• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

TujuanPenelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Kajian Pustaka

  • Pengertian Belajar
  • Hasil Belajar Matematika
  • Alat Peraga Kartu Mainan

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom, hasil belajar dicapai dalam kerangka penelitian melalui tiga kategori domain, yaitu. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari proses pembelajaran dan hasil yang dicapai siswa.

Penilaian dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. xii. menentukan sendiri tinggi rendahnya hasil belajar. Dengan demikian, hasil belajar matematika merupakan tingkat keberhasilan penguasaan pelajaran matematika yang dicapai siswa setelah melalui proses pembelajaran matematika. Hal ini diukur dengan menggunakan tes hasil belajar matematika. Menurut Estiningsih (1994), alat peraga adalah media pembelajaran yang memuat atau menyampaikan ciri-ciri konsep yang dipelajari.

Misalnya: papan tulis, buku catatan, dan pintu berbentuk persegi panjang dapat berfungsi sebagai alat peraga ketika guru menjelaskan bangun-bangun geometri persegi panjang. Fungsi utama alat peraga adalah untuk mereduksi keabstrakan konsep sehingga anak mampu memahami makna sebenarnya dari konsep yang dipelajari. Dengan melihat, menyentuh, dan memanipulasi alat peraga, anak memperoleh pengalaman hidup nyata tentang makna suatu konsep.

Endyah Murniati (2012:51) menyebutkan bahwa alat peraga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengantarkan keberhasilan anak-anak kita dalam belajar berhitung.Tidak semua alat dapat digunakan sebagai alat peraga. Penggunaan alat peraga tidak harus mahal dan canggih, yang penting alat peraga dapat merangsang minat anak dalam berhitung, perlu dibangun suasana agar anak senang bermain dengan alat tersebut. Jangan menggunakan alat peraga yang berat dan sulit digunakan oleh anak-anak, sebaiknya pertimbangkan tingkat fleksibilitas dari alat peraga itu sendiri.

Gunakan alat peraga yang aman digunakan anak agar terhindar dari kecelakaan yang dapat memberikan pengalaman buruk pada saat belajar berhitung. Daya tarik merupakan faktor terpenting yang harus Anda perhatikan saat memilih alat peraga untuk anak. Oleh karena itu, buatlah alat peraga yang menarik bagi mereka. Oleh karena itu, menggunakan alat peraga yang dapat merangsang imajinasi mereka adalah pilihan yang tepat.

Kerangka Pikir

Tahap tindakan yang dilakukan pada siklus II merupakan kelanjutan dari langkah-langkah yang dilakukan pada siklus pertama, hanya pada saat guru menyajikan materi pembelajaran, guru mendemonstrasikan cara menentukan waktu dengan menggunakan alat peraga. Kegiatan tahap analisis dan refleksi pada siklus II adalah mengulangi langkah-langkah yang telah dilakukan pada siklus I. Apabila indikator keberhasilan yang telah ditentukan tercapai, berarti penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Pada siklus ini hasil tes belajar dilakukan dalam bentuk ulangan harian setelah selesai pemaparan materi Siklus I. Jika nilai belajar siswa pada Siklus I dikelompokkan menjadi lima kategori, maka distribusi frekuensi skor ditunjukkan pada Tabel 4.3. Pada siklus I ternyata masih ada siswa yang tidak masuk kelas, baik yang mangkir tanpa penjelasan maupun sedang sakit.

Nilai hasil belajar yang dicapai siswa pada Siklus I menunjukkan masih terdapat 37,14% siswa belum tuntas, sedangkan 62,86% siswa belum tuntas pada indikator keberhasilan sebesar 85%. Proses pembelajaran pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I, pada prinsipnya pelaksanaan siklus II berdasarkan hasil refleksi. Untuk melihat persentase ketuntasan belajar matematika siswa kelas III SD Inpres Tallo Tua I Makassar setelah melaksanakan pembelajaran melalui alat pembelajaran toy card pada siklus II dapat dilihat pada tabel.

Pada siklus II perhatian dan keaktifan siswa menunjukkan kemajuan yang semakin meningkat pada rasa percaya diri siswa, peningkatan terlihat pada setiap pertemuan, semakin banyak siswa yang berhasil dalam permainan kartunya. Secara umum hasil yang diperoleh pada siklus II meningkat setelah dilaksanakannya tindakan melalui pelaksanaan pembelajaran melalui alat peraga kartu mainan, hal ini terlihat dari rata-rata skor yang diperoleh siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis terlihat bahwa hasil tes siswa setelah pemberian soal pada siklus I dan siklus II dengan bantuan pembelajaran melalui alat peraga toy card mengalami peningkatan.

Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa selama penelitian ini yaitu dari 62,86 pada siklus I dan 74,28 pada siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan ketercapaian ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 62,86%, meningkat menjadi 85,71% pada siklus II. Pelaksanaan pembelajaran melalui penggunaan alat peraga berupa kartu mainan efektif karena dapat meningkatkan frekuensi keaktifan dan keaktifan proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi sikap siswa selama penelitian dilakukan pada siklus I dan II.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • JenisPenelitian
  • Lokasi dan Subjek penelitian
  • Faktor yang Diselidiki
  • Prosedur Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Indikator Keberhasilan

Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 berlangsung selama 2 minggu atau 4 kali pertemuan dengan waktu tetap setiap pertemuan (tatap muka) 2 x 35 menit yang sesuai dengan kurikulum. Data penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran pada siklus ini diperoleh dari tes pada akhir siklus yang berupa ulangan harian. Kegiatan yang dilakukan pada siklus II ini merupakan pengulangan kegiatan pada siklus I dan pelaksanaan kegiatan yang lebih aktif kepada siswa, dengan materi yang sama, namun dengan penilaian yang berbeda.

Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan skor rata-rata hasil belajar matematika. Berdasarkan rata-rata skor hasil belajar matematika yang dicapai siswa yaitu 74,28 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang dicapai siswa. Terlihat sekitar 96% siswa hadir pada siklus I dan masih 96% siswa hadir pada siklus II. I menjadi 7,62% pada siklus I. II. 22,85% siswa yang menjawab pertanyaan guru pada siklus I menjadi 23,81% pada siklus II. siklus, 20% siswa yang secara sukarela mengerjakan soal di papan tulis pada I.% pada II. siklus, sekitar 56% siswa yang aktif bekerja dalam kelompoknya pada siklus I menjadi 63,81% pada siklus II. siswa yang ikut serta dalam penyelesaian materi pada siklus I., pada siklus II. siklus menjadi 35,24%."

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdahulu dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran melalui alat edukatif dengan kartu mainan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Guru matematika khususnya hendaknya berusaha menerapkan pembelajaran menggunakan flashcard dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan hasil belajar siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, membuat paket kartu mainan yang berisi tanya jawab, membuat lembar kerja siswa (SWC), menyiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa selama proses belajar mengajar di kelas selama siklus pelaksanaan. menggambar tindakan, membuat tes hasil belajar matematika, serta mempelajari materi yang akan diajarkan sebagai sumber. Pada pertemuan selanjutnya siswa mulai melakukan adaptasi terhadap pembelajaran yang diterapkan, meskipun dalam pelaksanaannya belum stabil dan masih terdapat kekurangan dalam pembelajaran matematika dengan bantuan media berupa alat peraga kartu mainan. Sebelum memasuki materi pelajaran, guru selalu menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan motivasi kepada siswa agar tertarik dengan materi pelajaran, namun masih ada siswa yang tidak memperhatikan guru ketika guru menjelaskan materi.

Hasil analisis deskriptif skor siswa setelah pelaksanaan pembelajaran melalui alat peraga toy card.

Tabel 4.1. keaktifan siswa pada siklus I
Tabel 4.1. keaktifan siswa pada siklus I

Pembahasan Hasil Penelitian

Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match pada Siswa Kelas IVB SD Inpres Maccini Kota Makassar.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Makalah disajikan pada Pelatihan Supervisi Pengajaran Sekolah Dasar, Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Pusat Pembinaan Penataran Guru Matematika (PPPG) Yogyakarta, 19 Juni 2003.

Gambar

Tabel 4.1. keaktifan siswa pada siklus I
Tabel 4.2. statistika skor hasil belajar siswa pada siklus I
Tabel 4.3. distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar pada siklus I
Tabel  4.2.  menunjukkan  bahwa  rata-rata  hasil  belajar  matematika  siswa  setelah diberi tindakan adalah 68 dari skor ideal 100, skor tertinggi adalah 100 dan  skor terendah adalah 50 dengan standar deviasi adalah 15,58 dengan rentang skor  40  yang
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa hasil evaluasi belajar siswa dalam pembelajaran fiqih mengalami peningkatan, hasil belajar pada pra siklus siswa kelas 1