PERAN FARMAKOLOGI
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Farmakologi
Dosen Pengampu:
Apt. Tovani Sri, M. Si.
Oleh:
Kelompok 4
Nurmayanti P20630123033
Rahma Aulia Nur Azahra P20630123034 Rahmat Rpaldi P20630123035 Rahmawati Nur P20630123036 Raylla Naura Andhini P20630123037 Revy Susilawati Riadi P20630123038 Riska Novitasari P20630123039
Risnawati P20630123040
Rosida Rusdiana P20630123041
PRODI D-3 FARMASI JURUSAN FARMASI
POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA 2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Peran Farmakologi” bisa selesai pada waktunya. Penulis berharap semoga laporan praktik ini dapat menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, penulis memahami bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kritik serta saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik.
Tasikmalaya, Januari-Februari 2024
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
DAFTAR GAMBAR...iv
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1Latar Belakang...1
1.2Rumusan Masalah...1
1.3Tujuan...2
BAB II PEMBAHASAN...3
2.1 Definisi dan Ruang Lingkup Farmakologi...3
2.1.1 Definisi Farmakologi...3
2.1.2 Ruang Lingkup Farmakologi...4
2.2 Peran Farmakologi di Bidang Kesehatan...5
2.2.1 Pencegahan Penyakit...5
2.2.2 Pengobatan Penyakit...7
2.2.3 Pemulihan Kesehatan...8
2.2.4 Peningkatan Kualitas Hidup...9
2.2.5 Efek Obat...12
2.3 Tantangan dan Peluang Farmakologi...13
2.3.1 Tantangan Farmakologi...13
2.3.2 Peluang Farmakologi...15
BAB III PENUTUP...16
3.1 Simpulan...16
3.2 Saran...16
DAFTAR PUSTAKA...17
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Vaksin...5 Gambar 2. 2 Imunisasi...5 Gambar 2. 3 Obat...6
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Farmakologi, sebagai bidang ilmu yang mempelajari bagaimana zat kimia berinteraksi dengan sistem biologis, telah memainkan peran penting dalam kemajuan bidang kesehatan. Peran ini terus berkembang seiring dengan
kompleksitas masalah kesehatan global yang dihadapi oleh masyarakat modern.
Bagaimana pengetahuan dan penerapan farmakologi memengaruhi diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit dibahas dalam topik "Peran Farmakologi di Bidang Kesehatan". Farmakologi tidak hanya mempelajari efek samping dan interaksi obat-obatan, tetapi juga menggali peluang baru untuk mengembangkan terapi yang lebih aman dan efektif. Dalam perkembangannya, farmakologi telah melampaui obat-obatan konvensional dan telah mencakup terapi gen, terapi sel, nanoteknologi, dan berbagai metode inovatif lainnya.
Karena meningkatnya beban penyakit kronis, epidemi global, resistensi antimikroba, dan tantangan baru, farmakologi menjadi semakin penting dalam bidang kesehatan. Pemahaman yang mendalam tentang farmakologi sangat penting dalam menghadapi berbagai kondisi kesehatan yang beragam untuk mengoptimalkan pengobatan, meminimalkan risiko, dan memastikan pelayanan kesehatan yang baik bagi individu dan populasi secara keseluruhan.
Pemahaman yang lebih baik tentang farmakologi memungkinkan praktisi kesehatan membuat keputusan yang lebih tepat tentang meresepkan obat,
mengelola terapi yang tepat, dan memahami mekanisme respons individu terhadap pengobatan. Selain itu, pemahaman yang kuat tentang farmakologi memungkinkan pengembangan pengobatan yang lebih efektif dan aman serta membantu memecahkan masalah kesehatan global yang semakin kompleks.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan ruang lingkup farmakologi?
2. Apa saja dan bagaimana peran farmakologi di bidang kesehatan?
3. Apa saja tantangan dan peluang yang dihadapi dalam bidang farmakologi?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dan ruang lingkup farmakologi.
2. Untuk mengetahuai peran farmakologi di bidang kesehatan.
3. Untuk mengetahui tantangan dan peluang yang dihadapi dalam bidang farmakologi.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi dan Ruang Lingkup Farmakologi 2.1.1 Definisi Farmakologi
Farmakologi adalah Istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Farmakos yang memiliki arti obat dan Logos yang artinya ilmu. Jadi secara harfiah, farmakologi dapat ditafsirkan sebagai suatu ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada sistem biologis. Terutama tentang obat yang berkaitan dengan respons bagian-bagian tubuh terhadap sifat obat, pengaruh sifat fisika- kimiawinya terhadap tubuh, kegunaan obat bagi kesembuhan dan nasib yang dialami obat dalam tubuh. Artinya farmakologi ini akan menelaah efek-efek dari senyawa kimia pada jaringan hidup makhluk hidup.
Dalam farmakologi sistem hidup itu harus dipengaruhi obat, sehingga memunculkan prinsip dasar agar molekul obat harus bisa mempengaruhi secara kimia pada satu atau lebih isi sel agar dapat menghasilkan respon farmakologik.
Molekul-molekul obat harus mendekati molekul-molekul yang membentuk sel dalam jumlah yang cukup untuk menutup rapat sehingga fungsi molekul sel menjadi berubah.Obat-Obat pada zaman dahulu dibuat dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mineral. Catatan pemakaian obat telah dilakukan sejak 2700 tahun sebelum masehi di Timur tengah dan Tiongkok. Obat-Obat yang sering dipakai pada waktu itu adalah emetik untuk memicu muntah. Pada tahun 1550 sebelum masehi, orang Mesir menuliskan pengamatan empiris ke dalam terapi obat pada Ebers Medical Papyrus. Mereka menyarankan minyak kastroli sebagai laktasif dan candu untuk nyeri. Mereka juga menyarankan pemakaian roti berjamur untuk luka dan memar (3500 tahun sebelum Alexander Flemming menemukan penisilin) Dokter Romawi dan penulis Galen (131 201 sesudah masehil dianggap sebagai orang-orang yang berpengaruh dalam kedokteran dan farmasi selama ratusan tahun. Mereka memulai pemakaian resep secara umum dan menggunakan beberapa campuran untuk mengobati penyakit tertentu.
2.1.2 Ruang Lingkup Farmakologi
Farmakologi mencakup semua ilmu pengetahuan tentang sejarah, sumber, sifat- sifat fisik dan kimia, komposisi, efek-efek biokimia dan fisiologi,
mekanisme kerja, absorpsi, biotransformasi, ekskresi, penggunaan terapi, dan penggunaan lainnya dari obat (Goodman & Gilmann). Dengan demikian, farmakologi merupakan ilmu pengetahuan yang sangat luas cakupannya.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, beberapa bagian dari farmakologi ini telah berkembang menjadi disiplin ilmu tersendiri dalam ruang lingkup yang lebih sempit, tetapi tidak terlepas sama sekali dari farmakologi, misalnya farmakologi klinik, farmasi, toksikologi, dan lain-lain. Pengetahuan yang luas tentang bagaimana obat-obat berinteraksi dengan komponen- komponen dalam tubuh untuk menghasilkan efek-efek terapi disebut dengan istilah
farmakologi. Istilah farmakologi mencakup spektrum interaksi obat dalam tingkat molekular dengan tubuh secara keseluruhannya yang sangat mengandalkan pengetahuan biokimia, fisiologi, biologi molekular, dan kimia organik.
Penjelasan mekanisme molekular dari efek obat menghasilkan
pengembangan obat-obat baru serta perumusan petunjuk-petunjuk klinik untuk keamanan dan efektivitas penggunaan obat-obat,,dalam terapi atau petunjuk untuk pencegahan penyakit daft penghilangan gejala-gejala penyakit; semua ini
merupakan bagian dari farmakologi. Umumnya, para ahli farmakologi
menggabungkan antara farmakologi kedokteran atau farmakologi medis (ilmu yang berkaitan dengan diagnosis, pencegahan, dan pengobatan penyakit) dengan toksikologi (ilmu yang mempelajari efek-efek yang tidak diinginkan dari suatu obat dan zat kimia lain).
Hubungan antara dosis suatu obat yang diberikan pada seorang pasien dan penggunaan obat dalam pengobatan penyakit digambarkan dengan dua bidang khusus farmakologi: farmakokinetik dan farmakodinamik. Farmakodinamik mempelajari apa pengaruh obat pada tubuh. Farmakodinamik berkaitan dengan efek-efek obat, bagaimana mekanisme kerjanya dan organ-organ apa yang dipengaruhi. Farmakokinetik mempelajari proses apa yang dialami obat dalam tubuh. Farmakokinetik berkaitan dengan absorpsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi obat-obat.
2.2 Peran Farmakologi di Bidang Kesehatan 2.2.1 Pencegahan Penyakit
Farmakologi memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit, yaitu:
a) Vaksinasi
Vaksinasi adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Vaksinasi bekerja dengan cara memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksin mengandung antigen, yaitu zat yang dapat merangsang produksi antibodi. Antibodi adalah protein yang dapat melawan antigen.
Gambar 2. 1 Vaksin
b) Imunisasi pasif
Imunisasi pasif adalah pemberian antibodi dari orang lain atau hewan ke dalam tubuh. Imunisasi pasif dapat dilakukan dengan cara pemberian serum atau immunoglobulin. Serum adalah cairan darah yang mengandung antibodi. Immunoglobulin adalah protein yang mengandung antibodi.
Gambar 2. 2 Imunisasi
c) Obat-obatan profilaksis
Obat-obatan profilaksis adalah obat-obatan yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit. Obat-obatan profilaksis dapat diberikan
untuk mencegah penyakit menular, penyakit kronis, atau penyakit yang disebabkan oleh faktor risiko tertentu.
Gambar 2. 3 Obat
Pencegahan penyakit dengan obat-obatan. Obat-obatan dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit dengan cara:
Menghambat pertumbuhan atau reproduksi mikroorganisme penyebab penyakit
Meningkatkan kekebalan tubuh
Melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan
Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit antara lain:
Antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri
Antijamur untuk mencegah infeksi jamur
Antiparasit untuk mencegah infeksi parasit
Antihistamin untuk mencegah reaksi alergi
Obat-obatan untuk menurunkan kolesterol untuk mencegah penyakit jantung
Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah untuk mencegah penyakit stroke
Obat-obatan untuk menurunkan gula darah untuk mencegah penyakit diabetes
Obat-obatan untuk mengurangi paparan sinar matahari untuk mencegah kanker kulit
Farmakologi dalam pencegahan penyakit sangat penting karena dapat membantu melindungi masyarakat dari berbagai penyakit.Berikut adalah beberapa contoh manfaat farmakologi dalam pencegahan penyakit:
1. Vaksinasi telah berhasil membebaskan dunia dari penyakit cacar dan polio.
2. Obat-obatan antimalaria telah membantu mengurangi angka kematian akibat malaria.
3. Obat-obatan antiretroviral telah membantu meningkatkan harapan hidup penderita HIV/AIDS.
4. Obat-obatan penurun kolesterol telah membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
5. Obat-obatan antihipertensi telah membantu mengurangi risiko stroke.
6. Farmakologi terus berkembang untuk menemukan obat-obatan baru yang lebih efektif dalam mencegah penyakit.
2.2.2 Pengobatan Penyakit
Pengobatan merupakan suatu proses menyembuhkan yakni dengan menggunakan alat bantu. Alat bantu tersebut dapat berupa alat bantu terapi maupun berupa obat-obatan beserta lainnya, baik dilakukan dengan perlengkapan medis modern maupun tradisional. Menurut pendapat organisasi kesehatan dunia (WHO, 2000), pengertian mengenai pengobatan tradisional sebagai serangkaian pengetahuan, keterampilan dan praktik-praktik yang berdasarkan teori, keyakinan dan pengalaman masyarakat yang mempunyai adat budaya yang berbeda, baik dijelaskan atau tidak yang digunakan dalam pemeliharaan kesehatan serta dalam pencegahan diagnosa, perbaikan dan pengobatan penyakit secara fisik dan juga mental. Menurut Asmino (1995), pengobatan tradisional dibagi menjadi dua.
Pertama, cara penyembuhan tradisional (traditional healing) yang terdiri dari pijatan, kompres, akupuntur dan sebagainya. Kedua ialah obat tradisional (traditional drugs) yaitu dengan menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia dari alam seperti halnya tanaman, hewan, sumber mineral atau garam-garam serta mata air yang keluar dari tanah.
Sedangkan pengobatan modern sendiri merupakan cara-cara pengobatan yang dilakukan berdasarkan penelitian ilmiah dan berdasarkan pengetahuan dari berbagai aspek. Biasanya pengobatan medis menggunakan beberapa terapan disiplin ilmu pengetahuan dalam mengobati sebuah penyakit, cara pemeriksaan dan diagnose penyakit pun lebih akurat daripada pengobatan tradisional. Selain itu
obat yang gunakan dalam pengobatan medis semuanya merupakan hasil uji klinis yang mendalam dan memiliki fungsi yang dapat dibuktikan secara
ilmiah.Pengobatan modern memiliki sebuah prosedur yang sesuai dan terus di tingkatkan seiring dengan kemajuan teknologi. Saat ini, obat modern memiliki jawaban untuk mendeteksi dan mengobati sejumlah besar dari berbagai kondisi medis, terutama yang di picu oleh bakteri, virus dan jenis lain dari penyebab infeksi atau penyakit. Banyak penyakit yang dulunya tidak dapat disembuhkan dan berakhir pada kematian tetapi sekarang mudah untuk disembuhkan antara lain batuk rejan, difteri, cacar, dan penyakit lainnya.
Pada intinya baik pengobatan medis maupun alternatif memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan kesembuhan. Pengobatan secara alternatif dan tradisional biasanya ditempuh sebagai pilihan terakhir ketika pengobatan medis sudah tidak dapat lagi memberikan harapan mengenai kesembuhan yang
diinginkan.
2.2.3 Pemulihan Kesehatan
Dalam hal ini, farmakologi dapat berperan dalam pemulihan kesehatan.
Arti pemulihan kesehatan adalah untuk mendukung pasien melalui perjalanan mendapatkan kembali kendali kesehatan atas suatu penyakit. Sementara itu, pemulihan kesehatan juga bisa disebut proses perubahan di mana seorang pasien atau individu meningkatkan kesehatan mereka untuk mencapai potensi penuh.
Bisa dalam memulihkan kesehatan mental, fisik, dan spiritual.Misalnya pasca operasi pasien. Melalui recovery, memungkinkan kemajuan pasca-operasi pasien yang dipantau oleh tim kesehatan saat mereka pulih. Tujuan pemulihan yaitu menggunakan pendekatan holistik untuk merawat pikiran, tubuh, dan jiwa setiap orang. Sehingga, mereka dapat kembali sehat dan mendapatkan kembali kendali dalam hidup mereka.
Bagi rumah sakit, hal ini juga akan memberi rumah sakit wawasan data, yang belum dimanfaatkan, peningkatan kapasitas, serta pengalaman pasien yang lebih baik. Ini mengacu pada tahap akhir dari suatu penyakit menular atau penyakit ketika pasien pulih dan kembali ke kondisi kesehatan sebelumnya, namun mungkin terus menjadi sumber infeksi bagi orang lain meskipun sudah merasa lebih baik. Dalam pengertian ini, " pemulihan " dapat dianggap sebagai
istilah yang sinonim. Hal ini terkadang juga mencakup perawatan pasien setelah operasi besar , yang mengharuskan mereka mengunjungi dokter untuk
pemeriksaan rutin . Fasilitas perawatan pemulihan terkadang dikenal dengan singkatan TCF (Transitional Convalescent Facilities). Secara tradisional, waktu telah diberikan untuk terjadinya pemulihan. Saat ini, dalam beberapa kasus, ketika terdapat kekurangan tempat tidur di rumah sakit atau staf terlatih, pengaturan medis mungkin terasa terburu-buru dan mungkin tidak fokus pada pemulihan.
2.2.4 Peningkatan Kualitas Hidup
Kualitas hidup masyarakat adalah konsep yang mencakup semua aspek kehidupan yang mempengaruhi kesejahteraan dan kepuasan individu dalam suatu masyarakat. Hal ini mencakup aspek fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis, serta lingkungan fisik dan sosial di sekitarnya. Kualitas hidup masyarakat menyediakan pandangan holistik tentang bagaimana masyarakat secara keseluruhan merasakan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kepuasan dalam hidup mereka.
Faktor-faktor berikut ini dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat:
1. Kondisi Ekonomi
Standar hidup, tingkat penghasilan, dan kesempatan kerja dapat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
2. Pendidikan
Akses pendidikan, tingkat pendidikan, dan kesempatan untuk belajar dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Kesehatan
Akses terhadap layanan kesehatan, kondisi sanitasi yang baik, dan
kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
4. Lingkungan
Kualitas lingkungan fisik, seperti kebersihan udara dan air, infrastruktur yang baik, dan keberlanjutan lingkungan, juga memainkan peran penting dalam kualitas hidup masyarakat.
5. Hubungan Sosial
Kepuasan dalam hubungan sosial, dukungan sosial, dan ikatan antarindividu juga dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Farmakologi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan obat baru dan peningkatan kualitas terapi obat dalam pelayanan kesehatan. Dalam rangka mewujudkan kemandirian obat nasional, perlu dilakukan optimalisasi peran Farmakologi Translasional dalam
pengembangan obat baru.
Selain itu, Farmasi Klinik juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien, meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien, dan mengatasi masalah kesehatan jiwa di Indonesia. Melalui kajian Farmakologi, apoteker dapat mengetahui bagaimana suatu bahan kimia/obat berinteraksi dengan sistem
biologis, khususnya mempelajari aksi obat di dalam tubuh. Peningkatan kualitas hidup yang diacu dalam konteks farmakologi mencakup beberapa aspek, seperti:
1. Kesehatan Fisik
Penggunaan obat-obatan untuk mengobati penyakit, mengurangi gejala yang mengganggu, dan meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan, seperti meningkatkan mobilitas, mengontrol tekanan darah, dan
mengurangi risiko penyakit jantung.
2. Kesehatan Mental
Obat-obatan psikotropika, seperti antidepresan atau antipsikotik, dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan bipolar, yang secara signifikan meningkatkan kualitas hidup seseorang.
3. Pengurangan Rasa Sakit
Penggunaan analgesik dan obat antiinflamasi dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat penyakit kronis atau cedera, sehingga memungkinkan individu untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif.
4. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Beberapa obat, seperti nootropik, dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, termasuk memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar, yang penting untuk menjaga kemandirian dan kualitas hidup yang baik, terutama pada orang tua.
6. Pengelolaan Kondisi Kronis
Penggunaan obat-obatan untuk mengelola kondisi kronis seperti diabetes, asma, atau arthritis dapat membantu individu menjaga kesehatan mereka dan mencegah kemajuan penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup.
Dengan memperhatikan aspek-aspek ini dan menggunakan obat-obatan dengan bijaksana, farmakologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup individu dengan memberikan solusi untuk berbagai masalah kesehatan fisik dan mental.
Farmakologi adalah cabang ilmu yang mempelajari interaksi obat dengan tubuh manusia. Dalam peningkatan kualitas hidup, farmakologi berperan dalam beberapa aspek:
1. Pengobatan Penyakit
Farmakologi memungkinkan pengembangan obat-obatan yang efektif untuk mengobati penyakit-penyakit seperti infeksi, penyakit kronis, dan kondisi genetik. Contohnya, antibiotik membantu menyembuhkan infeksi bakteri, sedangkan obat antiinflamasi dapat meredakan peradangan pada penyakit seperti arthritis.
2. Mengurangi Gejala
Obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala yang mengganggu, seperti nyeri, kecemasan, depresi, atau mual. Ini dapat meningkatkan kualitas hidup dengan memungkinkan individu untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa terganggu oleh gejala yang tidak menyenangkan.
3. Meningkatkan Harapan Hidup
Pengembangan obat-obatan untuk mengobati penyakit kronis atau memperpanjang harapan hidup juga merupakan bagian dari farmakologi. Misalnya, obat antihipertensi membantu mengontrol tekanan darah tinggi, yang dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
4. Mengoptimalkan Terapi
Farmakologi juga berperan dalam mengidentifikasi interaksi obat, efek samping, dan dosis yang tepat untuk setiap individu. Hal ini
memastikan bahwa pengobatan yang diresepkan dapat memberikan manfaat maksimal dengan risiko efek samping minimal.
5. Inovasi Obat
Penelitian farmakologi terus mendorong inovasi dalam pengembangan obat baru, termasuk terapi yang lebih canggih dan spesifik untuk kondisi medis tertentu. Ini dapat membuka peluang baru untuk pengobatan penyakit yang sebelumnya sulit diatasi.
Dengan demikian, farmakologi memainkan peran krusial dalam
memperbaiki kualitas hidup individu dengan menyediakan solusi pengobatan yang efektif dan inovatif.
2.2.5 Efek Obat
Efek samping dalam dunia kedokteran adalah suatu dampak atau pengaruh yang merugikan dan tidak diinginkan, yang timbul sebagai hasil dari suatu
pengobatan (dalam dosis terapi) atau intervensi lain seperti pembedahan. Suatu pengaruh atau dampak negatif disebut sebagai efek samping ketika hal itu timbul sebagai efek sekunder dari efek terapiutamanya. Jika efek itu muncul sebagai hasil dari dosis atau prosedur yang tidak tepat maka disebut sebagai kesalahan medis.
Efek samping terkadang mengacu kepada Iatrogenik karena hal itu ditimbulkan oleh dokter/pengobatan. Efek samping tidak mungkin dihindari/ dihilangkan sama sekali, tetapi dapat ditekan atau dicegah seminimal mungkin dengan menghindari factor-faktor resiko yang sebagian besar sudah diketahui. Hal ini bisa terjadi karena tenaga kesehatan lalai dalam memeriksa kandungan obat yang dikonsumsi pasien atau tidak teliti memeriksa kondisi pasien. Interaksi obat juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya efek samping. Setiap obat akan memberikan reaksi yang berbeda pada setiap orang karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda pula. Jika efek samping yang muncul cukup serius, maka pasien perlu mendapatkan perhatian khusus dan harus berkonsultasi dengan dokter yang meresepkan.
Beberapa contoh efek samping dari obat yang sering muncul antara lain : 1. Sakit Kepala
Efek ini sering muncul akibat konsumsi obat jantung, terutama obat- obatan antiangina yang bekerja dengan melebarkan pembuluh darah. Bagi
penderita sakit jantung, obat ini ampuh untuk mencegah serangan jantung.
Namun, efek yang muncul bisa menyebabkan sakit hebat di kepala.
Bagaimanapun, ketika pilihannya adalah sakit kepala atau meninggal karena serangan jantung, orang tentu lebih memilih untuk menahan sakit kepala daripada kehilangan nyawa.
2. Nyeri Otot
Biasanya, efek ini muncul pada orang yang minum obat untuk
menanggulangi masalah pada kolesterolnya. Sekitar 1 dari 20 orang yang rutin mengonsumsi obat kolesterol akan mengalami efek samping berupa nyeri otot ini. Hal tersebut bisa memengaruhi produktivitas saat bekerja dan mengurangi kualitas hidup. Jika sudah sangat mengganggu,
konsultasikan segera dengan dokter yang meresepkan untuk mengurangi dosisnya atau menggantinya dengan obat lain dengan efek samping minimal.
3. Memburuknya Fungsi Hati
Pemakaian obat pereda nyeri dalam waktu lama dan dosis yang tidak sesuai bisa menyebabkan memburuknya fungsi hati. Hal ini karena obat tersebut dimetabolisme dalam hati. Contoh obat yang banyak dikonsumsi untuk pereda sakit ini yaitu paracetamol. Oleh karena itu, hati-hatilah dalam mengonsumsinya. Saat nyeri datang, jangan langsung diberi obat.
Lakukan penanganan pertama, seperti mengompres hangat atau
dingin,mengistirahatkan bagian tubuh yang sakit, menekan secara lembut, dan mengangkat daerah yang nyeri lebih tinggi daripada tubuh.
4. Mual
Mengonsumsi obat jenis antibiotik, seperti eritromisin, antireumatik dan fluorokuinolon, serta anti kanker bisa menimbulkan mual yang
mengganggu pada pemakainya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah makan dulu sebelum minum obat. Dengan begitu, lambung tidak akan langsung menggerus obat yang masuk. Jika dirasa akan menganggu, makan obat antimual satu jam sebelum makan dapat membantu.
2.3 Tantangan dan Peluang Farmakologi 2.3.1 Tantangan Farmakologi
1. Menguasai ilmu kefarmasian 2. Memahami asuhan kefarmasian 3. Menguasai regulasi kefarmasian 4. Menguasai manajemen kefarmasian
5. Menguasai akuntabilitas praktek kefarmasian 6. Menguasai komunikasi kefarmasian
7. Pendidikan dan pelatihan kefarmasian 8. Penelitian dan pengembangan kefarmasian
Tantangan farmasi pemerintahan:
1. Mampu melakukan kontribusi dan koordinasi dalam penyusunan kebijakan dalam bidang kesehatan khususnya obat
2. Mampu merencanakan dan mengolah sediaan farmasi dan alat kesehatan secara regional, nasional, maupun internasional
4. Mampu melakukan fungsi administrasi pemerintahan dari obat dan alat kesehatan
5. Mampu melaksanakan fungsi pengawasan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan
6. Mampu berkontribusi dalam penetapan kebijakan pendidikan kefarmasian nasional
Tantangan farmasi di Industri:
1. Mampu melaksanakan fungsi registrasi obat 2. Mampu melaksanakan good inenetory practice
3. Mampu berpartisipasi mengembangkan senyawa/eksipien baru 4. Mampu mengembangkan formula sediaan obat
Tantangan farmasi di Apotek:
1. Mampu melakukan pengelolaan obat sesuai peraturan perundangan yang berlaku
2. Mampu melaksanakan pekerjaan kefarmasian secara profesional kepada pasien secara tepat, aman dan efektif
3. Mampu melaksanakan fungsi pelayanan konsultasi, informasi dan edukasi tentang obat dan alat kesehatan kepada pasien
4. Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
5. Mampu berpartisipasi aktif dalam program monitoring keamanan obat
Tantangan farmasi diRumah sakit:
1. Mampu melakukan fungsi pengadaan obat dan alat kesehatan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit
2. Mampu melaksanakan Good inventory Practice 3. Mampu melaksanakan Good Laboratory Practice 4. Mampu melaksanakan distribusi obat di rumah sakit
5. Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik bersama dokter untuk kepentingan pasien
2.3.2 Peluang Farmakologi 1. Bidang industri
2. Bidang klinis/Rumah sakit 3. Bidang pemerintahan
4. Bidang pengawasan obat dan makanan 5. Bidang komunitas
6. Bidang akademik
BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan
Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari
pengetahuan obat dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi, resorpsi, dan nasibnya dalam organisme hidup. Dalam
farmakologi sistem hidup itu harus dipengaruhi obat, sehingga memunculkan prinsip dasar agar molekul obat harus bisa mempengaruhi secara kimia pada satu atau lebih isi sel agar dapat menghasilkan respon farmakologik. Ilmu farmakologi ini sangat penting bagi tenaga medis baik itu dalam pengobatan maupun
pencegahan penyakit, hal ini berfungsi untuk melindungi masyarakat sekitar dari berbagai penyakit, contohnya seperti Vaksinasi, Imunisasi dan dapat pula dengan obat-obatan.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, diharapkan mahasiswa, para tenaga media, dan semua pembaca makalah ini dapat lebih memahami mengapa peran farmakologi itu sangat penting dalam bidang kesehatan dan kehidupan sehari- hari, hal ini ditujukan untuk mencapai kehidupan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
DAFTAR PUSTAKA
Admindesa. (2023, Oktober 30). Apa itu Kualitas Hidup Masyarakat dan Mengapa Penting?. Bhuanna Jaya. https://www.bhuanajaya.desa.id/apa- itu-kualitas-hidup-masyarakat-dan-mengapa-penting/. Diakses pada 1 Februari 2024.
Administartor. (2018, Juni 27). Mengenal Macam-Macam Efek Samping Obat.
Pemerintah Kota Cimahi.
https://cimahikota.go.id/index.php/artikel/detail/969-mengenal-macam- macam-efek-samping-obat. Diakses pada 30 Januari 2024.
Muthmainna, J. (2022, November). Peluang dan Tantangan Farmasi di Masa Mendatang. [Video]. https://www.youtube.com/watch?v=XLRonDInZlQ.
Perbedaan Antara Pengobatan Tradisional dan Modern. (2017, May 11). Prima Medika Hospital. https://www.primamedika.com/id/kegiatan-berita-prima- medika/perbedaan-antara-pengobatan-tradisional-dan-modern. Diakses pada 1 Februari 2024.
R, Stefanus. (2022, December 22). Efek Samping. Wikipedia.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Efek_samping. Diakses pada 31 Januari 2024.