Pelaksanaan pengabdian masyarakat didasarkan pada kebutuhan guru untuk memperkuat inovasi model pembelajaran untuk pembentukan karakter di sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam hal merancang dan mengimplementasikan inovasi model pembelajaran pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan perancangan model pembelajaran inovatif dan implementasinya. model.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan sebagian besar (56%) peserta dalam merancang model pembelajaran inovatif berada pada kategori tinggi, serta sebagian besar (60%) peserta memiliki kemampuan mempraktekkan atau melaksanakan. pembelajaran yang inovatif. model termasuk dalam kategori teratas. Pelaksanaan pembelajaran inovatif oleh para guru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kegiatan pertanggungjawaban, laporan pengabdian ini berjudul Penguatan Model Pembelajaran Inovatif Guru Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar ini disusun dan disajikan kepada pembaca.
Ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat keterampilan guru dalam merancang dan menerapkan model pembelajaran inovatif untuk pendidikan karakter di sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi model pembelajaran pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh siswa dalam merangsang ide-ide baru yang merupakan produk pembelajaran bagaimana belajar melakukan langkah-langkah pembelajaran. untuk mendapatkan hasil kemajuan.
Pada gilirannya, program pembelajaran tersebut akan memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan B. Landasan teori pembelajaran inovatif yang mendasari pembelajaran inovatif a).
Ciri Ciri Pembelajaran Inovatif
Psikologi Gestalt menganggap unsur-unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan, tetapi sebagai satu kesatuan dalam pembentukan suatu bidang pembelajaran. Menurut Lewin, perubahan tingkah laku merupakan indikator tercapainya hasil belajar karena lingkungan yang disediakan mampu memfasilitasi potensi internal yang terkandung dalam diri pembelajar.
Model pembelajaran inovatif
11 (1) Pedoman, yaitu sebagai pedoman guru untuk melaksanakan proses pembelajaran secara efektif. komprehensif untuk mencapai tujuan pembelajaran; Ketika menelaah berbagai sumber keilmuan tentang pembelajaran, muncul beberapa konsep yang dapat dipahami antara lain dari pengertian pembelajaran inovatif. Dengan demikian, pembelajaran inovatif dan partisipatif adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada strategi, metode atau upaya untuk meningkatkan kecakapan positif seluruh siswa dalam rangka meningkatkan kualitas intelektual (penguasaan iptek), kualitas emosional. kepribadian) dan kualitas spiritual, sehingga mereka siap menghadapi masa depan yang kompetitif.
12 Pembelajaran inovatif dan partisipatif menempatkan posisi dan peran siswa sebagai pihak yang paling aktif (paling sentral), guru hanya sebagai pembimbing, motivator dan evaluator kegiatan belajar siswa. Program pembelajaran inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya untuk mencari solusi dari suatu masalah. Hal ini disebabkan program pembelajaran belum pernah dilaksanakan atau program pembelajaran serupa sedang dilaksanakan.
Kurikulum inovatif adalah kurikulum yang secara langsung menjawab permasalahan yang dihadapi kelas dalam kaitannya dengan kondisi kelas. Di sisi lain, kurikulum akan memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan. Model pembelajaran yang inovatif dan partisipatif dapat mengembangkan pilar-pilar pembelajaran siswa yang dapat mendorong siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya secara maksimal yang ditandai dengan partisipasi siswa yang aktif, kreatif dan inovatif selama proses pembelajaran di sekolah.
Mampu merasionalisasi pencapaian tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan; dan kemampuan mendorong siswa untuk melakukan perubahan perilaku yang positif dalam berbagai aspek kehidupan (baik secara individu maupun kelompok). Di sisi lain, aspek penting lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan karakter yang efektif di sekolah adalah visi, misi dan tujuan sekolah, serta kohesi. Terdapat fasilitas pendukung dan tim khusus untuk melaksanakan program pengembangan karakter siswa (Marzuki, Murdiono dan Samsuri (2011).
