PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI DAN DAYA TARIK PARIWISATA DI DINAS
PARIWISATA PROVINSI SUMATERA BARAT
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Rangka Penyelesaian Mata Kuliah Praktik Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP)
Disusun Oleh:
M. IKHSAN NIM. 20002053
DEPARTEMEN ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2024
ii
HALAMAN PENGESAHAN
PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI BIDANG PENGEMBANGAN DESTINASI DAN DAYA TARIK PARIWISATA DI DINAS
PARIWISATA PROVINSI SUMATERA BARAT
Oleh:
M. IKHSAN NIM. 20002O53 Pembimbing Seminar
1. ……….
2. ……….
Disetujui Oleh:
Koordinator PLMP Pembimbing
Hade Afriansyah, S.Pd., M.Pd Dra. Ermita, M.Pd
NIP. 19880414 201903 1 012 NIP. 19630307 198703 2 002
Kepala Departemen
Dr. Sulastri, M.Pd NIP. 19811001 200812 2 004
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan bagi penulis sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan laporan Praktek Lapangan Manajemen Pendidkan di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dengan judul “Peningkatan Kinerja Pegawai Bidang Pengembangan Destinasi Dan Daya Tarik Pariwisata Di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat”.
Penulisan laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan pada Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Padang. PLMP yang penulis jalani dimulai dari tanggal 5 Februari – 20 April 2024 di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat yang memberikan banyak sekali pengalaman-pengalaman serta ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis.
Dalam pelaksanaan praktek dan penyusunan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan, petunjuk serta dorongan yang sangat berarti dari berbagai pihak baik secara moral maupun spiritual. Melalui kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu, penulis mengucapkan banyak terimakasih sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Dr. Sulastri, M.Pd selaku Kepala Departemen Administrasi Pendidikan.
2. Bapak Hade Afriansyah, S.Pd., M.Pd selaku Koordinator Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan.
3. Ibu Dra. Ermita, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan.
4. Bapak Riza Chandra, S.S selaku Supervisor Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan yang telah membimbing dengan baik selama penulis melaksanakan proses PLMP.
iv
5. Seluruh staff pegawai dan karyawan/karyawati Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan banyak ilmunya dan bimbingan selama penulis melaksanakan praktek lapangan.
6. Kedua orang tua penulis ibunda Yenni Ertati dan bapak Yulsafni yang telah memberikan semangat dan doanya tiada henti.
7. Rekan-rekan penulis sesama mengikuti Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan, yang selalu memberikan support penulis.
Do’a penulis semoga Allah SWT. Membalas kebaikan kepada seluruh bapak dan ibu serta rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu sehingga penulisan laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis pada khususnya.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaaan, untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi diri penulis sendiri, akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.
Padang, April 2024
M. IKHSAN NIM. 20002053
v DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Tujuan Penulisan ... 4
C. Manfaat Penulisan ... 4
BAB II TINJAUAN LEMBAGA TEMPAT PLMP ... 6
A. Deskripsi Geografis Lembaga Tempat PLMP ... 6
B. Deskripsi Tugas Lembaga Tempat PLMP ... 6
C. Personil dan Struktur Organisasi Tempat PLMP ... 14
BAB III KEGIATAN MAHASISWA SELAMA PLMP ... 18
A. Kegiatan Orientasi ... 18
B. Kegiatan Rutin ... 20
C. Kegiatan Non Rutin... 20
BAB IV ANALISIS KASUS ... 23
A. Gambaran Kasus ... 23
B. Penyebab Kasus ... 24
vi
C. Alternatif Penyelesaian Kasus... 27
D. Penyelesaian Kasus ... 29
BAB V PENUTUP ... 33
A. Kesimpulan ... 33
B. Saran ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 35
LAMPIRAN ... 36
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Personil dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat...15 Tabel 2. Struktur Personil Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat...17
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat...6
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Organisasi merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat hubungan kerja sama antar sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan suatu organisasi adalah dengan adanya manajemen sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia yang berkualitas adalah manusia yang mempunyai keterampilan, kemampuan, dan etos kerja yang tinggi. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Setiap lembaga atau instansi tentunya sangat memerlukan pegawai yang memiliki kepribadian tinggi, kemampuan serta kecakapan dalam mengambil keputusan dan juga memiliki kinerja yang baik. Dengan kinerja yang baik maka setiap pegawai dapat menyelesaikan tugas yang diberikan instansi kepadanya.
Kinerja juga dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi pelaksanaan pekerjaan oleh pegawai yang pada akhirnya akan menguntungkan instansi.
Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan organisasi. Semakin tinggi atau semakin baik kinerja pegawai maka tujuan organisasi akan semakin mudah dicapai, begitu pula sebaliknya yang terjadi apabila kinerja pegawai rendah maka kegiatan yang telah direncanakan
2
tidak dapat berjalan dengan baik dan organisasi sulit mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pegawai yang memiliki kinerja rendah mengerjakan tugas- tugas yang diberikan hanya sebatas selesai dan mengerjakannya secara asal- asalan atau tidak teliti.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peningkatan adalah suatu proses, cara atau meningkatkan suatu usaha atau kegiatan1 yang dilakukan oleh suatu organisasi/perusahaan guna mencapai hasil yang maksimal atau lebih baik lagi. Menurut Mangkunegara (2001) kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Jadi yang dimaksud dengan peningkatan kinerja adalah suatu proses atau cara untuk meningkatkan kemampuan kerja, penampilan kerja atau prestasi kerja seseorang yang dapat dilakukan dengan berbagai cara atau strategi tertentu yang digunakan oleh kantor atau instansi.
