• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Akhlak Bagi Seorang Da'i

N/A
N/A
Hasan Mustofa

Academic year: 2024

Membagikan " Pentingnya Akhlak Bagi Seorang Da'i"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Pentingnya Akhlak

Bagi Seorang

Da’i

(2)

Pendahuluan

Islam adalah agama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, rasul terakhir diutus oleh

Allah kepada umat manusia bagi seluruh alam.

Ajaran atau syariat yang dibawa oleh Baginda adalah paling lengkap dan sempurna, sesuai untuk setiap bangsa, zaman dan tempat. Ajaran Islam

mengandung tiga komponen asasi yaitu 1. Akidah

2. Syariah

3. Akhlak

(3)

Allah SWT berfirman :

ةِظَعِوْمَلْاوَ ةِمَكْحِلْابِ كَبِرَ لِيبِسَ ىلْإِ !عُدْا

$نَّإِ !نُسَحْأَ يَهِ يَتِ$لْابِ مْ!هُلْدْاجَوَ ةِنَسَحِلْا هِلِيبِسَ نُعِ $لِضَ نُمَبِ !مْلِعِأَ وْ!هِ كَ$بِرَ

نُيدِتِهُ!مَلْابِ !مْلِعِأَ وْ!هِوَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan

bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari

jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (An-

Nahl:125)

(4)

Makna ayat :

Perintah Allah kepada nabi saw (dan umat Islam sebagai

pelanjut risalah) untuk berdakwah dengan cara akhlak yang baik:

1. Hikmah (kata-kata bijak)

2. Mau’izhah hasanah (nasihat yang baik)

3. Jadilhum billati hiya ahsan

(5)

Meninggal

POSITIF

NEGATIF

MANUSIA

Iman

KONSTRUKTIF PRODUKTIF

Iman

FLUKTUATIF

Iman

DESTRUKTIF

KONDISI JIWA MANUSIA

SU’UL KHOTIMAH HUSNUL KHOTIMAH

LAHIR

(6)

Makna Akhlak

• Akhlak berasal dari bahasa Arab yang berakar kata ialah khuluk yang bermakna perangai atau tingkah laku, tabiat, kepercayaan, pegangan

atau agama. Berdasarkan kepada pengertian ini, akhlak adalah sifat, tabiat dan agama

memberikan gambaran atau rupa batin seseorang.

• Imam al-Ghazali menyebut akhlak ialah keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk

melakukan perbuatan tanpa pertimbangan akal fikiran terlebih dulu. Ia terjadi secara spontan

tanpa pertimbangan akal terlebih dulu. Jika yang dilakukan adalah baik maka disebut dengan

akhlak mulia atau terpuji namun jika tidak baik

maka disebut dengan akhlak buruk atau tercela.

(7)

Akhlak yang benar akan terbentuk bila sumbernya benar. Sumber akhlak bagi seorang muslim adalah al-

Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga ukuran baik atau buruk, patut atau tidak secara utuh diukur dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sedangkan tradisi merupakan pelengkap selama hal itu tidak bertentangan dengan apa yang telah

digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Menjadikan al- Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber akhlak

merupakan suatu kewajaran bahkan keharusan. Sebab keduanya berasal dari Allah dan oleh-Nya manusia

diciptakan. Pasti ada kesesuaian antara manusia sebagai makhluk dengan sistem norma yang datang dari Allah

SWT.

Sumber Akhlak Islam

(8)

Faktor-faktor Pembentuk Akhlak

1. Al-Wiratsiyyah (Genetik)

Misalnya: seseorang yang berasal dari daerah Sumatera Utara

cenderung berbicara “keras”, tetapi hal ini bukan melegitimasi seorang muslim untuk berbicara keras atau kasar karena Islam dapat

memperhalus dan memperbaikinya.

2. An-Nafsiyyah (Psikologis)

Faktor ini berasal dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga

(misalnya ibu dan ayah) tempat seseorang tumbuh dan berkembang sejak lahir. Semua anak dilahirkan dalam keadaan fitrah,

orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (Hadits).

Seseorang yang lahir dalam keluarga yang orangtuanya bercerai akan berbeda dengan keluarga yang orangtuanya lengkap.

3. Syari’ah Ijtima’iyyah (Sosial)

Faktor lingkungan tempat seseorang mengaktualisasikan nilai-nilai yang ada pada dirinya berpengaruh pula dalam pembentukan akhlak

seseorang.

4. Al-Qiyam (Nilai Islami)

Nilai Islami akan membentuk akhlak Islami.Akhlak Islami ialah

seperangkat tindakan/gaya hidup yang terpuji yang merupakan refleksi nilai-nilai Islam yang diyakini dengan motivasi semata-mata mencari keridhaan Allah.

