KEPEMIMPINAN
(LEADERSHIP)
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA
DIREKTORAT JENDEL BINA PEMERINTAHAN DESA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Latar Belakang
Pengelolaan Pemerintahan dan Pembangunan Desa semakin Kompleks.
Dana Desa yang cukup besar, membutuhkan pengelolaan yang bertanggung-jawab.
Perkembangan teknologi
informasi membawa dampak positif dan negative di desa
Dibutuhkan
Kepemimpinan
yang Berintegritas,
Inovatif, Efektif dan
Konstruktif di Desa
Tantangan Kepemimpinan Di Desa
Masalah dan Implikasinya
Pengelolaan Sumber Daya di Desa Tidak Maksimal
Penyalagunaan Wewenang oleh Oknum Pemimpin di Desa Pemimpin di Desa terlibat
masalah hukum
Pemahaman tentang
pengelolaan pemerintahan dan pembangunan desa lemah serta kurang inovatif Integritas dan pemahaman terhadap regulasi yang
lemah.
Masalam Kepemimpinan di Desa Iplikasinya
Kepemimpinan yang Berakar pada Kearifan Lokal Desa
Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah atau lingkungan alam tempat mereka tinggal yang sudah menjadi kebiasaan dan kepercayaan turun temurun.
ngemong momong
among
Reduksitut wuri handayani
.ing ngarso sung tulodo
ing madyo mangun karso
Kearifan lokal
dengan nilai-nilai Kebangsaan
Indonesia dalam kepemimpinan
Pancasila
Undang-undang Dasar 1945
Bhineka Tunggal Ika Negara Kesatuan Republik Indonesia
4 Konsensus Nasional
Transformasi Kearifan Lokal
dalam Kepemimpinan Indonesia
Adopsi lima nilai-nilai
Kebangsaaan dalam Pancasila
Nilai 5:
Keadilan Nilai 1:
Religiusitas
Nilai 2:
Kekeluargaan
Nilai 3:
Keselarasan
Nilai 4:
Pemangku Kepentingan
Perbaikan pada Values, attitudes, dan behavior yang menjadi landasan dalam hal.
1. membangun visi organisasi.
2. membangun keyakinan masa depan organisasi.
3. menunjukkan rasa cinta kasih kepada para pemangku kepentingan.
Memegang nilai-nilai kekeluargaan adalah dia yang memandang setiap orang memiliki kedudukan yang sama dan sederajad sebagai insan
Pemimpin yang adil, yang menerapkan fair leadership, berusaha untuk jernih dan akuntabel dalam
menghadapi masalah.
Tidak bias karena kepentingan atau keberpihakan
Keselarasan dimaknai:
1. setiap orang diakui dan dihormati sesuai dengan
kedudukannya dan semua orang hidup dengan rukun.
2. mendahulukan kepentingan umum perilaku sopan di lingkungan kerja dan norma yang berlaku.
3. Keempat, setiap orang, berperilaku bebas dari pamrih 4. memenuhi kewajiban,
menempatkan segala sesuatu sesuai
tempatnya
Dalam kontrks organisasi yang diadaptasikan dengan sebutan pemangku kepentingan.
kerakyatan setara dengan hubungan kekaryaan, antara pemimpin dan pengikut, (Leader dan Fallower)
Secara umum, pemimpin juga pengikut, tergantung pada konteks dan waktu. Manajer senior adalah pemimpin bagi karyawan di bawahnya, tetapi dia adalah pengikut bagi atasannya.
Keadilan tersebut mencakup tigas aspek, berupa keadilan ekonomi, keadilan sosial, dan paradigma HAM.
Tantangan pemimpin adalah bahwa keadilan bersifat dinamis. Yang tadinya adil, bisa dianggap tidak adil di waktu berikutnya. Oleh karena itu pemimpin perlu dengan jeli dan rajin meninjau persepsi tentang keadilan yang diterapkan, diterima, dan dirasakan oleh pemangku kepentingan
Kepemimpinan modern yang mengutamakan fungsi-fungsi manajerial yang kuat
Kepemimpinan (leadership) merupakan proses dalam memengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain untuk berkontribusi terhadap kesuksesan dan efektivitas suatu
organisasi dalam mencapai tujuannya
demokratis otokratis afiliatif visioner
JENIS KEPEMIMPINAN
Pemimpin
mendelegasikan otoritasnya dan mengajak para pengikutnya untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan
Pemimpin yang memiliki kekuasaan absolut dan
tanggung jawab penuh dalam memimpin timnya
Pemimpin memberikan saran-saran yang
efektif dan mendorong anggota timnya untuk lebih aktif dalam
memberikan ide dan pendapat. harmoni sesame Tim
Pemimpin menginspirasi dan memotivasi para anggota timnya,
berpegang teguh pada visi yang ditetapkan, dan
mendorong tim untuk menjalankan tugas-
tugasnya sejalan dengan tujuan besar yang ingin dicapai bersama
Kepemimpinan Birokrasi
VS
Kepemimpinan Birokrasi
TRANSAKSIONAL VS TRANSFORMASIONAL
Seorang pemimpin wajib untuk:
1. Menerapkan azas-azas kepastian hukum (rule of law),
2. Tertib penyelenggaraan negara (good government),
3. Mengutamakan kepentingan umum (public needs),
4. Keterbukaan (transparency), 5. Proporsionalitas (proportional),
6. Profesionalitas (profesionalism), dan 7. Akuntabilitas (accountability)
Kepemimpinan Birokrasi Unggulan
Rujukan Kepemimpinan Efektif dan Konstruktif di Desa
UU No. 28/1999
Karakteristik kepemimpinan, yang diperlukan dalam pengembangan model kepemimpinan birokrasi unggulan adalah:
(1) Jujur (transparent, siddiq),
(2) Dapat dipercaya (trustable, amanah), (3) Komunikatif (communicative, tabligh) (4) Cerdas (smart, fathonah).
(PP 101/2000)
PERAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Kepala Desa dan Perangkat Desa merupakan pemimpin di desa yang juga menjalankan tugas secara hirarkis dari pemerintah pusat sebagai bagian dari sistem pemerintahan di wilayah NKRI.
Sesuai dengan Peraturan dan Perunudang-
undangan: Secara structural Pemeritahan Desa dan Aparatur Desa merupakan bagian integral dari
struktur Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bimbingan dan Pengawasan (BINWAS) Pemerintah dan Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Desa, dilakukan melalui peningkatan kapasitas aparatur desa dalam bentuk pelatihan dan bimbingan teknis.
PEMERINTAH
PEMERINTAH PROVINSI
PEMERINTAH KABUPATEN
PEMERINTAH DESA
APARAT KECAMATAN
HIRARKI PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DALAM WILAYAH NKRI
KEPEMIMPINAN DESA DI ERA DIGITAL
(E-LEADERSHIP)
1. Perkembangan teknologi informasi dapat mempengaruhi perilaku masyarakat desa.
TANTANGAN KEPEMIMPINAN
DESA DI ERA DIGITAL
2. Dibutuhkan pemimpin yang mampu
memanfaatkan teknologi informasi dalam memperkuat pemerintahan desa dan
pembangunan desa dipahami.
3. Kompetisi dalam pembangunan semakin
ketat, sehingga dibutuhkan pemimpin yang
kreatif dan INOVATIF.
Kepemimpinan Digital; adalah proses perubahan social yang dimediasi oleh teknologi Informasi, untuk menghasilkan perubahan sikap, perasaan, pemikiran, perilaku, dan kinerja dengan individu, kelompok, atau organisasi untuk mengarahkan mereka menuju pencapaian tujuan tertentu.
Mendorong percepatan transformasi di
dalam organisasi dengan menggunakan aset
digital untuk membuat keputusan yang cepat
dan tepat.
Kemampuan beradaptasi dengan perubahan
lingkungan teknologi.
Pesatnya perkembangan teknologi menuntut
penyesuaian perubahan yang berjalan dengan cepat agar tujuan
organisasi dapat tetap tercapai.
Karakteristik Kepemimpinan Digital
Kemampuan komunikasi
Kemampuan
Analisis dalam tim work
Kemampuan E-Monev
Kemampuan Adabtasi
Dimana digital
leader telah mampu berkomunikasi secara efektif menggunakan perangkat media sosial untuk terus terkoneksi dengan anggota di dalam maupun luar organisasi.
Memiliki kemampuan berpikir dan bekerja sama tanpa adanya batasan waktu, ruang, dan rintangan budaya dimana pengawasan dan interaksi tatap muka tidak lagi diperlukan.
Memiliki
kemampuan
dalam memantau dan mengelola pekerjaan dengan efektif secara
virtual.
Tahapan adaptasi dengan perubahan teknologi digital
Perubahan digital yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan menumbuhkan budaya
inovasi
dankolaborasi dengan komunitas digital.
Membangun kesadaran atau awareness untuk melakukan perubahan dengan memahami teknologi.
Menyusun strategi dan rencana aksi terkait dengan
teknologi yang cocok untuk digunakan
dalam proses
transformasi digital
Memiliih sumber daya manusia yang tepat untuk menyukseskan perubahan teknologi yang dilanjutkan dengan perubahan budaya kerja berbasis teknologi.
1
2
3
4
Tantangan yang Dihadapi oleh E-Leader
Pemimpin virtual harus
berkomunikasi dengan orang-orang melalui media elektronik secara
efektif
Sulit bagi pemimpin untuk menginspirasi
orang-orang, memotivasi dan mengilhami
mereka untuk melakukan pekerjaan dengan
baik dalam situasi virtual karena dia tidak
dapat melihat reaksi dan ekspresi mereka
tentang arahan dan bimbingannya.
Mampu Mengambil Keputusan dengan Lebih Baik, banyak memanfaatkan data dalam pengambilan keputusan.
Memanfaatkan teknologi informasi dalam memperkuat pemerintahan desa dan pembangunan desa.
Meningkatkan efisiensi dalam tata laksana organisasi maupun administrasi pemerintahan
Apatur desa Merasa Dilibatkan dan Lebih Puas dengan Pekerjaannya
meningkatkan Loyalitas Lebih staf dan aparatur desa.
Lebih Inklusif dan Beragam , dimana Institusi pemerintahan desa dapat melibatkan berbagai kepentingan dan golongan Utamanya dalam hal pelayanan.
Aparatur Desa
dengan e-leadership harus paham
bagaimana
teknologi dan data dapat membantu mencapai tujuan
DAMPAK DIHARAPKAN
Rekomendasi bagi Calon e-Leader di Desa
Orientasi E-Leadership pada orang (people-oriented) dan sekaligus memiliki orientasi teknis
(technically-minded) yang kuat.
Tetap menggunakan media komunikasi tatap muka dalam e-leadership karena tanpa interaksi tatap muka, bisa sulit bagi e-leader untuk melihat ekspresi dan reaksi para pengikut tentang instruksinya.
Mendapatkan pelatihan yang tepat. Yaitu pelatihan untuk memberikan
pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi terbaru.
Kepemimpinan yang kuat di desa adalah Kepemimpinan yang mampu memadukan konsep kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal dengan konsep kepemimpinan modern dan memanfaatkan teknologi informasi dan digital untuk pencapaian tujuan.
Kepemimpinan di Desa harus dibangun dengan landasan; INTEGRITAS yang kuat, Berpihak pada kepentingan desa, dan BERINOVASI untuk pengelolaan pemeritahan dan pembangunan desa.
HARAPAN UNTUK KEPEMIMPINAN
DI DESA
TERIMA KASIH