Kopelmen dalam Supardi (2014) menyatakan bahwa “Kinerja seseorang dalam organisasi ditentukan oleh empat faktor antara lain yaitu : (1) lingkungan, (2) karekteristik individu, (3) karekteristik organisasi, dan (4) karakteristik pekerjaan”. Sejalan dengan pernyataan Kopelmen, menurut Pasolong (2010) “Tercapainya tujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang digerakkan atau dijalankan pegawai yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya pencapaian tujuan
3
organisasi tersebut”. Dari kutipan tersebut terlihat bahwa kinerja pegawai sangat dipengaruhi oleh karekteristik individu dan jika ada pegawai yang beranggapan pekerjaan mereka pekerjaan yang mereka kerjakan tidak terlalu bermanfaat maka mereka cenderung tidak bekerja dengan serius.
Pentingnya kinerja pegawai memiliki peran vital dalam lingkungan kantor atau instansi karena secara langsung memengaruhi efisiensi operasional dan pencapaian tujuan perusahaan. Kinerja yang tinggi memastikan bahwa tugas-tugas diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai standar yang diharapkan.
Berdasarkan pengamatan penulis disaat melaksanakan kegiatan Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, terdapat beberapa fenomena di instansi tersebut. Fenomena tersebut, antara lain :
1. Pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata masih kurang teliti terhadap pekerjaan yang mereka kerjakan.
2. Pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata sering mengulur-ulur waktu dalam menyelasikan pekerjaannya.
Berdasarkan beberapa fenomena diatas penulis tertarik untuk meneliti permasalahn motivasi pada pegawai dengan judul “Peningkatan Kinerja Pegawai Bidang Pengembangan Destinasi Dan Daya Tarik Pariwisata Di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat”.
4 B. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dikemukakan tujuan dari penulisan laporan ini, antara lain:
1. Untuk mendeskripsikan rendahnya kinerja pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
2. Untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya kinerja pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
3. Memberikan alternatif penyelesaian kasus dari kinerja pegawaidi bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
4. Untuk mengetahui solusi dari penyelesaian kasus kinerja pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
C. Manfaat Penulisan
Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait yang membutuhkan. Untuk itu manfaat dari penulisan laporan ini sebagai berikut:
5
1. Bagi pimpinan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat khususnya pimpinan dibidang pemngembangan destinasi dan daya tarik wisata, maka laporan ini bisa dijadikan masukan dalam peningkatan kinerja pegawainya.
2. Bagi pegawai
3. Bagi pembaca digunakan sebagai acuan untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan peningkatan kinerja di kantor/instansi.
4. Bagi penulis yaitu sebagai informasi untuk menambah wawasan terkait peningkatan kinerja pegawai di kantor/instansi.
6 BAB II
TINJAUAN LEMBAGA TEMPAT PLMP A. Deskripsi Geografis Lembaga Tempat PLMP
Gambar 1. Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat saat ini beralamat di Jl.
Khatib Sulaiman No. 7 Lolong Belanti Kec. Padang Utara, Kota Padang Sumatera Barat 25173, Phone (0751) 7055183. Letak Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat ini sangatlah strategis dan akses menuju dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat tersebut sangat mudah baik menggunakan transportasi umum maupun tranposrtasi pribadi.
B. Deskripsi Tugas Lembaga Tempat PLMP
7
1. Visi dan Misi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat 1) Visi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
“Terwujudnya Sumatra Barat sebagai destinasi utama pariwisata berbasis agama dan budaya di wilayah Indonesia bagian Barat ” 2) Misi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
a. Mengembangkan destinasi pariwisata berbasis agama dan budaya yang berwawasan lingkungan berdasarkan ke unggulan kompetitif dan komparatif.
b. Mengambangkan Pemasaran pariwisata secara selektif,fokos,sinergis efisien,dan efektif.
c. Mengembangkan industry pariwisata yang professional dan berdaya saing.
d. Mengembangkan kelembagaan ke pariwisata dengan pola kementrian ,kualitas manajemen ,regulasi yang efektif dan efisien Pemasaran Kepariwisataan.
2. Tugas Pokok
Tugas pokok masing-masing unit kerja sesuai Peraturan Gubernur No. 29 Tahun 2023 adalah sebagai berikut :
1) Kepala Dinas
Adapun tugas kepala dinas adalah sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan pembinaan dan pengendalian
8
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas;
b. Menyelenggarakan penetapan kebijakan teknis Dinas sesuai dengan kebijakan Daerah;
c. Menyelenggarakan perumusan dan penetapan pemberian dukungan tugas atas penyelenggaraan pemerintahan Daerah di bidang pariwisata;
d. Menyelenggarakan penetapan program kerja dan rencana pembangunan pariwisata;
e. Menyelenggarakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta dan lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Dinas;
f. Menyelenggarakan koodinasi penyusunan Rencana Strategis, Laporan Kinerja, laporan keterangan Pertanggungjawaban dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Dinas serta pelaksanaan tugas-tugas teknis serta evaluasi dan pelaporan;
g. Menyelenggarakan koordinasi kegiatan teknis pariwisata;
h. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan i. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh
pimpinan.
Kepala Dinas mempunyai fungsi:
a. penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis di bidang
9
Pariwisata yang menjadi kewenangan Daerah
b. penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang Pariwisata yang menjadi kewenangan Daerah
c. penyelenggaraan administrasi Dinas
d. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan di bidang Pariwisata e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.
2) Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, aset, kepegawaian, perlengkapan, protokol, penyusunan program dan keuangan. Sekretariat membawahi : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan di Bidang Umum dan Kepegawaian.
b. Sub Bagian Program dan Keuangan
Mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi keuangan, penyelenggaraan pembukuan, laporan keuangan dan memelihara dokumen keuangan serta membuat laporan pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
3) Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata
10
Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan dan pelaporan kegiatan di bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata yang meliputi pengembangan industri pariwisata, pengembangan objek dan atraksi pariwisata serta pengembangan kerja sama dan usaha pariwisata. Bidang Pengembangan Destinasi dan industri Pariwisata membawahi :
a. Kasi Pengembangan Daya Tarik Wisata
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang Pengembangan Daya Tarik wisata
b. Kasi Pengembangan Kawasan Pariwisata
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang pengembangan Kawasan Pariwisata
c. Kasi Pengembangan industri Pariwisata
Melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang pengembangan industry pariwisata
11
4) Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif
Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Seni Budaya mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan dan pelaporan kegiatan di bidang pengembangan ekonomi kreatif. Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif membawahi :
a. Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Dan Budaya Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang pengembangan produk ekonomi kreatif.
b. Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain Dan Iptek
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang pengembangan SDM dan Perlindungan Usaha.
c. Kasi Fasilitasi Sarana & Prasarana Ekonomi Kreatif
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang pengembangan kelembagaan dan kerja sama ekonomi kreatif.
12 5) Bidang Pemasaran Pariwisata
Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan dan pelaporan kegiatan di bidag pengembangan pemasaran pariwisata. Bidang Pemasaran Pariwisata membawahi :
a. Kasi Strategi & Komunikasi Pemasaran Pariwisata
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang promosi dan pelayanan informasi pariwisata.
b. Kasi Analisis Data Pasar Pemasaran Pariwisata
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang strategi pemasaran dan brand pariwisata.
c. Kasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dalam dan Luar Negeri
Mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan dibidang analisa data pasar pariwisata.
13
6) Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan, memfasilitasi, mengendalikan dan pelaporan kegiatan di bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membawahi:
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Kepariwisataan
Seksi Pengembangan Sumber Daya Kepariwisataan mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan di bidang Pengembangan Sumber Daya Kepariwisataan.
Seksi Pengembangan Sumber Daya Ekonomi Kreatif Seksi Pengembangan Sumber Daya Ekonomi Kreatif mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan di bidang Pengembangan Sumber Daya Ekonomi Kreatif.
b. Seksi Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif
Seksi Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan dan
14
Ekonomi Kreatif mempunyai tugas pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, koordinasi, dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan di bidang Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.
3. Fungsi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Dinas Pariwisata mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. perumusan kebijakan teknis bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;
b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ;
c. pembinaan dan fasilitasi bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota;
d. pelaksanaan kesekretariatan dinas
e. pelaksanaan tugas di bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Pengembangan Destinasi Pariwisata;
f. pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; danpelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.
C. Personil dan Struktur Organisasi Tempat PLMP 1. Personil
Personil dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, terdiri dari:
15
Nama L/P Jumlah
Kepala Dinas : Drs. Luhur Budianda, SY., M. Si L
16 Sekretariat : Hendri Fauzan, A. P., M. Si L
Anastasia,SE P
Laila Sofia,S. Kom P
Rildayanti,SS P
Sri Darmayanti,SE P
Resky Widiestuty, S. Hum P
Fitria, A. Md P
Dewi Fitriani P
Mujibur Rahman L
Sinta Fatmawati, A. Md P
Shintia Joenevfa, A. Md P
Hendra Andhika PutraA, Md L
Deni Roza P
Riko Martino L
Erianto L
Bidang Pemasaran
Kepala Bidang : Asril,S.Sos.M.Pd L
8 Staff : - Aldo Aldiles, S. S. T L
- Arnilen P
- Ira Nasar, S. Sos., M. M. P - Riska Khairiyah, S. STP P
- ElmaYulia,S.S P
- Ramon Zasra, A. Md L
- Ilhamdi Hafiz Sofyan, S. Hum L Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Kepala Bidang : Drs. Doni Hendra, MM L
7 Staff : - Richi Amran L
- Nemiyarti, S. Kom P
- Belly Rozano,S. ST. Par L
- Wan Oki Putra L
- Febrizal L
- Deri Oktavianus L
Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Kepala Bidang : Wahendra W,S. T., M. M
Staff : - Rika Sari Fernanda, S. hum P 8 - Novri Wahyun Ningsih, SS P
- Suardi. ST L
16
- Zulfihendri L
- Mike Pernanda, S. Tr. Par P
- Iryasni, S. Sos P
- Petrayelli, S. S P
Bidang Pengembangan SDPE
Kepala Bidang : Drs. Raymon, M. Pd P
8 Staff : - Fifie Erlita, S. Sos P
- Nofiardi Syam, S. H L - Revy Yuniza, AR, S. S P - Imelda Morgan, S. S P
- Santi Wahyuni, SH P
- Hendriko L
- Endri L
JFT
Riza Candra, S.S L
10 Meita Ratna Ning Tyas, SS. M. Si P
Renita, SH, MAP, MIDS P
Fajri Hidayat, SS. M. I. Kom L
Asistasia, SS P
Megarina, SE P
Agustin, S. E, ME P
Ricky Suryadi, S. ST. Par, M. Par L
Danil, S. P, M. Si L
Fivtinia Octagusni P
Total 57
Tabel 1. Personil dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
17 2. Struktur Personil
Tabel 2. Struktur Personil Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
Drs. Luhue Budianda, SY., M. S i Pembina Utama Madya /IV.d
NIP. 197010061989081001
KEPALA DINAS
Hendri Fauzan, A. P., M. Si Pembina Utama Muda /IV.
NIP. 197404091995011001
SEKRETARIS
Anastasia, S.E.
Penata Tk. I/III.d NIP.197403012009012001
KASUBAG KEUANGAN
Drs. Doni Hendra, M.M.
Pembina Utama Muda / IV.c NIP. 197402031993111001 KABID DESTINASI DAN INDUSTRI
PARIWISATA
Asril, S. Sos., M. Pd Pembina / IV.a NIP. 197102172002121003
KABID PEMASARAN PARIWISATA
Wahendra W, S.T., M.M.
Pembina Tk. I / IV.b NIP. 197104031999031006
KABID PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF
Drs. Raymon, M.Pd Pembina Tk. I / IV.b NIP. 196908051993031004
KABID PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PAREKRAF
PEJABAT FUNGSIONAL 1. Analisis SDM Aparatur Ahli Muda
Riza Candra, S. S Penata Tk. I/III.d
NIP. 197207172006041006 2. Perencanaan Ahli Muda
Meita Ratna Ning Tyas, S. S., M . Si Penata Tk. I/III.d
NIP. 198505242008012003 3. Adyatama Parekraf Ahli Muda
• Agustin, S.E., M.E.
Pembina / IV.a
NIP. 196908151994012001
• Renita, S.H., M.AP., M.IDS Pembina / IV.a
NIP. 196911231997032002
• Asistasia, S.S.
Penata Tk. I / III.d
NIP. 197006291994032003
• Megarina, S.E.
Penata Tk. I / III.d
NIP. 197212121998032004
• Ricky Suryadi, S.ST.Par, M.Par Penata Tk. I / III.d
NIP. 198501192011011001
Fajri Hidayat, S.S., M.I.Kom Penata Tk. I / III.d
NIP. 198510222011011001
4. Analisis Kebijakan Ahli Muda Danil, S.P., M.Si
Pembina / IV.a
NIP. 198005222006041007
5. Penerjemah Ahli Muda
Fivtinia Octagusni, S.S., M.A., M.Eng Penata Tk. I / III.d
NIP. 198310152011012003
UPTD
18 BAB III
KEGIATAN MAHASISWA SELAMA PLMP A. Kegiatan Orientasi
Pelaksanaan Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP) dimulai pada tanggal 5 Februari - 20 April 2024. Dimana PLMP ini sudah di programkan oleh Departemen Administrasi Pendidikan dengan memberikan buku panduan berupa buku pedoman Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP) yang berisikan terkait dengan hal-hal dan ketentuan selama menjalani PLMP ini serta sistematika laporan harian magang dan laporan proposal magang.
Hari pertama penulis bersama teman-teman yang ikut melaksanakan kegiatan PLMP di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, kami disambut dengan sangat baik dimana setelah mengikuti apel pagi lalu kami memberikan surat pengantar sebagai tanda kami akan melaksanakan magang hari pertama di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Setelah memberikan surat pengantar kami diberikan semacam arahan dari bapak Kepala Kasubag yang bernama bapak Riza Chandra, S. S sekaligus menjadi supervisor bagi kami dari mahasiswa magang. Kami diberikan arahan bagaimana aturan berpakaian, jam berapa masuk kantor dan pulangnya, memberitahukan sekali 2 minggu setiap hari jumat akan melaksanakan yang namanya kegiatan wirid di aula Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, memberitahukan bagaiamana cara kita
19
bersikap selama dikantor harus tegur dan saling menyapa, jika ada pegawai yang butuh bantuan tolong dibantu dan banyak masih lagi arahan-arahan positif yang diberikan oleh bapak bapak Riza Chandra, S. S. Setelah memberikan arahan, kegiatan selanjutnya adalah memperkenalkan diri dengan pegawai/staff Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
Pada masa orientasi ini penulis melakukan perkenalan diri kepada semua staff/pegawai serta melakukan perkenalan dengan teman teman magang yang berbeda perguruan tinggi. Pada masa itu ada mahasiswa dari UBH, Trisakti serta siswa magang dari SMK N 2 Padang. Setelah perkenalan diri bapak Riza Chandra, S. S selaku supervisor langsung mengarahkan kami ke tempat bidang masing-masing dimana 1 orang satu bidang. Pada masa itu kami berempat orang jadi masing-masing ditempatkan di bidang yang berbeda ada di bidang Pemasaran, Bidang Ekraf, Bidang Destinasi dan Bidang SDPE.
