• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENYEBAB REMAJA MENGKONSUMSI OBAT BATUK UNTUK MABUK- MABUKAN DI NAGARI PASAR TAPAN KECAMATAN BASA AMPEK BALAI

KABUPATEN PESISIR SELATAN

JURNAL ILMIAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (strata I)

M. Ari Adyatma NPM 11070226

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

2016

(2)
(3)
(4)

M. Ari Adiyatma (11070226) The Cause Of Teenager Taking Cough Medicine To Hangover In Nagari Tapan Subdistricts Ampek Balai Pesisir Selatan District. Sociology Of Education Studies Program, College of Teacher Training and Education (STKIP) PGRI West Sumatra.

oleh

M Ari Adiyatma1, Aziwarti2, Yenita Yatim3

* The Sosiology education student of STKIP PGRI Sumatera west

** The Sosiology staff of sosiology education of STKIP PGRI Sumatera west

ABSTRACT

Consuming Komix cough medicine was a phenomenon that leads to deviant behavior . Where the actual reality of deviant behavior was subjective reality given by costumer about his experiences deviant behavior . The aimed of this study was to describe the causes of teenagers taking cough medicine to hangover was Nagari Tapan subdistricts Basa Ampek Balai Pesisir Selatan Districts.

The research theory was deviant behavior proposed by Edwin Sutherland . This research was qualitative descriptive method . This study described the facts description and described the causes of teenagers taking cough medicine to hangover was Nagari Tapan subdistricts Basa Ampek Balai Pesisir Selatan Districts. Selection of purposive sampling technique was used to select the informant. The data werw primary data and secondary data collected through observation, interview, and document. Techniques of data analysis were data collection, data reduction, presentation and conclusion.

The research finding concluded that the causes of the teenager taking cough medicine Komix as follows: (1) self desire, were, (2) to eliminate the boredom, (3) the influence of friends, (4) there was realand strong sanctions from the public, (5) parents do not care about their children and (6) Komix cough medicines easily available.

Key Terms: teenager, cough medicine, hangover

1 Mahasiswa Program StudiPendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

2Pembimbing I, staf pengajar Prodi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

3 Pembimbing II, staf pengajar Prodi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

(5)
(6)

M. Ari Adiyatma (110070226) Penyebab Remaja Mengkonsumsi Obat Batuk Untuk Mabuk- Mabukan Di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balaikabupaten Pesisir Selatan.

Program Studi Pendidikan Sosiologi, Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Stkip Pgri Sumatera Barat 2016.

ABSTRAK

Mengkonsumsi obat batuk komix merupakan suatu fenomena yang mengarah kepada perilaku menyimpang. Dimana realita perilaku menyimpang yang sebenarnya ialah realita subjektif yang diberikan oleh sipelaku tentang pengalamannya berperilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan di nagari pasar tapan kecamatan basa ampek balai kabupaten pesisir selatan.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori perilaku menyimpang yang dikemukakan oleh Edwin Sutherland. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggambarkan fakta-fakta membuat deskripsi dan menggambarkan penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan di nagari pasar tapan kecamatan basa ampek balai kabupaten pesisir selatan. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data data penelitian adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix yaitu sebagai berikut: (1) atas keinginan sendiri, (2) untuk menghilangkan rasa bosan, (3) pengaruh teman bermain, (4) pemberian sanksi oleh masyarakat tidak tegas, (5) orangtua tidak peduli terhadap anaknya dan (6) obat batuk komix mudah didapat

Kata Kunci: remaja, obat batuk, mabuk-mabukan

i

(7)

PENDAHULUAN

Permasalahan remaja makin hari semakin komplek dan memprihatinkan.

Apalagi di era globalisasi saat ini, semua informasi bisa didapat dengan mudah. Remaja dapat mengakses informasi melalui jaringan internet, televisi atau pengaruh lingkungannya.

Mereka mencari segala sesuatu yang belum mereka ketahui. Mereka berupaya memenuhi tuntutan akan rasa penasaran yang sangat besar. Sebaiknya remaja menyadari bahwa mereka merupakan harapan dan generasi penerus bangsa yang akan datang. Akan tetapi kenyataannya remaja tidak meyadarai itu mereka malah terjerumus ke dalam perilaku menyimpang seperti melakukan tindakan kekerasan dan mabuk-mabukan. Mereka mencontoh, meniru, dan melakukan apa yang mereka lihat. Peristiwa mabuk-mabuk yang dilakukan remaja berasal dari pengaruh lingkungan sekitarnya. Menurut Sudarsono, (2012:131) anak remaja sebagai anggota masyarakat selalu mendapat pengaruh dari keadaan masyarakat dan lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Remaja mencontoh teman-teman yang suka mabuk. Mereka tidak merasa takut karena mereka merasa bahwa mereka tidak diawasi.

Selain itu masyarakat juga tidak memiliki aturan melarang mabuk-mabukan. Hal itu membuat remaja semakin tidak takut untuk meminum minuman keras dan melakukan mabuk-mabukan.

Di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Perilaku mabuk-mabukan merupakan fenomena yang sangat aneh.

Biasanya jika seseorang ingin mabuk tentu mengkonsumsi minuman keras seperti vodka, bir tuak atau sejenisnya. Namun lain halnya dengan remaja di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai. Mereka tidak mengkonsumsi minuman keras seperti yang dilakukan pemabuk pada umumnya tapi mereka mengkonsumsi obat batuk. Obat batuk yang mereka konsumsi dapat memberikan efek teler jika digunakan dalam dosis yang besar, karena obat batuk tersebut mengandung alkohol. Supaya mereka bisa mabuk remaja meminum obat batuk komix sampai 20 sachet terkadang mereka juga mencampuri obat batuk

itu dengan obat lain (bodrex). Setelah 15 menit mereka akan merasa pusing dan mulai bertingkah aneh.

Pada hakikatnya obat batuk merupakan jenis obat untuk mengobati atau meredakan penyakit batuk. Pembuatan obat batuk bertujuan untuk membantu seseorang dalam menurunkan gejala batuk. Namun oleh remaja di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai, obat batuk digunakan untuk mabuk-mabukan. Peristiwa mabuk-mabukan seperti ini merupakan peristiwa yang baru di Nagari Tapan. Obat batuk pada umumnya termasuk jenis obat-obatan keras karena penggunaan obat batuk harus sesuai saran dokter. Menurut keputusan menteri kesehatan RI No 02306/A/VII tentang daftar obat apotik bahwa tanda khusus obat-obatan keras daftar G adalah lingkaran bulat berwarna merah dengan tepi berwarna hitam dengan hurup K yang menyentuh garis tepi. Hal itu memberi pengertian bahwa obat batuk termasuk ke dalam obat-obatan keras. Obat keras adalah obat-obatan yang ditetapkan hanya boleh diserahkan melalui resep dokter.

Perilaku remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabuk merupakan perilaku menyimpang karena mabuk-mabuk tidak dibenarkan dalam masyarakat. Mabuk- mabukan selain dapat merusak citra diri pelakunya, mabuk-mabukan juga dapat mengganggu kesehatan, merugikan orang lain dan melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Moeljatno (2007:194) penyalahgunaan minuman keras seringkali disertai timbulnya masalah-masalah. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan peminumnya saja tetapi juga merugikan masyarakat sekitarnya. Mabuk-mabukan termasuk jenis perbuatan melanggar hukum.

Menurut pasal 492 KUHP yang berbunyi “Bahwa siapa yang pada saat mabuk di muka umum dengan disertai tindakan yang mengganggu ketertiban umum, ketertiban lalu lintas dan keamanan dan lain sebagainya, maka akan dikenakan sanksi dan tindak pidana. Dengan demikian tingkah remaja mengganti minuman keras untuk mabuk- mabukan dikaji lebih lanjut. Sebab mabuk- mabukan merupakan perilaku menyimpang yang harus dibenahi. Jika hal itu dibiarkan

(8)

maka akan banyak remaja yang rusak dari segi fisik dan psikis karena mabuk-mabukan dapat mengganggu kesehatan dan meresahkan masyarakat.

