PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menyikapi hal tersebut maka peran orang tua sangat penting dalam membina akhlak remaja tersebut.” 8. Orang tua mempunyai peranan penting dalam membina akhlak remajanya, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan penjelasan dan fakta yang terdapat di atas, penulis berpendapat bahwa peran orang tua dalam pembinaan moral sangat penting untuk menyikapi fenomena maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang dapat berdampak pada moralitas. Oleh karena itu penulis tertarik dan perlu mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana akhlak remaja pengguna media sosial, apa peran orang tua dalam membina akhlak remaja pengguna media sosial dan menganalisis apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat. yang ditemui orang tua dalam meningkatkan semangat remaja dan membahasnya lebih lanjut serta dituangkan dalam bentuk skripsi yang berjudul : “Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Semangat Remaja Pengguna Media Sosial Di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Desa Pagar Dewa Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu”.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Apa saja faktor pendukung dan penghambat pembinaan moral generasi muda pengguna media sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Remaja menggunakan media sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Sistematika Penulisan
Akhlak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Bab V : Kesimpulan yang berisi simpulan dan saran.
KERANGKA TEORI
Landasan Teori
- Peran Orang Tua
- Pembinaan Akhlak
- Peran Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak
- Media Sosial
- Remaja
Pengawasan orang tua salah satunya dalam memantau penggunaan media sosial. Menurut Muhibbin Syah, peran orang tua dalam dunia pendidikan sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anaknya. Peran orang tua dalam dunia pendidikan sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anaknya.
Orang tua sebagai pendidik utama, sebagai teladan, motivator dan sebagainya dengan harapan agar anak mempunyai akhlak yang baik.
Penelitian yang Relevan
Perbedaan dalam skripsi ini adalah penulis tidak hanya membahas tentang peran orang tua terhadap perkembangan moral remaja, namun juga membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral pada remaja serta dengan lokasi penelitian yang berbeda. Dzihab Aminudin S, Skripsi: Peran Orang Tua dan Masyarakat Terhadap Pembinaan Akhlak Remaja di Desa Tulung Balak Kec. Perbedaan dalam skripsi ini adalah penulis membahas tentang peran orang tua dan masyarakat terhadap perkembangan moral remaja dan membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral pada remaja dan dengan lokasi penelitian yang berbeda.
Bedanya dengan skripsi ini adalah penulis membahas tentang peran orang tua dan masyarakat dalam perkembangan moral remaja dan juga membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral pada remaja dan dengan lokasi penelitian yang berbeda. Bedanya dengan skripsi ini adalah penulis membahas tentang peran orang tua dalam perkembangan moral remaja dan juga membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral remaja, metode penelitian dan tempat penelitian yang berbeda. Bedanya dengan skripsi ini, penulis membahas tentang peran orang tua dalam perkembangan moral remaja dan juga membahas penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral remaja dan dengan lokasi penelitian yang berbeda.
Bedanya dengan skripsi ini, penulis membahas tentang peran orang tua dalam perkembangan moral remaja dan juga membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral remaja dan berbagai situs penelitian. Bedanya dengan skripsi ini, penulis membahas tentang peran orang tua dalam perkembangan moral remaja dan juga membahas tentang penggunaan media sosial serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan moral remaja, di tempat penelitian yang berbeda. Bedanya dengan penelitian saat ini, peneliti membahas peran orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan moral remaja dan juga membahas penggunaan media.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Tempat atau Waktu Penelitian
- Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Keabsahan Data
- Analisa Data
Moralitas Remaja Pengguna Media Sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Moral Remaja Pengguna Media Sosial Di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu a. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Orang Tua Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Pengguna Media Sosial Di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu a.
Akhlak keseharian generasi muda yang menggunakan media sosial (dalam kehidupan nyata maupun dalam kehidupan lain (media sosial)).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Umum Penelitian
- Deskripsi Wilayah Kota Bengkulu
- Deskripsi Wilayah Telaga Dewa 5 dan 6
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1991, Kota Bengkulu resmi berdiri pada tanggal 17 Maret 1719, yaitu setelah wakil gubernur Inggris raja-raja Bengkulu mendapat izin untuk kembali ke Ujung Karang. Namun sebelum kembali, pemerintah Inggris terpaksa mendirikan pusat perdagangan bernama Pasar Marlbro, yang biasa disebut oleh masyarakat Bengkulu dengan Pasar Malabro atau disingkat Brokoto, sebagai pendahulu Kota Bengkulu. 122 Rajman Azhar, “Pasar Barokoto Asal Usul Kota Bengkulu”, diakses di https://bengkuluekspress.com/pasar-barokoto-cikal-bakal-berdirinya-kota-bengkulu/, pada tanggal 15 Februari 2021 pukul 10.20 pagi WIB.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Bengkulu. 123 Rajman Azhar, “Pasar Barokoto Asal Usul Kota Bengkulu”, diakses dari https://bengkuluekspress.com/pasar-barokoto-cikal-bakal-berdirinya-kota-bengkulu/, pada tanggal 15 Februari 2021 pukul 10.20 WIB. Kota Bengkulu secara keseluruhan terdiri dari 9 kelurahan dan 67 kelurahan dengan jumlah 294 RW dan 1.269 RT.
Berdasarkan data Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Kota Bengkulu pada tahun 2020 sebanyak 373.591 jiwa, terdiri dari 188.624 jiwa penduduk laki-laki dan 184.967 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2010, jumlah penduduk Kota Bengkulu mengalami pertumbuhan sebesar 1,87 persen. Data agama yang dianut warga Kota Bengkulu diambil dari data tahun 2019. Agama yang dilacak kecamatan di Kota Bengkulu terdiri dari 5 agama yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.
Temuan Khusus Penelitian
- Akhlak Remaja Pengguna Media Sosial di Telaga Dewa 5 dan 6
- Peran Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Pada Remaja Pengguna
Dengan adanya pendidikan yang diberikan oleh orang tua maka akhlak remaja akan menjadi lebih baik dan tertata. Remaja yang mendapat pendidikan agama yang baik dari orang tuanya akan menjadi sadar akan fungsinya dalam berperilaku dan bertingkah laku, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menggunakan media sosial. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memberikan bimbingan moral agar remaja dapat mengamalkan hal tersebut dengan baik.
Memiliki orang tua tunggal tidak menjadi kendala dalam memberikan pembinaan moral secara utuh kepada anak-anaknya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi seluruh informan orang tua mengatakan bahwa sebagai orang tua mereka memberikan pendidikan agama kepada remaja. Tn. Putra SW, GR, mengaku tidak dilakukan pengawasan orang tua saat mengakses media sosial.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa orang tua berusaha memberikan pendidikan yang lebih baik, berusaha menjadi lebih baik. Faktor pendukungnya adalah pemahaman orang tua yang memadai terhadap bahaya media sosial, sehingga orang tua akan melindunginya dengan melakukan pembinaan moral. Saya rasa ini merupakan sebuah keuntungan bagi orang tua ketika mereka dapat menggunakan media sosial, orang tua dapat memantau apa yang diposkan oleh anak-anaknya di media sosial dan siapa saja temannya.
Pembahasan
- Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Orang Tua dalam
Peran Orang Tua Dalam Mempromosikan Akhlak Remaja Melalui Media Sosial Di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Sosial Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Para orang tua di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 menyadari pentingnya peran orang tua sebagai pendidik. Pemahaman orang tua terhadap pengetahuan teknologi informasi memudahkan orang tua memantau aktivitas remaja di media sosial.
Wawancara akan dilakukan kepada bapak, orang tua dan remaja RT 15 dengan tujuan untuk memperoleh informasi mengenai “Peranan orang tua dalam pembinaan akhlak remaja pengguna media sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu”. Informasi yang diperoleh dari bapak RT 15, orang tua dan remaja sangat berguna untuk penelitian yang akan dilakukan untuk “Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Akhlak Remaja Pengguna Media Sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Pagar Dewa” untuk menganalisis Desa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu”. Menurut anda apa penyebab orang tua tidak berperan dalam pengembangan akhlak remaja?
Bagaimana menyikapimu ketika orang tuamu memberikan nasehat, termasuk menasihatimu saat mengakses media sosial. Bagaimana reaksimu ketika orang tuamu memberikanmu kebiasaan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam pembinaan moral remaja pengguna media sosial di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagara Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
PENUTUP
Kesimpulan
Peran Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Remaja Pengguna Media Sosial di Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Media Sosial di Telaga Dewa 5 dan 6 Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Orang tua wajib memberikan bimbingan dan arahan seputar penggunaan media sosial agar remaja dapat menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Anggapan seperti itu memicu kurangnya pengetahuan orang tua terhadap media sosial, sehingga dapat berujung pada kurangnya pengawasan orang tua di dunia maya.
Kekurangan masa untuk ibu bapa memberi perhatian dan berinteraksi dengan remaja menyebabkan kurangnya pengawasan.
Saran
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Sensitivitas Sosial Remaja THE MESSENGER, Vol.9, No.1, 68. Perilaku Narsistik di Media Sosial di Kalangan Remaja dan Upaya Mengatasinya Jurnal Riset Komunikasi, Vol.20, No. 2. Ulama dan media sosial: Analisis Dakwah KH Mustofa Bisri di Twitter Jurnal Dakwah dan Sosial MUHARRIK, Vol 1, No.2, 118.
Orang tua memahami peran orang tua sebagai teladan 13,14 4. Orang tua memahami peran orang tua sebagai pengawas. pengawasan) kepada remaja pengguna media sosial. Menurut Anda apakah penggunaan media sosial mempengaruhi akhlak remaja di Jalan Telaga Dewa 5 dan 6. Apa yang harus Anda lakukan jika anak Anda terus menerus menggunakan media sosial sehingga membuatnya gagal beribadah.
Konten/topik apa yang sering Anda posting di media sosial, dan menurut Anda apakah media sosial mempunyai pengaruh terhadap moral penggunanya. Apa jawaban atau tanggapanmu ketika orang tuamu mengajakmu berdoa di gereja saat kamu sedang asyik bermain media sosial.