• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Rumah komersial

N/A
N/A
Shorts Daffa

Academic year: 2023

Membagikan "Penjelasan Rumah komersial "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 UU Republik Indonesia No 1 Tahun 2011 Pasal 1 Poin 8

Rumah komersial adalah rumah yang diselenggarakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

2 RTRW Kota Palembang No 15 Tahun 2012-2032 pasal 11 poin 1

Sub-PPK Sukarami, meliputi 7 Kelurahan yaitu Kelurahan Sukarami, Kelurahan Kebun Bunga, Kelurahan Sukabangun, Kelurahan Sukajaya, Kelurahan Talang Betutu, Kelurahan Talang Jambe dan Kelurahan Sukadadi; dengan fungsi utama sebagai kawasan Bandara, militer, industri, perdagangan dan jasa, dan kawasan perumahan.

3 RTRW Kota palembang No 15 tahun 2012-2032 pasal 54 poin 5

Kawasan industri menengah/sedang diarahkan di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami seluas 82 hektar.

4 Permen PU Nomor:

20/PRT/M/2010 Tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian- bagian jalan, pasal 1 poin 1

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas, yang berada permuikaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel 5 Permen PU Nomor:

20/PRT/M/2010 Tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian- bagian bangunan, pasal 1 poin 17

Bangun–bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air yang tidak digunakan untuk kegiatan manusia

6 Permen PU Nomor:

20/PRT/M/2010 Tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian- bagian bangunan, pasal 12 poin 1

Bangunan dan jaringan utilitas pada jaringan jalan di dalam kawasan perkotaan dapat ditempatkan didalam ruang manfaat jalan dengan ketentuan:

 Yang berada di atas atau dibawah tanah ditempatkan di luar bahu jalan atau trotoar dengan jarak paling sedikit 1 (satu) meter dsri tepi luar bahu jalan atau trotoar;

 Dalam hal tidak terdapat ruang di luar bahu jalan, trotoar, atau jalur lalu lintas bangunan dan jaringan utilitas sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat ditempatkan di sisi terluar ruang milik jalan.

7 Permen PU Nomor:

20/PRT/M/2010 Tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian- bagian bangunan, pasal 12 poin 4

Dalam hal bangunan dan jaringan utilitas dipasang di luar konstruksi jembatan, bangunan dan jaringan utilitas tersebut ditempatkan paling rendah 1 (satu) meter dari tepi paling luar struktur jembatan tanpa mengurangi ruang bebas.

(2)

8 Permen PU Nomor:

20/PRT/M/2010 Tentang pedoman pemanfaatan dan penggunaan bagian- bagian bangunan, pasal 12 poin 5

Bangunan dan jaringan utilitas di bawah tanah harus diletakkan pada kedalaman paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter dari permukaan jalan terendah pada dae5rah galian atau dari tanah dasar pada daerah timbunan.

9 SNI 03-1733-2004, Kebutuhan ruang dan lahan, bagi sarana pada unit RW

 Balai pertemuan warga luas lahan min. 300 m2

 Pos hansip luas lahan min. 12 m2

 Gardu listrik luas lahan min. 30 m2

 Telepon umum, bis surat, bak sampah kecil luas lahan min. 30 m2

 parkiran umum luas lahan min. 100 m2

10 SNI 03-1733-2004, Kebutuhan ruang dan lahan, bagi sarana pada unit kelurahan

 Kantor kelurahan luas lahan min.

1000 m2

 Pos kamtib luas lahan min. 200 m2

 Pos pemadam kebakaran luas lahan min. 200 m2

 Agen pelayanan pos min. 72 m2

 Loket pembayaran air bersih luas lahan min. 60 m2

 Telepon umum, bis surat, bak sampah besar luas lahan min. 60 m2

 Parkir umum luas lahan min. 500 m2

11 SNI 03-1733-2004, Kebutuhan ruang dan lahan, bagi sarana pada unit kecamatan

 kantor kecamatan luas lahan min.

2.500 m2

 kantor polisi luas lahan min. 1.000 m2

 pos pemadam kebakaran luas lahan min. 1.000 m2

 kantor pos pembantu luas lahan min. 500 m2

 stasiun telepon otomat dan agen pelayanan gangguan telepon luas lahan min. 1.000 m2

 balai nikah / KUA / BP4 luas lahan min. 750 m2

 telepon umum, bis surat luas lahan min. 80 m2

 parkir umum luas lahan min. 2.000 m2

12 SNI 03-1733-2004, Sarana ruang terbuka

 Taman, Tempat main / penduduk 250 (jiwa) / luas lahan 250 m2 / standart 1 m2/jiwa / radius 100 m, ditengah kelompok tetangga.

 Taman/Tempat main / penduduk 2.500 (jiwa) / luas lahan 1.250 m2standart 0,5 m2/jiwa / radius

(3)

1000 m, dipusat kegiatan lingkungan.

 Taman dan lapangan olahraga / penduduk 30.000 (jiwa) / luas lahan 9.000m2 / standart 0,3 m2/jiwa / radius - m, sedapat mungkin berkelompok dengan sarana pendidikan.

 Taman, lapangan olahraga/

penduduk 120.000 (jiwa) / luas lahan 9.000 m2 / standart 0,2 m2/jiwa / radius 100 m, Terletak di jalan utama. Sedapat mungkin berkelompok dengan sarana pendidikan.

 Jalur Hijau / penduduk - (jiwa) / luas lahan - m2 / standart 15 m / radius - m, Terletak menyebar

 Kuburan/Pemakaman umum / jumlah penduduk 120.000 jiwa / luas lahan – m2 / standart - m2/jiwa / radius – m / Mempertimbangkan radius pencapaian dan area yang dilayani.

13 SNI 03-1733-2004, Sarana kebudayaan dan rekreasi

 Balai warga / Jumlah penduduk 2.500 / luas lantai 150 m2 / luas lahan 300 m2 / Standart 0,12 m2/jiwa / Radius 100 m / ditengah kelompok tetangga.

 Balai Serbaguna / Jumlah penduduk 30.000 / luas lantai 250 m2 / luas lahan 500 m2 / Standart 0,017 m2/jiwa / Radius 100 m / ditengah kelompok tetangga.

 Gedung Serbaguna / Jumlah penduduk 120.000 / luas lantai 1.500 m2 / luas lahan 3000 m2 / Standart 0,025 m2/jiwa / Radius 100 m / ditengah kelompok tetangga.

 Gedung Bioskop / Jumlah penduduk 120.000 / luas lantai 1.000 m2 / luas lahan 2.000 m2 / Standart 0,017 m2/jiwa / Radius 100 m / ditengah kelompok tetangga.

14 SNI 03-1733-2004, Klasifikasi jalan di lingkungan perumahan

Lokal Sekunder I / Perkerasan 3.0-7.0 m) / bahu jalan 1.5-2.0 m / pedestrian 1.5 m / trotoar 0.5 m / demaja 10.0-12.0 m / damija 13.0 m / dewasja min 4.0 m / GSB min 10.5 m

Lokal Sekunder II / Perkerasan

(4)

3.0-6.0 m) / bahu jalan 1.0-1.5 m / pedestrian 1.5 m / trotoar 0.5 m / demaja 10.0-12.0 m / damija 12.0 m / dewasja min 4.0 m / GSB min 10.0 m

Lokal Sekunder III / Perkerasan 3.0 m) / bahu jalan 0.5 m / pedestrian 1.2 m / trotoar 0.5 m / demaja 8.0 m / damija 8.0 m / dewasja min 3.0 m / GSB min 7.0 m

Lingkungan I / Perkerasan 1.5-2.0 m) / bahu jalan 0.5 m / pedestrian - / trotoar 0.5 m / demaja 3.5-4.0 m / damija 4.0 m / dewasja min 2.0 m / GSB min 4.0 m

Lingkungan II / Perkerasan 1.2 m) / bahu jalan 0.5 m / pedestrian - / trotoar 0.5 m / demaja 3.2 m / damija 4.0 m / dewasja min 2.0 m / GSB min 4.0 m

15 SNI 03-1733-1989, kebutuhan sarana pendidikan dan pembelajaran

Taman kanak kanak jumlah penduduk pendukung 1250 jiwa, luas lantai min 216 m2, luas lahan min 500m2

Sekolah Dasar jumlah penduduk pendukung 1600 jiwa, luas lantai min 633 m2, luas lahan min 2000 m2