Perilaku mabuk-mabukan yang dilakukan remaja sudah tidak wajar karena remaja telah menyalahgunakan pemakaian obat batuk yang seharusnya digunakan sebagai pereda batuk tapi digunakan untuk mabuk- mabukan. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat 67 remaja yang menggunakan obat batuk sebagai pengganti minuman keras. 30 orang di antaranya merupakan remaja yang sudah mengkonsumsi obat batuk secara berulang- ulang, dan 37 orang lainnya adalah remaja yang hanya sekedar mencoba-coba. Mereka mengkonsumsi obat batuk tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh teman bermainnya.

Dalam satu hari mereka mengkonsumsi sekitar 10 sampai 20 sachet. Biasanya mereka melakukannya secara berkelompok yang beranggota 4 sampai 6 orang. Mereka awalnya cuma coba-coba namun karena kuatnya pengaruh teman mereka mengkonsumsi obat batuk tersebut. Hasil observasi tersebut didapatkan setelah melakukan wawancara dengan beberapa remaja yang pernah mencoba meminum obat batuk komix untuk mabuk- mabukan.

Menurut Rio salah seorang narasumber di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan bahwa dia juga pernah mabuk- mabukan dengan mengkonsumsi obat batuk komix. Sebelumnya dia tidak mengetahui bahwa obat batuk bisa membuat orang mabuk.

Namun karena penasaran dia mencoba sendiri hingga dia menjadi teler dan kecanduan. Dia juga pernah meminumnya sampai mabuk bersama teman-temanya. Bahkan sampai tidak sadar diri karena mengalami mabuk berat.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja memperoleh informasi melalui teman-teman bermainnya yang sudah pernah mencoba. Seiring berjalannya waktu remaja mulai terpengaruh untuk mencoba. Teman bermainmerupakan media utama yang berperan penting dalam

memberikan informasi seputar minuman keras.

(Fuhrmann, 1990) mengatakan bahwa penyebab penyalahgunaan obat dengan minuman keras dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu determinan sosial (termasuk di dalamnya pengaruh keluarga, afiliasi religius, pengaruh teman bermaindan pengaruh sekolah) dan determinan personal (termasuk di dalamnya rendah diri, rasa ingin memberontak, dorongan untuk berpetualang, dorongan impulsif, rasa ingin bebas, dan kepercayaan diri yang rendah). Sedangkan alasan determinan sosial yang diungkapkan para remaja desa bahwa penyebab melakukan minum minuman keras karena kebebasan hidup atau kurangnya pengawasan orang tua mereka.

Mabuk-mabukan yang dilakukan remaja di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai sangat menarik sekali diteliti karena remaja menggunakan obat batuk komix untuk mabuk-mabukan. Hal tersebut merupakan suatu hal yang unik yang perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut. Berdasarkan uraian di atas penelitian tentang penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan perlu dikaji lebih jauh lagi.

Dengan demikian peneliti tertarik meneliti permasalahan tersebut dengan judul

“penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk untuk mabuk-mabukan di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Moleong (2010:6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, yang dilaksanakan secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan metode ilmiah. Sejalan dengan itu, Nazir (2005:54) mengatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode dalam

(9)

meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, Observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan (Bungin, 2007:118).

Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian.

Kedua, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberi jawaban atas pertanyaan (Moleong, 2010:186). Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara mendalam dimana informan dan peneliti ikut terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama dan keterlibatan peneliti dalam kehidupan informan (Bungin 2007:111). Ketiga, studi dokumen adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain.

Peneliti berusaha mendapatkan arsip-arsip dan dokumen-dokumen lain (Herdiansyah, 2012:143).

Teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu (1) pengumpulan data merupakan mencari data di lapangan dan membuat catatan lapangan tentang permasalahan yang akan diteliti. Dalam hal ini peneliti turun kelapangan untuk mengumpulkan data penelitian, (2) Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data.

Pada tahap ini semua data yang berhasil didapatkan akan dikelompokan sesuai tujuan penelitian, (3) Penyajian data dapat diartikan sebagai kumpulan data tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

Dengan penyajian data peneliti dapat

memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan berdasarkan pemahaman tentang penyajian data. Data-data yang telah dikumpulkan dan dikelompokan disusun secara sistematis agar mudah untuk dianalisis dan lebih mudah dalam penarikan kesimpulan (4) Penarikan kesimpulan dilakukan apabila data yang diteliti telah valid berdasarkan penelitian dan telah teruji kebenarannya. Sehingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Di Nagari Pasar Tapan obat batuk komix sering digunakan remaja untuk mabuk- mabukan. Hal tersebut merupakan dampak dari psikologis remaja yang berkembang ke arah yang tidak baik. Remaja telah salah dalam bergaul sehingga menjurus kepada perilaku menyimpang. Mabuk-mabukan merupakan perilaku yang sangat dilarang oleh masyarkat karena masbuk-mabukan dapat merusak diri orang yang melakukan dan menggangu ketenangan orang-orang disekitarnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minuman keras yaitu keinginan sendiri, menghilangkan rasa bosan, pengaruh teman bermain, pemberian sanksi oleh masyarakat tidak tegas, orangtua bosan menasehati anaknya dan mudahnya obat batuk komix didapatkan.

1. Keinginan Sendiri

Munculnya keinginan sendiri untuk mengonsumsi obat batuk komix disebabkan oleh faktor dalam diri remaja karena remaja merupakan masa dimana mencari jati diri sehingga mencoba segala sesuatu yang membuat dirinya penasara. Rasa penasaran mendorong remaja mengkonsumsi obat batuk komix. Sehingga tanpa mereka sadari perilaku mereka sudah menjurus kepada perilaku menyimpang. Menurut edwin sutherland perilaku menyimpang merupakan suatu hal yang dipelajari artinya remaja yang mengkonsumsi obat batuk komix mempelajari suatu hal tentang obat batuk komix dan saat mereka mengetahui bahwa obat batuk komix bisa membuat mabuk mereka mencobanya.

(10)

2. Menghilangkan Rasa Bosan

Menurut edwin sutherlan Hal-hal yang dipelajari dalam proses terbentuknya perilaku menyimpang adalah teknis penyimpangan dan petunjuk-petunjuk khusus tentang motif, dorongan, rasionalisasi dan sikap-sikap perilaku menyimpang. Remaja yang cenderung merasa jenuh atau bosan mempelajari obat batuk komix. Mereka menjadikan obat batuk komix sebagai pelarian untuk mengatasi rasa bosan mereka. Rasa bosan merupakan salah satu penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix. Remaja tidak mampu mengendalikan rasa bosan atau suntuk yang dirasakannya sehingga remaja mengkonsumsi obat batuk komix agar dapat menghilangkan rasa bosannya. Mabuk- mabukan bagi remaja di Nagari Pasar Tapan merupakan suatu cara untuk menghilangkan rasa bosan yang mereka rasakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix yaitu untuk menghilangkan rasa bosan.

3. Pengaruh Teman Bermain

Faktor lain penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix yaitu pengaruh teman bermain. Teman bermain memiliki pengaruh yang cukup kuat. Interaksi remaja antar teman bermainnya mendatangkan konsekuansi tersendiri seperti mudahnya remaja terpengaruh untuk melakukan perbuatan yang menyimpang.

Menurut teori asosiasi diferensial, perilaku menyimpang dipelajari oleh seseorang dalam interaksi dengan orang lain yang melibatkan proses komunikasi yang instan. Bagian utama dari belajar perilaku menyimpang terjadi dalam kelompok-kelompok personal yang intim dan akrab. Artinya pengaruh teman bermain memiiki resiko yang cukup besar bagi remaja dalam mengkonsumsi obat batuk komix.

4. Pemberian Sanksi Oleh Masyarakat Tidak Tegas

Masyarakat merupakan pilar utama mengontrol tingkah laku remaja. Peran

masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawasi perilaku remaja yang suka mabuk-mabukan. Di Nagari Pasar Tapan masyarakat tidak memberikan sanksi yang tegas pada remaja yang suka mabuk-mabukan dengan obat batuk komix. di Nagari Pasar Tapan remaja yang mengkonsumsi obat batuk komix hanya mendapat teguran dan ceramah dari masyarakat. Mereka tidak mendapatkan sanksi yang tegas.

Menurut edwin sutherlan perilaku menyimpang jika dilihat dari sudut pandang secara reaktif yaitu adanya reaksi dari masyarakat atau agen kontrol sosial kemudian mereka memberi cap atau tanda (labeling) terhadap si pelaku yang dikatakan menyimpang. Hal itu berarti bahwa jika pada suatu masyarakat terdapat perilaku menyimpang tindakan masyarakat sebagai agen kontrol sosial mengambil tindakan tegas. Namun di nagari pasar tapan masyarakat tidak memberikan sanksi tegas.

Reaksi masyarakat tidak memberikan efek jera pada remaja. Justru sebaliknya perilaku menyimpang yang dilakukan remaja tidak berubah. Mereka tetap mengkonsumsi obat batuk komix.

5. Orangtua Tidak Peduli Terhadap Anaknya

Orangtua juga berperan penting dalam mengontrol tingkahlaku remaja. Jika orangtua bisa memperhatikan anak-anaknya dengan baik tentu mereka bisa diawasi dan dibina dengan baik. Namun apa jadinya jika orangtua tidak peduli terhadap anaknya.

Orangtua bosan menceramahi dan mengatur anaknya sehingga mereka membiarkan anak- anaknya berperilaku menyimpang. Menurut teori asosiasi diferensial, proses mempelajari penyimpangan perilaku melalui kelompok- kelompok yang memiliki pola-pola penyimpangan sebaliknya, melibatkan semua mekanisme yang berlaku di dalam setiap proses belajar. Orangtua merupakan mekanisme yang harus terlibat didalamnya sebab perilaku menyimpang merupakan suatu hal yang dipelajari maka orangtua dapat mempelajari tindakan anak-anaknya saat

(11)

mereka berperilaku menyimpang. Dengan demikian tindakan remaja dapat diawasi.

Penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix untuk mabuk-mabukan di Nagari Pasar Tapan di sebabkan oleh orangtua yang merasa bosan menasehati anaknya. Mereka merasa jenuh karena remaja tidak mendengarkan nasehat mereka. Orangtua cenderung tidak berdaya di depan anak- anaknya. Di Nagari Pasar Tapan, para orangtua yang jenuh terhadap sikap anak yang telah melampau batas membiarkan perilaku menyimpang anaknya. Hal tersebut terjadi karena orangtua telah bosan dan tidak berdaya menghadapi sikap anak-anak remaja sehingga mereka membiarkan remaja berbuat sesuka hatinya. Sikap orangtua mencerminkkan bahwa orangtua telah bosan menasehati anak- anaknya. Mereka seolah tidak peduli terhadap remaja. Seharusnya sikap orangtua harus lebih tegas. Orang tua, disamping menegur dan menceramahi anaknya mereka harus memberikan sanksi atau hukuman kepada anak agar anak tidak melakukan mabuk-mabukan lagi.

6. Obat Batuk Komix Mudah Didapat

Salah satu faktor penyebab maraknya remaja mengkonsumsi obat batuk komix di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai disebabkan oleh mudahnya obat batuk komix didapatkan. Remaja membeli obat-obat batuk tersebut diwarung-warung yang ada di sekitar mereka. Selain itu harga obat batuk komix juga relatif murah dibandingkan dengan harga minuman keras. Hal tersebut mendorong remaja untuk membeli obat batuk komix. Jika minuman keras lebih mahal daripada obat batuk komix tentu remaja akan memilih obat batuk komix. Sebab mereka telah mempelajari banyak hal terkait obat batuk komix. Hal tersebut menjadi pemicu remaja mengkonsumsi obat batuk komix.