Selama melaksanakan praktik lapangan penulis harus mematuhi peraturan yang ada di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat yaitu :
1. Hari Senin-Kamis : Pukul 07.30 s/d 16.00 Wib (Jam kerja) : Pukul 12.00 s/d 13.00 Wib (Istirahat) 2. Hari Jum’at : Pukul 07.30 s/d 16.30 Wib (Jam kerja)
: Pukul 12.00 s/d 13.30 Wib (Istirahat) 3. Jika ingin keluar kantor saat jam kerja harus meminta izin dengan
pembimbing lapangan dengan alasan yang jelas.
4. Jika sakit atau izin tidak masuk kantor maka harus menghubungi
20 pembimbing lapangan.
B. Kegiatan Rutin
Pelaksanaan kegiatan Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP) dilakukan di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat yang mana kegiatan ini bertujuan untuk supaya mahasiswa/I magang mendapatkan wawasan serta pengalaman yang diperoleh di lapangan terkait bagaimana cara melaksanakan suatu kegiatan mulai dari perencanaan sampai ke tahap evaluasi.
Namun, pada saat magang di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera penulis terfokus pada bagaimana cara membuat surat, dan lain hal.
Kegiatan rutin yang penulis lakukan selama melaksanakan PLMP itu tidak jauh dengan apa yang dikerjakan oleh pegawai-pegawai di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Berikut adalah kegiatan rutin yang dilakukan penulis selamat PLMP:
1) Ikut serta dalam kegiatan rapat di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.
2) Ikut berpartisipasi pada apel pagi setiap hari senin.
3) Ikut berpartisipasi pada kegiatan wirid setiap hari jumat 1 kali dalam 2 minggu.
4) Ikut berpartisipasi pada kegiatan senam pagi setiap hari rabu.
C. Kegiatan Non Rutin
Selama kegiatan rutin, ketika melaksanakan kegiatan Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP), penulis juga mengikuti kegiatan tambahan.
21
Kegiatan tambahan ini dilakukan di waktu yang tidak ditentukan dan tidak terduga yaitu pada saat penulis membantu staff lainnya yang membutuhkan bantuan. Kegiatan tersebut antara lain membantu dalam hal:
1) Menginput data laporan kegiatan staff/pegawai dibidang destinasi pada website madani https://madani.sumbarprov.go.id (website resmi Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat)
2) Membantu memindahkan dan menyusun berkas-berkas dari bidang pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif ke bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata.
3) Menginput data kegiatan yang akan dilaksanakan oleh desa wisata Sumbar 2024 ke Microsoft Excel.
4) Mengetik nota dinas perihal persetujuan prinsip pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi pengembangan desa wisata wisata.
5) Memfotocopy berkas-bekas potensi desa wisata 2024.
6) Membantu pegawai pegawai dalam penginputan data desa wisata ke Microsoft Excel.
7) Mencetak gambar atau contoh beberapa desa wisata unggulan tahun sebelumnya (2023).
8) Menempelkan visi dan misi yang telah dicetak ke dinding bidang pengembangan destinasi dan daya tarik pariwisata.
9) Mencetak berkas-berkas untuk event Sumarak Ramadhan 2024.
22
10) Menyiapkan berkas-berkas untuk diserahkan ke kepala bidang pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif.
23 BAB IV ANALISIS KASUS A. Gambaran Kasus
Kinerja pegawai yang baik sangat pentingdalam mendukung pelaksanaan tugas seseorang dalam bekerja. Kinerja yang baik akan menjadikan pekerjaan dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat sesuai dengan yang diharapkan oleh instansi terkait.
Kinerja pegawai yang baik sangat penting bagi keberhasilan sebuah organisasi. Pegawai yang berkinerja tinggi tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan strategis instansi. Kinerja yang baik menciptakan lingkungan kerja yang positif, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membangun reputasi yang kuat bagi organisasi. Selain itu, pegawai yang menunjukkan kinerja optimal juga mendorong inovasi dan adaptasi. Dengan demikian, investasi dalam pengembangan dan pemeliharaan kinerja pegawai yang baik merupakan langkah krusial untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan instansi jangka panjang.
Pengerjaan tugas yang dilakukan oleh pegawai di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat di Bidang Pengembangan Destinasi Dan Daya Tarik Wisata seharusnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan dengan teliti tanpa memandng apakah pekerjaan tersebut penting atau tidak bagi mereka. Misalnya dalam pengerjaan laporan kegiatan harian, mereka terlihat tidak terlalu serius
24
dalam proses pembuatannya. Pimpinan di dinas tersebut juga kurang dalam mengevaluasi serta melihat kinerja yang telah dilakukan oleh pegawainya.
Selain itu, dalam proses pengerjaannya pegawai tersebut sering mengulur-ulur waktu dalam proses pengerjannya dan seolah beranggapan hal tersebut tidak terlalu penting.
Berdasarkan pengamatan penulis selama melaksanakan Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP) di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, penulis mengamati bahwa kinerja pegawai pada bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata masih belum optimal. Ada beberapa kasus yang ditemukan, diantaranya sebagai berikut:
1. Pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata belum teliti terhadap pekerjaan yang dilakukan. Pegawai sering melakukan kesalahan dalam mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan penginputan data dan pengerjaan laporan kegiatan harian pegawai.
2. Pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata sering mengulur-ulur waktu dalam menyelasikan pekerjaannya Mengerjakan tugas-tugas yang diberikan merupakan suatu keharusan bagi setiap pegawai..
B. Penyebab Kasus
Berdasarkan pengamatan penulis selama mengikuti Praktek Lapangan Manajemen Pendidikan (PLMP) di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, penulis telah menyampaikan berbagai fenomena yang telah terjadi
25
selama PLMP. Penulis juga telah memberikan gambaran kasus atau masalah- masalah yang terjadi di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. Adapun penyebab dari kasus tersebut diantaranya yaitu:
1. Kurangnya pengawasan dari pimpinan terhadap kerja pegawainya
Bila di dalam organisasi faktor pengawasan tidak berjalan, maka hasil pekerjaan akan sangat buruk dan tidak optimal bahkan jauh dari kata mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh organisasi. Oleh karena itu pimpinan harus melakukan pengawasan yang efektif sehingga pegawai bisa mencapai prestasi kerja yang optimal.
Dengan melihat adanya kecenderungan kurangnya pengawasan dari pimpinan sehingga rasa tanggung jawab pegawai pun akan berkurang, hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus karena akan mempengaruhi tingkat kinerja pegawai. Sama halnya dengan kasus pegawai yang mengulur waktu dalam menyelesaikan tugas hal ini sangat diperlukan pegawasan dari pimpinan agar tugas yang diberikan cepat selesai.
2. Kurangnya kesadaran diri pegawai dalam mengikuti peraturan yang berlaku di kantor
Goleman (2001) menyatakan bahwa, kesadaran diri adalah mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat yang menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusannya sendiri. Selain itu kesadaran diri juga berarti
26
menetapkan tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat.
Suryanti dan Ika (2004) menyatakan bahwa saat kita semakin mengenal diri kita, kita memahami apa yang kita rasakan dan lakukan.
Pemahaman itu akan memberikan kita kesempatan atau kebebasan untuk mengubah hal-hal yang ingin kita ubah mengenai diri kita dan menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Kesadaran diri memungkinkan kita untuk berhubungan dengan emosi, pikiran, dan tindakan.
Dengan kurangnya kesadaran diri pegawai untuk mengikuti peraturan yang berlaku dikantor. Seperti ikut serta dalam kegiatan kegiatan rutin yang tentunya wajib untuk diikuti oleh setiap pegawai, jika pegawai tidak mengikuti kegiatan kegiatan tersebut tentunya akan menyebabkan masalah bagi diri pegawai itu sendiri.
3. Kurang tegasnya pimpinan dalam menyikapi pegawai - pegawai yang melanggar disiplin kerja
Pemimpin tentunya memiliki peranan yang sangat penting dalam menegakkan kedisiplinan sebuah lembaga atau organisasi. Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar dapat melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan tujuan organisasi.
Seorang pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum setiap bawahannya yang tidak disiplin sesuai dengan sanksi atau hukuman
27
yang telah di tetapkan. sebaliknya apabila seorang pimpinan kurang tegas dan tidak menghukum karyawan yang tidak disiplin, maka sulit baginya untuk memelihara kedisiplinan bawahannya bahkan sikap kurang disiplin karyawan semakin banyak, karena mereka beranggapan bahwa peraturan dan sanksi hukuman tidak berlaku lagi.
Pimpinan harus tegas dan berani, bertindak untuk menghukum karyawan yang tidak disiplin, sesuai dengan sangsi hukuman yang telah ditetapkan pimpinan yang berani bertindak tegas menerapkan hukuman bagi karyawan yang tidak disiplin akan disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahan.
C. Alternatif Penyelesaian Kasus
Berdasarkan beberapa faktor penyebab yang telah dikemukakan sebelumnya, maka menurut penulis alternatif penyelesaian kasus yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengawasan pimpinan
Sujamto (1989 : 36) mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas pengawasan melekat maka harus meningkatkan efektivitas Pengawasan Atasan Langsung (PAL) dan Efektivitas Sistem Pengendalian Manajemen (SPM). Ada dua cara yang perlu dilakukan yaitu : (1) Faktor intern yaitu kualitas pimpinan atau manajer, Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan mutu pimpinan secara menyeluruh. Ini berarti
28
pembinaan pegawai betul-betul dibenahi, antara lain dengan mewujudkan secara nyata yang dinamakan sistem karier dan sistem prestasi kerja. (2) Faktor ekstern Upaya yang dapat dilakukan adalah membudayakan pengawasan dalam sistem administrasi dan manajemen dalam segala bidang.
2. Meningkatkan kesadaran pegawai untuk mematuhi peraturan yang berlaku dikantor
Pada survei yang dilakukan oleh Eurich (2018) kepada 467 pegawai di Amerika menunjukkan bahwa konsekuensi bekerja bersama rekan yang tidak memiliki kesadaran diri (unaware) meliputi stres, turunnya motivasi, dan kecenderungan yang lebih besar untuk meninggalkan pekerjaan.
Individu dengan kesadaran diri rendah juga cenderung jarang memikirkan alasan di balik perilaku dan perasaannya daripada orang dengan kesadaran diri tinggi (Heyes dkk., 2020).
Berdasarkan paparan diatas salah satu penyebab rendahnya kesadaran diri pegawai yaitu turunnya motivasi, untuk meningkatkan kesadaran diri pegawai, hal yang dapat kita lakukan yaitu memberikan motivasi kepada pegawai tersebut dikarenakan memiliki motivasi dalam bekerja sangatlah penting demi kelancaran karir seorang pegawai. Dalam bekerja, setiap orang akan dihadapkan dengan berbagai macam tantangan dan juga permasalahan. Oleh sebab itu, seseorang harus memiliki tekad dan motivasi yang kuat agar dapat menghadapi segala kemungkinan di lingkungan kerja.
29
Berkaitan dengan hal berkarir, tidak jarang pegawai mengalami penurunan motivasi atau semangat dalam bekerja. Kurangnya motivasi akan berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas karyawan. Salah satu contoh hal kecil yang dapat dilakukan oleh pimpinan untuk meningkatkan kesadaran diri pegawainya melalui motivasi ini ialah dengan cara mengajak pegawai mematuhi peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti mengikuti kegiatan kantor sampai selesai.
3. Memberikan teguran atau sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan kerja Beberapa sanksi yang di berikan oleh pimpinan kantor kepada pegawai yang melanggar aturan adalah yang pertama berupa teguran. Teguran disini merupakan sanksi paling rendah tingkatannya, karena dikantor disetiap kantor tentu memiliki jenjang dalam memberikan sanksi atau teguran yang sudah diatur dalam Peraturan pemerintah.
Teguran bisa dilakukan secara langsung dan juga berupa tertulis dengan menasehati dengan baik tujuannya untuk kejadian serupa tidak terulang lagi oleh pegawai yangmelanggarnya. Yang kedua adalah teguran tertulis. Artinya ini salah satu teguran yang sudah bisa dibilang kasar.
Karena teguran ini diberikan kepada pegawai yang sering melanggar aturan kantor sehingga diberikan teguran berupa secara tertulis berupa surat penundaan gaji pegawai bahkan pemberhentian kontrak kerja.
D. Penyelesaian Kasus
30
Berdasarkan beberapa alternatif penyelesaian kasus yang dikemukakan di atas, penulis lebih memfokuskan untuk menerapkan alternatif penyelesaian pada poin ke tiga, yaitu memberikan Memberikan teguran atau sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan kerja.
Sanksi adalah penderitaan yang diberikan dengan sengaja oleh seseorang sesudah terjadi suatu pelanggaran, kejahatan dan kesalahan yang dilakukan oleh si pelanggar sebagai salah satu cara pendisiplinan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sanksi adalah tindakan tindakan hukuman untuk memaksa seseorang menaati aturan atau menaati undang-undang. Sanksi (punnishment) merupakan pemberian hasil yang tidak diinginkan (menyakitkan) untuk meminimalisir perilaku yang tidak diinginkan.
Tujuan penerapan sanksi terhadap pegawai adalah untuk mendorong kepatuhan terhadap peraturan, menjaga etika dan moralitas, serta mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran lainnya. Sanksi juga bertujuan untuk menjaga integritas institusi dan memberikan efek jera bagi pegawai yang melanggar.
Setiap pelanggaran tentunya akan ada sanksi yang akan diterima oleh si pelanggarar aturan tersebut seperti yang tercantum dalam PP Nomor 94 Tahun 2021, pada peraturan tersebut banyak kewajiban dan peraturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar oleh para pegawai, jika tetep ada yang
31
melanggar pada PP ini juga dijabarkan sanksi apa yang akan diperoleh oleh pegawai tersebut sesuai apa kesalahan yang diperbuatmya. Berdasarkan PP nomor 94 yang tertanggal 31 Agustus 2021 ini, PNS yang tidak menaati atau melanggar kewajiban dan larangan akan dikenakan hukuman disiplin. "PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 sampai dengan Pasal 5 dijatuhi Hukuman Disiplin," bunyi Pasal 7. Tingkat hukuman disiplin bagi PNS terbagi ke dalam 3 kategori, yakni ringan, sedang, dan berat.
Berikut penjabaran dari masing masing kategoti hukuman disiplin bagi pegawai:
1. Hukuman (sanksi) pelanggaran ringan
Hukuman (sanksi) pelanggaran ringan jenisnya dapat berupa: a) Teguran lisan b) Teguran tertulis dan, c) Pernyataan tidak puas secara tertulis. Adapun jenis pelanggaran yang termasuk jenis pelanggaran ringan seperti: kelebihan cuti, terlambat hadir ke kantor atau pulang lebih awal, dan terlambat penyampaian laporan.
2. Hukuman (sanksi) pelanggaran sedang
Hukuman (sanksi) pelanggaran sedang jenisnya dapat berupa: a) Penundaan kenaikan gaji b) Penurunan gaji, dan c) Penundaan kenaikan jabatan Adapun jenis pelanggaran yang termasuk jenis pelanggaran sedang seperti kelalaian dalam pelaksanaan tugas.
3. Hukuman (sanksi) pelanggaran berat
32
Hukuman (sanksi) pelanggaran berat dapat berupa: a) Penurunan pangkat b) Pembebasan dari jabatan c) Pemberhentian dan pemecatan.
Pelanggaran berat yang dikenakan sanksi pelanggaran berat dapat berupa:
melanggar sumpah dan janji jabatan, melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama, pemalsuan data kantor, terlibat tindakan kriminal, melalaikan kewajiban dalam melaksanakan tugas selama 1 bulan atau lebih secara terus menerus.
Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-peraturan perusahaan, sikap, dan perilaku tidak disiplin akan berkurang. Sanksi hukuman harus ditetapkan berdasarkan pertimbangan logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada semua karyawan. Sanksi hukuman tidak terlalu ringan atau terlalu berat namun tetap mendidik karyawan untuk mengubah perilakunya.
33 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan laporan hasil praktek Lapangan Manajemen Pendidikan tentang kinerja pegawai pada Bidang Pengembangan Destinasi Dan Daya Tarik Pariwisata di Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat yang telah dijelaskan di atas, maka disimpulkan bahwasanya:
1. Gambaran kasus terkait laporan ini adalah (a) Pegawai bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata masih kurang teliti terhadap pekerjaan yang di lakukan (b) Pegawai di bidang pengembangan destinasi dan daya tarik wisata sering mengulur-ulur waktu dalam menyelasikan pekerjaannya.
2. Faktor penyebab dari kasus yang terjadi karena (a) Motivasi kerja pegawai yang menurun. (b) Kemampuan kerja pegawai yang menurun.
3. Untuk memecahkan dan meminimalisir permasalahan tersebut maka penulis memberikan beberapa alternatif dalam penyelesaiannya antara lain:
(a) Meningkatkan pengawasan pimpinan (b) Meningkatkan kesadaran pegawai untuk mematuhi peraturan yangberlaku di kantor. (c) Memberikan teguranatau sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan kerja.
4. Dari beberapa alternatif yang penulis berikan maka penulis mengambil solusi dengan memberikan teguran atau sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan kerja. Pemberian hukuman ini harus berdasarkan
34
kesalahan yang dibuat oleh pegawai, baik kecil, sedang, atau besarnya kesalahan yang dilakukan oleh pegawai tersebut.
B. Saran
Berdasarkan dari hasil pengamatan penulis dan dari pembahasan, penyelesaian kasus yang sudah penulis tulis, maka penulis memberikan beberpa saran kepada beberpa pihak, berupa:
1. Bagi pimpinan, pimpinan hendaklah konsisten dalam menerapkan sanksi kepada pegawai yang tidak disiplin.
2. Bagi pegawai dan instansi, agar dapat meningkatkan kesadaran diri untuk mematuhi segala hal yang terkait dengan kedisiplinan dalam dunia kerja
3. Bagi penulis, agar lebih mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam membaca kasus mengenai disiplin kerja serta mencari solusi atas permasalahan disiplin yang terjadi di dunia kerja
35
DAFTAR PUSTAKA
Abd. Choliq, 2020, Peran pengawasan dalam meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai.
Dessler, Gary. (2006). Manajemen sumber daya manusia, Jilid II, Jakarta: PT. Indeks.
Darma, Agus. (2005). Manajemen prestasi kerja, Jakarta: CV. Rajawali.
Mangkunegara, A. A. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia Alih Bahasa. Jakarta:
Salemba Empat.
Mangkunegara. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Siagian Sondang P., 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, Cetakan. Pertama, PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Siswandi, dan indra Iman, 2009. Aplikasi Manajemen Perusahaan. edisi kedua. Jakarta : Mitra Wicana Media.
Sule dan Saefullah, 2005. Pengantar Manajemen,Jakarta:Handoko T.
https://youtube.com/playlist?list=PLnb6n1-dgv2MoufXq4wW3M2YH3C_1bAtm
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/196209211986031DA RSIHARJO/FILE_5_PEDOMAN_PELAKSANAAN_OJT_MRL.pdf
https://dailysocial.id/post/on-the-job-training-ojt
36 LAMPIRAN