Pemberdayaan Anak Yatim (Studi Deskriptif Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara Banjarbendo Kabupaten Sidoarjo). Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan peran Panti Asuhan Baitul Farah Kabupaten Sidoarjo dalam upaya pemberdayaan anak yatim dan dhuafa. Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa Panti Asuhan Baitul Farah mempunyai program pemberdayaan pendidikan yang salah satunya menyasar anak yatim piatu.
Berangkat dari konteks penelitian ini, peneliti mengambil kesimpulan dari melakukan penelitian di Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara Banjarbendo Kabupaten Sidoarjo dengan judul “Peran Panti Asuhan Dalam Pemberdayaan Anak Yatim (Studi Deskriptif Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara Banjarbendo Sidoarjo Daerah)".
PENDAHULUAN
- Konteks Penelitian
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Anak yatim ialah anak yang kehilangan bapa termasuk kehilangan bapa tanpa meninggalkan harta yang mencukupi untuk menyara hidup sehingga menyebabkan mereka kehilangan punca pendapatan.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Judul Penelitian Hardiyanti IAIN Kudus 2020 Pemberdayaan Yatim dan Dhuafa Melalui Pelatihan Life Skills Untuk Membentuk Jiwa Kewirausahaan Anak Asuh di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.14. Penelitian ini fokus pada pelatihan kecakapan hidup di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati dan menyimpulkan hasil membangun jiwa wirausaha pada anak asuh. 14 Hardiyanti, Pemberdayaan Yatim dan Dhuafa Melalui Pelatihan Life Skills Untuk Membentuk Jiwa Kewirausahaan Anak Asuh di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati (Kudus: Institut Agama Islam Negeri Kudus, 2020).
Proses pemberdayaan anak yatim dan dhuafa melalui pelatihan life skill di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso.
Kajian Teori
- Peran Panti Asuhan
- Pemberdayaan
Panti Asuhan Anak Panti Asuhan adalah tempat menampung, mendidik dan mengasuh anak-anak yatim atau yatim piatu yang bertujuan untuk memberikan jenis bantuan, pelatihan dan keterampilan untuk mendorong anak menciptakan keterampilan untuk pengembangan kesejahteraan sosial anak agar mereka bebas. dan menjadi lebih tinggi. manusia yang berkualitas 21. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi panti asuhan adalah memberikan pelayanan, konsultasi, informasi dan pengembangan keterampilan untuk kesejahteraan sosial anak. 22 Lala Aslu Claudia, Peran Panti Asuhan Ade Irma Suryani Dalam Meningkatkan Potensi Diri Anak Asuh.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa tujuan panti asuhan adalah memberikan pelayanan, keterampilan dan bimbingan kepada anak-anak agar menjadi manusia yang berkualitas.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Penentuan topik penelitian dilakukan dengan sengaja, yaitu sumber informasi data dipilih dengan pertimbangan tertentu. 39 Pertimbangan tertentu, misalnya subjek penelitian yang dipilih dipandang sebagai orang yang paling mengetahui dan melihat serta dapat memberikan data yang diperlukan. penelitian, sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. Sumber informasi primer (sumber yang memberikan informasi langsung) dan sumber sekunder (sumber yang merujuk pada sumber yang berbeda). Informasi primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber pertama dan diperoleh dari hasil wawancara peneliti dengan informan.
Informasi sekunder diperoleh untuk menunjang informasi primer berupa observasi, dokumentasi, berbagai referensi seperti informasi buku, skripsi, tesis, jurnal yang menjelaskan peran panti asuhan dalam pemberdayaan anak yatim.
Teknik Pengumpulan Data
Nazir memahami dan mencirikan observasi sebagai pengumpulan data dengan mata untuk tujuan observasi. 40 Teknik observasi adalah cara yang efektif untuk mengamati tingkah laku subjek penelitian, seperti tingkah laku pada lingkungan atau ruang tertentu, waktu dan keadaan tertentu untuk dilihat dan diperhatikan oleh peneliti, kemudian ditangkap tingkah laku, peluang, usaha, serta hambatan dan hambatannya. dukungan yang terjadi dalam pelaksanaan Panti Asuhan Baitul Farah dalam pemberdayaan anak yatim. Wawancara yang diarahkan peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur, yang pelaksanaan interaksinya tidak terkesan kaku, tetapi tidak menyimpang dari pokok bahasan dan perdebatan, tentunya juga tidak dari pedoman wawancara yang dijadikan acuan. Pertanyaan pokok yang dijadikan acuan tidak ditanyakan secara berurutan melainkan berurutan dan pemilihan kata tidak baku tetapi dapat diubah sesuai saat wawancara.
Peneliti berusaha memperoleh data tentang “Peran Panti Asuhan Baitul Farah Dalam Pemberdayaan Anak Yatim (Studi Deskriptif Panti Asuhan Baitul Farah Banjarbendo Kabupaten Sidoarjo)”. Artinya dokumen-dokumen yang diperoleh peneliti berkaitan dengan pihak panti asuhan dalam melakukan pemberdayaan anak yatim piatu di Panti Asuhan Baitul Farah melalui foto-foto kegiatan pemberdayaan dan objek-objek yang akan dianalisis sebagai alat bukti dalam proses pengumpulan data.
Analisis Data
Artinya dokumen-dokumen yang diperoleh peneliti berkaitan dengan pihak panti asuhan dalam melakukan pemberdayaan anak yatim piatu di panti asuhan Baitul Farah melalui foto-foto kegiatan pemberdayaan dan objek-objek yang akan dianalisis sebagai alat bukti dalam proses pengumpulan data. Data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, yaitu: 42. Reduksi data bersifat final, menyeleksi hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, kemudian mencari topik. Dengan begitu, jika direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data.
Peneliti berusaha menganalisis data penelitian dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang tidak perlu dan mengelompokkan data agar peneliti lebih mudah memastikannya.
Keabsahan Data
Penarikan kesimpulan merupakan tahap terakhir dari analisis data, dimana hasil disimpulkan sebagai bentuk narasi untuk memahami masalah yang menjadi fokus peneliti. Peneliti melibatkan triangulasi sumber terhadap 5 sumber data yaitu Ketua Panti Asuhan Baitul Farah, Pembina Panti Asuhan Baitul Farah, Pengurus Panti Asuhan Baitul Farah, anak yatim Panti Asuhan Baitul Farah dan tokoh masyarakat. Selain triangulasi sumber, peneliti menggunakan triangulasi teknis yaitu analisis data dengan menggunakan tiga teknik, antara lain teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Tahap-tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian
Pada tahun berikutnya, Panti Asuhan Baitul Farah mendapat peningkatan dukungan dan kepercayaan dari para donatur dan masyarakat sekitar untuk menjamin hak-hak anak yatim piatu. Lahirnya Panti Asuhan Baitul Farah menjadi sebuah wadah sosial yang menaungi dan merawat anak-anak yatim piatu yang kurang mampu. Awalnya Panti Asuhan Baitul Farah dikelola oleh Ibu Juli dibantu oleh Nisha, Lili dan Fatima untuk mengasuh adik-adiknya.
Hingga akhirnya Panti Asuhan Baitul Farah terus berkembang dan terbentuklah pengurus tetap hingga tahun 2022:45. Di Panti Asuhan Baitul Farah terdapat 19 anak yatim piatu dan 21 anak bukan yatim piatu, namun 1 orang anak bukan yatim piatu tinggal di panti tersebut karena menurut Bunda Yuli, panti asuhan tersebut kekurangan tenaga untuk mengasuh anak dan jika ada waktu luang, datang dan bantu jualan di depan rumah. Kepala Panti Asuhan Ibu Yulia mengungkapkan, banyaknya anak asuh di Panti Asuhan Baitul Farah tidak hanya berstatus yatim piatu, namun ada juga anak yang berstatus yatim piatu bahkan anak yang orang tuanya telah meninggal dunia karena walinya. tidak mampu, sehingga anak-anak ini dititipkan pada pengasuhan Baitul Farah.
Sebelum tinggal di Panti Asuhan Baitul Farah, Lili juga tinggal saat panti asuhan tersebut didirikan, yakni di sebuah rumah kontrakan. Mulai tahun 2021, Anis tinggal di Panti Asuhan meski bukan anak Panti Asuhan Baitul Farah. Anis tinggal di panti asuhan atas keinginan Kepala Panti Asuhan Baitul Farah, Bunda Yuli, karena saat ini panti asuhan tersebut kekurangan pengurus dan sedang menunggu jadwal pendaftaran sekolah untuk Anis.
Salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh panti asuhan adalah program pendidikan bagi anak-anak non-yatim. Panti Asuhan Baitul Farah mengupayakan agar anak-anak non yatim dapat menerima beasiswa dan mendapat berkah atau bantuan dari para donatur, berkah yang diharapkan dapat memenuhi biaya sekolah dan perlengkapan sekolah.
Penyajian Data dan Analisis
Anak-anak panti asuhan yang sadar tidak punya orang tua pun menangis bersama, menurut pelatih Nisha: 49. Menurut Umi, anak-anak panti asuhan Baitul Farah sangat antusias dan datang tepat waktu. Panti Asuhan merupakan tempat penitipan anak yatim dan yatim piatu akibat dampak Covid-19.
Panti Asuhan Baitul Farah juga memberikan bantuan sosial kepada anak-anak non-panti asuhan setiap bulannya. Pengembangan bidang pendidikan Panti Asuhan Baitul Farah menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal bagi anak yatim dan bukan yatim piatu. Panti Asuhan Baitul Farah menanggung seluruh biaya dan fasilitas sekolah bagi anak yatim dan bukan yatim piatu.
Selain bimbingan pendidikan, Panti Asuhan Baitul Farah juga memberikan bimbingan rohani kepada anak yatim piatu. Melihat kondisi tersebut, Panti Asuhan Baitul Farah tetap menerima dan mendampingi anak yatim piatu, serta memberikan bantuan kepada anak-anak non-yatim. Faktor pendukung dan penghambat Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara dalam pemberdayaan anak yatim piatu di Banjarbendo kabupaten Sidoarjo.
Masyarakat telah yakin dan memilih untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Baitul Farah. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, sumber daya yang ada pasti terbatas karena mayoritas panti asuhan masih anak-anak.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Kesimpulan
Peran Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara Dalam Upaya Pemberdayaan Anak Yatim Piatu di Banjarbend Kabupaten Sidoarjo. Peran panti asuhan dalam pemberdayaan anak yatim adalah melatih mereka menjadi mandiri, memberikan pelayanan sosial, memberikan peran sebagai keluarga, pemberdayaan berbasis kewirausahaan, dan kemajuan pendidikan yang dapat berkontribusi pada semakin besarnya peran anak yatim dan anak yatim piatu. . Sederhananya, Panti Asuhan Baitul Farah mempunyai strategi untuk membantu anak-anak yatim piatu dan anak-anak yatim piatu mengatasi kemiskinan, kebodohan dan permasalahan sosial lainnya, dengan harapan dapat membantu anak-anak yatim piatu dan anak-anak yatim piatu menjadi mandiri dan berkontribusi terhadap perekonomian.
Faktor pendukung adalah faktor yang menjamin keluwesan dan keberhasilan serta timbul dari faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri. Faktor internal terdiri dari dua poin yaitu power (kekuatan) yang terdiri dari sarana dan prasarana serta dukungan masyarakat dan donor.
Saran
Harapan kami, ketika Anda memutuskan untuk keluar dari panti asuhan, Anda dapat memanfaatkan pengalaman Anda dengan baik, terus menjadi pekerja sosial, dan mengingat jasa-jasa panti asuhan yang telah meningkatkan kualitas akademik pendidikan Anda. Jawaban sederhana yang diharapkan adalah mengingat Panti Asuhan, tidak melupakan dan memutus tali silaturahmi dengan Panti Asuhan Baitul Farah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang dapat mengungkap lebih dalam mengenai peran panti asuhan dalam pemberdayaan anak yatim dengan lokasi dan fasilitas yang lebih beragam atau pada kegiatan lain yang belum dilaksanakan dalam penelitian ini untuk dapat disempurnakan oleh peneliti selanjutnya.
Metode Bimbingan Kelompok dalam Pembinaan Tanggung Jawab Anak Yatim (Survei Tindakan Bimbingan dan Konseling di Sanggar Ceu Wita Yatim Mandiri Kota Serang). Pemberdayaan anak yatim dan dhuafa melalui pelatihan life skill untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak asuh di Panti Asuhan Darul Hadlanah Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Perlindungan hukum terhadap anak di panti asuhan yang telah mencapai usia dewasa (studi di Panti Asuhan Al Jam'iyatul Washliyah Binjai).
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “PERAN ANAK ANAK ANAK DALAM PEMBERDAYAAN ANAK YATIM (STUDI DESKRIPTIF PANTAI ANTI BAITUL FARAH DI BANJARBENDO KABUPATEN SIDOARJO)” adalah hasil penelitian atau karyanya sendiri, kecuali sebagian yang dijadikan rujukan pada sumbernya. PERAN Panti Asuhan Dalam Pemberdayaan Anak Yatim Piatu (Studi Deskriptif pada Panti Asuhan BAITUL FARAH PONDOK MUTIARA DI BANJARBENDO KABUPATEN SIDOARJO). PERAN ANAK YATIM DALAM PEMBERDAYAAN ANAK YATIM (STUDI DESKRIPTIF DI Panti Asuhan BAITUL FARAH DI BANJARBENDO KABUPATEN SIDOARJO).
Bagaimana peran Panti Asuhan Baitul Farah Pondok Mutiara dalam upaya pemberdayaan anak yatim piatu di Banjarbendo Kabupaten Sidoarjo. Harapan bagi anak-anak yatim piatu di panti asuhan ketika mereka bisa memutuskan apakah akan melanjutkan sekolah atau bekerja dan kembali ke kampung halamannya.