• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran pemerintah desa senggigi dalam pengelolaan objek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peran pemerintah desa senggigi dalam pengelolaan objek"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERAN PEMERINTAH DESA SENGGIGI DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI SENGGIGI DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU LAYAR

KABUPATEN LOMBOK BARAT

oleh Farid Ferdian NIM 180503125

JURUSAN PARIWISATA SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2022

(2)

ii

PERAN PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI SENGGIGI DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU

LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persaratan gelar

Sarjana Pariwisata Syariah

oleh Farid Ferdian NIM 180503125

JURUSAN PARIWISATA SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2022

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii

(7)

viii MOTO

“Barang siapa keluar untuk mencari sebuah ilmu, maka ia akan berada di jalan Allah hingga ia kembali”

HR-Tirmidzi

(8)

ix

PERSEMBAHAN

“Ku persembahkan skripsi ini kepada kedua orang tuaku yang senantiasa berjuang sekuat tenaga memberikan segalanya dan selalu mendoakan hingga sampai saat ini, melalui perantara beliau Allah memudahkan segala urusanku. Ayahanda tercinta Burhan Udin, Ibu Tercinta Farhin serta adek-adekku tercinta Urmila Farhani dan semoga kalian selalu sehat dan panjang umur, serta semoga aku bisa secepatnya membalas kebaikan dan jasa-jasa mereka”

(9)

x

KATA PENGANTER

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SWT, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya Amin.

Penulis menyadari bahwa proses menyelesaikan skripsi ini tidak akan sukses tampa bantuan dan ketertiban berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut:

1. Dr. Muhammad Yusup, M.Si sebagai pembimbing I serta Syukriati, S.Pd., M.Hum. sebagai pembimbing II yang meberikan bimbingan dan motivasi, dan koreksi mendetail, terus- menerus tanpa bosen ditengah kesibukan dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai.

2. Muhammad Johari,M.S.i selaku ketua jurusan Pariwisata Syariah

3. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag. Selaku dekan fakultas ekonomi dan bisnis islam

4. Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memberikan bimbingan dan pertimbangan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

5. Yunia Ulfa Variana, M.Sc. selaku walikelas C jurusan pariwisata syariah angkatan tahun 2018 dan segenap dosen UIN Mataram

6. Seluruh keluargaku yang selalu senantiasa menyemangati dan selalu memberikan support dari awal kuliah sampai akhir penulisan skripsi ini dan selalu mendoakan agar kelak menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi Agama, Keluarga, Nusa dan Bangsa, serta terimakasih sebanyak-banyaknya

7. Semua Guru-guruku dari SD-Kuliah, terimakasih telah mendidikku dan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagiku

8. Sahabat-sahabatku Buyung Rian Nasution, S.E, Enggri Wijaya, Mutia Debi, Lana Wigayanti, Ema Nurmala, Ahmad Nawawi, Hasmiati, dan sahabat-sahabat KKP Desa Senggigi terimakasih karena telah hadir dan memberikan warna dan memberikan arti persahabatan dalam hidupku

9. Sahabat-sahabat Kelas C Angkatan 2018 Pariwisata Syariah yang telah menambah ceria dalam perjalanan perkuliahan

(10)

xi

10.Almamatarku tercinta Universitas Islam Negeri Mataram.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semseta. Amin.

(11)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah... ... 6

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... ... 6

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian... ... 7

E. Telaah Pustaka... ... 8

F. Kerangka Teori... 10

G. Metode Penelitian... 20

H. Sistematika Penulisan... 28

BAB II PAPARAN DAN DATA TEMUAN...30

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian... ... 30

B. Pendapatan Objek Pantai Senggigi... ... 37

C. Kebijakan Pemerintah Desa dalam pengelolaan objek wisata pantai senggigi...38

D. Faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Objek Wisata Pantai Senggigi di Kabupaten Lombok Barat...54

BAB III BAGAIMANA KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI SENGGIGI DI KECAMATAN BATULAYAR...61

A. Bagaimana Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai Senggigi Di Kecamatan Batulayar...61

B. Faktro Penghambat Dan Pendukung Dalam Mengelola Objek wisata Pantai Senggigi di Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat...65

BAB IV PENUTUP...72

A. Kesimpulan...72

B. Saran...73

(12)

xiii

DAFTAR PUSTAKA...74 LAMPIRAN...76

(13)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Jumlah Penduduk Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Berdasarkan Mata Pencahrian 2022

Tabel 2 Jumlah Sarana Pendidikan Tahun 2022 Desa Senggigi

Tabel 3 Kondidi Tingkat Pendidikan Berdasarkan Tamatan Pendidikan di Desa Senggigi

Tabel 4 Prasarana Kesehatan Desa Senggigi Tabel 5 Pendapatan Objek Pantai Senggigi

(14)

xv

PERAN PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA PANTAI SENGGIGI DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU

LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Oleh

Farid Ferdian NIM: 180503125

ABSTRAK

Peran pemerintah adalah segala tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya, dalam hal ini adalah segala tindakan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah desa dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya dalam menyelenggarakan ketertiban dan ketenteraman masyarakat di daerahnya sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah jensi penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, sebagai lawannya adalah eksperimen dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, tehnik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaiman peran pemerintah desa dalam mengelola objek wisata, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sektor pariwisata di kabupaten lombok barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah desa dalam pengelolaan objek wisata pantai senggigi adalah melengkapi sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Yang mempengaruhi pengelolaan objek wisata adalah faktor pendukung yaitu partisipasi masyarakat dan banyaknya potensi pariwisata, sedangkan faktor penghambat adalah hujan dan sampah.

Kata Kunci: Peran pemerintah, objek wisata pantai senggigi.

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar ke empat di dunia, yaitu memiliki jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa. Dengan populasi penduduk sebesar ini membuat Indonesia memiliki banyak sekali persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat seperti dalam mengatasi kemsikinan oleh karna itu bahwa dengan adanya Pariwisata di Indonesia kemiskina bisa diatasi oleh Pemerintah untuk meningkatkan kualitas dalam pengelolan dan pengembangan di setiap wilayah.1

Dalam pelaksanaan pembangunan desa wisata perlu menciptakan iklim yang kondusif dalam pembangunan desa wisata dikembangkan dunia parwisata dan menyeluruh dalam rangka menjawab tantangan lingkungan hidup strategis kawasan perdesaan, baik eksternal, maupun didalam, perlu menetapkan peraturan daerah tentang desa. Dengan demikian desa wisata dapat dijadikan sarana untuk menciptakan kesadaran akan intergritas masyarakat pedesaan dan kebebasan dalam keragaman.2

Pembangunan desa wisata dikembangkan dengan pendekatan, pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berorientasi pada pengembangan wilayah, bertumpu pada masyarakat dan bersipat memberdaya masyarakat yang mencakup berbagai aspek, seperti sumberdaya manusia, pemasaran, destinasi, ilmu pengatahuan dan teknologi, keterkaitan lintas sektor, usaha pemberdaya kecil, serta bertanggung jawab dalam pemanfaatan sumber kekayaan alam dan budaya.

1Irfan Syauqi Baiq dan Laiyli Dewi Asyanti, Ekonomi Pariwisata Pembangunan Syariah.

2 Nurul Linta Hidayanti, “Strategi Pengembangan Potensi Desa Sakra barat Kabupaten Lombok Timur”

Jurusan Ekonomi syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri mataram

(16)

2

Oleh karena itu peran peran pemerintah desa sangat penting dikembangkan desa wisata dan potensi kesejahteraan masyarakat desa.3

Dari konsep pembanguan desa wisata ini dapat dikatakan bahwa, pembanguan desa wisata dilaksanakan secara terarah, dinamis dan berkelanjutan dalam asrti pembangunan dan desa akan terus dilaksanakan dengan terus memperhatikan situasi dan kondisi serta kemampuan manusia dan daya dukungnya sehingga tujuan dasar dan tujuan pembangunan desa dapat dicapai. Tujuan dasar pembangunan desa wisata yaitu berkepanjangan sedangkan tujuan utamanya adalah untuk tingkatkan taraf hidupnya masyarakat untukmenjadi masyarakat yang Makmur dan sejahtera sesuai dengan visi pembangunan nasional nbangsa Indonesia.4

Untuk memahami tentang konsep pariwisata hal pertama yang perlu dijadikan adalah konsep mengenai peran pemerintah desa, konsep peran sebagai yang dilakukan para masyarakat merupakan aspek dinamis kedudukan apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukanberati dia melanjutkan suatu peran sedangkan keberadaan peran selalu melekat dengan adanya kedudukan peran akan mengatru perilaku seseorang juga menyebapkan seseorang dapat juga menyebapkan dala hal lain sehingga juga menyebapakan yang bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilakunya dengan perilaku orang-orang dikelompoknya.5

Menurut Undang-Undang Kepariwisataan No. 6 Tahun 2014, pada pasal 74 dijadikan bahwa pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penangulangan kemsikinan melalui

3 Akhmad Boris Yasin Abdullah, “Dampak Pengembangan Pariwisata TerhadapKehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata (Studi Pada Masyarakat Sekitar Wisata WenditKabupaten Malang)” Jurnal Admistrasi Bisnis, Vol.1 30 No. 1 Januari 2016, 75

4 James J. Spille, Ekonomi Pariwisata Sejarah dan Prospeknya, (Yogyakarta: Kamis1991), 22

5 Basuki Antariska, “Peluang dan Tantangan Pengembangan Kepariwisataan di Indonesia Pusat Penelitian dan Pengembangan”, Pariwisata Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, 1

(17)

3

pemenuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana untuk meingkatkan pembangunan desa yang Bersatu, pengembangan potensi ekonomi local, serta pemanfaatan sumberdaya masnuia dan alam dan lingkungand secara berkelanjutan.6

Dalam pelaksanaan pembanguan desa wisata perlu menciptakan iklim yang kondusif dalam pembangunan dea wisata yang bersipat menyeluruh dalam rangka menjawab tuntunan lingkungan strategis kawasan perdesaan baik eksternal maupun internal.7

Dala penetapan peraturan daerah tentang desa wisata dengan demikian pembangunan desa wisata dapat dijadikan sarana untuk menciptakan kesadaran akan identitas masyarakat pedesaan .8

Pembangunan desa wisata dikembangkan dengan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berorientasi pada pemabangunan wilayah yang bertumpu pada masyarakat dan berispat memperdayakan masyarakat yang cukup berbagai aspek.9

pemerintah kabupaten Lombok Barat adalah berperan membangun serta mempromosikan sumber daya pariwisata yang ada di kabupaten Lombok barat. Oleh karena itu sangat perlu adanya pengelolaan lingkungan yang terencana dari pemerintah untuk keberlanjutan pariwisata kedepannya.

Dalam aspek sumber daya manusia pemasaran destinasi ilmu pengetahuan dan teknologi kertakaitan lintas sektor pemberdayaan usaha kecil serta tanggung jawab dalam pemampaatan sumber kekayaan alam dan budaya. Oleh karena itu peran

6Rosni,“Analisis Tinngakt Kesejahteraan Masyarakat Nelayan di Desa Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara”, Jurnal Geogerafi, Vol. 9 No. 1 tahun 2017, 57

7 Irfan Syauqi Beik, Ekonomi Pembangunan Syariah (Jakarta Pres, 2017), 29

8 Feny Nadia Rahma, Herniawati Retno Handayana, “Pengaruh Jumlah KunjunganWisatawan, Jumlah Ojek Wisata Dan Pendapatan Perkapita Terhadap Penerimaan Sektor Pariwisata Di Kabupaten Kudus” Di ponogoro Jurnal Of Economics, Vol. 2, Tahun 2013, 2

9 BPS Kabupaten Lampung Barat, “Pesisir Barat dalam Angka 2018” dalam http://Pesisirbaratkab.pbs.go.i diunduh pada 18 Juni 2019

(18)

4

pemerntah desa sangat penting terutama dalam meningkatkan serta mendukung pengelolaan dan pembanguan potensi desa yang memiliki sehingga dapat mendorong jalannya pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.10

Kabuapten Lombok Barat memiliki potensi objek wisata Pantai, dan kuliner khas yang tidak kalah dengan daerah lain, sehingga pemerintah kabupaten Lombok barat menjadikan sektor ini sebagai primadona meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD). Lombok Barat masuk dalam kawasan pengembangan pariwisata “Pantai Kerandangan” Pantai senggigi, bersama kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram. Daerah yang masuk dalam kawasan wisata ini memiliki kesamaan budaya dan seni. Posisi sektor pariwisata kabupaten Lombok Barat sangat penting sebagai salah satu bisnis inti kabupaten Lombok Barat. Dengan penetapan pariwisata sebagai salah satu bisnis inti, perhatian pemerintah terhadap pengembangan pariwisata akan bertambah besar dan pembangunan pariwisata menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Keunggulan sektor pariwisata dalam konteks regional. Nusa Tenggara Barat oleh karena itu peran pemrintah desa sanga penting terutama dalam meningkatan serta mendukuang pengelolaan dan pembangunan potensi desa yang dimiliki sehingga dapat mendorong jalannya pembangunan desa dan kesejhateraan masyarakat desa dalam pembangunan desa wisata peran pemerintah didapatkan dari hak dan kewajibannya yang dimiliki sehingga ,mendorong jalannya pembangunan desa dan kesejhateraan masyarakat desa..11

Nusa Tenggara Barat, Peran pemerintah dapat dikatakan dari hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pemrintah desa hak pemerintah desa dalam pembangunan desa

10 Okta A Yoeti, Industri Priwisata dan Peluang Kesempatan Kerja, (Jakarta : PT Perja 1999),58

11 Riyana Asi Mintayu, Dampak Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pelaku Usaha Di Kawasan Wisata Pantai Genah Tulang Agung tahun, (Kediri: Universitas Nusatntara PGRI Kediri, 2018)

(19)

5

wisata tercantum dalam peraturan daerah dan desa, oleh karena itu desa wisata tercantum dalam peraturan daerah..12

Berdasarkan pada kenyataan uraian diatas terlihat bahwa pengembangan pariwisata Kabupaten Lombok Barat mendapat tantangan yang kompleks terutama dalam hal pengelolaan yang belum maksimal sehingga peneliti mecoba mengambil Judul

“Peran Pemerintah Desa Senggigi Dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai Senggigi di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dijadikan dasar analisis Peran Pemerintah Desa Senggigi Setempat Dalam Pengelolaan Objek Pantai Senggigi di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat adalah sebagai berikut:

1. kebijakan pemerintah desa dalam mengelola objek wisata pantai Senggigi di kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat?

2. Apa faktor penghambat dan pendukung dalam mengelola objek wisata pantai Senggigi di kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan judul yang diambil penulis, maka tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah dalam mengelola objek wisata Senggigi di kabupaten Lombok Barat.

b. Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pengelolaan objek wisata Pantai Senggigi di kabupaten Lombok Barat.

12 Da’faf Ali, Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Pantai Sebagai Objek Wisata danTingkat Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Lokasi Wisatawan. (Semarang: Universitas Diponogoro, 2004

(20)

6 2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan berguma dan bermanfaat antara antara lain sebagai berikut:

a. Manfaat teoritis

1) Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan di bidang pengelolan pran pemerintah desa khususnya terkait dengan Pengelolaaan Objek pantai senggigi.

2) Secara praktis, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran terhadap Pengelolaan Objek Pantai Senggigi.

3) Diharapakan penlitian ini dapat bermanfaat bagi pihak yang memerlukan pengembangan pengetahuan lebih lanjut dan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan untuk kasus-kasus serupa.

b. Manfaat praktis

Berdasarkan penelitian ini diharapkan berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luar dalam rangka untuk lebih memahami dan mendalami serta menambah ilmu pengetahuan dan informasi yang lebih mendalam peran pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan objek pantai Senggigi.

D. Ruang Lingkup dan Steting Penelitian

Adapun ruang lingkup dan setting penelitian yang diharapkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1. Ruang Lingkup

Agar penelitian ini tidak meluas pada pokok kajian, maka peneliti membatasi ruang lingkup yang dikaji. Adapun fokus kajian penelitian ini hanya seputar

(21)

7

persoalan tentang Perkembangan pantai senggigi di kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat

2. Setting Penelitian

Adapun setting penelitian ini adalah tempat dimana peneliti melakukan penelitian. Sesuai dengan studi kasus penelitian, maka penelitian akan melakukan di Desa Senggigi Kec. Batu layar Kabupaten Lombok Barat.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka dilakukan untuk mengetahui posisi penelitian yang sedang dilaksanakan di antara hasil-hasil penelitian dan/atau buku-buku terdahulu yang bertopik senada. Bertujuan untuk menghindari praktik peniruan atau plagiasi terhadap penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya baik dari segi judul, latar belakang dan data-data temuan serta hasil penelitian yang di dapatkan13

1. Nurfadila, dengan judul skripsi “ Peran pemerintah dalam pengelolaan objek wisata alam lewaja dikabupaten enerkang”.

Persamaan penelitian oleh nurfadila dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama membahas tentang peran pemerintah desa dan masyarakat setempat dala pengelolaan objek wisata pantai. Namun terdapat diantara penelitian keduannya, dimana dalam penelitian yang dilakukan oleh saudari nurfadila lebih focus membahas masalah objek wisata alam sedangkan penelitian yang peneliti lebih focus membahas peran pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan objek wisata pantai.14

2. Muhamad Rafiudin, dengan judul skripsi “Implementasi Program Pengelolaan Desa Wisata di Kecamatan Lebak”.

13 Moh, Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2013, hlm,12.

14 Nurfadila, ”Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Objek Wisata Alam Desa Lewaja Di Kabupaten Enerkang”, (Skripsi Universitas Muhammadiah Makasar, 2018)

(22)

8

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Rafiudin dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sama-sama tentang program desa wisata. Namun terdapat perbedaan diantara penelitian keduannya, dimana dalam penelitian yang dilakukan oleh saudara Muhamad Rafiudin lebih fokus membahas pengelolaan objek pantai senggigi.15

3. Dini Yulianti dengan judul “Studi kasus pada masyarakat pelaku usaha disekitar objek wisata pantai tanjung setia, pekon tanjung setia kec. Pesisir selatan kab.pesisir barat”

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Dini Yulianti dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama membahas tentang objek wisata pantai.

Namun terdapat perbedaan dalam penelitian keduannya, dimana penelitian yang dilakukan oleh saudaru Dini Yulianti lebih fokus membahas tentang pelaku usaha disekitar objek wisata pantai tanjung setalan program dalam meningkatkan sedangkan yang peneliti lakukan lebih fokus pada peran pemerintah desa dalam pengelolaan objek wisata pantai Senggigi kabupaten Lombok barat.16

4. Ika heni husnul khatimah dengan judul skripsi “peran pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata jembe wangi kec. Sembu, kab.banyuwangi”

Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Ika Heni Husnul Khatimah dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama membahas tentang peran pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata. Namun terdapat perbedaan dalam penelitian keduannya, dimana penelitian yang dilakukan okeh saudari Ika Husnul Khatimah lebih fokus membahas tentang pengembang desa wisata dalam

15Muhamad Rafiudin, dengan judul skripsi “Implementasi Program Pengelolaan Desa Wisata di Kecamatan Lebak” 2019

16 Dini Yulianti dengan judul skripsi “Studi kasus pada masyarakat pelaku usaha disekitar objek wisata panati tanjung setia pekon tanjung setia kec Pesisir selatan kab. Pesisir barat”

(23)

9

pengembngan desa wisata jembe wangi kec.sembu. kab. Banyuwangi. Sedangkan peneliti lakukan lebih fokus pada peran pemerintah desa pada pengelolaan objek pantai Senggigi kabupaten Lombok barat.

F. Kerangka Teori 1. Peran pemerintah

Melalui organisasi peran pemerintah tersebut dapat membantu pemerintahan desa dalam melaksankan pembanguan desa wisata tersebut. Pemabngunan pariwisata perdesaan atau desa wisata ini juga diharapkan upaya untuk meningkatkan percepatqan pemabngunan desa wisata memperluas dan memeratakan kesemppatan berusaha dan lapangan kerja meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat desa mendorong pembanguan daerah memperkenalkan dan mendayagunakan daya tarik wisata destinasi desa wisata, serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa akan semakin menyadarkan masyarakat pembangunan kemandirian dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan daya saing desa.17

a. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat, peranan dalam arti merupakan rangkaian- rangkaian peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatan.

b. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi

17 I Gede Pitarta, I Ketut Surya Dirata . Penganter ilmu Pariwisata, edisi ke 3, Jakarta: Bale Pustaka 2006

(24)

10

c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat,18

Istilah pemerintah berasal dari kata “Perintah” yang berarti menyuruh melakukan sesuatu sehingga dapat dikatakan bahwa pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu negara atau badan tertinggi yang memerintah suatu negara, seperti kabinet merupakan suatu pemerintah. Istilah Pemeintah diartikan dengan perbuatan (cara,hal,urusandansebagainya). Pemerintah merupakan semua aparatur/alat perlengkapan negara dalam rangka menjalankan segala tugas dan kewenangan/kekuasaan negara, baik kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif.

Apabila kita lihat pada negara Indonesia saat ini dengan mengacu pada Undang- Undang Dasar 1945 sebagai peraturan perundang-undangan yang tertinggi.19

Kebijakan pengembangan desa wisata tersebut antara lain : kebijakan anggaran, fasilitas pegembangan desa wisata, pembuatan papan nama, papan petunjuk informasi, retribusi tempat parkir dan tiket masuk promosi dan pemasaran. Desain diskritip kualitatif dengan harapan mampu menggambarkan implementasi kebijakan pengembangan desa wisata dan dampak yang diterapkan oleh masyarakat di desa senggigi. Pada desa wisata pantai senggigi, dimana inisiatif dan antusiasme masyarakat relative lebih tinggi ditemukan adannya peningkatan keberdayaan masyarakat.

Dalam perkembangannya para wisatawan mulai mengemari tempat wisata yang tidak hanya sekedar menyajikan alamnya saja tetapi lebih kepada interkasi masyatakatnya. Olehkarnaitu mulai semakin berkembangnya jenis wisata minat

18Ibid

19Ibid

(25)

11

khsusunya adalah bentuk wisata dimana wisatawan memiliki bekal berupa kehalian dan ilmu pengetahuan atas daya tarik wisata pada destinasi pariwisata yang dikunjunginya, wisata minat khusus biasanya disebut juga dengan istilah desa wisata , desa wisata ini bertujuan untuk pembangunan pedesaan yang berkelanjutan dalam bidang pariwisata sedangkan menurut program pariwisata inti rakyat yang dibuta oleh depertemen pariwisata menjelaskan penertian destinas.:20

a. Pemerintah sebagai fasilitator

Peran pemerintah sebagai fasilatator adalah meciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan untuk menjembatani berbagai kepentingan masyarakat dalam mengoptimalkan pembangunan daerah. Sebagai fasilitator, pemerintah bergerak dibidang pembangunan melalui pelatihan, pendidikan, dan peningkatan keterampilan, serta bidang sumber daya atau permodalan melalui pemberian bantuan modular kepada masyarakat.21

b. Pemerintah sebagai regulator

Peran pemerintah sebagai pengontrol adalah menyiapkan arah untuk menyeimbangkan penyelenggaraan pembangunan melalui peraturan-peraturan.

Sebagai pengontrol, pemerintah menginginkan dasar kepada masyarakat sebagai instrumen untuk mengatur segala kegiatan pelaksanaan pembangunan.

2. Pengertian Pengelolaan

Pengelolaan Pariwisata yang berkelanjutan untuk menjadikan praiwisata tersebut sebagai daya tarik bagi wisatawan. Dalam peraturan menteri kebudayaan dan pariwisata pengelolaan berkelanjutan adalah pengelolaan yang dapat memenuhi

20Ibid

21 Ibid

(26)

12

kebutuhan dan aspirasi manusia saat ini, tampa mengeorbankan potensi pemenuhan kebutuhan aspirasi manusia di masa mendatang.22

Destinasi wisata sebagai pengelolaan suatu kawasaan perdesaan yang menawarkan suasana yang mencerminkan keasalian pedesaan dalam pengelolaan destinasi wisata sebagai prioritas dan sebagai konsep pengelolaan tersebut sumber pengelolaan destinasi tersebut dan juga permverdayaan manusia dan sumber- sumber lainnya, atau kegiatan perekonomian dimasyarakat pedesaan yang khasa destinasi wisata prioritas untuk mengakamodir masyarakat desa.23

Pengelolaan merupakan suata proses kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.

a. Perencanaan (planning) adalah suatu pemeliharaan yang berhubungan dengan waktu yang akan datang dalam menggambarkan dan merumuskan kegiatan- kegiatan yang diusulkan demi mencapai hasil yang direncanakan.

b. Pengorganisasian (organizim) adalah memasukkan, pengelompokkan dan pengaturan berbagai kegiatan yang dianggap perlu mencapai tujuan.

c. Pelaksanaan (actuating) adalah tujuan usaha untuk setiap anggota kelompok.

3. Objek Wisata

Dalam objek wisata hal ini mendorong motipasi kreasi dan inopasi pemerintah desa Bersama masyrakat untuk lebih memaksimalkan sarana maupun prasaranan yang terdapat dalam objek wisata tersebut, dalam pembangunan desa wisata ini memang tidak bisa terlepas dari campur tangan masyarakat, oleh karena itu diharapakan program desa wisata ini dapat menjadikan masyarakat debagsi

22 Ibid

23 Gusti Agus Arjana, Geogerafi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, (Jakarta: Rajawali Pres, 2016),6

(27)

13

subjek pembanguan dan tidak lagi sebagai obje pembangunan.24 a. Pengertian Pariwisata

Pariwisata memiliki berbagai potensi yang bisa diangkat untuk dijadikan destinasi wisata seperti menjadikan sebagai komonitas dan dikembangkan menjadi desa wisata potensi desa adalah sumberdaya yang dimiliki oleh desa dapat digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan perekembang potensi yang dimiliki oleh desa sangat berpengaruh erat dengan masyarakat desa untuk itu pariwisata sangat lah berpengaruh kepada seluruh potensi yang ada dan mencakupi keadaan alam pembangunan suatu desa , poensi desa mencakup keadaan alam manusia yang ada didalamnya berserta hasil-hasil kerjamanusia , potensi terdiri dari potensi pisik dan potensi non pisik yang diharapkan manfaatnya bagi kelansungan dan perkembangan desa..

Dalam hal ini pemerintah desa desa menjadikan sebagai legalisasi dalam setrukutur organisasi pengelolaan yaitu sebagai pelindung terhadap jalanya pengembangan desa wisata maksudnya sebagai unsur pemerintah desa dalam strukutur organisasi pengelolaan desa wisata juga suatu cara atau Teknik yang dikembangkan untuk tetap ikut dalam pengelolaan..

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Setiap orang yang berpergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ketempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungan itu disebut Traveller, sedangakan orang yang bepergian melintasi suatu negara dengan tidak singgah walaupun perjalanan itu sendiri melebihi jangka waktu 24

24 Gamal suantoro, Dasar-Dasar Pariwisata, (Yogyakarta: Andi, 2004

(28)

14

jam disebut Tourist. Sedangkan menurut pariwisata banyak potensi desa di Indonesia yang belum muncul kepermukaan dapat menghambat pembangunan des aitu sendiri padahal jika potensi yang ada didesa dapat dimanfaatkan maka upaya membangun ekonomi desa akan lebih mudah dan cepat terlakasana potensi didaerah harus didaerah harus dijelaskan sebab hal ini juga akan menjadi ajuan dalam menjalankan program desa, oleh karena itu budaya yang ada didesa sangat perlu dikembangkan, dalam pembangunan tersebut pemerintah akan pokuskan pada daerah perdesaan, dengan demikian akan menjadi perubahan sosial kemasyrakatan dari urbanisasi ke rualisasi (orang-orang kota akan pergi ke desa untuk berkreasi.)

Suatu perjalanan dianggap sebagai perjalanan wisata jika memenuhi 3 persyaratan yang diperlukan, yaitu:

a. Harus bersifat sementara.

b. Harus bersifat sukarela (Voluntary) dalam artian tidak ada paksaan.

c. Tidak bekerja yang menghasilkan upah atau bayaran 4. Pengertian Kepariwisataan

Pariwisata merupakan sektor utama prioritas pembangunan pada 2015 sampai 2019 selain inprastruktur maritim energi dan pangan telah menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan serta menetapkan target pariwisata tahun 2019 menjadi dua kali lipat yakni konribuksi terhadap PDB nasional sebesar 15% devisa yang dihasilkan sebesar 240 triliun. Sektor pariwisata telah berkembag pada khususnya melalui pembangunan pariwisata menjadi kota transit para wisatawan yang ingin pergi ke Indonesia dalam peningkatan jumlah wisata dan destinasi pariwisata juga turut meberikan kontribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi

(29)

15

dikabupaten seluruh Indonesia. Bahkan sektor wisata juga menjadi pungkit sektor lain seperti inprastruktur misalnya pembangunan perbaikan jalan dan industry kreatif seperti penginapan, kuliner, transfortasi, oleh-oleh dan sebagainnya.

5. Jenis-Jenis Pariwisata

Berikut ini adalah jenis-jenis pariwisata:

a. Wisata Argo

Ragam pariwisata baru yang menyukai industri pertaniaan, misalnya wisata durian saat musim durian, atau wisata tani, yakni para wisatawan turun aktif menanam padi dan memandikan kerbau di sungai.

b. Wisata belanja

Wisata belanja dilakukan karena ke khassan barang yang ditawarkan atau bagian dari jenis pariwisata lain misalnya oleh-oleh khas lombok dengan pusat di jln pariwisata senggigi.

c. Wisata budaya

Wisata budaya berkaitan dengan adat budaya yang sudah menjadi tradisional.

d. Wisata iklim

Wisata iklim bagi negara benar-benar berempati, pada saat tertentu dilakukan untuk mengunjungi tempat-tempat lain hanya untuk berburu panas sinar matahari. Begitupun dengan masyarakat tropis seperti indonesia, penduduk kota pantai berwisata ke pegunungan dan sebaliknya.

e. Wisata karya

Pariwisata yang para wisatawannya berkunjung dengan tujuan dinas atau tugas-tugas lain misalnya menulis, inspeksi daerah, segi.

f. Wisata olahraga

(30)

16

Yakni mengunjungi peristiwa penting didunia olahraga, misalnya pertandingan pertunjukan kejuaraan, pecan olahraga nasional , asean games, olimpiade atau sekedar pertandingan persahabatan.

g. Wisata pelancongan/pesiar/pelasir/rekreasi

Dilakukan untuk berlibur, mencari suasana baru, menikmati keindahan alam, melepaskan ketegangan (lepas dari kesibukan kerja rutin).

h. Wisata petualang

Dilakikan lebih ke arah olahraga yang sifatnya menantang kekuatan fisik dan mental para wisatawan.

i. Wisaata ziarah

Dalam ikatan dengan agama dan budaya mengunjungi tempat ibadah atau tempat ziarah pada waktu tertentu, misalnya: waisak di kompleks candi Borobudur - magelang, menyepi di pantai parangkusumo–Yogyakarta, mengunjungi tempat yang dianggap keramat, ziarah ke makam tokoh- tokoh masyarakat atau pahlawan bangsa.

6. Industri Pariwisata

Semakin berkembangnya industry pariwisata membuat pemerintah daerah mulai melakukan inopasi-inopasi baru salah satunnya adalah pembangunan objek dan daya tarik wisata yang berbasis potensi desa melalui wisata minat khusus atau wisata artenatif wisata minat khusus biasannya disebut juga dengan istilah desa wisata, ramuan utama desa wisata diwujudkan dalam gaya hidup dan kwalitas hidup masyarakat keaslian juga dipengaruhi keadaan ekonomi fisik dan sosil daerah perdesaan tersebut, misalnnya ruang warisan budaya, kegiaatan pertaniaan bentangan alam, jasa pariwisata sejarah budaya serta pengalaman yang unik dan

(31)

17

eksotik khas daerah. Pembangunan desa wisata bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan dengan menyediakan objek wisata artenatif.25

Selain itu juga menggali potensi desa untuk pembangunan masyarakat sekitar desa wisata tujuan lainnya yaitu memperluas lapangan kerja bagi penduduk desa wisata. Sehinnga bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa serta meningkatkan terjadi pemerataan pembangunan ekonomi didesa

7. Tujuan Pariwisata

Menentukan tujuan adalah langkah awal dari perencanaan agar ketika kegiatan dilaksanakan bisa sesuai dengan apa yang diinginkan. Seseorang dalam melakukan perjalanan pasti memliki tujuan yang diinginkan.

a. Keinginan bersantai, bersukaria, rileks (lepas dari rutinitas) Keinginanan mencari suasana baru atau suasana lain. Dari pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa tujuan pariwisata adalah untuk bersantai, mencari suasana baru, memenuhi rasa ingin tahu, ingin berpetualang dan mencari kepuasan ketika berwisata.

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan yang bersifat Kualitatif deskriftif. Penelitian deskriftif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistimatis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriftif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubung dan menguji

25 Hery Herawan “Dampak Pembangunan Desa Wisata Ngelangguran Terhadap ekonomi Lokal”, Jurnal pariwisata, Vol, III No 2 september 2016, 167

(32)

18 hipotesis.26

Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan dalam mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah sewasta, kemasyrakatan, kepemudaan, perempuan olahraga, seni dan budaya, sehingga dapat dijadikan sesuatu kebijakan untuk dilaksanakn demi kesejahtraan bersama.27

2. Kehadiran Penelitian

Kehadiran Peneliti di lapangan mutlak diperlukan, Karena peneliti merupakan instrument utam dalam penelitian ini. Peneliti berperan untuk melakukan proses pengmpulan, pemilihan dan interpertasi data. Jadi, peneliti harus terlibat secara lansung dalam setiap kegiatan penelitian dan harus berbeda lansung dalam penelitian yang dipilih,

Tujuan utama kehadiran peneliti adalah untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumnetasi sebgai metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi sebgai bahan penelitian.

3. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dimana data dapat diperoleh.

Penelitian ini dilakukan untuk memajukan pengelolaan objek pantai sengigi selama ini masih tergolong belum mengalami pemajuan disini mengambil informasi data pada pegawai Kantor Desa, sekertaris desa.

Dalam penelitian ini peneliti menentukan sumber data atau informasi mengguakan teknik snowball sampling, atau, purposive sampling dan snowball

26Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori- Aplikasi, (Jakarta: PT Bumi A Ksara, 2009),hlm 47.

27Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014, hlm,80-81

(33)

19

sampling adalah teknik penelitian yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif.28

Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut : a. Data Primer

Sumber primer adalah suatu objek atau dokumen original material mentah darai pelaku yang disbut “first-hand information”. Data yang dikumpulkan dari situasi aktual peristiwa terjadi dinamakan data primer.29 Data primer merupakan sumber-sumber data yang lansung diperoleh dilapangan berupa hasil observasi dan wawancara dengan pegawai Perangkat Desa.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum peneltian dilakukan.30 Sumber data penelitian yang diperoleh diantaranya dari buku, catatan dan lain-lain yang mempunyai ketentuan dengan analis prean pemerintah desa dalam pengelolaan sektor parwisata desa

4. Teknik Pengumpulan Data

Adapun tenik pengumpulan data yang peneliti pergunakan dalam penelitian ini adalah sebagi berikut:

a. Observasi

Observasi ialah studi yang disengaja dan sitimasti tentang fenomena sosial dan gejala-gejala pisikal dengan jalan pengamatan dan pencatatan31 Observasi merupakan peninjauan penelitian terhadap lokasi dimana melakukan

28Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 300.

29Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial, (Bandung: PT Refitika Aditana, 2009).

30Ibid., hlm.291

31Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktis, (Jakrata: PT Bumi Aksara, 2014).

(34)

20

penelitian dengan cara terjun langsung kelokasi penelitian yaitu di Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi partisipan, yaitu peneliti hanya sebatas mengamati dan mencatat hal-hal dianggap perlu terutama terkait dengan peran pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan pantai senggigi di Kec. Batulayar Kabupaten Lombok Barat.

b. Wawancara

Sebagaimana yang dikutif dari buku Imam Gunawan mendefinisikan wawancara adalah suatu percakapan yang di arahkan pada suatu masalah tertentu proses Tanya jawab lisan,dimana dua orang atau lebih berhadap- berhadapan secara fisik.32

Dari beberapa jenis wasancara yang ada, dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur dan dilakukan secara bertahap.

wawancara tidak setruktur merupakan proses wawancara,

yang dilakukan dengan tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan kepada informan,tujuan wawancara tidak testruktur oleh peneliti karena peneliti belum tahu jawaban yang akan diperoleh dari informan dan jawaban-jawaban atau akan menjadi titik berangkat pengembangan pernyataan yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk wawancara tersteruktur. Tujuan wawancara tidak terstruktur adalah beberapa jenis dan tergolong dalam hal tujuan bersama untuk kemajuan parwisata.33

32Ibid., hlm. 160

33Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014) hlm. 36’

(35)

21

Tujuan penelitian menggunakan wawancara adalah untuk mengetahui sebuah proses untuk menggali informasi secara langsung dan mendalam sebagai data pintar. Metode ini akan dilakukan dengan informasi yang dianggap memiliki informasi yang relevan dengan penelitian. Sehingga yang akan menjadi informasi dalam penelitian ini yaitu Perangkat Desa

c. Dokumentasi

Analis data adalah proses pencairan dan pengaturan secara sistimatik hasil wawancara, catatan-catatan, dan bahan-bahan yang dikumpulkan dan memungkinkan menyajikan apa yang ditemukan.34 Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari data-data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku,surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya

Melalui metode ini digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang diantaranya meliputi: letak geografis Desa, kehidupan agama, sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Desa.

