• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyuluhan pemberian pupuk kompos daun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penyuluhan pemberian pupuk kompos daun"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Dengan karunia Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tugas terakhir ini saya persembahkan kepada. Saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa sepanjang keyakinan saya, dalam naskah TA ini tidak ada karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar akademik di suatu universitas, dan tidak ada karya atau pendapat yang pernah diajukan. telah ditulis atau diterbitkan oleh hal lain kecuali yang ditulis secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan atau daftar pustaka. Saran pemberian pupuk kompos daun talas pada tanaman sawi (Brassicca juncea L) di Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan dosis kompos daun talas sebagai suplemen nutrisi terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal akhir skripsi yang berjudul “Pedoman Penggunaan Pupuk Kompos Daun Talas pada Tanaman Sawi (Brassicca juncea L) di Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung Provinsi Gayo Kabupaten Lues Aceh. Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak terkait.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa pengaruh pemberian pupuk kompos daun talas dengan takaran berbeda terhadap pertumbuhan tanaman sawi? Menyusun rencana penyadaran pemberian pupuk kompos daun talas di Kelompok Tani Bur Bulet, Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Cara meningkatkan pengetahuan petani tentang pengaruh penggunaan pupuk majemuk daun talas pada tanaman sawi di Kelompok Tani Bur Bulet Desa Marpunge Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.

Tujuan

Manfaat

Penelitian ini dilakukan oleh Wiji Lestari, Achmadmulyadi Sirojul dan Asnawati (2013) dengan judul “Pengaruh kompos limbah talas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon di tanah aluvial”. Peningkatan produksi melon tidak hanya ditentukan oleh budidaya yang tepat. teknik tetapi juga ditentukan oleh faktor tanah. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian kompos limbah talas sebanyak 2448 g/polibag memberikan rata-rata tertinggi pada variabel pengamatan volume akar (13,5 cm), berat kering ujung tanaman (19,41 g), berat buah (972,23 g) dan diameter buah ( 11,95 cm), namun tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk kompos limbah talas pada dosis 1781 g/polibag pada variabel berat buah dan diameter buah, sehingga dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa efisiensi pemberian pupuk limbah talas pada tanaman pertumbuhan dan produksi tanaman melon pada tanah aluvial pada tanah aluvial sebanyak 1781 g/polibag pupuk limbah talas. Penelitian ini dilakukan oleh Sudirman Almi dan Noor Jannah (2019) dengan judul “Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L).” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kompos dan dosis kompos serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.

Faktor pertama adalah jenis pupuk kompos (K) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu: kompos kotoran sapi (K1), kompos kotoran ayam (K2) dan kompos kotoran kambing (K3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kompos (D) yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu : tanpa pemberian dosis pupuk kompos (d0), pupuk kompos 35 g/bag (d1), 52,5 g/bag dari pupuk kompos. pupuk kompos (d2) dan pupuk kompos 70 g/polibag (d3). Penelitian ini dilakukan oleh Istiqomah dan Army Dita Serdani (2018) dengan judul “Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L. Var.

Aspek Teknis .1 Pupuk kompos .1 Pupuk kompos

  • Daun Talas
  • Tanaman sawi

Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah dengan menambahkan bahan organik pada tanah. Tanah yang cukup mengandung humus dan air dengan pH antara 5,5-5,6 sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman talas. Dalam menanam tanaman talas ada hal yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu tanaman ini harus mendapat sinar matahari penuh pada masa pertumbuhannya.

Oleh karena itu tanaman talas ditanam pada tempat terbuka, karena jika ditanam pada tempat terlindung yang tidak mendapat sinar matahari maka tanaman talas tidak akan tumbuh dengan baik dan produksinya tidak akan maksimal. Penyiraman di bawah sinar matahari penuh minimal 11 jam per hari sangat baik untuk pertumbuhan tanaman talas (Chandraolic, 2010). Tanaman talas merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang mempunyai peranan strategis tidak hanya sebagai sumber pangan dan bahan baku industri, namun juga sebagai pakan ternak.

Morfologi Tanaman Sawi a. Akar

Setiap bunga terdiri daripada empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota kuning terang, empat benang sari dan satu putik berongga ganda (Rukmana, 2007).

Syarat Tumbuh Tanaman Sawi a. Iklim

Biji sawi hijau berbentuk bulat, berukuran kecil, permukaan halus mengkilat, agak keras, dan berwarna hitam kecoklatan (Cahyono, 2003). Tanah yang cocok untuk menanam sawi adalah tanah yang gembur, banyak mengandung humus, subur dan mempunyai drainase air yang baik. Pada tanah yang mengandung liat, perlu dilakukan pengolahan tanah cukup dalam dengan menambahkan pasir dan pupuk organik dalam jumlah (dosis) yang banyak (Rukmana, 2007).

Sifat biologi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah tanah yang banyak mengandung bahan organik (humus) dan berbagai unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, dan di dalam tanah terdapat mikroorganisme tanah atau organisme tanah yang menguraikan bahan organik. , sehingga sifat biologis tanah yang baik akan meningkatkan pertumbuhan tanaman (Cahyono, 2003).

Budidaya Tanaman Sawi a. Persemaian

  • Aspek Penyuluhan .1 Penyuluhan Pertanian .1 Penyuluhan Pertanian
    • Sasaran Penyuluhan Pertanian
    • Materi Penyuluhan Pertanian
    • Sinopsis dan LPM Penyuluhan Pertanian
    • Media Penyuluhan Pertanian
    • Metode Penyuluhan Pertanian
    • Evaluasi Penyuluhan Pertanian
    • Pengetahuan
  • Kerangka pikir
  • Metode Kajian
    • Alat dan Bahan
    • Cara Pembuatan Pupuk Kompos
    • Rancangan Kajian

Sistem penyuluhan pertanian selanjutnya disebut penyuluhan yang mengembangkan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, dan pengetahuan pelaku utama dan pelaku usaha. Media penyuluhan adalah segala macam benda yang mengandung pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan pertanian adalah suatu cara/teknik pemberian materi penyuluhan oleh penyuluh pertanian kepada pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mengetahui, mau dan mampu membantu serta mengorganisir diri untuk mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya. . untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup (Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 2009).

Evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian merupakan upaya penilaian suatu kegiatan oleh seorang evaluator, dengan cara mengumpulkan dan menganalisis secara sistematis informasi mengenai; perencanaan, pelaksanaan, hasil dan dampak kegiatan. Evaluasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian merupakan alat manajemen yang berorientasi pada tindakan dan proses. Evaluasi penyuluhan pertanian digunakan untuk memperbaiki kegiatan saat ini dan masa depan seperti dalam perencanaan program, pengambilan keputusan dan pelaksanaan program untuk mencapai kebijakan penyuluhan yang lebih efektif (Ban & Hawkins, 1990).

Gambar 2.1 Kerangka Pikir TUJUAN
Gambar 2.1 Kerangka Pikir TUJUAN

Parameter yang diamati

  • Menentukan Metode Penyuluhan
  • Analisa Data
  • Metode Perancangan Penyuluhan .1 Menentukan Tujuan Penyuluhan
    • Menentukan Sasaran Penyuluhan
    • Menentukan Materi Penyuluhan
    • Pelaksanaan Penyuluhan
    • Menentukan Media Penyuluhan
  • Metode Implementasi/Uji Coba Rancangan .1 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
    • Persiapan penyuluhan
  • Metode Evaluasi Rancangan .1 Menetapkan Responden
    • Menentapkan Tujuan Penyuluhan
    • Menetapkan Metode
    • Menetapkan Skala
    • Menetapkan Instrumen
    • Uji Validitas dan Reabilitas
    • Teknik Analisa Data Evaluasi Penyuluhan
  • Jumlah Daun
  • Berat basah
    • Kondisi Wilayah dan Batas Wilayah Desa Marpunge
    • Penduduk Dan Mata Pencaharian
  • Perancangan Penyuluhan .1 Tujuan Penyuluhan .1 Tujuan Penyuluhan
    • Sasaran Penyuluhan
    • Materi Penyuluhan Pertanian
    • Media Penyuluhan Pertanian
    • Metode Penyuluhan Pertanian
  • Implementasi Penyuluhan .1 Lokasi dan Waktu .1 Lokasi dan Waktu
    • Sasaran Penyuluhan
    • Persiapan Penyuluhan
    • Pelaksanaan Penyuluhan
    • Pelaksanaan Evaluasi Penyuluhan
  • Pembahasan Hasil Implementasi dan Evaluasi Penyuluhan .1 Hasil penelitian .1 Hasil penelitian
    • Implementasi Penyuluhan
    • Evaluasi Penyuluhan
  • Rencana Tidak Lanjut
  • Saran

Tujuan dari upaya sosialisasi yang akan dilakukan adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang produksi kompos daun talas dan penerapannya pada tanaman sawi di wilayah Desa Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Materi yang disampaikan mengenai pembuatan kompos dari daun talas dan penerapannya pada tanaman sawi. Penentuan tujuan dilakukan melalui penyuluhan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani Bur Bulet mengenai pembuatan kompos daun talas dan penerapannya pada tanaman sawi.

Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian kompos daun talas tertinggi dicapai pada perlakuan P3 (750 gram) dan terendah pada perlakuan kontrol (P0). Pemberian pupuk kompos daun talas diduga dapat meningkatkan tinggi tanaman karena kompos tersebut mengandung unsur N. Hasil analisis ragam (ANOVA) rata-rata berat basah antar perlakuan. pemberian pupuk kompos terhadap berat basah tanaman sawi berpengaruh nyata pada pengamatan umur 28 HST.

Hal ini diduga pada perlakuan P3 750 gram pemberian pupuk kompos daun talas dapat meningkatkan berat basah tanaman sawi karena kompos tersebut mengandung unsur N. Tujuan jangka pendek dari penyuluhan yang akan dilakukan adalah untuk memberikan informasi masyarakat tentang pengaruh pemberian pupuk kompos daun talas daun talas terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah petani bisa memanfaatkan kompos daun talas untuk menanam sawi.

Berdasarkan Tabel 5.4 terlihat bahwa nilai tertinggi pada perlakuan kompos daun talas adalah 750 gram/tanaman. Konsultasi dilakukan dengan tujuan agar peserta mengetahui cara pembuatan dan pemanfaatan kompos daun talas. Evaluasi lanjutan dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai cara membuat dan menggunakan pupuk kompos daun talas.

Rencana tindak lanjutnya berdasarkan sosialisasi dan evaluasi sosialisasi yang dilakukan mengenai pembuatan kompos daun talas, sebagai berikut. Rencana sosialisasi yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pembuatan dan penerapan pupuk kompos daun talas. Perlu adanya pendampingan kepada petani agar petani bersedia menggunakan pupuk kompos daun talas dalam usahataninya.

Tabel 4.1. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi pada berbagai Umur Pengamatan  Umur Pengamatan
Tabel 4.1. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi pada berbagai Umur Pengamatan Umur Pengamatan

Kegiatan Penyuluhan Pertanian yang Direncanakan (di isi dari hasil

Sebagai dasar dan tata cara penentuan metode penyuluhan pertanian) di Kelompok Tani Bur Bulet Desa Marpunge Kecamatan Putri Betung.

Keadaan (Latar Belakang) Pelaku utama / Pelaku usaha Sasaran(di isi dari hasil identifikasi

Penetapan Metoda (danTeknik) Penyuluhan Pertanian dan Rencana Pelaksanaannya

PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MUSTRAIN (Brassica junceaL.). Perlakuan jenis pupuk kompos berbeda nyata terhadap bobot segar tanaman sawi, namun tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman. Kompos Daun Talas dan dapat menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Pupuk Kompos Daun Talas.

Tujuan penyuluhan: Meningkatkan pengetahuan sasaran dalam hal pembuatan dan pengolahan daun talas menjadi pupuk kompos.

PETUNJUKPENGISIAN

  • Cara pembuatan
  • Tingkat keberhasilan pupuk kompos daun talas
  • Cara pengaplikasian pupuk kompos daun talas

6 Kompos daun talas kaya akan unsur hara kalium (K) 7 Kompos daun talas dapat memperbaiki struktur tanah 8 Kompos daun talas dapat meningkatkan produktivitas. 10 Persamaan pembuatan pupuk kompos daun talas adalah 20 kg daun talas dan 10 liter air bersih dicampur em 4 secukupnya. 11 Dalam pembuatan pupuk digunakan daun Taals. Pupuk kompos baik digunakan karena beberapa alasan, seperti tidak merusak lingkungan, tidak memerlukan biaya yang besar, proses produksinya sederhana dan bahan-bahannya tidak sulit didapat.

Salah satu bahan yang dapat dijadikan kompos adalah daun talas, karena unsur K sebagian besar terdapat pada daun talas. Pemanfaatan limbah talas sebagai bahan kompos sangat menguntungkan karena bahannya mudah didapat dan tersedia dalam jumlah banyak, hal ini dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang cocok guna mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia. Hal ini menjadi suatu sistem pemanfaatan daun talas untuk dijadikan pupuk dan sebagai upaya mengatasi permasalahan daun talas yang tidak terpakai. Pupuk kompos siap pakai dengan ciri tidak berbau, pada permukaan kompos setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklat kehitaman.

Pupuk kompos daun talas tanpa campuran untuk aplikasi tanam pertama Pupuk kompos daun talas dosis 750 gram l. Judul : Pengaruh pemberian kompos daun talas terhadap pertumbuhan dan produksi sawi Tujuan : Untuk menambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir TUJUAN
Gambar 3.1 Denah Rancangan Percobaan  3.2.4  Populasi dan sampel
Gambar 3.2 Sampel Perlakuan
Tabel 4.1. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi pada berbagai Umur Pengamatan  Umur Pengamatan
+7

Referensi

Dokumen terkait

meet sesuai kondisi  Peserta didik mengisi absensi yang telah disiapkan guru di GC, guru mengeceknya sebagai sikap disiplin  Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam