kebutuhan masyarakat dan karena kurangnya sekolah dasar di desa Nabang Baru kecamatan Marga Tiga.

Visi dan Misi MI Nurul Huda a. Visi

Fasilitas Sarana dan Prasarana Sekolah a. Sarana sekolah

Keadaan Tenaga Pendidik dan Jumlah Siswa di MI Miftahul Huda Nabang Baru

Letak Geografis MI Miftahul Huda Nabang Baru

Struktur Organisasi MI Miftahul Huda Nabang Baru

Denah Lokasi MI Miftahul Huda Nabang Baru

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di MI Miftahul Huda Nabang Baru. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV MI Miftahul Huda Nabang Baru. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 sesi, setiap sesi terdiri dari 2 jam pelajaran (2 x 35 menit).

Metode pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dirancang dalam penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan memahami pembelajaran siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV Sekolah Dasar (SD/MI). Data aktivitas siswa diamati menggunakan lembar observasi selama proses belajar mengajar, dan data pemahaman siswa terhadap pembelajaran saintifik diperoleh dari hasil tes yang akan dilakukan pada setiap akhir siklus.

Siklus I

Setelah semua siswa terkumpul dalam Kelompok Pakar, guru membagikan 4 materi yang telah disiapkan dalam lembaran kertas yaitu tentang “teknologi yang digunakan untuk mencari sumber daya alam dan cara kerja teknologi untuk mencari sumber daya alam” kepada masing-masing Kelompok Pakar. Guru bergiliran memimpin diskusi di masing-masing Kelompok Pakar untuk memastikan keakuratan informasi yang mereka temukan/pahami. Anggota Kelompok Pakar diminta untuk kembali ke Kelompok Asal untuk berbagi informasi yang diperoleh yaitu saling menjelaskan.

Guru kembali memberikan instruksi agar setiap anggota kelompok asal dalam kelompok ahli/tim ahli berkumpul di meja kelas yang telah disiapkan materinya. Pada tabel di atas dapat dilihat dan dideskripsikan persentase aktivitas belajar pada siklus I, bahwa aktivitas siswa yaitu materi bacaan yang diterima pada pertemuan pertama pada kelompok ahli sebesar 70,8%, sedangkan pada pertemuan kedua dan ketiga sebesar 87,5% dengan rata-rata 81,9%. Kegiatan pembelajaran ketiga yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Home Group Presentation (saling mengajar materi yang diperoleh dari kelompok ahli) pada pertemuan pertama yaitu 16,7%, pertemuan kedua 42% dan pada pertemuan ketiga 54,2% dengan rata-rata 38%. .

Dari ketiga aktivitas pembelajaran siswa pada siklus I tiga kali pertemuan rata-rata yaitu: Materi bacaan yang diterima pada kelompok ahli rata-rata persentasenya mencapai 81,9% yang berarti dinyatakan tuntas sedangkan Expert Discussion (mencari informasi dari materi). ) rata-rata 43,1%, dan Origin Group Presentation (saling mengajar materi yang diperoleh dari kelompok ahli) rata-rata 38% masih dibawah target yang diinginkan yaitu 50% yang berarti kedua kegiatan dinyatakan belum selesai. Guru hendaknya memberikan petunjuk yang lebih lengkap dan jelas kepada siswa baik pada saat pertemuan siswa dalam kelompok ahli maupun pada saat siswa kembali ke kelompok asalnya. Guru memberikan contoh bagaimana menjelaskan hasil materi yang telah dipelajarinya dari kelompok ahli dengan bahasa yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh siswa.

Siklus II

Perencanaan tindakan yang akan dilakukan pada siklus II didasarkan pada hasil refleksi pada siklus I. Pada siklus ini guru lebih memperhatikan penjelasan materi dan memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, memantau aktivitas siswa. kesulitan dan arah kursus. dari diskusi dan presentasi. Pada pertemuan pertama siklus II guru melakukan kegiatan pendahuluan yang meliputi persepsi, motivasi dan pelacakan tujuan yang ingin dicapai pada mata pelajaran di atas. Guru kemudian meletakkan materi yang telah disiapkan pada empat meja yang akan digunakan oleh Kelompok Pakar atau Tim Pakar, dilanjutkan dengan memberikan instruksi agar anggota kelompok asal bertemu di meja pakar untuk membaca dan mencari informasi.

Dalam hal ini guru terus memantau dan mengarahkan jalannya diskusi agar kelompok ahli menemukan informasi yang tepat. Akhir pertemuan keempat pada siklus II adalah berbagi kesimpulan dengan siswa dan guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya. Dalam hal ini guru terus memantau dan mengarahkan jalannya diskusi agar kelompok ahli menemukan informasi yang tepat.

Pada pertemuan ketiga ini, seperti biasa, tata cara ujian masih sama dengan pertemuan pertama dan kedua, dan guru mengumumkan akan ada ulangan siklus II di akhir pelajaran ini. C. Observasi/Pengamatan. Data target pencapaian IPA pada pembelajaran siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Hal ini menunjukkan bahwa dia berprestasi di atas target pada siklus II yaitu 75% siswa yang mendapat nilai >65.

Pembahasan

Keaktifan Siswa Pada Saat Proses Pembelajaran

Indikator 2

  • Hasil Belajar
  • Saran
  • Tes Siklus 1
  • Post-Tes Siklus 1
  • Post-Tes Siklus 2

Aktivitas siswa dalam membaca materi kelompok ahli untuk mencari informasi tentang Sumber Daya Alam dan Teknologi pada siklus I cukup besar yaitu 81,9%. Sedangkan pada siklus II, nilai keaktifan siswa dalam membaca sebesar 83,3% dan mengalami peningkatan sebesar 1,4%. Pada Siklus I masih banyak siswa yang pasif dan kesulitan menyampaikan materi yang telah dipelajari dan dihafalnya kepada teman kelompok asalnya.

Pada siklus II siswa yang terlibat aktif dalam Home Group Presentation (saling mengajarkan materi) memperoleh persentase sebesar 71,1% dan mengalami peningkatan sebesar 33,1%. Dari tabel di atas diketahui hasil belajar dan pemahaman siswa yang tuntas pada siklus I sebesar 54,2% dan yang tidak tuntas sebesar 45,8%. Pada siklus II hasil pemahaman belajar siswa yang tuntas 79,2% dan yang belum tuntas 20,8%.

Peningkatan ini merupakan hasil dari proses pembelajaran pada II. pada siklus II dikatakan ketuntasan studi sudah mencapai 75% dan memenuhi kriteria keberhasilan, sehingga pada penelitian ini peneliti tidak merencanakan tindak lanjut. Contoh pemanfaatan pasang surut laut oleh manusia adalah produksi garam untuk mengairi petak-petak petani garam.

Pasang surut mempengaruhi aktivitas di dermaga dangkal karena kapal tidak bisa miring sehingga tidak terbalik. Contoh pengaruh pasang surut terhadap kehidupan manusia adalah penggunaan pasang surut untuk produksi garam.

2. Gambar menunjukkan proses terjadinya gerhana bbulan  3. Abarasi adalah pengikisan dataran pantai oleh air laut.
2. Gambar menunjukkan proses terjadinya gerhana bbulan 3. Abarasi adalah pengikisan dataran pantai oleh air laut.

Gambar

Gambar 1: Daya Tahan Ingatan setelah 24 jam 8
2. Gambar menunjukkan proses terjadinya gerhana bbulan  3. Abarasi adalah pengikisan dataran pantai oleh air laut.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada penggunaan metode jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII dalam pembelajaran Pendidikan