• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan

N/A
N/A
shafa azzahra

Academic year: 2024

Membagikan "Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu kecamatan di Kota Cianjur yang memiliki jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi khususnya di Keluarahan Bojong (BPS Kabupaten Cianjur,2022). Sehingga hal tersebut akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah di wilayah tersebut. Berdasarkan Permen PU No. 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, pengurangan sampah mulai dari sumber merupakan tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Timbulan sampah yang tinggi tanpa adanya pengurangan disumber dapat menimbulkan permasalahan serius. Salah satu kelurahan di Kecamatan Karangtengah yang tidak melalukan pengurangan sampah di sumber dan juga tidak terdapat pengelolaan sampah di wilayahnya ialah Kelurahan Bojong, Kecamatan Karangtengah. Tidak dilakukannya pengurangan di sumber akan berdampak pada tingginya timbulan sampah yang masuk ke TPA. Pengelolaan sampah yang dapat digunakan untuk mengantisipasi permasalahan sampah di Kelurahan Bojong ialah Tempat Pengelolaan Sampah 3R ( Reduce, Reuse, dan Recycle ). Pada penelitian ini diteliti besar timbulan sampah, komposisi sampah dan karakteristik sampah di Kelurahan Bojong dengan melalukan sampling yang mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan yang dilakukan selama 8 hari berturut-turut. Timbulan sampah dan komposisi sampah yang diperoleh akan menjadi data untuk merencanakan TPS 3R, dari hasil penelitian diperoleh rata-rata volume sampah di Kelurahan Bojong pada satuan berat sebesar 0,22 kg/orang/hari dan pada satuan volume sebesar 2,06 liter/orang/hari dengan komposisi sampah didominasi oleh sampah organic (khususnya sisa makanan) yaitu sebesar 43%, 19% kertas dan 14% logam. Karakteristik sampah yang di hasilkan di Kelurahan Bojong berdasarkan uji laboratorium yaitu kadar karbon dan nitrogen, didapatkan rasio C/N sampah sebesar 27,74%, kadar air pada sampah sebesar 69,47%, dan kadar abu pada sampah sebesar 27,74%. Dari karakteristik sampah tersebut memungkinkan penggunaan teknologi kompos pada TPS 3R yang akan dibangun dengan mempertimbangkan pengurangan kadar air dari sampah yang akan dikomposkan. Pembangunan TPS 3R ini mengacu pada Permen Pu No.03 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan TPS 3R T.A 2023.

(2)

ABSTRACT

Karangtengah District is one of the sub-districts in Cianjur City which has a high population and population growth rate, especially in Bojong District (BPS Kabupaten Cianjur, 2022).

So that it will affect the amount of waste generation in the area. Based on Minister of Public Works No. 3 of 2013 concerning the Implementation of Waste Infrastructure and Facilities in Handling Household Waste and Household-like Waste, waste reduction starting from the source is the responsibility of all parties, both the government and the community. High waste generation without any reduction at the source can cause serious problems. One of the urban villages in Karangtengah District that does not reduce waste at source and also does not have waste management in its area is Bojong Village, Karangtengah District. Not reducing the source will have an impact on the high generation of waste that goes to the TPA. Waste management that can be used to anticipate waste problems in Bojong Village is the 3R Waste Management Site (Reduce, Reuse, and Recycle). In this study, the amount of waste generation, composition and characteristics of waste generation in Bojong Kelurahan was investigated using sampling referring to SNI 19-3964-1994 concerning the method of taking and measuring samples of urban waste generation and composition which was carried out for 8 consecutive days. Waste generation and the composition of the waste obtained will become data for planning TPS 3R, from the research results it is obtained that the average volume of waste in Bojong Village in a unit weight is 0.22 kg/person/day and in a unit volume is 2.06 liters/person / day with the composition of waste dominated by organic waste (especially food waste) that is equal to 43%, 19% paper and 14% metal. Based on laboratory tests, the characteristics of the waste produced in Bojong Village are carbon and nitrogen content, the C/N ratio of waste is 27.74%, the water content in the waste is 69.47%, and the ash content is 27.74%. From the characteristics of the waste, it is possible to use compost technology in TPS 3R which will be built by considering reducing the water content of the waste to be composted. The construction of TPS 3R refers to Permen Pu No.03 of 2013 concerning Implementation of Waste Infrastructure and Facilities in Handling Household Waste and Household-like Waste and Technical Instructions for Implementation of TPS 3R T.A 2023.

Referensi

Dokumen terkait

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH:. ( DPA

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui timbulan dan komposisi sampah kemudian merencanakan pengelolaan sampah terpadu berupa pewadahan dan pengumpulan sampah

1) Sebaran timbulan sampah pemukiman didapatkan berdasarkan 7 kelurahan yaitu kelurahan Kricak, Bener, Bumijo, Tegalrejo, Pakuncen, Wirobrajan dan Notoprajan. Komposisi

Perencanaan tipikal TPS 3R dan pemanfaatan sampah rumah tangga di Kecamatan Medan Denai membutuhkan data jumlah timbulan sampah rumah tangga yang dapat di diketahui

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber timbulan sampah domestik, mengetahui komposisi sampah di 7 RW yang tidak terlayani berdasarkan komposisi sampah di Kelurahan

Metode yang akan digunakan di TPS 3R untuk mengelola sampah di kawasan perdesaan dapat dipilih sesuai dengan karakteristik masyarakat masing-masing daerah, kondisi

dari segi teknis, lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya. d) Identifikasi kondisi eksisting timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah dari berbagai sumber sampah di

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03/PRT/M/2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PRASARANA DAN SARANA PERSAMPAHAN DALAM PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH