• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan yang bersifat Kualitatif deskriftif. Penelitian deskriftif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistimatis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriftif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubung dan menguji

25 Hery Herawan “Dampak Pembangunan Desa Wisata Ngelangguran Terhadap ekonomi Lokal”, Jurnal pariwisata, Vol, III No 2 september 2016, 167

18 hipotesis.26

Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang digunakan dalam mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan kerja organisasi pemerintah sewasta, kemasyrakatan, kepemudaan, perempuan olahraga, seni dan budaya, sehingga dapat dijadikan sesuatu kebijakan untuk dilaksanakn demi kesejahtraan bersama.27

2. Kehadiran Penelitian

Kehadiran Peneliti di lapangan mutlak diperlukan, Karena peneliti merupakan instrument utam dalam penelitian ini. Peneliti berperan untuk melakukan proses pengmpulan, pemilihan dan interpertasi data. Jadi, peneliti harus terlibat secara lansung dalam setiap kegiatan penelitian dan harus berbeda lansung dalam penelitian yang dipilih,

Tujuan utama kehadiran peneliti adalah untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumnetasi sebgai metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi sebgai bahan penelitian.

3. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dimana data dapat diperoleh.

Penelitian ini dilakukan untuk memajukan pengelolaan objek pantai sengigi selama ini masih tergolong belum mengalami pemajuan disini mengambil informasi data pada pegawai Kantor Desa, sekertaris desa.

Dalam penelitian ini peneliti menentukan sumber data atau informasi mengguakan teknik snowball sampling, atau, purposive sampling dan snowball

26Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori- Aplikasi, (Jakarta: PT Bumi A Ksara, 2009),hlm 47.

27Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014, hlm,80-81

19

sampling adalah teknik penelitian yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif.28

Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut : a. Data Primer

Sumber primer adalah suatu objek atau dokumen original material mentah darai pelaku yang disbut “first-hand information”. Data yang dikumpulkan dari situasi aktual peristiwa terjadi dinamakan data primer.29 Data primer merupakan sumber-sumber data yang lansung diperoleh dilapangan berupa hasil observasi dan wawancara dengan pegawai Perangkat Desa.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum peneltian dilakukan.30 Sumber data penelitian yang diperoleh diantaranya dari buku, catatan dan lain-lain yang mempunyai ketentuan dengan analis prean pemerintah desa dalam pengelolaan sektor parwisata desa

4. Teknik Pengumpulan Data

Adapun tenik pengumpulan data yang peneliti pergunakan dalam penelitian ini adalah sebagi berikut:

a. Observasi

Observasi ialah studi yang disengaja dan sitimasti tentang fenomena sosial dan gejala-gejala pisikal dengan jalan pengamatan dan pencatatan31 Observasi merupakan peninjauan penelitian terhadap lokasi dimana melakukan

28Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 300.

29Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial, (Bandung: PT Refitika Aditana, 2009).

30Ibid., hlm.291

31Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktis, (Jakrata: PT Bumi Aksara, 2014).

20

penelitian dengan cara terjun langsung kelokasi penelitian yaitu di Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi partisipan, yaitu peneliti hanya sebatas mengamati dan mencatat hal-hal dianggap perlu terutama terkait dengan peran pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan pantai senggigi di Kec. Batulayar Kabupaten Lombok Barat.

b. Wawancara

Sebagaimana yang dikutif dari buku Imam Gunawan mendefinisikan wawancara adalah suatu percakapan yang di arahkan pada suatu masalah tertentu proses Tanya jawab lisan,dimana dua orang atau lebih berhadap- berhadapan secara fisik.32

Dari beberapa jenis wasancara yang ada, dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur dan dilakukan secara bertahap.

wawancara tidak setruktur merupakan proses wawancara,

yang dilakukan dengan tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap. Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan dinyatakan kepada informan,tujuan wawancara tidak testruktur oleh peneliti karena peneliti belum tahu jawaban yang akan diperoleh dari informan dan jawaban-jawaban atau akan menjadi titik berangkat pengembangan pernyataan yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk wawancara tersteruktur. Tujuan wawancara tidak terstruktur adalah beberapa jenis dan tergolong dalam hal tujuan bersama untuk kemajuan parwisata.33

32Ibid., hlm. 160

33Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2014) hlm. 36’

21

Tujuan penelitian menggunakan wawancara adalah untuk mengetahui sebuah proses untuk menggali informasi secara langsung dan mendalam sebagai data pintar. Metode ini akan dilakukan dengan informasi yang dianggap memiliki informasi yang relevan dengan penelitian. Sehingga yang akan menjadi informasi dalam penelitian ini yaitu Perangkat Desa

c. Dokumentasi

Analis data adalah proses pencairan dan pengaturan secara sistimatik hasil wawancara, catatan-catatan, dan bahan-bahan yang dikumpulkan dan memungkinkan menyajikan apa yang ditemukan.34 Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari data-data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku,surat kabar, majalah, agenda dan sebagainya

Melalui metode ini digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang diantaranya meliputi: letak geografis Desa, kehidupan agama, sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Desa.

5. Analisis Data

Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data.

Analisis data yaitu penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis dibaca dan diinterprestasikan, yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan jenis masing-masing data, kemudian data di uraikan dan dijelaskan sehingga data tersebut dapat diambil pengertian dan kesimpulan sehingga hasil penelitian.35

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan informasi-informasi faktual yang di peroleh dari data Desa, yakni berhubungan dengan efektivitas program pengembangan Desa wisata baik berupa kata-kata lisan

34Ibid., hlm.210

35Ibid., hlm.281

22

maupun tulisan dan langkah-lamgkah yang dapat diamati dari orang-orang yang di teliti. dengan demikian data yang terkumpul dibahas dan ditafsirkan sehingga memberikan gambaran yang dapat mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi dengan berbagai teori yang berkaitan dengan pokok masalah dalam penelitian ini.

Analisis data merupakan tata cara yang harus diikuti atau digunakan oleh penulis dalam rangka menganalisis data yang sudah dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan. Analisis data kualitatif dilaksanakan terhadap data yang berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa, kemudian dikaitkan dengan data lanjutan untuk mendapatkan kejelasan dari sesuatu kebenaran atau sebaliknya untuk mendapatkan gambaran yang baru. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang diperlukan adalah teknik analisis data kualitatif, karena data atau informasi yang diperoleh bukan dalam bentuk angka tetapi dinyatakan dengan kata-kata yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Teknik data kualitatif diantaranya reduksi data, display data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan.36

a. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan atau suatu bentuk yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengkordinasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan akhirnya dapat ditarik dan diverfikasi.37

b. Display Data atau Penyajian Data

36Sugiono, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung, 2010), hlm. 22.

37Arikunto, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 50

23

Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang member kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Jadi penyajian data adalah salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.38

c. Verifikasi Data atau Penarikan Kesimpulan

Verifikasi data merupakan pengumpulan data reduksi dan display atau penyajian data, dan verifikasi data pengambilan kesimpulan bukan suatu yang berlangsung secara liner tetapi bersipat simultan atau siklus yang menggambarkan pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian-uraian sebelumnya atau keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif dan deduktif. Mengambil kesimpulan merupakan analisis lanjutan dari reduksi data, dan penyajian data sehingga data dapat disimpulkan.39

6. Keabsaan Data

Keabsaan data dalam suatu penelitian sangat diperlukan karenan data yang diperoleh dari lapangan maupun dari buku harus bisa di pertanggung jawabkan. Uji keberhasilan data bertujuan untuk memastikan bahwa data yang didapatkan benar- benar sesuai dengan keadaan dan fakta, sehingga hasil penelitian dilakukan kebenarannya dapat diakui. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kebebasan data atau temuan diperlukan teknik pemeriksaan kebebasan maka peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:

a. Perpanjangan keikutsertaan

Perpanjangan keikutserntaan berarti peneliti akan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Peneliti dengan

38Lexy J. Meleong, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 38

39Ibid…,hlm. 12.

24

perpanjangan keikutserntaan akan banyak mempelajari kebudayaan, dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperlukan oleh ditori, baik yang berasal dari sendiri maupun informasi, dan membangun kepercayaan subjek.40

b. Teriangulasi

Dalam teknik pengumpulan data, teriangulasidiartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari sebagai teknik pengumpulan sumber data yang telah ada yang harus dilakukan untuk kesamaan dan tujuan yang diperoleh dalam melakukan mencari data dan kesimpulan data yang bertujan mencari dan memahami data sebagai halnya mengacu pada di lakukan untuk mengetahui perubahan dan pelaksanaan dan tujuan oleh kesamaan data dan tujuan untuk kumpulan, bersama diminatkan yang diminta pada keputuan bersama .41

c. Kecukupan Refrensi

Kecukupan Refrensi dalam sebuah penelitian adalah suatau keharusan yang dipandang perlu untuk kesempurnaan penelitian. Resfrensi yang lengkap dalam satu penelitian digunakan untuk menyesuaikan data untuk keperluan evaluasi penelitian ini, hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

H. Sitimatis Penulisan

Penulisan laporan penelitian ini mengacu pada pedoman pratikum penulisan skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.42 Adapun sistematika penulisan skripsi sebagai berikut:

40Muhammad, Metode Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kualitatif, (Jakarta: Rajawali Press, 2008).

175-176

41Ahmad Beni Subaini, Metode Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008), hlm 189

42 Miftahul Huda, dkk., Bahan Ajar Pratikum Penulisan Skripsi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, (Mataram: Fakultas Syariah,2009), hlm. 40-22.

25

Pada bab I, Pendahuluan, yaitu peneliti mengungkapkan konteks penelitian atau latar belakang masalah, termasuk juga diantaranya fokus kajian, tujuan penelitian, telaah pustaka, dan kerangka teori yang menjadi acuan teori dan penelitian. Selain itu, dalam bab ini juga dapat serangkaian teknik atau metode penelitian dalam melakukan penelitian dan metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, termasuk didalamnya adalah pendekatan, kehadiran penelitian, sumber dan jenis data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan keabsahan data.

Bab II berisi paparan data dan temuan di lapangan. Pada bagian ini diungkapkan seluruh data dan temuan penelitian berupa gambaran umum lokasi penelitian dan evektivitas Peran pemerinah desa dan masyarakat setempat dalam pengelolaan objek pantai senggigi di desa senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat. Dalam bab ini peneliti sebisa mungkinenjaga jarak dan memahami diri untuk mencampuri fakta terlebih dahulu.

Bab III berisi tentang pembahasan pada bagian ini diungkapkan peroses analisis terhadap penemuan penelitian sebagaimana dipaparkan di bab III berdasarkan ferspektif penelitian atau kerangka teoritik yang diungkapkan dalam pendahuluan.

Bab IV berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan berupa saran.

26 BAB II

PAPARAN DATA TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geogerafis

Desa Senggigi merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah penduduk 3.420 Jiwa dan terbagi menjadi 4 dusun.43

Secara Geogerafis desa Senggigi berbatasan dengan:

a) Sebelah utara berbatasan dengan desa Malaka kecamatan Pemenang Barat b) Sebelah timur berbatasan dengan Desa Pususk Lestari Kecamatan Batulayar c) Sebelah barat selat Lombok.

2. Keadaan Penduduk Desa Senggigi

Desa Senggigi merupakan desa yang memilki penduduk yang setiap tahunya mengalami peningkatan jumlah yang disebabkan oleh kelahiran, kematian pendatang dan perpindahan sehingga pada saat ini jumlah penduduk Desa Senggigi 3.420 jiwa dengan perincian laki-laki 1.690 jiwa dengan perempuan 1.730 jiwa dengan total kepala keluarga 1.790 dengan kepadatan penduduk 1.196 Jiwa/km2.44 3. Kondisi Ekonomi Masyarakat Desa Senggigi

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa Senggigi, Bapak Mastur.45 Bahwa Sebagian besar masyarakat Desa Senggigi Kecamatan Batu layar hidup Bertani buruh tani dan nelayan, pariwisata, selain itu masyarakat ada yang menjadi PNS, pedagang, pengrajin, pengusaha kecil dan menengah dan lain-lain. Untuk lebih

43Mastur (Kepala Desa Senggigi), Dokumentasi Desa Senggigi Tanggal 25, Tahun 2022

44Ibid

45Mastur (kepala Desa Senggigi), Wawancara, Senggigi 26 Juni 2022.

27

jelasnya dapat dilihat data taraf hidup masyarakat Desa Senggigi Kecamatan Batulayar sebagai berikut:

Tabel 1

Jumlah penduduk Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Berdasarkan Mata Pencarian 2022

Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan

Pekebun 300 300

Nelayan 30

Buruh Tani/Buruh harian lepas 100 50

Pegawai Negeri Sipil 8 2

Pengrajin/Industri Rumah Tangga 15 20

Pedagang keliling 25 50

Montir 13

Bidan Swasta 1

Perawat swasta 2 2

Pembantu Rumah Tangga

TNI 2

POLRI 1

28

Pensiun PNS/TNI/POLRI 2

Pengusaha Kecil dan Menengah 35 35

Dukun kampung/Tradisional 3

Dosen 1

Pengusaha Besar 6

Arsitektur/Desainer 1 2

Seniman?Artis 3

Kariawan Perusahaan Swasta (BUMN) 100 100

Pelajar 161 194

Pengangguran 105 101

Tidak Bekerja 158 93

Sumber : Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jenis pekerjaan yang dimaksud dihitung berdasarkan jumlah penduduk Desa Senggigi Kecamatan Batulayar bekerja sebagai Nelayan, Buruh Perkebunan, Pegawai Negri Sipil, Pedagang, Pengerajin, pengusaha kecil dan menengah dan lain sebagainya. Sedangkan yang lain adalah penduduk anak-anak, usia dini, dan pengangguran. Dari sini dapat dismipulkan bahwa tingkat ekonomi masyarakat desa Senggigi masih dalam tingkat yang mencukupi.

Tingkat perekonomian masyarakat di desa Senggigi kecamatan batulayar cukup untuk memberikan Pendidikan yang layak untuk anak-anaknya karena melihat potensi

29

yang ada di desa Senggigi ini antara lain dengan hasil penelitian, seperti hasil Nelayan, memiliki peran yang strategi dalam pembangunan ekonomi pariwisata Desa Senggigi kecamatan batulayar, begitu pula dengan para pedagang kaki lima, pengusaha kecil dan menengah yang mempunyai potensi yang sangat ekonomis.

4. Perumahan

Jika dilihat dari kronologis di desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat mayoritas rumahnya merupakan hak milik pribadi dengan bangunan semi permanen.46

5. Keadaan Agama dan Kepercayaan

Agama yang dianut oleh masyarakat di Desa Senggigi kecamatan batulayar adalah Agama Islam hanya seberapa yang non muslim selain itu. Adapun sarana ibadah yang terpadat di desa Senggigi terdiri dari masjid dan Musola di setiap dusun dan Pura untuk Agama hindu.47

6. Pendidikkan

Pendidikkan merupakan tempat atau wahana meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar menjadi manusia yang produktif, budaya dan memahami nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Arah peningkatan sumber daya manusia harus memperihatinkan dua aspek yaitu kualitas intelektual dan kualitas moralitas.

Pemerintah desa harus melakukan analisis dan pengkajian secara mendalam tentang potensi yang ada di desa Senggigi kecamatan batu layar sehingga anak-anak mereka bisa mendapatkan yang layak dan menjadi manusia berilmu sehingga tidak ada lagi korban kebohongan. Masyarakat desa Senggigi merupakan masyarakat yang

46Ibid

47Ibid

30

memiliki angka pernikahan dini yang cukup banyak itu disebabkan karena kurang Pendidikan dan penanaman ilmu agama.

Dengan demikian seharusnya masyarkat desa Senggigi harus menyadari betapa pentingnya Pendidikan, agar tidak hanya lagi anak-anak putus sekolah dan memilih untuk menikah muda. Namun walaupun kenyataannya seperti itu, tidak semua masyarakat tidak peduli tentang Pendidikan yang ada di desa Senggigi dan tidak sedikit yang mendapat gelar sarjana.

Pada sarana Pendidikan desa Senggigi memiliki jumlah Pendidikan yang memadai maka program Pendidikan wajib belajar 9 (Sembilan) tahun dapat terlaksanakan.

Adapun sarana Pendidikan yang dapat di desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2

Jumlah sarana Pendidikan tahun 2022 Desa Senggigi

Nama Jumlah

Status (Terdaftar,

Akriditasi

Kepemilikkan Jumlah Tendik

Jumlah Siswa Pemer

Intah

Swasta Desa

Tk 2 Akriditasi 1 11 15

SD 2 Akriditasi 1 12 115

MI 1 Akriditasi 1 12 115

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

31

Tabel 3

Kondisi Tingkat Pendidikan

Berdasarkan Jumlah Tamatan Pendidikan di Desa Senggigi

No Tingkat Pendidikan

Jmulah

Laki-laki Perempuan

1 Tamat/MI/Sederajat 92 91

2 Tamat/SD/Sederajat 413 401

3 Tamat/SMP/Sederajat 301 220

4 Tamat/SMA/Sederata 200 193

5 Tamat/Diploma

6 Tamat/S1/S2/S3 S1/12 S1/9

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah terbanyak adalah banyak warga yang tidak tamat Pendidikan Sekolah Dasar (SD) yakni dengan jumlah laki-laki 200 orang dan perempuan 193 orang, jika dilihat dari tabel tersebut masyarakat yang melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang tinggi hanya 25%.

Tabel 4

Prasarana Kesehatan Desa senggigi No Jensi Pemasaran Kesehatan Jumlah

1 Polindes 5

32

2 Kelinik 1

3 Posyandu 4

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022 7. Lembaga Atau Organisasi Sosial

Desa Senggigi kecamatan batulayar mempunyai organisasi sosial yang ikut serta berpartisipasi dalam meningkatkan rasa solidaritas terhadap sesama semua masyarakat. Seperti hanya Lembaga atau organisasi yang berupa:

a. Karang Taruna b. Pokdarwis c. BUMDES d. PKK

e. Remaja Masjid f. TPQ/TPA g. LSM

Organisasi inilah yang dapat dibutuhkan oleh pemerintah desa tokoh desa agama, pemuda, dan masyarakat pada umumnya yang pada meningkatkan rasa solidaritas masyarakat yang pada di Desa Senggigi kecamatan batulayar kabupaten Lombok barat.

B. Pendapatan Objek Pantai Senggigi

Objek wisata pantai Senggigi di Kabupaten Lombok barat menyimpan banyak keindahan alam yang tersembunyi dan belum terekspos ke khalayak ramai, tetapi aneka wisata nusantara mencoba menjelajahi seluruh tempat wisata yang belum diketahui sekalipun. Di pantai Senggigi terdapat pasir yang gesar dan bagus dan air laut yang cukup menarik yaitu ombak nya sangat bagus, namun perjalanan menuju pantai tersebut

33

harus ekstra hati-hati karena jalur menuju pantai kita di sugguhi pemandangan yang sangat bagus yang terpandang sepanjang jalan, pasalnya anda akan melewati kompleks hotel dan tempat hiburan lainnya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari gerbang menuju wisata. Disisi kiri anda akan melihat pemandangan yang indah, dan disisi kanan anda akan melihat lembah dan tempat hiburan yang cukup menarik, jadi sebaiknya anda berhati-hati karena jalannya sangat ramai menuju parkiran.48

Selain air laut anda juga bisa menemukan budidaya tukik pantai senggigi yang sudah di buat semenarik mungkin dengan fasilitasi budidayanya sudah di lengkapi dengan alat yang sangat baik dan menunjang keperluan para wisatawan dan para pengunjung yang datang ke tempat budidayanya ini. Dengan adanya pemandangan serta air lautnya yang bagus dan indah dan kolam tukik yang menunjang keperluan para wisatawan pengunjung akan bertambah, pengunjung meningkat yang biasanya hanya sekitaran 50 orang di hari biasa namun akan meningkat mencapai 150- 250 orang di hari libur akhir pekan. Bahkan puncak kepadatan pengunjung juga biasa terjadi saat libur hari raya dan libur sekolah yang biasa mencapai 300 hingga 500 pengunung.49

Tabel 5

Pendapatan Objek Pantai Sengigi

No Tahun Pendapatan

1 2021 372.800.000

2 2022 400.700.000

Sumber: Dokumentasi Desa Senggigi Tahun 2022

48Muhammad fatahul aziz, (Pengamat Pariwisata Senggigi) Wawancara, 3 Juli 2022

49Ibid

34

C. Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai Senggigi Kabupaten Lombok Barat memiliki keragaman potensi daya tarik wisata, baik potensi kesenian, sejarah dan budaya, serta kehidupan masyarakatnya. Dari sekian banyaknya aktifitas wisata yang di jumpai di kabupaten Lombok Barat, yang menarik perhatian adalah wisata alam, berikut budaya masyarakat yang masih di pertahankan sampai saat ini. Akan tetapi pemerintah tetap berusaha untuk menjadikan pariwisata pantai senggigi sebagai ikon kabupaten Lombok Barat yang dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupten Lombok Barat.50

Kebijakan pemerintah desa senggigi dalam pengelolaan Objek Wisata pantai Senggigi di kabupaten Lombok barat perlu dikelola sebagai salah satu destinasi tempat wisata favorit masyarakat Lombok barat pada khususnya. Oleh karena itu dalam pengembangannya, ada visi dan misi yang akan diwujudkan. Visi dan misi ini merupakan alasan keberadaan suatu organisasi atau lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah, dimana alasan tersebut berkaitan dengan gambaran tentang apa yang akan terjadi dan menjadi arah atau pegangan dalam mewujudkan visi dan misi yang selaras dan berkesinambungan. Adapun visinya adalah sebagai berikut:51

1. Terwujudnya sumber daya pemuda yang unggul 2. Sebagai daerah wisata yang maju, aman dan sejahtera 3. Berwawasan lingkungan.

Pariwisata bisa didefinisikan sebagai suatu ketertarikan terhadap sesuatu kebudayaan dan tata cara hidup suatu masyarakat, kekhassan suatu daerah atau tampilan alam yang jarang dijumpai di daerah (negara) lain. Dengan demikian maka kondisi

50Bapak Sariman (Ketua Beach Boys For Changes), Wawancara, 7 Juli 2022

51Ibid

35

tersebut dapat mendorong terjadinnya motivasi orang tertentu untuk datang berkunjung.

Adanya pengunjung ini akan menciptakan suatu kondisi yang mengakibatkan terjadinnya pertukaran barang atau informasi yang akan memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat setmpat.52

Parwisata sekarang ini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat di berbagai lapisan bukan hanya untuk kalangan tertentu saja, sehingga dalam penangannanya harus dilakukan dengan serius dan melibatkan pihak-pihak yang terkait, selain itu untuk mencapai semua tujuan pengelolaan pariwisata, harus diadakan promosi agar potensi dan daya tarik wisata dapat dikenal dan mampu menggerakkan calon wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati tempat wisata. Dalam hal ini industri pariwisata yang lebih bervariasi mencakup pelestarian tujuan dari objek wisata itu sendiri sesuai dengan penggelolaan pariwisata yaitu untuk mengenalkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang beranekaragam.53

Saat ini dan sering dipersepsikan sebagai mesin penggerak atau penghasil devisi bagi pembangunan ekonomi disuatu negara, tanpa jaminan di indonesia dan khususnya pemerintah kabupaten lombok barat. Namun pada kenyataannya, pariwisata memiliki range essential pembangunan yang lebih luas bagi suatu negara atau daerah.54

Munculnya isu pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan adalah sebagai hal yang dinamis dalam skala industri secara makro melalui pendekatan strategi dalam perencanaan dan pembangunan sebuah destinasi pariwisata. Meskipun banyak anggapan bahwa sektor yang kurang merusak lingkungan dibandingkan dengan industri lainnya, namun jika kehadiran pembangunannya dalam skala luas akan menimbulkan kerusakan pada fisik sosial. Sebenarnya pembangunan pariwisata dan konsep daya dukung saling

52Ibid

53Ibid

54Ibid

Dokumen terkait