PERAN PENGAWAS K3 DI
PERTAMBANGAN
TUGAS BAGIAN K3
DI PERTAMBANGAN (1)
1. Mengumpulkan data dan mencatat rincian dari setiap kecelakaan atau kejadian yang berbahaya
2. Mengumpulkan data mengenai daerah – daerah dan kegiatan – kegiatan yang memerlukan pengawasan yang lebih ketat
3. Memberikan penerangan dan petunjuk – petunjuk mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada semua pekerja tambang
TUGAS BAGIAN K3 DI PERTAMBANGAN(2)
4. Apabila diperlukan, membentuk dan melatih anggota – anggota Tim Penyelamat Tambang;
5. Menyusun statistic kecelakaan dan
6. Melakukan evaluasi Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
KECELAKAAN TAMBANG DAN KEJADIAN BERBAHAYA
Kecelakaan tambang harus memenuhi 5 (lima) unsur sebagai berikut :
1. Benar – benar terjadi
2. Mengakibatkan cidera pekerja tambang atau orang yang diberi izin oleh Kepala Teknik Tambang
3. Akibat kegiatan usaha pertambangan
4. Terjadi pada jam kerja pekerja tambang yang mendapat cidera atau setiap saat orang yang diberi izin dan
5. Terjadi di dalam wilayah kegiatan usaha pertambangan atau wilayah proyek.
PENGGOLONGAN CIDERA AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG (1)
1. Cidera ringan.
Cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 hari dan kurang dari 3 minggu, termasuk hari Minggu dan hari libur
PENGGOLONGAN CIDERA AKIBAT KECELAKAAN TAMBANG (2)
2. Cidera berat.
• cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula selama lebih dari 3 minggu termasuk hari Minggu dan hari libur
• cidera akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid) yang tidak mampu menjalankan tugas semula
3. Mati.
Kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu 24 jam terhitung dari waktu terjadinya kecelakaan tersebut
PENYELIDIKAN KECELAKAAN TAMBANG
1. Untuk kepentingan penyelidikan, Kepala Teknik Tambang tidak boleh mengubah keadaan tempat, dan atau kondisi perbaikan peralatan akibat kecelakaan atau kejadian berbahaya, kecuali untuk memberikan pertolongan.
2. Dalam hal dianggap perlu untuk kepentingan kelangsungan pekerjaan, keadaan ditempat kecelakaan atau kejadian berbahaya hanya dapat di ubah dengan persetujuan Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang.
KESELAMATAN LALU LINTAS PERTAMBANGAN
• Kepala Teknik Tambang harus mengatur arus lalu – lintas di pertambangan dan memasang tanda lalu – lintas yang diperlukan untuk memberitahukan para pengemudi tentang :
1. Arah lalu – lintas 2. Batas kecepatan
3. Batas tinggi kendaraan 4. Tanjakan/turunan dan
5. Daerah parkir tidak boleh parkir dan hal lain yang berhubungan dengan keselamatan system pangangkutan
BEBERAPA RAMBU YANG SERING
DIGUNAKAN
LOA D I N G P O I N B AT U B A RA
LOA D I N G P O I N OV E R B U R D E N
D U M P I N G P O I N OV E R B U R D E N D U M P I N G P O I N B AT U B A RA
1. Perhatikan alat berat yang beroperasi
2. Perhatikan arah lalu lintas 3. Perhatikan kendaran
kosongan dan muatan
4. Atur rambu sesuai prioritas
W O R K S H O P
KESELAMATAN AREA
WORKSHOP/BENGKEL
PENGAWASAN K3 DI WORKSHOP
1. Housekeeping 2. Kelistrikan
3. Penguncian dan Pelabelan (LOTO)
4. Keselamatan alat-alat workshop/tools 5. Pengelasan dan pemotongan
6. Tabung gas bertekanan 7. APD
8. B3
9. Penanganan pencemaran
PENGUNCIAN DAN PELABELAN (LOTO)
Semua unit dan kendaraan rusak (break down) terpasang “lock out” dan Danger Tag yang sesuai
KESELAMATAN ALAT-
ALAT/TOOLS WORKSHOP
• Tangga kondisi baik dan terdapat handrail
• Alat angkat dalam kondisi baik dan dilakukan pengecheckan keselamatan secara periodik
• Alat listrik portabel dilakukan pengecheckan secara berkala
• Tidak ada tools buatan sendiri
Apakah alat tersebut sudah aman digunakan?
Kalau belum apa yang perlu dilengkapi?