Nama : Moch. Rafli Oktavianda Nim : 231710301054
Kelas : TIP C
Judul Artikel : Pentingnya Protein Hewani dalam Mencegah Balita Stunting: Systematic Review
Tahun Artikel : 2024
Penulis Artikel : Nila Febriana Iswara dan Ahmad Syafiq
Penerbit Artikel : MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia)
Pentingnya Protein Hewani dalam Mencegah Balita Stunting: Systematic Review
Latar Belakang
Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh masalah gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi sejak dalam kandungan hingga masa kanak-kanak awal.
Asupan protein hewani memiliki peran penting dalam pertumbuhan linier melalui perannya dalam penyediaan kebutuhan metabolisme asam amino untuk pertumbuhan jaringan dan meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Penelitian sistematis mencakup 14 artikel yang menunjukkan hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita.
Balita stunting memiliki rata-rata asupan protein hewani yang lebih rendah bila dibandingkan dengan balita yang tidak stunting. Jenis protein yang banyak dikonsumsi oleh balita stunting maupun tidak stunting adalah protein nabati yang bersumber dari serealia, namun balita yang tidak stunting juga mengonsumsi banyak susu serta produk olahannya.
Hasil Pembahasan
Hasil dari tinjauan sistematik menunjukkan adanya variasi data yang di rangkum pada tabel 2. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya hubungan asupan protein hewani terhadap kejadian stunting pada balita. Balita stunting memiliki rata-rata asupan protein hewani yang lebih rendah bila dibandingkan dengan balita yang tidak stunting. Jenis protein yang banyak dikonsumsi oleh balita stunting maupun tidak stunting adalah protein nabati yang bersumber dari serealia, namun balita yang tidak stunting juga mengonsumsi banyak susu serta produk olahannya. Kandungan protein pada sumber pangan hewani lebih tinggi (>40% bahan kering) daripada sumber pangan nabati selain kacang-kacangan yang hanya memiliki kandungan protein kurang dari 15% bahan kering. Balita yang mengonsumsi protein hewani dengan frekuensi <2x dalam satu minggu memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi stunting dibandingkan balita yang mengonsumsi protein hewani >2x dalam minggu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi protein hewani dapat menurunkan risiko balita untuk stunting.
Kesimpulan dan Saran
Asupan protein hewani berkaitan erat dengan kejadian stunting pada balita, dengan stunting lebih tinggi pada yang memiliki asupan protein hewani rendah. Risiko stunting meningkat pada balita tanpa konsumsi protein hewani, dan variasi sumber hewani dapat mengurangi peluang stunting. Pemenuhan asupan protein hewani penting untuk mencegah stunting, karena sumber tersebut mengandung zat gizi mikro dan asam amino esensial yang mendukung pertumbuhan. Pendidikan mengenai gizi seimbang perlu ditekankan kepada orang tua untuk memastikan nutrisi yang cukup pada balita, dan intervensi PMT protein hewani pada balita stunting sejak dini dapat optimal dalam mengatasi masalah pertumbuhan pada anak.