Jadi berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan ada 6 penyebab remaja mengkonsumsi obat batuk komix di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir selatan faktor penyebab tersebut yaitu remaja mengkonsumsi obat batuk komix atas dasar keinginan sendiri,

menghilangkan rasa bosan, pengaruh teman bermain, pemberian sanksi oleh masyarakat tidak tegas, orangtua tidak peduli terhadap anaknya dan obat batuk komix mudah didapat.

Hal tersebut terjadi karena remaja berupaya menentukan perilakunya sendiri sesuai dengan yang dia kehendaki.

Perilaku remaja sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Edwin Sutherland bahwa sebagian besar kita belajar untuk menyimpang dari suatu terhadap norma masyarakat melalui kelompok-kelompok berbeda di mana kita bergaul. Artinya penyimpangan adalah sesuatu yang dipelajari. Dengan demikian perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja merupakan suatu hal yang mereka pelajari dari kelompok mereka atau mereka dapatkan dari lingkungan mereka.

KESIMPULAN DAN SARAN

Perilaku menyimpang merupakan suatu tindakan yang keluar dari aturan yang ada dalam masyarakat. Fenomena perilaku menyimpang seringkali marak dilakukan oleh remaja salah satunya yaitu fenomena mengkonsumsi obat batuk komix oleh remaja di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir selatan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi obat batuk komix, faktor tersebut yaitu atas keinginan sendiri, untuk menghilangkan rasa bosan, pengaruh teman bermain, pemberian sanksi tidak tegas, orangtua tidak peduli terhadap anaknya, dan obat batuk komix mudah didapat

Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti menyarankan beberapa hal yaitu (1) Masyarakat harus dapat mengontrol tingkah laku remaja yang sering mabuk-mabukkan di Nagari Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan agar tidak menganggu ketertiban umum dan (2) Pemerintah, khususnya Kecamatan Basa Ampek Balai Nagari Tapan agar melakukan penertiban dan memberikan sanksi kepada remaja yang sering mabuk-mabukan di Nagari Pasar Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir.

(12)

KEPUSTAKAAN

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif:

Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik Dan Ilmu Sosial Lainnya.

Jakarta: kencana.

Herdiansyah, Haris. 2012. Metodologi Penelitian Kualitaif: Untuk Ilmu- Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Moleong, J Lexi. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sudarsono. 2012. Kenakalan Remaja. Jakarta:

Rineka cipta

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu dengan penggunaan obat batuk untuk anak yaitu Tingkat pendidikan SD, SLTP, SLTA, PT cenderung pada tingkat pengetahuan sedang.

Penelitian menyimpulkan bahwa: (1) terdapat FAKTOR KEPATUHAN MENGKONSUMSI obat terhadap kekambuhan pasien skizofrenia, (2) terdapat pengaruh dukungan keluarga terhadap

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat remaja desa

Cara Menghilangkan Wasir Saat Hamil Yang terbaik tanpa operasi dan mujarab yaitu dengan mengkonsumsi obat Wasir Untuk Ibu Hamil AMBEJOSS terbuat dari bahan Tradisional

“Sejauh ini kontrol pemerintah setempat sudah epektif yang dimana para remaja sudah berkurang menyalahgunakan obat komix dikarenakan para penjual sudah tidak terlalu banyak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi WOM judi online di kalangan remaja adalah sebagai berikut: melihat teman bermain, kesaksian teman-teman

Penyebab dari kenakalan remaja dari faktor internal adalah keinginan untuk terlihat sebagai remaja gaul dan keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru..

3 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Dalam Mengkonsumsi Obat Antihipertensi Di Puskesmas Jatinom Handayani, Nurhasini dan Aprilia, 2019 Tidak ditemukannya