Sehingga setelah mengikuti penelitian ini Anda akan mempunyai bekal untuk memahami keberadaan anak berkebutuhan khusus. Sejalan dengan berkembangnya pengakuan terhadap hak asasi manusia, termasuk hak anak, maka digunakanlah istilah anak berkebutuhan khusus.
Konsep Dasar Anak Berkebutuhan Khusus Ilustrasi
Perbedaan interindividual
Secara teoritis, populasi anak akan mengikuti kurva normal (Gambar 1), dimana anak yang IQ berada pada posisi ekstrim standar deviasi -2 dan +2 dari kurva normal dianggap sebagai anak berkebutuhan khusus. Dari berbagai pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mempunyai perbedaan, baik perbedaan antarindividu maupun intraindividu yang signifikan, serta mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga diperlukan adanya pendidikan dan pendidikan khusus. mengembangkan potensinya untuk berkembang.
Prevalensi
Memahami anak berkebutuhan khusus berarti melihat perbedaan individu, baik perbedaan antar individu (inter-individu), yaitu membandingkan individu dengan individu lainnya, baik perbedaan fisik, emosi, dan intelektual, serta perbedaan potensi yang ada dalam diri individu itu sendiri (intra-individual). individu). secara individu). Menurut BPS, jumlah penyandang disabilitas sebesar 1,48% dari jumlah penduduk, anak berkebutuhan khusus yang menurut Dir.
Pendahuluan
Kemampuan mental rendah atau kapasitas intelektual (IQ) di bawah rata-rata dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu anak lamban belajar, yaitu anak yang mempunyai IQ antara 70 – 90. Anak kesulitan belajar spesifik adalah anak yang mempunyai kapasitas intelektual normal atau diatasnya, namun memiliki prestasi belajar yang rendah pada bidang akademik tertentu.
Faktor Penyebab Kelainan
Faktor Penyebab kelainan
- Heriditer ilustrasi
- Infeksi
- Keracunan ilustrasi
- Trauma
- Kekurangan gizi
Anak tersebut mengalami patah tulang belakang yang akhirnya menyebabkan anak tersebut mengalami kelumpuhan permanen pada kedua kakinya. Hal ini dimungkinkan karena saraf motorik pada ekstremitas bawah anak mengalami kerusakan, karena sumsum tulang belakang (spinal cord) merupakan pusat saraf otonom dan motorik.
Dampak Terjadinya Kelainan Ilustrasi
Secara umum, para ibu mengalami trauma terparah dan merasa perannya dibatasi oleh kehadiran anak berkebutuhan khusus. Peran mengasuh anak berkebutuhan khusus memakan banyak waktu sehingga banyak tugas lain yang berkurang.
Hak-hak Yang Dimiliki Anak Berkebutuhan Khusus
- UUD 1945 (Amandemen) pasal 31
- UU No. 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 3
- UU No. 23 tahun tahun 2002 tentang Perlindungan Perlindungan Anak Pasal 48
- UU No. 4 1997 tentang Penyandang Cacat Pasal (5 )
Masih banyak persoalan terkait pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang dinilai diskriminatif terhadap anak berkebutuhan khusus. Dari berbagai perangkat peraturan perundang-undangan yang ada, nampaknya masyarakat dan pelaku pendidikan belum menyadarkan masyarakat akan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak berkebutuhan khusus.
Kunci Tes Formatif
Glosarium
Daftar Pustaka
HAKIKAT LAYANAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Konsep Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Terdapat berbagai jenis layanan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tanyakan kepada pelatih/tokoh masyarakat tentang pola kegiatan pembinaan atau pelayanan yang ada terhadap anak berkebutuhan khusus.
Model Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Bentuk Kelas Biasa
Dalam bentuk integrasi ini, anak berkebutuhan khusus belajar di kelas reguler penuh dengan menggunakan kurikulum reguler. Dalam integrasi ini, guru pembimbing khusus hanya berfungsi sebagai konsultan bagi kepala sekolah, guru kelas/guru mata pelajaran, atau orang tua anak berkebutuhan khusus.
Kelas Biasa dengan Ruang Bimbingan Khusus
Sebagai konsultan, guru pembimbing khusus berfungsi sebagai pemberi nasihat mengenai kurikulum dan permasalahan dalam pengajaran anak berkebutuhan khusus. Bagi anak tunarungu pada mata pelajaran seni, bahasa asing/bahasa Indonesia (lisan) sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan berbicara anak.
Bentuk Kelas Khusus
Selain itu, website Direktorat PSLB juga dapat Anda manfaatkan untuk memperkaya pemahaman Anda mengenai jenis-jenis penyelenggaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Bentuk penyelenggaraan pendidikan terpadu/terintegrasi adalah suatu sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan anak biasa (normal) di sekolah dasar. Dalam integrasi ini, anak berkebutuhan khusus mengikuti pendidikan yang sama dengan kurikulum SLB lengkap pada kelas khusus di sekolah negeri yang melaksanakan program pendidikan terpadu.
Sekolah negeri yang menerima siswa berkebutuhan khusus yang dididik dalam satu kelas dengan anak normal adalah.
Pendidikan Inklusif
Kurikulum yang dilaksanakan dapat menggunakan Kurikulum Tingkat Unit (UTC) yang dikembangkan sekolah sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk anak normal sepenuhnya, modifikasi atau Program Pembelajaran Individual (IPP) yang dikembangkan khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Buatlah ringkasan utama yang secara filosofis menjelaskan perbedaan konsep pendidikan terpadu dan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Datanglah ke sekolah negeri yang menawarkan pendidikan inklusif, perhatikan bagaimana mereka memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kurikulumnya dapat menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang dikembangkan sekolah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk anak normal seutuhnya, modifikasi atau program pembelajaran individu (IPP) yang dikembangkan khusus untuk anak berkebutuhan khusus.
Kunci Jawaban Tes Formatif
Daftar Pustaka
Unit 3
KLASIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak-anak Berkelainan Fisik
- Berdasarkan Tingkat Ketajaman Penglihatan
- Berdasarkan adaptasi Pedagogis,
Setelah pembahasan pada subbab ini diharapkan dapat menjelaskan klasifikasi anak berkebutuhan khusus yang mempunyai kelainan fisik. Sedangkan bagi penyandang tunanetra kategori Low vision yaitu penyandang tunanetra yang mempunyai ketajaman penglihatan 6/20m-6/60m. Klasifikasi anak berkebutuhan khusus yang berkebutuhan khusus meliputi anak tunanetra (buta), anak tunarungu (tuli), dan anak cacat fisik (fisik).
Secara lebih rinci gangguan pendengaran dapat digolongkan menjadi (1) gangguan pendengaran ringan yaitu pada penyandang tunarungu yang mengalami tingkat ketulian 25-45 dB, (2).
Anak Berkelainan Mental Emosional _________________________________________
Anak Berkelainan Akademik
Dalam konteks ini, anak berbakat adalah anak yang mengalami kelainan perkembangan di atas rata-rata. Bila perlu lihat dokumentasi mengenai data siswa di sekolah, temukan anak yang mengalami gangguan akademik, khususnya anak berbakat, dan anak yang mengalami kesulitan belajar. Selain itu, Anda juga bisa melakukan observasi pada lembaga yang menangani anak berbakat dan anak kesulitan belajar.
Anak berkebutuhan khusus yang mengalami ketidakmampuan akademik dalam konteks ini meliputi anak berbakat dan anak yang mengalami kesulitan belajar khusus.
Kunci Jawaban Tes Formatif _________________________________________
Hallahan, DP & Kauffman, JM (1988), Anak Luar Biasa, Pengantar Pendidikan Khusus, edisi ke-4, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Johnson, BH & Skjorten, D Miriam (2003), Pendidikan Kebutuhan Khusus, Suatu Pengantar, terjemahan, Bandung: Program Pascasarjana UPI. Learner, JW (1985) Keterampilan Belajar, Teori, Diagnosis dan Strategi Pengajaran, edisi ke-4, Boston: Houghton Mifflin Company.
Glosarium _________________________________________
Unit 4
KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Segi Fisik
Akibat pengalaman tidak menyenangkan atau mengecewakan yang sering dialami, anak tunanetra menjadi mudah tersinggung. Anak tunanetra umumnya sangat bergantung pada orang lain dalam aktivitas kehidupan sehari-harinya. Kondisi ini umumnya normal terjadi pada anak tunanetra akibat kecacatan yang dimilikinya.
Karena kondisi tersebut, mereka memiliki ciri khas yang berbeda dengan anak normal pada umumnya.
Segi Bahasa
Sosial-emosional
Gangguan Motorik
Gangguan Sensorik
Gangguan Tingkat Kecerdasan
Kemampuan Berbicara
Emosi dan Penyesuaian Sosial
Sedangkan anak yang mengalami kelumpuhan akibat kerusakan otot motorik yang sering diderita anak pasca polio dan distrofi otot lainnya menyebabkan gangguan motorik terutama gerak, gerak di tempat dan mobilisasi. Untuk membuat ilustrasi tentang anak tunanetra harus melakukan observasi langsung terhadap anak tunanetra dan wawancara dengan guru dan orang tua siswa tunanetra. Anda perlu mengamati secara langsung aktivitas kehidupan sehari-hari anak tunarungu, sehingga dapat diperoleh gambaran nyata mengenai ciri-ciri anak tunarungu.
Gangguan pendengaran mengakibatkan anak tunarungu tidak pernah menangkap bunyi-bunyi bahasa, sehingga ketulian selalu dikaitkan dengan.
Anak Berkelainan Mental Emosional
- Intelektual
- Segi sosial
- Ciri dorongan dan emosi
- Ciri kemampuan dalam bahasa
- Ciri kemampuan dalam bidang akademis
- Ciri kepribadian
- Ciri kemampuan dalam organisme
- Mampudidik
- Mampulatih
- Perlurawat
- Karakteristik umum
- Sosial /emosi
- Karakteristik akademik
Kepribadian anak tunagrahita dari berbagai penelitian Leahy, Balla dan Zigler (Hallahan & Kauffman, 1988:69) menunjukkan bahwa anak yang merasa tunagrahita tidak percaya pada kemampuannya, tidak mampu mengendalikan dan mengarahkan dirinya sendiri, sehingga lebih bergantung pada dirinya sendiri. pada pihak eksternal (titik kendali eksternal). Kemampuan anak tunagrahita dalam mengatur dirinya sangat buruk, terutama pada anak tunagrahita berat. Anak dalam pengasuhan merupakan klasifikasi anak tunagrahita yang paling parah, dalam istilah medis disebut idiot.
Untuk membuat ilustrasi tentang anak tunagrahita ringan, sebaiknya dilakukan observasi di sekolah dan mengkaji literatur untuk memahami tanda-tanda ciri-ciri anak yang dapat menerima pendidikan.
Anak Berkelainan Akademik
- Karakteristik Intelektual
- Karakteristik Fisik-kesehatan
Pada pemeriksaan psikologi ia dinilai sebagai anak yang unggul dalam hal kemampuan intelektual atau IQ, namun pada bidang sintesa dan abstraksi ternyata jauh dibawah rata-rata normal yaitu ia dikatakan sebagai anak dengan pembelajaran khusus. kesulitan. . Untuk dapat membuat ilustrasi tentang anak berbakat intelektual, perlu dilakukan observasi dan diskusi dengan guru tentang anak berbakat dan menyesuaikannya dengan karakteristik anak berbakat dalam sumber bacaan atau literatur lain yang relevan. Untuk menggambarkan kesulitan dalam pembelajaran membaca awal, dapat dilakukan studi dokumentasi berbasis sekolah dan observasi langsung terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan membaca dan kemudian didiskusikan dengan guru dan profesional terkait lainnya.
Anak dengan kesulitan belajar tertentu mempunyai karakteristik yang unik, setiap anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda (heterogen), sehingga penanganan pada setiap anak akan berbeda pula kaitannya dengan hasil diagnosisnya.
LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Prinsip-Prinsip Layanan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Pendekatan Layanan Pendidikan
Pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami gangguan mental emosional meliputi anak tunagrahita dan anak tunagrahita. Secara umum pendekatan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ada dua, yaitu (1) pendekatan kelompok/klasik, dan (2) pendekatan individual. Pendekatan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang difokuskan pada pencapaian kompetensi lebih tepat.
Layanan berikut ini tidak cocok untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak dengan kesulitan belajar tertentu.
Fasilitas Pendidikan
- Fasilitas Pendidikan untuk Anak Tunanetra
- Fasilitas pendidikan untuk anak tunarungu
- Fasilitas pendidikan untuk anak tunagrahita
- Fasilitas pendidikan untuk anak tunadaksa
- Fasilitas pendidikan untuk anak tunalaras
Dengan menggunakan alat bantu dengar, anak tunarungu dapat berlatih mendengarkan, baik secara individu maupun kelompok. Alat bantu ini lebih cocok untuk anak tunarungu dengan gangguan pendengaran konduktif. Cermin dapat digunakan sebagai alat untuk membantu anak tunarungu belajar mengatakan sesuatu dengan artikulasi yang benar.
Sarana pendidikan bagi anak tunarungu antara lain audiometer, alat bantu dengar, mesin tik telepon, mikrokomputer, perlengkapan audio visual, tape recorder, spatula, cermin.
Identifikasi
Pada dasarnya banyak metode atau teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Teknik lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar adalah melalui tes yang dibuat oleh guru sendiri. Coba rumuskan pengertian identifikasi, definisikan anak berkebutuhan khusus di sekolah anda.
Langkah pertama dalam mencari dan mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar adalah identifikasi.
Asesmen
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan asesmen di sekolah, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Ada beberapa teknik atau metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan asesmen terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah (dasar). Silakan coba jelaskan pengertian asesmen untuk mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus di sekolah anda.
Tujuan lain yang juga sangat penting dalam pelaksanaan evaluasi anak berkebutuhan khusus adalah.
Pemberian Layanan Pendidikan