(9)

Menghiasi diri dengan akhlak mulia

Bagi seorang Muslim, perhiasan terindah adalah akhlak mulia. Inilah perhiasan yang dapat dikenang

sepanjang masa. Inilah perhiasan yang menjadikan pemiliknya mulia di hadapan manusia dan Allah SWT.

Dengan akhlak mulia, seorang Muslim akan terlihat anggun dan cantik. Setiap orang yang melihatnya

akan terkesima dan kagum oleh keindahan akhlaknya.

Dalam pandangan Rasulullah SAW, akhlak mulia menjadi bukti kemuliaan seorang Muslim. Beliau

bersabda: ''Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling indah akhlaknya.'' (Ahmad)

Menghiasi diri dengan akhlak mulia berarti mempertegas diri sebagai manusia, karena dengan akhlak akan terlihat perbedaan manusia dengan hewan. Dengan akhlak pula akan terlihat sisi

keteraturan hidup manusia yang tidak dimiliki hewan.

(10)

Akhlak antara tahalli dan takhalli

Kebaikan Kebaikan

Kebaikan Kebaikan

Kejahatan

Kejahatan

Kejahatan

Kejahatan

(11)

Pentingnya Akhlak bagi seorang da’i Dalam satu kaidah disebutkan :

“Jangan remehkan soal peneguhan

akhlak. Hati sekeras batu milik para kafir Quraisy pun dapat luluh dengan akhlak mulia”.

Dalam sebuah syairnya Bilal

mengatakan: Akhlak ialah bunga diri,

Indah dilihat oleh mata, Senang dirasa

oleh hati, Setiap orang jatuh hati….”

(12)

Islam bukan sekedar tujuan tapi juga cara. Artinya kalau kita mempunyai cita-cita menegakkan Islam maka tidak ada cara lain untuk mencapainya kecuali dengan cara (akhlak) Islam.

Hal ini juga diisyaratkan oleh Allah swt. Dalam firman-Nya:

ا Kرًطَبِ مْهِرَايدْ نُمِ اوْ!جَرًخَ نُيذِ$لْاكَ اوْ!نُوْ!كْتَ لَاوَ

امَبِ !هِ$لِلْاوَ هِ$لِلْا لِيبِسَ نُعِ نَّوَUدِ!صُيوَ سِا$نَلْا ءَائَرَوَ

Zطٌيحِ!مِ نَّوْ!لِمَعْي

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang

keluar dari rumah-rumah mereka dengan congkak

dan ingin dilihat oleh manusia dan menghalang-

halangi (orang lain) dari jalan Allah.” (Al-anfal: 47)

(13)

Orang-orang kafir, sekalipun membangkang dan

bersikeras memerangi Rasulullah saw., namun mereka tidak kuasa menampik kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Mengapa?

Selain faktor hidayah dari Allah swt.- yang

membuat hati banyak orang yang semula lebih keras dari batu, bisa tiba-tiba luluh, dan tak berdaya selain tunduk dan pasrah kepada seruan Rasulullah saw.

adalah karena Islam adalah kebenaran mutlak yang pasti sesuai dengan fitrah manusia. Namun ada faktor lain yang menempati posisi amat bermakna untuk

membuat seseorang tersentuh fitrahnya yakni: akhlak.

(14)

Bahwa keindahan akhlak yang ditampilkan

Rasulullah saw mampu membungkam segala hujjah orang yang mendustakan Rasulullah saw. Karenanya hal yang paling mungkin mereka tuduhkan kepada Rasulullah saw. adalah bahwa beliau seorang tukang sihir atau berpenyakit gila. Meski akhirnya tuduhan itu tak dapat juga mereka buktikan.

Karena itu, semangat menegakkan kebenaran (syari’at Islam) bukan alasan untuk mengabaikan akhlak islami. Bahkan justeru semangat itu

seharusnya mendorong untuk meningkatkan kualitas

akhlak.

(15)

Allah SWT Berfirman:

“Pergilah kamu berdua kepada Firaun sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata- kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut (kepada Allah).” ( Toha : 43-44)

“Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dan tidaklah sama antara kebaikan dengan keburukan. Maka tolaklah (keburukan) itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dengan dia ada permusuhan menjadi seolah-olah telah menjadi teman setia.” (QS. Fush- shilat : 33-34)

Kedua ayat diatas menunjukkan akhlak dalam berdakwah dengan segala tantangannya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mau menerima kebenaran atau tidak, menjadi tunduk hatinya atau semakin congkak, menjadi suadara seiman atau semakin menjadi-jadi permusuhannya.

Dua kisah para duat Allah

(16)

1. Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang

Pentingnya Akhlak dalam dakwah

Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya

aqidah dan syariah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman

seseorang terhadap aqidah dan syariah. ”Paling

sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya.”(HR.Tirmidi). ”Sesungguhnya

kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik manusia

keislamannya adalah yang paling baik

akhlaknya.”(HR.Thabrani, Ahmad dan Abu Ya’la)

(17)

2 Akhlak adalah buah ibadah .

“Sesungguhnya shalat itu mencegah orang

melakukan perbuatan keji dan munkar” (Al-

Ankabut:45)

(18)

Tidak ada yang lebih berat timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaknya” (Abu Daud dan At-Tirmizi)

3. Keluhuran akhlak merupakan

amal terberat hamba di akhirat

(19)

Karena itulah akhlak pulalah yang menentukan eksistensi seorang

muslim sebagai makhluk Allah SWT.

“Sesungguhnya termasuk insan

pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya”(Muttafaq ‘alaih).

4. Akhlak merupakan lambang kualitas

seorang manusia, masyarakat, umat

(20)

Pengaruh Akhlak

Akhlak merupakan sarana mendasar dalam berdakwah

Sehingga dengannya akan memberikan

pengaruh besar dalam jiwa seseorang secara pribadi dan masyarakat yang di dakwahkan.

Karenanya, dakwah yang penuh cacian dan makian, kepada siapa pun: penguasa, kelompok lain yang tidak sehaluan, orang yang tidak mau

mengikuti seruan dakwahnya adalah bertentangan dengan akhlak Islam. Selain tidak sesuai dengan esensi kebenaran itu sendiri cacian dan makian itu tidak akan menambah keimanan dan amal. Alih-alih meningkatkan pemahaman dan kesiapan untuk

berjuang, bertambah justeru penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, kebencian, dan kesumpekan

dada.

(21)

Pengaruh akhlak

Akhlak memberikan pengaruh dalam diri dan orang lain;

Marilah kita saksikan salah satu dari banyak sudut akhlak Rasulullah saw. Al-kisah di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian

mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya"

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW

mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan

makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah

Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

(22)

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang

yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni

Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau

bertanya kepada anaknya itu, : "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab,:

"Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana ", kata

Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.

Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

(23)

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?". Abubakar RA menjawab, : "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ;"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar

penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, :"Benarkah demikian?

Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... " Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA, saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

(24)

Pengaruh Akhlak dalam dakwah 1.Pengaruh terhadap

individu

• Memberikan ketentraman

• Memberikan kenyamanan

• Merupakan hak dan kewajiban

• Melahirkan Produktivitas

• Membangun rasa cinta dan

kasih sayang

(25)

2. Pengaruh terhadap umat

• Memberikan kekuatan dan produktivitas

• Membuahkan penghormatan dan keteladanan

• Menurunkan keberkahan dan keridhaan

• Menghasilkan kemuliaan

Pengaruh Akhlak dalam dakwah

(26)

Pengaruh Akhlak dalam dakwah

Jika secara personal dan umat telah mencapai beberapa pengaruh diatas maka secara otomatis akan memberikan

pengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga akan muncul

kehidupan yang sejahtera, nyaman dan tentram. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah:

Zرَوْ!فُغَ iبٌّرَوَ Zةِبِيطَ Zةٌدِلِبِ

Negeri makmur dan sejahtera yang “ dinaungi oleh Allah yang Maha

pengampun

.”

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data di atas berarti para siswa yang mengikuti pendidikan agama Islam tentang akidah akhlak di MI Al-Hikmah sudah dapat memahami dan mengetahui

Peran Guru Pendidikan Agama Islam atau Akidah Akhlak dalam Membina Akhlak Peserta Didik di MIN 9 Bandar Lampung. Masa depan siswa secara umum banyak bergantung pada

Maka dari itu untuk mendalami lebih jauh tentang fenomena-fenomena akhlak siswa serta mengetahui peranan guru pendidikan agama Islam dalam pembelajaran akidah

Pembelajaran akidah akhlak tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama saja, melainkan bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki tanggung jawab , sopan

Wawancara dengan guru mata pelajaran akidah akhlak kelas V. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.. 5 dimiliki peserta didik tersebut kurang baik juga. Untuk mengukur

Probolinggo RAHM AD FAUZI Akidah Akhlak M I Nurhayat ul Islam Sumberduren 166 Kab. Probolinggo Syakroni Akidah Akhlak M Ts Sw ast a

Akidah akhlak merupakan bagian dari Pendidikan Agama Islam yang merupakan “pendidikan nilai, karena lebih banyak menonjolkan aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun nilai kemanusiaan,

Pembinaan akhlak bukan saja di serahkan kepada guru akidah akhlak atau guru-guru agama lainnya tetapi seluruh guru ikut serta dalam pembinaan akhlak siswa.52 Berdasarkan wawancara