PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI METODE PROBLEM SOLVING SISWA KELAS IV. Tujuan proses pembelajaran adalah terwujudnya efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan menggunakan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo Tahun tahun ajaran 2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo tahun pelajaran 2016/2017.
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa setelah diterapkannya metode pembelajaran problem solving, hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diterapkannya metode pembelajaran problem solving. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Hasil dari tujuan pembelajaran matematika salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar yang telah dicapai siswa. Terwujudnya hasil belajar yang maksimal dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kesiapan belajar siswa, guru dan lingkungan belajar. Dengan demikian, hasil belajar yang dicapai menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran matematika telah tercapai atau belum.
Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 3 November di kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo tahun pelajaran 2016/2017 diperoleh informasi hasil belajar matematika. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Problem Solving Untuk Siswa Kelas IV SDN 1 Banjarrejo Tahun Pelajaran”.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Institusi (sekolah) yang dapat memberikan masukan yang berguna bagi sekolah terutama untuk meningkatkan pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan.
Penelitian Yang Relevan
Netty Novi Yanti: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Melalui Metode Problem Solving Kelas III MI Pusat Al Khoiriyah Metro. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah : “Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada siswa Kelas III MI AL Khoiriyah Pusat Kota Metro Tahun Pelajaran 2014/2015. tahun dengan menggunakan metode pemecahan masalah”. Berdasarkan analisis diketahui bahwa penggunaan metode pemecahan masalah meningkatkan hasil belajar pada siklus I dan siklus II.
4Netty Novi Yanti: “Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS melalui metode pemecahan masalah untuk siswa kelas III Mi Al Khoiriyah Metro Tengah Metro Tahun Pelajaran: STAIN Jurai SiwoMetro, 2015). dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di Kelas III MI Al Khoriyah Hadimulyo Barat Kota Metro.
Hasil Belajar
Menurut Nana Sudjana “hasil belajar adalah hasil dari proses pembelajaran dengan menggunakan alat ukur yaitu berupa tes. Dari pemikiran di atas, hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang terjadi pada individu yang diperoleh dari rangkaian proses kegiatan. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang belajar disebut faktor internal dan faktor yang ada di luar individu disebut faktor eksternal.
15Slameto, Faktor Pembelajaran dan Pengaruh, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2013), hlm. Faktor internal yang mempengaruhi efektifitas belajar antara lain: 1) Kecerdasan (intelligent quotient). Dari pemaparan pendapat tentang hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa perlu adanya perhatian secara menyeluruh dari guru untuk terus memperhatikan kondisi siswa, karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa.
Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
- Pengertian Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
- Ciri - Ciri Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
- Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
- Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Problem Solving
- Tujuan Pembelajaran Matematika
- Ruang Lingkup Matematika
- Materi Matematika
- Operasi Pecahan
Dalam hal ini, pembelajaran dengan menggunakan metode pemecahan masalah dapat mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode pemecahan masalah adalah suatu metode pengajaran yang dilakukan oleh guru dengan menghadapkan siswa pada suatu masalah yang kemudian akan dipecahkannya. Dalam metode pemecahan masalah, ada beberapa cara yang dikemukakan oleh John Dewey untuk memecahkan suatu masalah.
Metode pemecahan masalah merupakan rangkaian pembelajaran, artinya dalam pelaksanaan pemecahan masalah terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. Sedangkan kelemahan dari penggunaan metode pemecahan masalah adalah guru membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam proses pembelajaran.
Hipotesis Tindakan
Defenisi Operasional Variabel
METODOLOGI PENELITIAN. dalam menghadapi masalah yang berbeda, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok yang harus diselesaikan sendiri atau bersama-sama. Indikator yang diamati dalam penerapan metode ini dapat dilihat dari langkah-langkah metode pemecahan masalah secara berurutan. Karena siswa diberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui hasil belajarnya melalui metode problem solving, diharapkan hasil belajar dapat meningkat pada setiap siklusnya.
Indikator hasil belajar siswa pada materi pecahan yang akan diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Setting Penelitian
Subjek Penelitian
Prosedur Penelitian
- Siklus 1
- Silkus II
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemecahan masalah sesuai dengan RPP yang telah disusun. Guru dan siswa bersama-sama menarik kesimpulan atas pertanyaan atau masalah yang telah dibahas. Observasi (kolaborasi) mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran dan mengamati aktivitas belajar siswa dengan menggunakan instrumen observasi pembelajaran guru dan siswa.
Jika target yang diinginkan tercapai maka siklus tindakan dapat dihentikan, namun jika tidak maka siklus tindakan dilanjutkan ke siklus II dengan melakukan koreksi tindakan. Oleh karena itu, hasil observasi dijadikan sebagai bahan refleksi dan hasil refleksi pada siklus I akan dijadikan acuan untuk perbaikan pembelajaran pada siklus II.
Teknik Pengumpulan Data
- Dokumentasi
Instrumen Penelitian
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa peneliti menggunakan metode dokumentasi untuk memperoleh informasi tentang sejarah SD Negeri 1 Banjarrejo, kondisi guru dan siswa, dll. Observasi Mengumpulkan data pelaksanaan pembelajaran oleh guru dengan menggunakan metode pemecahan masalah. Dokumentasi Mendapatkan informasi tentang sejarah berdirinya SD Negeri 1 Banjarrejo, rencana lokasi, status guru dan siswa.
Teknik Analisis Data
Analisis yang digunakan untuk mengetahui rata-rata nilai siswa adalah dengan menggunakan rumus berikut.
Indikator Keberhasilan
Hasil Penelitian
- Deskripsi lokasi Penelitian
- Perencanaan Tindakan
- Pelaksanaan Tindakan
- Hasil Observasi / Pengamatan
- Refleksi
Pada saat guru menjelaskan, masih banyak siswa yang bermain di dalam kelas dan berbicara dengan teman sebayanya, agar pembelajaran menjadi menarik, guru menggunakan alat peraga dari karton. Guru kemudian memberikan contoh soal cerita kepada siswa dan bekerja melalui langkah-langkah pembelajaran untuk memecahkan masalah. Meskipun dalam kegiatan kerja kelompok masih banyak siswa yang mengandalkan temannya untuk menyelesaikan masalah.
Penilaian hasil belajar siswa terlihat dari kemampuan siswa mengerjakan soal pre-test dan post-test yang guru ajukan kepada siswa sebanyak 32. Data hasil belajar siswa dapat dilihat dari tabel di bawah ini. Untuk melihat lebih jelas peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan metode problem solving Kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo dapat dilihat pada grafik berikut. RTT : Nilai rata-rata hasil belajar siswa T : Banyaknya siswa yang mencapai KKM BT : Banyaknya siswa yang tidak mencapai KKM.
Dari grafik di atas terlihat bahwa setelah melaksanakan pembelajaran selama 1 siklus 2 kali pertemuan, siswa yang menyelesaikan kegiatan pretest menyumbang 31,25% dan dalam kegiatan. Penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan pada siklus II dapat dilihat dari kemampuan siswa mengerjakan soal pre-test dan post-test yang diberikan guru kepada sejumlah siswa. Untuk melihat lebih jelas peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui metode problem solving Kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo dapat dilihat pada grafik berikut.
RTT : nilai rata-rata hasil belajar siswa T : jumlah siswa yang telah mencapai KKM BT : jumlah siswa yang belum mencapai KKM Grafik di atas menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran selama siklus II dengan 2 kali pertemuan, dapat diketahui siswa yang Jadi bahwa siswa yang mendapat nilai ≥60 masuk dalam kategori belajar penuh sebanyak 71,88% dan mencapai tujuan yang diinginkan. Dari hasil penelitian pada Siklus II diketahui bahwa tindakan pembelajaran dengan menggunakan metode Problem Solving cukup baik dibandingkan dengan Siklus I, dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang meningkat setiap siklusnya.
Pembahasan
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada pretest siklus I sebesar 31,25%, dan pada posttest 53,12% pada siklus II. hasil belajar siswa pada pre-test sebesar 53,12%, dan setelah test sebesar 71,88%. Dengan demikian, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa kelas I. dan II. siklus meningkat sebesar 18,76%, maka tujuan yang diinginkan tercapai, yaitu kesempurnaan pendidikan siswa pada akhir siklus II. siklus melebihi target yang ditetapkan sebesar 70%. Berdasarkan grafik peningkatan skor kesempurnaan di atas, hasil belajar matematika dengan metode problem solving mengalami peningkatan.
Peningkatan tersebut terjadi karena pelaksanaan pembelajaran pada siklus II lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya dengan menerapkan metode pemecahan masalah. Metode pemecahan masalah sendiri merupakan suatu metode pengajaran yang menitikberatkan pada pemecahan masalah siswa mulai dari memahami masalah, merencanakan cara pemecahannya, melaksanakan rencana dan melihat kembali (berupa langkah-langkah metode pemecahan masalah) sehingga dapat melatih siswa untuk berpikir kreatif dan mampu mendorong siswa untuk memecahkan masalah.
Selain itu, siswa dapat membangun kerjasama dalam kelompok untuk mempelajari dan memahami tugas yang diberikan oleh guru. Dengan menggunakan metode problem solving di kelas dapat melatih siswa untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah atau masalah yang diajukan oleh guru. Peningkatan hasil belajar merupakan akibat dari tindakan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, hal tersebut perlu dijelaskan dengan menekankan pada pemahaman langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode pemecahan masalah.
Penekanan pada pemahaman langkah-langkah penggunaan metode pemecahan masalah dilakukan oleh guru pada setiap pertemuan siklus I dan II agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari pemaparan di atas dapat dinyatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada pelajaran matematika melalui Metode Problem Solving pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Banjarrejo tahun pelajaran 2016/2017.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Untuk lebih memotivasi para guru matematika, sekolah akan menggunakan metode pemecahan masalah. Fitri Lastini, “upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah tekstual dalam pembelajaran matematika melalui metode problem solving siswa kelas IV (Skripsi Diploma: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, 2010. Mubiar Agustin, Masalah pembelajaran dan inovasi pembelajaran Pandua Guru, konsultan, psikolog, orang tua masyarakat dan tenaga kependidikan, (Bandung: PT Refika Aditama), 2011.
Muhammad Thobroni & Arif Mustafa, Pembelajaran dan Perkembangan Pembelajaran Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional, Sleman : Ar – Ruzz Media, 2012, Cet.II. Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005 Ridwan Abdullah, Pra Pembelajaran Inovasi, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014 Siti Annisa, Metode Pembelajaran Matematika di MI, Metro: STAIN Jurai Siwo. Syaiful sagala, konsep dan makna belajar untuk memecahkan masalah belajar mengajar, Bandung: CV Alfabeta, 2009.
Kompetensi Dasar Mengurangkan pecahan
Indikator
Tujuan Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Guru menjelaskan tentang langkah-langkah pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan cara penyelesaian, melaksanakan rencana, melihat ke belakang.
Metode Pembelajaran
Guru memberikan contoh pemecahan masalah yang berkaitan dengan masalah sehari-hari dengan menggunakan pembelajaran Problem Solving. Guru menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan cara penyelesaiannya, melaksanakan rencana, melihat ke belakang.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Guru memberikan contoh operasi hitung pengurangan dan penjumlahan pecahan desimal serta penyelesaian soal sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pecahan menggunakan instruksi Problem Solving.