SLTP jumlah penduduk

pendukung 4800 jiwa, luas lantai min 2282 m2, luas lahan min 9000 m2

SMA jumlah penduduk pendukung 4800 jiwa, luas lantai min 3835 m2, luas lahan min 12500 m2

Taman Bacaan jumlah penduduk pendukung 2500 jiwa, luas lantai min 72 m2, luas lahan min 150 m2 16 SNI 03-1733-1989,

kebutuhan sarana fasilitas kesehatan

Posyandu jumlah penduduk pendukung 1250 jiwa, luas lantai min 36 m2, luas lahan min 60 m2

Balai pengobatan warga jumlah penduduk pendukung 2500 jiwa, luas lantai min 150 m2, luas lahan min 300 m2

Klinik bersalin jumlah penduduk pendukung 30000 jiwa, luas lantai min 1500 m2, luas lahan min 3000 m2

(5)

Puskesmas pembantu dan balai pengobatan lingkungan jumlah penduduk pendukung 30.000 jiwa, luas lantai min 150 m2, luas lahan min 300 m2

Puskesmas dan balai pengobatan jumlah penduduk pendukung 120.000 jiwa, luas lantai min 420 m2, luas lahan min 1000 m2

Tempat praktek dokter jumlah penduduk pendukung 5000 jiwa, luas lantai min 18 m2, luas lahan min 1000 m2

Apotik/ rumah obat jumlah penduduk pendukung 30.000 jiwa, luas lantai min 120 m2, luas lahan min 250 m2

17 SNI 03-1733-1989, kebutuhan sarana fasilitas ibadah

Musholla/langgar jumlah penduduk pendukung 250 jiwa, luas lantai min 45 m2, luas lahan min 100 (bila bangunan sendiri) m2

Mesjid warga jumlah penduduk pendukung 2500 jiwa, luas lantai min 300 m2, luas lahan min 600 m2

Masjid lingkungan kelurahan jumlah penduduk pendukung 30.000 jiwa, luas lantai min 1800 m2, luas lahan min 3600 m2

Mesjid kecamatan jumlah penduduk pendukung 120.000 jiwa, luas lantai min 3600 m2, luas lahan min 5400 m2

Sarana ibadah agama lain sesuai dengan kekerabatan lembaga dan kebiasaan setempat

18 SNI 02-2406-1991 bagian jaringan drainase

Badan penerima air

 Sumber air dipermukaan tanah (laut, sungai, danau)

 Sumber air dibawah permukaan tanah (air tanah akifer)

Bangunan pelengkap

 Gorong gorong

 pertemuan saluran

 bangunan terjunan

 jembatan

 street inlet

 pompa

(6)

 pintu air 19 SNI 19-2454-2002

sarana persampahan  Tong sampah (pribadi) lingkup rumah dengan dimensi

menyesuaikan mencakup 5 jiwa

Gerobak sampah (TPS) lingkup RW dimensi 2 m2 mencakup 2500 jiwa

Bak sampah kecil (TPS) lingkup RW dimensi 6 m2 mencakup 2500 jiwa

Gerobak sampah (TPS) lingkup kelurahan dimensi 2 m2 mencakup 30.000 jiwa

Bak sampah besar (TPS) lingkup kelurahan dimensi 12 m2

mencakup 30.000 jiwa

Mobil sampah (TPS/TPA lokal) lingkup kecamatan dimensi menyesuaikan mencakup 120.000 jiwa

Bak sampah besar (TPS/TPA lokal) lingkup kelurahan dimensi 25 m2 mencakup 120.000 jiwa

Bak sampah akhir (TPA) lingkup kota dimensi meyesuaikan mencakup > 480.000 jiwa

Tempat daur ulang sampah lingkup kota dimensi meyesuaikan mencakup > 480.000 jiwa

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu prasarana transportasi darat adalah Jalan raya yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu-lintas,

Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian

Sesuai Permen PU NOMOR : 08 / PRT / M / 2011 TENTANG PEMBAGIAN SUBKLASIFIKASI DAN SUBKUALIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI , bahwa BG004 adalah Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan

Berdasarkan UU RI No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang di peruntukkan bagi lalu lintas, yang berada

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada

1 Pengadaan Rambu-rambu Jalan dan Marka Jalan / Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Bidang Transportasi

LATAR BELAKANG Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang