• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran muthawwif dalam ibadah haji dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran muthawwif dalam ibadah haji dan"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

Penyelidikan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan calon haji dan ketiadaan seorang muthawwif yang boleh menjadi panduan dan panduan kepada jemaah haji dan umrah. Seperti yang kita sedia maklum bersama bahawa ibadah haji dan umrah bukanlah mudah untuk dilaksanakan, baik dari persiapan, pelaksanaan dan kepulangan jemaah haji, justeru peranan pembimbing haji dan umrah yang dinamakan Muthawwif adalah sangat penting. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah peranan muthawwif dalam ibadah haji dan umrah, untuk mengetahui apakah peranan dan tugas muthawwif dalam membimbing jemaah haji dan umrah.

Hasil penulisan ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang cara menjadi muthawwif dalam ibadah haji dan umrah. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peranan Muthawwif dalam Ibadah Haji dan Umrah”. Pengetahuan tentang tatacara dan peraturan pelaksanaan haji dan umrah bagi bakal jemaah haji adalah perkara terpenting agar segala proses yang diwajibkan dalam pelaksanaan ibadah haji dilaksanakan oleh jemaah haji.

Dari tahun ke tahun, jumlah jamaah haji dan umrah semakin meningkat karena ibadah ini merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Dengan semakin banyaknya jamaah haji dan umrah, maka semakin dibutuhkan pula seorang muthawwif yang dapat menjadi pemandu wisata dan mentor selama menunaikan ibadah haji ini. Hasil penulisan ini dapat memberikan informasi dan referensi mengenai peran muthawif dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan Buku

Kegunaan Penulisan

Metode Penulisan

Teknik Pengumpulan Data

Sistematika Penulisan

Dasar Hukum Haji dan Umrah

Haji dan Umrah

Persiapan Haji dan Umrah

Tata Cara Pelaksanaan Haji

Tata Cara Pelaksanaan Umrah

PERAN MUTHAWWIF

Syarat-syarat Menjadi Muthawwif

Seorang muthawwif harus tinggal di Arab Saudi karena tidak mungkin mendatangkan muthawwif dari luar Arab Saudi mengingat kondisi tempat yang sangat terpencil. Ada muthawwif yang berdomisili di Makkah, Madinah dan ada pula yang berdomisili di Jeddah dan yang biasa menjadi muthawwif adalah para pelajar. Tips penting selanjutnya bagi seorang muthawwif adalah mampu berkomunikasi dengan baik dihadapan jamaah dan masyarakat umum serta selalu bersikap baik terhadap semua orang khususnya terhadap jamaah haji dan umrah karena banyak dari mereka yang hanya pernah ke Tanah Suci dan tidak. mengetahui tempat dan aturannya. Selama berada di sana, tugas Muthawwif adalah memandu perjalanan ibadah.

Dari segi kejiwaan, seorang mutheviv hendaknya mengambil tindakan yang bijaksana, jika ada anggota jamaah yang kurang memahami ilmu yang disampaikan oleh muthavif, maka sebagai seorang mutheviv hendaknya memberikan petunjuk secara perlahan dan tidak dengan emosi. Oleh karena itu, ilmu komunikasi bahasa tulis harus dikuasai oleh seorang muthawif agar dapat menyampaikan pesan kepada jamaahnya. Muthavifi harus sehat jasmani dan rohani, karena jika hal ini terganggu akan berdampak pada pekerjaannya.

Persiapan mental ini sangat wajib dilakukan bagi anda yang ingin menjalankan profesi muthawwif karena kehidupan di Arab Saudi tidak sama dengan saat kita berada di Indonesia. Hal yang harus dikuasai untuk menjadi seorang Muthawwif adalah mempersiapkan banyak waktu luang untuk memahami medan. Daerah yang dimaksud di sini adalah Tanah Suci Mekkah dan Madinah, tempat ziarah jamaah haji dan umrah. Seorang Muthawwif akan berhadapan langsung dengan orang-orang dari negara Arab, oleh karena itu diperlukan kemampuan bahasa Arab yang baik.

Karena bahasa Arab menjadi bahasa komunikasi sehari-hari bagi Muthawwif Indonesia untuk bisa berkomunikasi di Tanah Suci. Oleh karena itu, mereka yang ingin menjalankan profesi ini harus benar-benar menguasai bahasa Arab. Bagi lulusan pesantren, menguasai bahasa Arab tentunya akan sangat mudah karena sedikit banyak sudah dipelajari.

Bahasa Arab yang digunakan juga bukan bahasa Arab fushah (lancar) melainkan bahasa Arab ammiyah atau disebut juga bahasa Arab pasar yang merupakan bahasa sehari-hari di Arab Saudi. Hal yang sangat penting yang harus diketahui oleh seorang muthawwif adalah mengetahui ilmu fiqh. Setiap musafir yang dibawanya mempunyai kecenderungan fiqh yang berbeda-beda, dan ia juga harus mengetahui dasar-dasar perjalanannya, seperti apa kecenderungan fiqihnya, apa saja jamaahnya, sehingga ketika dijelaskan tidak bertentangan dengan apa yang diyakini oleh musafir. bukan. Dengan adanya syarat-syarat yang harus dimiliki oleh setiap muthawwif haji dan umrah, maka dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang muthawwif tidak hanya mempunyai ilmu di bidang akademis saja, namun ilmu yang diperoleh secara teoritis dan praktek nyata dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan. juga tidak meninggalkan sifat seorang muthawwif yaitu selalu rendah hati, baik hati, dan santun kepada siapapun tanpa membedakan umur dan status sosial.

Tugas-tugas Muthawwif

Pelayanan bimbingan ibadah bagi jamaah haji di Arab Saudi meliputi kegiatan pengawalan di masing-masing hotel yang dilakukan oleh petugas rombongan yaitu Tim/Pemandu Haji Indonesia (TPIHI), Petugas Bimbingan Ibadah Haji dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi serta petugas dari pihak Haji. Kelompok Bimbingan dan Umrah (KBIHU). Layanan konseling juga diberikan kepada jamaah haji sakit yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Bagi jamaah haji yang sudah lanjut usia dan tidak mampu menunaikan ibadah jumrah, dapat diwakili oleh jamaah haji lainnya di bawah koordinasi ketua tim. a) Panduan ibadah di Mekkah, fokus pada: - Proses menunaikan ibadah umrah wajib (tawaf, sai, .dan tahalul).

Memberikan penjelasan tentang safari wukuf bagi jamaah haji yang cacat jasmani dan rohani. Mempersiapkan umrah dengan mengambil alih miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah) untuk jamaah haji gelombang pertama c) Melaksanakan ibadah di Arafa, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Layanan Konsultasi Haji merupakan layanan bagi jamaah yang berkaitan dengan pemahaman tata cara menunaikan ibadah haji, perjalanan dan pelayanan kesehatan, serta hak dan kewajiban jamaah haji.

Pelayanan ini dilakukan oleh konsultan bimbingan haji yang memenuhi syarat yaitu Warga Negara Indonesia yang beragama Islam, mempunyai pengetahuan dan kemampuan teknis untuk memberikan bimbingan ibadah dan manasik bagi jamaah haji selama berada di Arab Saudi. Konsultan bimbingan ibadah jamaah haji mempunyai tugas melaksanakan proses konsultasi, kunjungan dan kegiatan edukasi, meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengembangan, evaluasi dan pelaporan kegiatan bimbingan. Melakukan kajian terhadap pengembangan sistem bimbingan jemaah haji sesuai dengan perkembangan fikih haji yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Dalam pelaksanaannya disediakan formulir lembar konsultasi sebagai cara mencatat dan mencatat kegiatan ibadah haji. Petugas pendidikan bimbingan berkunjung dan ibadah merupakan konsultan, dibantu oleh TPIHI dan pemandu ibadah di Sektor. Pembinaan ibadah haji khusus dilakukan oleh Penyelenggara Haji Khusus (PIHK) yang mendapat izin dari Kementerian Agama.

Amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Pasal 76 menyebutkan bahwa PIHK bertugas memberikan pembinaan ibadah haji kepada jamaah haji tertentu. Kemudian tampak dari Peraturan Menteri Agama Nomor 23 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus pada Pasal 33 dan 34 bahwa PIHK wajib memberikan pembinaan tata cara dan perjalanan ibadah haji kepada jamaah haji sebelum pemberangkatan, selama perjalanan. dan selama melakukan bimbingan harus berpedoman pada buku panduan tata cara ibadah haji dan haji. PIHK wajib menyediakan Buku Panduan Jemaah Haji dan Jalan Haji serta Buku Paket Perjalanan yang diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Kepribadian Muthawwif

91 f) Pengawas ibadah ditunjuk oleh pimpinan PPIU dan melaksanakan ibadah haji/umrah. g) PPIU wajib menyediakan buku paket atau buku panduan panduan ibadah dan perjalanan umroh. h) Materi panduan ibadah haji dan perjalanan umroh, berpedoman pada panduan ibadah haji dan perjalanan umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Mengenai sarana atau alat, bahan dan cara bimbingan ibadah haji khusus dan ibadah umroh berpedoman pada ketentuan yang berlaku, sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Seorang muthawwif harus mampu mengelola sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya dan juga mengambil keputusan terbaik dalam berbagai kondisi tak terduga yang ditemui selama perjalanan.

Dalam menunaikan ibadah haji dan umroh di tanah air dan tanah suci, jamaah haji harus memiliki ilmu yang cukup dan persiapan yang matang agar ibadah haji dapat terlaksana dengan baik. Seorang muthawwif tidak hanya mempunyai pengalaman menjadi pemimpin pendamping saja, namun seorang muthawwif juga harus mempunyai kemampuan mendalami konsep ibadah. Dengan demikian pihak biro penyelenggara haji dan umroh biasanya membekali para muthawwif yang mempunyai keterampilan ilmu di bidang bimbingan ibadah haji dan umrah serta telah memenuhi syarat menjadi muthawwif serta mengetahui berbagai tempat wajib dan sunnah yang harus dikunjungi dalam kunjungan ke tanah suci.

Pertama-tama kita perlu mempelajari ilmu haji dan umroh agar kita bisa sukses dalam menunaikan ibadah haji. Dalam mempelajari ilmu haji dan umrah, kita juga harus dibimbing oleh orang yang memahami ilmu tersebut, seperti mentor atau muthawwif, agar ilmu yang kita pelajari sesuai dengan syariat Islam dan tidak menyimpang. Penulis adalah mahasiswi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, program studi Manajemen Haji dan Umrah.

PENUTUP

Saran

Jika ada kutipan atau pendapat yang terlewat dalam buku ini, mohon dimaafkan, karena ini bukan karena kesengajaan, melainkan karena kesalahan penulis. Selain aktif kuliah, penulis juga merupakan mahasiswa aktif penerima Beasiswa Bidikmisi Angkatan 2018 dan penulis aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Haji dan Umrah (MAHARO).

Referensi

Dokumen terkait

Stratigraphic soil layer of two excavation squares at Sector 2 Sakkarra Site Source: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, 2017 Figure 6.. Red slip and decorated earthenware pottery