TUJUAN DAN MANFAAT PENGABDIAN
Tujuan
Manfaat
METODE PENGABDIAN
Tahapan Kegiatan
Metode Pelaksanaan
HASIL YANG DICAPAI
Kemampuan peserta dalam perancangan model pembelajaran inovatif Kemampuan peserta dalam perancangan model pembelajaran inovatif, setelah
Berdasarkan data tersebut, 7 peserta (28%) berada pada kategori sedang/cukup, 15 peserta (60%) berada pada kategori tinggi, dan 3 peserta (12%) berada pada kategori sangat tinggi kemampuan menggunakan pembelajaran inovatif. . model. Kompetensi guru dalam membuat model inovatif dapat dipetakan sedemikian rupa sehingga terdapat 6 peserta dalam kategori sedang/cukup (24%), 14 peserta dalam kategori tinggi (56%) dan 5 peserta dalam kategori sangat tinggi ( 20%). kemampuan merancang model pembelajaran yang inovatif. Selain itu terdapat 7 peserta (28%) dalam kategori sedang/cukup, 15 peserta (60%) dalam kategori Tinggi, dan 3 peserta (12%) dalam kategori Sangat tinggi dalam kemampuan menggunakan model pembelajaran inovatif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru memiliki keterampilan yang tinggi, baik dalam merancang maupun menerapkan model pembelajaran yang inovatif. Kompetensi guru ditunjukkan dengan rata-rata atau sebagian besar guru berada pada kategori kompetensi tinggi untuk merancang dan menerapkan model pembelajaran inovatif. Berdasarkan model pembelajaran DeCecco (Ebe, & Frisbie, 1986), kita dapat memahami kedudukan penilaian prestasi belajar dalam spektrum pembelajaran.
Hasil penelitian Kamiludin & Suryaman (2017) menunjukkan bahwa implementasi kurikulum 2013 sangat ditentukan dari segi waktu, pemahaman guru, produktivitas guru, kesadaran guru dan kesan dari guru. Di sisi lain, dalam pelaksanaan penilaian ini, peta kompetensi guru pada gilirannya mempengaruhi representasi hasil belajar peserta didik, maupun pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
- PENDAHULUAN
- METODE PENGABDIAN
- PEMBAHASAN
- KESIMPULAN DAN SARAN
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan model. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam hal merancang dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif untuk. Pencapaian kemampuan guru dalam pembelajaran inovatif ini diharapkan dapat mempengaruhi baik peningkatan kualitas pembelajaran siswa maupun peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya untuk mencari solusi dari suatu masalah. Pengertian baru di sini mengandung arti tidak hanya diketahui oleh akal (kognitif), tetapi juga baru karena belum diterima secara umum oleh semua siswa dalam arti sikap (attitude) dan juga baru dalam arti belum diterima. dan diterapkan oleh mahasiswa. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh siswa atas dorongan ide-ide baru yang merupakan produk dari pembelajaran inovatif Secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut: (a) Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuannya dengan penekanan pada pembelajaran dengan melakukan, (b) Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat, yaitu. memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar agar pembelajaran menjadi menarik.
Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh siswa untuk merangsang ide-ide baru yang merupakan produk dari pembelajaran bagaimana belajar untuk melaksanakan langkah-langkah pembelajaran untuk mencapai kemajuan hasil. Program pembelajaran yang memperbaiki program pembelajaran sebelumnya yang kurang memuaskan, hasilnya dapat digolongkan inovatif karena berusaha memecahkan masalah yang belum terpecahkan. Secara umum, kurikulum inovatif adalah kurikulum yang memecahkan secara langsung. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para calon guru dalam menciptakan inovasi model pembelajaran karakter berdasarkan kurikulum 2013.
29 meningkatkan kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran inovatif berkarakter sesuai kaidah ilmiah dalam desain pembelajaran, dan (c) meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif berkarakter sesuai kaidah ilmiah dalam desain pembelajaran. Berdasarkan data tersebut terdapat 6 peserta (24%) pada kategori Sedang/Cukup, 14 peserta (56%) pada kategori Tinggi, dan 5 peserta (20%) pada kategori Sangat Tinggi pada kemampuan merancang pembelajaran inovatif. model. Kompetensi guru dalam hal ini dapat dipetakan dengan kategori sangat tinggi sebanyak 6 orang (24%), kategori tinggi sebanyak 13 orang (52%), kategori sedang/cukup sebanyak 5 orang (20%) dan kategori rendah. sebanyak 1 orang (4%), sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata atau sebagian besar guru berada pada kategori kompetensi tinggi dalam inovasi desain pembelajaran.
Kompetensi guru ditunjukkan dengan rata-rata atau sebagian besar guru berada pada kategori kompetensi tinggi untuk merancang model pembelajaran inovatif. Kami menyarankan kepada peserta pelatihan agar dapat menggunakan hasil pelatihan ini dalam perancangan dan implementasi model pembelajaran inovatif yang lebih baik. Dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan ini, kami berharap dapat menyebarkan dampak positif untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan dan pembelajaran yang lebih baik.
Jurnal Pendidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 41(1). v http://media154.wordpress.com/artikel-internet-design-dan-web/hasil-interview-guru-mathematics-about-innovative learning).