KEBERADAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DALAM MENUNJANG ILMU PENGETAHUAN DI ERA GLOBAL
Nesa Amelia Subekti Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta
ABSTRAK
Bahasa merupakan budaya dari masyarakat yang berfungsi sebagai alat komunikasi. Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan sekecil-kecilnya, sehingga kita dapat menguasai ilmu tersebut. Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan ilmu teknologi memiliki kedudukan yang penting dalam perkembangannya. Era globalisasi menciptakan ruang yang tak terbatas antar negara, sehingga budaya dari satu negara dan negara lain dapat dengan mudah keluar masuk. Begitu pula dengan pengaruh bahasa Inggris terhadap bahasa Indonesia sebagai alat untuk menunjang
Kata kunci: bahasa, ilmu pengetahuan, era globalisasi ABSTRACT
Language is a culture of society that functions as a communication tool. In the field of science and technology, language functions as a vehicle to convey information quickly and as small as possible, so that we can master the knowledge. Language as a tool to convey technology has an important position in its development. The era of globalization creates unlimited space between countries, so that cultures from one country and another can easily enter. Similarly, the influence of English on Indonesian as a tool to support science.
Keywords: language, science, era of globalization
PENDAHULUAN
Bahasa dikatakan sebagai media komunikasi. Tanpa bahasa manusia tidak akan mampu berkomunikasi antar yang satu dengan yang lainnya. Karena bahasa dianggap penting, maka dalam hal ini kita dipandang perlu untuk memahami dan mempelajari bahasa, baik berbahasa dalam lisan maupun tulisan. Selain bahasa sebagai media komunikasi, bahasa juga dipandang sebagai alat yang digunakan manusia untuk mengembangkan budayanya. Tanpa bahasa tidak aka nada
kemajuan budaya di muka bumi ini.
Bahasa itu manusiawi, artinya hanya manusia yang mampu menghasilkan bahasa (Rahmawati, 2015).
Bahasa indonesia merupakan salah satu dari 6912 bahasa di dunia yang dianugerahkan bagi bangsa Indonesia sebagai bahasa pengantar kehidupan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia mengantarkan bangsa Indonesia ke salah satu bangsa yang memiliki bahasa negara.
Seluruh negara di dunia tidak serta merta memiliki bahasa negara, salah satu
contohnya Singapura, Suriname, Afrika, dan Timor Leste
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dapat membuat pergeseran pada bahasa Indonesia. Di era global ini tidak hanya bahasa Indonesia saja yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Bahasa Indonesia dituntut mampu bersaing dengan bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Inggris. Meskipun begitu, perkembangan bahasa Indonesia di dalam negeri cukup pesat, perkembangan di luar negeri pun sangat menggembirakan. Data terakhir menunjukkan setidaknya 52 negara asing telah membuka program bahasa Indonesia (Indonesia Language Studies). Bahkan, perkembangan ini akan semakin meningkat setelah terbentuk Badan Asosiasi Kelompok Bahasa Indonesia Penutur Asing di Bandung.
Walaupun perkembangan bahasa Indonesia semakin pesat di satu sisi, di lain sisi peluang dan tantangan terhadap bahasa Indonesia semakin besar pula.
Berbagai peluang bahasa Indonesia dalam era globalisasi ini antara lain adanya dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk peran media masa. Muslich
(2010) menyebutkan tentang
perkembangan bahasa Indonesia di dalam dan luar negeri. Seiring dengan perkembangan bahasa Indonesia di dalam negeri yang terus meningkat maka perkembangan bahasa Indonesia di luar negeri pun terus mengalami perkembangan.
Di era global ini mempelajari bahasa lain sangat diperlukan, terutama bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional. Namun, masyarakat harus dapat memposisikan bahasa Inggris dalam bidang ilmu pengetahuan dengan
sebagaimana mestinya. Jangan sampai keberadaan bahasa Inggris dapat menjadikan budaya Indonesia luntur, terutama di era global ini.
KAJIAN TEORI
Bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa (khususnya pelajar dan mahasiswa) terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap.
Tanpa adanya bahasa ilmu pengetahuan tidak dapat tumbuh dan berkembang (Sunaryo, 2000: 6). Selain hal tersebut bahasa didalam struktur budaya merupakan akar dari berkembangnya sebuah kebudayaan sekaligus sarana berpikir dan pendukung perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Tanpa adanya bahasa maka baik ilmu pengetahuan maupun teknologi tidak dapat berkembang.
Era globalisasi akan menyentuh semua aspek kehidupan, termasuk bahasa.
Bahasa yang semakin global dipakai oleh semua bangsa di dunia ialah bahasa Inggris, yang pemakainya lebih dari satu miliar. Akan tetapi, sama hanya denga bidang-bidang kehidupan laian, sebagaimana dikemukakan oleh Naisbitt (dalam Kusumawati, 2018:72) dalam bukunya yang berjudul Global Paradox, akan terjadi paradoks-paradoks dalam berbagai komponen kehidupan, termasuk bahasa pribumi dan Bahasa Inggris, misalnya, walaupun pemakainya semakin besar sebagai bahasa kedua, masyarakat
suatu negara akan semakin kuat juga memempertahankan bahasa ibunya.
PEMBAHASAN
A. Keberadaan Bahasa Indonesia di Era Global
Di era globalisasi ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak cocok dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh dari luar atau pengaruh asing ini sangat besar kemngkinannya terjadi pada era globalisasi ini. Adanya alat komunikasi yang semakin canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Sudah barang tentu, hal ini semua menyangkut pemakaian bahasa Indonesia yang disiplin, pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya.
Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit.
Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Sebagaimana dikemukakan oleh Saddhono (2006:3) bahwa bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan pikiran- pikiran dari seseorang kepada orang lain.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa
dengan menggunakan bahasa tertentu, pembicara akan dikenali siapa jati dirinya.
Jati diri bahasa Indonesia memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sederhana.
Tatabahasanya mempunyai sistem sederhana, mudah dipelajari, dan tidak rumit. Kesederhanaan dan ketidakrumitan inilah salah satu hal yang mempermudah bangsa asing ketika mempelajari bahasa Indonesia. Setiap bangsa asing yang mempelajari bahasa Indonesia dapat menguasai dalam waktu yang cukup singkat. Namun, kesederhaan dan ketidakrumitan tersebut tidak mengurangi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia dalam pergaulan dan dunia kehidupan bangsa Indonesia di tengah-tengah pergaulan antarbangsa. Bahasa Indonesia telah membuktikan diri dapat dipergunakan untuk menyampaikan pikiran-pikiran yang rumit dalam ilmu pengetahuan dengan jernih, jelas, teratur, dan tepat.
Bahasa Indonesia menjadi ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat diandalkan di tengah-tengah pergaulan antarbangsa pada era globalisasi ini. Bahkan, bahasa Indonesia pun saat ini menjadi bahan pembelajaran di negara-negara asing seperti Australia, Belanda, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Cina, dan Korea Selatan.
Salah satu wujud untuk mempertahankan bahasa Indonesia ini dapat dilihat dalam pembelajaran bahasa Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan kemampuan bersastra. Seperti yang dijelaskan Saddono (2012:178) bahwa dalam setiap kegiatan pembelajaran, empat keterampilan berbahasa, yaitu
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis selalu muncul. Aktivitas membaca merupakan awal dari setiap pembelajaran bahasa. Dengan membaca, peserta didik dilatih mengingat, memahami isi bacaan, meneliti kata-kata istilah dan memaknainya. Selain itu, peserta didik juga akan menemukan informasi yang belum diketahuinya. Dari hasil membaca, peserta didik dilatih berbicara, bercerita dan mampu mengungkapkan pendapat juga membuat kesimpulan. Dengan menulis, peserta didik dapat merefleksikan hasil bacaan dan pengamatannya. Dengan menyimak, peserta didik dapat mengkomparasikan pengetahuannya dengan berbagai hal yang disimak.
Dengan berbicara, peserta didik dapat mengaktualisasikan pengetahuannya dalam bentuk komunikasi dengan orang lain. Dengan kemampuan bersastra, peserta didik dapat menampilkan nilai estetis dari bahasa, baik lisan maupun tulisan. Untuk menopang semua itu, guru bahasa Indonesia harus dapat memotivasi peserta didik agar rajin membaca, termasuk membaca surat kabar. Dengan membaca surat kabar, mereka mampu beropini, baik di kelas pada waktu belajar atau melalui majalah dinding (mading) yang ada di sekolahnya. Selanjutnya, siswa pun mampu beropini melalui media cetak. Saat ini media yang khusus untuk bacaan pelajar memang masih sangat sedikit, karena surat kabar terlalu didominasi media cetak hiburan. Dengan membaca surat kabar setiap hari, ilmu pengetahuan peserta didik akan bertambah. Tanpa disadari sebenarnya mereka juga sedang belajar bahasa Indonesia. Setelah gemar membaca, peserta didik juga perlu dimotivasi untuk
hobi menulis, menyimak, berkomunikasi dan bersastra.
Hal ini sependapat dengan Saddhono (2014) dalam bukunya yang berjudul Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia, bahwa dengan adanya keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat meningkatkan kemampuan berbahasa.
B. Keberadaan Bahasa Inggris di Era Global
Seperti yang kita tahu, bahasa Inggris sangat mendominasi semua aspek dalam komunikasi antar bangsa. Tidak bisa dipungkiri jika bahasa Inggris sangat diperlukan di masa ini, karena bahasa Inggris telah diakui dan disepakati secara Internasional sabagai bahasa resmi yang digunakan secara universal baik dalam dunia teknologi, pendidikan, ekonomi, politik, budaya dan berbagai bidang lainnya.
Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global.
Dengan kemampuan bahasa inggris yang baik, akan terbuka banyak kesempatan untuk memperoleh perkerjaan yang baik terutama di perusahaan
multinasional yang memang
mensyaratkan kemampuan bahasa inggris yang baik, untuk memperluas pergaulan di dunia internasional dan dapat bersaing di era globalisasi.
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang diterima secara universal karenanya bahasa Inggris juga memiliki peran penting dalam aspek akademik, misalnya pada pendidikan level perguruan tinggi dalam beberapa mata kuliah telah mengharuskan penggunaan literatur berbahasa asing khususnya bahasa Inggris. Dalam hal ini penguasaan bahasa Inggris sangat penting karena tidak sekedar menerjemahkan akan tetapi juga memahami. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris mahasiswa ini nantinya juga dapat digunakan sebagai wadah persiapan diri menghadapi dunia kerja, salah satunya bersaing dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Penting bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Mengingat kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting di era persaingan global yang didukung dengan kemajuan teknologi. Kemahiran berbahasa Inggris berkaitan erat dengan persaingan ekonomi untuk memenangkan persaingan global.
C. Peran Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam Menunjang Ilmu Pengetahuan di Era Global Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan nasional kita. Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Dalam buku ilmu pengetahuan terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan bahasa, kita dapat
menguasai ilmu tersebut. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa, karena meupakan bahasa negara.
Hal ini tertulis dalam UUD No 24 tahun 2009 pasal 36 yang berbunyi “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional digunakan untuk berkomunikasi dalam segala aspek bidang terutama ilmu pengetahuan. Dengan bahasa Indonesia semua masyarakat yang berasal dari daerah yang berbeda dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Dalam bidang pendidikan bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pembelajaran.
Bahasa Indonesia juga berperan sebagai bahasa pengantar di lembaga- lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) sampai dengan lembaga pendidikan tertinggi (perguruan tinggi) di seluruh Indonesia, kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu (Muslich, 2012). Bahasa Indonesia di dalam proses pembelajaran merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarakan pada tinggkat pendidikan dasar, menengah sampai jenjang perguruan tinggi (Andyani dkk, 2016:162)
Sama halnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga memiliki peranan yang penting terutama di era global ini. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangat diperlukan, baik dalam teknologi komunikasi maupun dalam interaksi secara langsung. Sebagai sarana komunikasi global bahasa Inggris harus dapat dikuasai dengan baik secara lisan maupun tulis. Untuk itu mempelajari bahasa Inggris juga perlukan, karena
bangsa Indonesia harus mampu bersaing di era global ini dengan bangsa-bangsa lain.
D. Dampak Pengunaan Bahasa Inggris Disamping Penggunaan Bahasa Indonesia
Dewasa ini, bahasa inggris merupakan bahasa yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Bukan saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh penjuru dunia. Karena saat ini merupakan zaman globalisasi dan bahasa internasional yang digunakan adalah bahasa inggris. Jadi tidak bisa dipungkiri jika masyarakat di seluruh dunia terutama Indonesia sangat berminat untuk belajar bahasa inggris.
Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa internasional Bahasa Inggris. Untuk bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang dari negara lain, orang tersebut pasti menggunakan bahasa inggris, tidak terkecuali orang indonesia. Bahasa inggris, dimana merupakan bahasa asing di negara indonesia, mempunyai peranan besar bagi indonesia itu sendiri. Pengaruh yang diberi pun beraneka ragam, ada yang memberikan pengaruh positif dan tidak jarang juga ada yang memberikan pengaruh negatif. Berikut dampak positif dan negatif dari penggunaan bahasa Inggris disamping penggunaan bahasa Indonesia.
1. Dampak Positif
Dengan keberadaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, pendidikan indonesia mulai dari taman bermain sampai dengan universitas memiliki kurikulum dan pelajaran tentang bahasa inggris. ini dilakukan agar sumber daya manusia indonesia dapat ikut andil dalam
globalisasi dunia, pengaruh yang cukup positif bukan.
Selain itu dengan mempelajari bahasa Inggris, masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan di dunia. Karena bahasa inggris adalah bahasa internasioanal, maka dapat lebih mudah mengikuti perlembangan di dunia dengan dapat menggunakan bahasa inggris.
Perkembangan bahasa Indonesia yang akan mengikuti saluran perdagangan internasioanal menjadi lancar.
2. Dampak Negatif
Pengaruh negatif dari pemakaian bahasa Inggris yaitu cara pemakaian bahasa menjadi campur aduk. Bahasa Indonesia dikombinasikan dengan bahasa Inggris. Banyak anak – anak sekarang yang merasa lebih percaya diri dan gaul jika menggunakan bahasa campur aduk tersebut atau yang belakangan ini sedang viral disebut bahasa anak Jaksel (Jakarta Selatan).
Selain itu, bahasa Inggris sekarang ini sudah mulai menggeser bahasa Indonesia.
Masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa inggris, terlebih lagi para pelajar lebih banyak ikut kursus bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia, maka dengan demikian bahasa Indonesia lama- kelamaan akan tergeser oleh bahasa Inggris. Solusi agar sikap nasionalisme berbahasa indonesia tidak berkurang adalah saat masyarakat lebih banyak menggunakan bahasa inggris, maka secara langsung ataupun tidak langsung sikap nasionalisme terhadap bahasa Indonesia atau bahasa daerah sedikit demi sedikit akan berkurang.
SIMPULAN
Dalam era globalisasi ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas- jelas tidak sesuai dan bahkan tidak cocok dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Namun, hal ini tidak lantas membuat setiap warga negara menutup diri untuk tidak mempelajari bahasa lain.
Di era global ini mempelajari bahasa lain sangat diperlukan, terutama bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional. Seperti yang kita tahu, bahasa Inggris sangat mendominasi semua aspek dalam komunikasi antar bangsa.
Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global.
Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris digunakan secara beriringan dalam menunjang ilmu pengetahuan di Indonesia. Tanpa bahasa Indonesia masyarakat akan sulit untuk menerima segala informasi yang disampaikan, namun tanpa bahasa Inggris pembelajaran, bangsa Indonesia dapat dikatakan akan ketinggalan dan sulit bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya. Kedua bahasa harus saling melengkapi sehingga penyampaian ilmu pengetahuan dan komunikasi menjadi lebih mudah untuk diterima oleh segala lapisan masyarakat.
Khususnya penggunaan kedua bahasa tersebut harus diterapkan dengan beriringan di ruang lingkup pendidikan sebagai penghela ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Andyani, Novita, Kundharu S. dan Yant M. 2016. Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Media Audiovisual pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Basastra, 4(2), 161- 174.
Chaer, Abdul. 2009. Lingusitik Umum.
Jakarta: Rineka Cipta.
Efendi, A. 2008. Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Perspektif.
Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.
Handayani, Sri. 2016. Pentingnya Kemampuan Bahasa Inggris dalam Menyongsong ASEAN Community.
Jurnal Profesi Pendidik, 3(1), 102- 106.
Kusuma dan Adnyani. 2016. Motivasi dan Sikap Bahasa Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undhiksa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), 12-26.
Kusumawati, Tri I. 2018. Peranan Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi.
Jurnal Nizhamiyah, 8(2), 68-77.
Muslich, M. 2010. Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi: Kedudukan, Fungsi, Pembinaan, dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, M. 2012. Perencanaan Bahasa pada Era Globalisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahmawati, Fitri P. 2015. Menilik Keberadaan Bahasa (Sastra) Indonesia sebagai Penghela Ilmu Pengetahuan di Sekolah Dasar.
Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia, hal 161-165 Republik Indonesia. 2009. Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Lembaran Negara RI Tahun 2009, tambahan No. 5035. Sekretariat Negara.
Jakarta.
Rohmadi, M. 2016. Belajar Bahasa Indonesia. Surakarta: Cakrawala Media.
Saddhono, Kundharu. 2006. Bahasa Etnik Madura di Lingkungan Sosial:
Kajian Sosiolinguistik di Kota Surakarta. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 18(34), 1-15.
Saddhono, Kundharu. 2012. Kajian Sosiolinguistik Pemakaina Bahasa
Mahasiswa Asing dalan
Pembelajaran Bahasa Indonesia
untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Sebelas Maret. Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, 24(2), 176-186.
Saddhono, Kundharu dan Slamet. 2014.
Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Santoso, Iman. 2014. Pembelajaran Bahasa Asing di Indonesia: antara Globalisasi dan Hegemoni. Jurnal Bahasa & Sastra, 14(1), 1-11.
Sudrama, K dan Ida Bagus P. Y. 2015.
Dilema Multilingualisme dan Implikasinya Terhadap Perencanaan Bahasa. Jurnal RJIB (Jurnal Ilmu Bahasa), 1(1), 94-107.
Wahab, A. 1995. Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra.
Surabaya: Airlangga University Press.
Wijana, I Dewa P. 2018. Pemertahanan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa, hal 91-98.
Wismanto, A. Interdependensi antara Bahasa Indonesia dengan Iptek sebagai Penghela Pembentukan Istilah Melalui Media Bahasa.
Jurnal Tuturan, 3(1), 502-524.
Zabadi, F. Bahasa Indonesia sebagai Penghela dan Wahana IPTEKS serta Implikasi Metodologis Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Makalah disampaikan dalam Seminar Kebahasaan Sempena Sidang ke-54 Mabbim, Brunei, hal 1-14.