5. Analisis Data

Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data.

Analisis data yaitu penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis dibaca dan diinterprestasikan, yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan jenis masing-masing data, kemudian data di uraikan dan dijelaskan sehingga data tersebut dapat diambil pengertian dan kesimpulan sehingga hasil penelitian.35

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan informasi-informasi faktual yang di peroleh dari data Desa, yakni berhubungan dengan efektivitas program pengembangan Desa wisata baik berupa kata-kata lisan

34Ibid., hlm.210

35Ibid., hlm.281

(36)

22

maupun tulisan dan langkah-lamgkah yang dapat diamati dari orang-orang yang di teliti. dengan demikian data yang terkumpul dibahas dan ditafsirkan sehingga memberikan gambaran yang dapat mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi dengan berbagai teori yang berkaitan dengan pokok masalah dalam penelitian ini.

Analisis data merupakan tata cara yang harus diikuti atau digunakan oleh penulis dalam rangka menganalisis data yang sudah dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan. Analisis data kualitatif dilaksanakan terhadap data yang berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa, kemudian dikaitkan dengan data lanjutan untuk mendapatkan kejelasan dari sesuatu kebenaran atau sebaliknya untuk mendapatkan gambaran yang baru. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang diperlukan adalah teknik analisis data kualitatif, karena data atau informasi yang diperoleh bukan dalam bentuk angka tetapi dinyatakan dengan kata-kata yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Teknik data kualitatif diantaranya reduksi data, display data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan.36

a. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan atau suatu bentuk yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengkordinasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan akhirnya dapat ditarik dan diverfikasi.37

b. Display Data atau Penyajian Data

36Sugiono, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung, 2010), hlm. 22.

37Arikunto, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 50

(37)

23

Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang member kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Jadi penyajian data adalah salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.38

c. Verifikasi Data atau Penarikan Kesimpulan

Verifikasi data merupakan pengumpulan data reduksi dan display atau penyajian data, dan verifikasi data pengambilan kesimpulan bukan suatu yang berlangsung secara liner tetapi bersipat simultan atau siklus yang menggambarkan pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian-uraian sebelumnya atau keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif dan deduktif. Mengambil kesimpulan merupakan analisis lanjutan dari reduksi data, dan penyajian data sehingga data dapat disimpulkan.39

6. Keabsaan Data

Keabsaan data dalam suatu penelitian sangat diperlukan karenan data yang diperoleh dari lapangan maupun dari buku harus bisa di pertanggung jawabkan. Uji keberhasilan data bertujuan untuk memastikan bahwa data yang didapatkan benar- benar sesuai dengan keadaan dan fakta, sehingga hasil penelitian dilakukan kebenarannya dapat diakui. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kebebasan data atau temuan diperlukan teknik pemeriksaan kebebasan maka peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:

a. Perpanjangan keikutsertaan

Perpanjangan keikutserntaan berarti peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Peneliti dengan

38Lexy J. Meleong, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 38

39Ibid…,hlm. 12.

(38)

24

perpanjangan keikutserntaan akan banyak mempelajari kebudayaan, dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperlukan oleh ditori, baik yang berasal dari sendiri maupun informasi, dan membangun kepercayaan subjek.40

b. Teriangulasi

Dalam teknik pengumpulan data, teriangulasidiartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari sebagai teknik pengumpulan sumber data yang telah ada yang harus dilakukan untuk kesamaan dan tujuan yang diperoleh dalam melakukan mencari data dan kesimpulan data yang bertujan mencari dan memahami data sebagai halnya mengacu pada di lakukan untuk mengetahui perubahan dan pelaksanaan dan tujuan oleh kesamaan data dan tujuan untuk kumpulan, bersama diminatkan yang diminta pada keputuan bersama .41

c. Kecukupan Refrensi

Kecukupan Refrensi dalam sebuah penelitian adalah suatau keharusan yang dipandang perlu untuk kesempurnaan penelitian. Resfrensi yang lengkap dalam satu penelitian digunakan untuk menyesuaikan data untuk keperluan evaluasi penelitian ini, hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

H. Sitimatis Penulisan

Penulisan laporan penelitian ini mengacu pada pedoman pratikum penulisan skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.42 Adapun sistematika penulisan skripsi sebagai berikut:

40Muhammad, Metode Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kualitatif, (Jakarta: Rajawali Press, 2008).

175-176

41Ahmad Beni Subaini, Metode Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008), hlm 189

42 Miftahul Huda, dkk., Bahan Ajar Pratikum Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, (Mataram: Fakultas Syariah,2009), hlm. 40-22.

(39)

25

Pada bab I, Pendahuluan, yaitu peneliti mengungkapkan konteks penelitian atau latar belakang masalah, termasuk juga diantaranya fokus kajian, tujuan penelitian, telaah pustaka, dan kerangka teori yang menjadi acuan teori dan penelitian. Selain itu, dalam bab ini juga dapat serangkaian teknik atau metode penelitian dalam melakukan penelitian dan metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, termasuk didalamnya adalah pendekatan, kehadiran penelitian, sumber dan jenis data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan keabsahan data.

Bab II berisi paparan data dan temuan di lapangan. Pada bagian ini diungkapkan seluruh data dan temuan penelitian berupa gambaran umum lokasi penelitian dan evektivitas Peran pemerinah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan objek pantai senggigi di desa senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat. Dalam bab ini peneliti sebisa mungkinenjaga jarak dan memahami diri untuk mencampuri fakta terlebih dahulu.

Bab III berisi tentang pembahasan pada bagian ini diungkapkan peroses analisis terhadap penemuan penelitian sebagaimana dipaparkan di bab III berdasarkan ferspektif penelitian atau kerangka teoritik yang diungkapkan dalam pendahuluan.

Bab IV berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan berupa saran.

(40)

26 BAB II

PAPARAN DATA TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geogerafis

Desa Senggigi merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah penduduk 3.420 Jiwa dan terbagi menjadi 4 dusun.43

Secara Geogerafis desa Senggigi berbatasan dengan:

a) Sebelah utara berbatasan dengan desa Malaka kecamatan Pemenang Barat b) Sebelah timur berbatasan dengan Desa Pususk Lestari Kecamatan Batulayar c) Sebelah barat selat Lombok.

2. Keadaan Penduduk Desa Senggigi

Desa Senggigi merupakan desa yang memilki penduduk yang setiap tahunya mengalami peningkatan jumlah yang disebabkan oleh kelahiran, kematian pendatang dan perpindahan sehingga pada saat ini jumlah penduduk Desa Senggigi 3.420 jiwa dengan perincian laki-laki 1.690 jiwa dengan perempuan 1.730 jiwa dengan total kepala keluarga 1.790 dengan kepadatan penduduk 1.196 Jiwa/km2.44 3. Kondisi Ekonomi Masyarakat Desa Senggigi

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa Senggigi, Bapak Mastur.45 Bahwa Sebagian besar masyarakat Desa Senggigi Kecamatan Batu layar hidup Bertani buruh tani dan nelayan, pariwisata, selain itu masyarakat ada yang menjadi PNS, pedagang, pengrajin, pengusaha kecil dan menengah dan lain-lain. Untuk lebih

43Mastur (Kepala Desa Senggigi), Dokumentasi Desa Senggigi Tanggal 25, Tahun 2022

44Ibid

45Mastur (kepala Desa Senggigi), Wawancara, Senggigi 26 Juni 2022.

(41)

27

jelasnya dapat dilihat data taraf hidup masyarakat Desa Senggigi Kecamatan Batulayar sebagai berikut:

Tabel 1

Jumlah penduduk Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Berdasarkan Mata Pencarian 2022

Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan

Pekebun 300 300

Nelayan 30

Buruh Tani/Buruh harian lepas 100 50

Pegawai Negeri Sipil 8 2

Pengrajin/Industri Rumah Tangga 15 20

Pedagang keliling 25 50

Montir 13

Bidan Swasta 1

Perawat swasta 2 2

Pembantu Rumah Tangga

TNI 2

POLRI 1

(42)

28

Pensiun PNS/TNI/POLRI 2

Pengusaha Kecil dan Menengah 35 35

Dukun kampung/Tradisional 3

Dosen 1

Pengusaha Besar 6

Arsitektur/Desainer 1 2

Seniman?Artis 3

Kariawan Perusahaan Swasta (BUMN) 100 100

Pelajar 161 194

Pengangguran 105 101

Tidak Bekerja 158 93

Sumber : Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan yang dimaksud dihitung berdasarkan jumlah penduduk Desa Senggigi Kecamatan Batulayar bekerja sebagai Nelayan, Buruh Perkebunan, Pegawai Negri Sipil, Pedagang, Pengerajin, pengusaha kecil dan menengah dan lain sebagainya. Sedangkan yang lain adalah penduduk anak-anak, usia dini, dan pengangguran. Dari sini dapat dismipulkan bahwa tingkat ekonomi masyarakat desa Senggigi masih dalam tingkat yang mencukupi.

Tingkat perekonomian masyarakat di desa Senggigi kecamatan batulayar cukup untuk memberikan Pendidikan yang layak untuk anak-anaknya karena melihat potensi

(43)

29

yang ada di desa Senggigi ini antara lain dengan hasil penelitian, seperti hasil Nelayan, memiliki peran yang strategi dalam pembangunan ekonomi pariwisata Desa Senggigi kecamatan batulayar, begitu pula dengan para pedagang kaki lima, pengusaha kecil dan menengah yang mempunyai potensi yang sangat ekonomis.

4. Perumahan

Jika dilihat dari kronologis di desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat mayoritas rumahnya merupakan hak milik pribadi dengan bangunan semi permanen.46

5. Keadaan Agama dan Kepercayaan

Agama yang dianut oleh masyarakat di Desa Senggigi kecamatan batulayar adalah Agama Islam hanya seberapa yang non muslim selain itu. Adapun sarana ibadah yang terpadat di desa Senggigi terdiri dari masjid dan Musola di setiap dusun dan Pura untuk Agama hindu.47

6. Pendidikkan

Pendidikkan merupakan tempat atau wahana meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar menjadi manusia yang produktif, budaya dan memahami nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Arah peningkatan sumber daya manusia harus memperihatinkan dua aspek yaitu kualitas intelektual dan kualitas moralitas.

Pemerintah desa harus melakukan analisis dan pengkajian secara mendalam tentang potensi yang ada di desa Senggigi kecamatan batu layar sehingga anak-anak mereka bisa mendapatkan yang layak dan menjadi manusia berilmu sehingga tidak ada lagi korban kebohongan. Masyarakat desa Senggigi merupakan masyarakat yang

46Ibid

47Ibid

(44)

30

memiliki angka pernikahan dini yang cukup banyak itu disebabkan karena kurang Pendidikan dan penanaman ilmu agama.

Dengan demikian seharusnya masyarkat desa Senggigi harus menyadari betapa pentingnya Pendidikan, agar tidak hanya lagi anak-anak putus sekolah dan memilih untuk menikah muda. Namun walaupun kenyataannya seperti itu, tidak semua masyarakat tidak peduli tentang Pendidikan yang ada di desa Senggigi dan tidak sedikit yang mendapat gelar sarjana.

Pada sarana Pendidikan desa Senggigi memiliki jumlah Pendidikan yang memadai maka program Pendidikan wajib belajar 9 (Sembilan) tahun dapat terlaksanakan.

Adapun sarana Pendidikan yang dapat di desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2

Jumlah sarana Pendidikan tahun 2022 Desa Senggigi

Nama Jumlah

Status (Terdaftar,

Akriditasi

Kepemilikkan Jumlah Tendik

Jumlah Siswa Pemer

Intah

Swasta Desa

Tk 2 Akriditasi 1 11 15

SD 2 Akriditasi 1 12 115

MI 1 Akriditasi 1 12 115

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

(45)

31

Tabel 3

Kondisi Tingkat Pendidikan

Berdasarkan Jumlah Tamatan Pendidikan di Desa Senggigi

No Tingkat Pendidikan

Jmulah

Laki-laki Perempuan

1 Tamat/MI/Sederajat 92 91

2 Tamat/SD/Sederajat 413 401

3 Tamat/SMP/Sederajat 301 220

4 Tamat/SMA/Sederata 200 193

5 Tamat/Diploma

6 Tamat/S1/S2/S3 S1/12 S1/9

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah terbanyak adalah banyak warga yang tidak tamat Pendidikan Sekolah Dasar (SD) yakni dengan jumlah laki-laki 200 orang dan perempuan 193 orang, jika dilihat dari tabel tersebut masyarakat yang melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang tinggi hanya 25%.

Tabel 4

Prasarana Kesehatan Desa senggigi No Jensi Pemasaran Kesehatan Jumlah

1 Polindes 5

(46)

32

2 Kelinik 1

3 Posyandu 4

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022 7. Lembaga Atau Organisasi Sosial

Desa Senggigi kecamatan batulayar mempunyai organisasi sosial yang ikut serta berpartisipasi dalam meningkatkan rasa solidaritas terhadap sesama semua masyarakat. Seperti hanya Lembaga atau organisasi yang berupa:

a. Karang Taruna b. Pokdarwis c. BUMDES d. PKK

e. Remaja Masjid f. TPQ/TPA g. LSM

Organisasi inilah yang dapat dibutuhkan oleh pemerintah desa tokoh desa agama, pemuda, dan masyarakat pada umumnya yang pada meningkatkan rasa solidaritas masyarakat yang pada di Desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat.

B. Pendapatan Objek Pantai Senggigi

Objek wisata pantai Senggigi di Kabupaten Lombok barat menyimpan banyak keindahan alam yang tersembunyi dan belum terekspos ke khalayak ramai, tetapi aneka wisata nusantara mencoba menjelajahi seluruh tempat wisata yang belum diketahui sekalipun. Di pantai Senggigi terdapat pasir yang gesar dan bagus dan air laut yang cukup menarik yaitu ombak nya sangat bagus, namun perjalanan menuju pantai tersebut

(47)

33

harus ekstra hati-hati karena jalur menuju pantai kita di sugguhi pemandangan yang sangat bagus yang terpandang sepanjang jalan, pasalnya anda akan melewati kompleks hotel dan tempat hiburan lainnya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari gerbang menuju wisata. Disisi kiri anda akan melihat pemandangan yang indah, dan disisi kanan anda akan melihat lembah dan tempat hiburan yang cukup menarik, jadi sebaiknya anda berhati-hati karena jalannya sangat ramai menuju parkiran.48

Selain air laut anda juga bisa menemukan budidaya tukik pantai senggigi yang sudah di buat semenarik mungkin dengan fasilitasi budidayanya sudah di lengkapi dengan alat yang sangat baik dan menunjang keperluan para wisatawan dan para pengunjung yang datang ke tempat budidayanya ini. Dengan adanya pemandangan serta air lautnya yang bagus dan indah dan kolam tukik yang menunjang keperluan para wisatawan pengunjung akan bertambah, pengunjung meningkat yang biasanya hanya sekitaran 50 orang di hari biasa namun akan meningkat mencapai 150- 250 orang di hari libur akhir pekan. Bahkan puncak kepadatan pengunjung juga biasa terjadi saat libur hari raya dan libur sekolah yang biasa mencapai 300 hingga 500 pengunung.49

Tabel 5

Pendapatan Objek Pantai Sengigi

No Tahun Pendapatan

1 2021 372.800.000

2 2022 400.700.000

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

48Muhammad fatahul aziz, (Pengamat Pariwisata Senggigi) Wawancara, 3 Juli 2022

49Ibid

(48)

34

C. Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai Senggigi Kabupaten Lombok Barat memiliki keragaman potensi daya tarik wisata, baik potensi kesenian, sejarah dan budaya, serta kehidupan masyarakatnya. Dari sekian banyaknya aktifitas wisata yang di jumpai di kabupaten Lombok Barat, yang menarik perhatian adalah wisata alam, berikut budaya masyarakat yang masih di pertahankan sampai saat ini. Akan tetapi pemerintah tetap berusaha untuk menjadikan pariwisata pantai senggigi sebagai ikon kabupaten Lombok Barat yang dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupten Lombok Barat.50

Kebijakan pemerintah desa senggigi dalam pengelolaan Objek Wisata pantai Senggigi di kabupaten Lombok barat perlu dikelola sebagai salah satu destinasi tempat wisata favorit masyarakat Lombok barat pada khususnya. Oleh karena itu dalam pengembangannya, ada visi dan misi yang akan diwujudkan. Visi dan misi ini merupakan alasan keberadaan suatu organisasi atau lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah, dimana alasan tersebut berkaitan dengan gambaran tentang apa yang akan terjadi dan menjadi arah atau pegangan dalam mewujudkan visi dan misi yang selaras dan berkesinambungan. Adapun visinya adalah sebagai berikut:51

1. Terwujudnya sumber daya pemuda yang unggul 2. Sebagai daerah wisata yang maju, aman dan sejahtera 3. Berwawasan lingkungan.

Pariwisata bisa didefinisikan sebagai suatu ketertarikan terhadap sesuatu kebudayaan dan tata cara hidup suatu masyarakat, kekhassan suatu daerah atau tampilan alam yang jarang dijumpai di daerah (negara) lain. Dengan demikian maka kondisi

50Bapak Sariman (Ketua Beach Boys For Changes), Wawancara, 7 Juli 2022

51Ibid

(49)

35

tersebut dapat mendorong terjadinnya motivasi orang tertentu untuk datang berkunjung.

Adanya pengunjung ini akan menciptakan suatu kondisi yang mengakibatkan terjadinnya pertukaran barang atau informasi yang akan memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat setmpat.52

Parwisata sekarang ini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di berbagai lapisan bukan hanya untuk kalangan tertentu saja, sehingga dalam penangannanya harus dilakukan dengan serius dan melibatkan pihak-pihak yang terkait, selain itu untuk mencapai semua tujuan pengelolaan pariwisata, harus diadakan promosi agar potensi dan daya tarik wisata dapat dikenal dan mampu menggerakkan calon wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati tempat wisata. Dalam hal ini industri pariwisata yang lebih bervariasi mencakup pelestarian tujuan dari objek wisata itu sendiri sesuai dengan penggelolaan pariwisata yaitu untuk mengenalkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang beranekaragam.53

Saat ini dan sering dipersepsikan sebagai mesin penggerak atau penghasil devisi bagi pembangunan ekonomi disuatu negara, tanpa jaminan di indonesia dan khususnya pemerintah kabupaten lombok barat. Namun pada kenyataannya, pariwisata memiliki range essential pembangunan yang lebih luas bagi suatu negara atau daerah.54

Munculnya isu pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan adalah sebagai hal yang dinamis dalam skala industri secara makro melalui pendekatan strategi dalam perencanaan dan pembangunan sebuah destinasi pariwisata. Meskipun banyak anggapan bahwa sektor yang kurang merusak lingkungan dibandingkan dengan industri lainnya, namun jika kehadiran pembangunannya dalam skala luas akan menimbulkan kerusakan pada fisik sosial. Sebenarnya pembangunan pariwisata dan konsep daya dukung saling

52Ibid

53Ibid

54Ibid

(50)

36

terkait adalah cara yang baik dan dinamis untuk melihat kondisi dan perkembangan pariwisata konsep siklus hidup menujukkan bahwa daerah tujuan wisata mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan kemajuannya dapat dilihat melalui tahapan-tahapan dari pengenalan hingga penurunan.55

Dengan pengelolaan yang baik, pariwisata, untuk memberdayakan sumber daya yang langka serta menjadikan industri dan pariwisata dapat diperpanjang hidupnya dan berkelanjutan. Dalam pengembangan strategi dan kebijakan, otoritas yang bertanggung jawab, harus mempertimbangkan dari beberapa pemangku kepetingan termasuk industri, penduduk, kelompok khusus yang mewakili kepentingan, serta wistawan sendiri.56

Mitra pelibatan dalam strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan kebijakan mungkin menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Sebuah keharusan mengakomodasi semua masukan atau pendapat dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dalam hal masalah, keterlibatan dan resolusi konflik. Kerangka partner telah diterapkan dalam kaitannya dengan siklus hidup daerah tujuan wisata dalam rangka menganilisis sikap terhadap pemangku kepentingan dan pemabngunan berkelanjutan.57

Potensi wisata berada pada pengalaman wisata dan menunjukkan destinasi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik atau destinasi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik atau destinasi wisata karena didukung oleh keindahan alam yang masih alami, daya tarik wisata alam masih sangat asli, pada sisi lainnya telah ada kunjungan dalam kecil dan mereka masih bebas dapat bertemu dan berintraksi serta

55Bapak Zulkifli, (Ketua Kotasi Senggigi), Wawancara 3 Juli 2022

56Ibid

57

Gambar

Tabel 1  Jumlah  Penduduk  Desa  Senggigi  Kecamatan  Batulayar  Berdasarkan  Mata Pencahrian 2022

Referensi

Dokumen terkait

Vinna Rahmawati, L 100 080 095, Pengelolaan Komunikasi Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dalam Mengembangkan Objek Wisata Sapta Tirta

Vinna Rahmawati, L 100 080 095, Pengelolaan Komunikasi Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dalam Mengembangkan Objek Wisata Sapta Tirta

pembangunan pariwisata di objek wisata pantai pitu, dimana dalam pengelolaan BUMDes pemerintah desa melibatkan masyarakat sehingga masyarakat yang dulunya belum

Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Sukabumi dalam Pengelolaan Objek Wisata. Optimalisasi tugas dinas daerah sebagai unsur pelaksana otonomi daerah dan

Upaya pelestarian tersebut tidak terlepas dari peran Dinas Pariwisata untuk selalu melakukan peninjauan terhadap objek-objek wisata bersejarah yang berada di kota

4.1.2 Converation Suatu Kebijakan Peran Dinas Pariwisata Dalam Mempromosikan Objek Wisata Pada Wisatawan Di Kota Bandung Converation atau hubungan kebijakan dinas

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Dinas Pariwisata Dalam Mengembangkan Objek Wisata Pantai Tanjung Bayang di Kota Makassar sebagai motivator di Pantai Tanjung

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan dilapangan terkait Pengelolaan Objek Wisata Pantai oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dalam Meningkatkan