PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pengalaman sosial dalam keluarga akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian anak di masa depan. Pedoman yang dibuat di lokasi penelitian mengenai Peran Ibu dalam Keluarga Terhadap Pembentukan Kepribadian Anak di Desa Sapaya Kec.
Rumusan Masalah
Firman Allah diatas menjelaskan bahwa keluarga yang peduli memerlukan perlindungan dari tindakan-tindakan yang berakibat buruk, orang tua khususnya ibu sebagai pelaksana utama dalam pembentukan pendidikan anak di rumah bertanggung jawab atas keselamatan anaknya. .
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Orang tua (ayah dan ibu) hendaknya mengedepankan persatuan dan selalu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Suasana dan iklim keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak.Seorang anak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan religius, artinya orang tua memberikan curahan, perhatian dan bimbingan. Bayi dan anak belajar menerima dan meniru apa yang diajarkan orang tua, khususnya ibu.
Dalam membentuk kepribadian anak, peran orang tua sangatlah mutlak karena orang tua dalam keluarga merupakan tempat pertama tumbuh dan terbentuknya sifat-sifat kepribadian anak. Namun masih ada ibu atau orang tua yang terkadang kurang memberikan contoh sikap dan tindakan yang baik terhadap anaknya. Ibu sering kali mengajarkan anak sopan santun terhadap orang tua dan orang lain.
Salah satu upaya terbaik yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan menanamkan kebiasaan baik pada anak. Hal ini dapat dimaklumi mengingat tingkat pendidikan para ibu dan orang tua di Desa Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa pada umumnya sebagian besar belum tamat SD sehingga tidak dapat melakukan hal tersebut. Namun masih saja ada ibu atau orang tua yang terkadang kurang memberikan contoh sikap yang baik terhadap anaknya.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Pembangunan Keluarga Dalam Syariat Islam
Peranan Keluarga Dalam Pembinaan Anggotanya
- Pola Pembentukan Kepribadian Anak
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian Anak
- Peranan Keluarga dan Masyarakat Dalam Pembentukan
- Pentingnya Pendidikan Dalam Lingkungan Keluarga
- Keluarga Dan Pembentukan Kepribadian Anak
- Kepribadian Anak
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah survei (lapangan) dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data lapangan. Menurut Miles dan Herman dalam bukunya Husaini Usman, metode kualitatif lebih didasarkan pada filosofi fenomenologis yang mengutamakan apresiasi. Metode kualitatif berupaya memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa yang melibatkan perilaku manusia dalam situasi tertentu dari sudut pandang peneliti.
Dan penelitian ini dilakukan secara analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran ibu dalam membentuk kepribadian anak di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kab.
Lokasi dan Objek Penelitian
Variabel Peneliti
Definisi Operasional Variabel
Kepribadian anak merupakan suatu ciri atau watak yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga watak tersebut mencerminkan suatu tingkah laku yang dibawanya sejak lahir atau setelah mencapai umur tertentu, untuk bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan keinginan lingkungan di mana ia berada. menjadi. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa peran ibu dalam membentuk kepribadian anak mempunyai pengaruh yang sangat kuat, karena anak selalu berpenampilan seperti ibunya.Jika ibu mempunyai akhlak yang baik, tentunya anak juga akan mempunyai kepribadian yang baik, Namun jika akhlak ibu buruk, maka tentu buruk juga kepribadian anak.
Populasi dan Sampel
Sedangkan menurut Sugino, populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri atas obyek-obyek atau subyek-subyek yang mempunyai jumlah dan ciri-ciri tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah seluruh objek yang dijadikan pusat penelitian untuk memperoleh data. Oleh karena itu dalam pembahasan skripsi ini peneliti meneliti tentang peran ibu dalam pembentukan kepribadian anak di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut teknik sampling. Oleh karena itu, penentuan jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 10% dari total populasi.
Instrumen Penelitian
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dari berbagai populasi yang ada akan diteliti sebanyak 38 orang diantaranya 21 orang anak di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa dan 17 orang ibu yang akan diberikan kuisioner secara acak untuk memperoleh data mengenai peran ibu dalam keluarga. tentang pembentukan kepribadian anak di Desa Sapaya Kec. Dalam observasi kali ini sasarannya adalah ibu-ibu dan anak-anaknya di Desa Sapaya Kec. Alat yang digunakan dalam melakukan wawancara ini adalah persiapan atas pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan informan, sehingga informan memberikan informasi atau jawaban yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kuesioner atau angket merupakan suatu instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tidak langsung, artinya responden secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis yang dikirimkan melalui media tertentu.” Dokumentasi adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diambil langsung di tempat penelitian dengan cara mencatat secara langsung. arsip-arsip yang dibutuhkan peneliti karena dengan dokumen ini sangat memudahkan peneliti untuk menyalin data-data yang akan dijadikan bahan pembahasan dalam skripsi ini, dalam hal ini data ini diambil di Kecamatan Sapaya Kec.
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku serta hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini, dengan menggunakan 2 teknik yaitu pengutipan langsung, metode pengutipan pendapat dari pengutipan asli dan pengutipan tidak langsung, metode pengutipan pendapat setia . Penelitian lapangan merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan pada lokasi penelitian yang telah dilakukan atau ditunjuk untuk penelitian langsung guna keperluan pengumpulan data.Pengumpulan data yang diperlukan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut.
Teknik Analisis Data
Penulis menyaksikan langsung kenyataan yang ada di masyarakat luas di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, dimana ibu merupakan bagian inti dari rumah tangga dan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut penulis melihat langsung realita yang ada di masyarakat pada umumnya di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang menjadi objek penelitian penulis mengenai peran ibu dalam keluarga dalam pembentukan kepribadian anak. Dari uraian hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu-ibu di Desa Sapaya Kec.
Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Kepala Desa Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa peran ibu di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Memperhatikan pola pembentukan kepribadian, para ibu di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa mempunyai pola pembentukan kepribadian pada anaknya.
Kendala yang dihadapi ibu dalam pembentukan kepribadian anak di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang pembentukan kepribadian anak.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Kelurah Sapaya
Pola Pembentukan Kepribadian Anak
Sekadar memberi nasihat kepada ibu bapa kepada anak-anak tidak memadai jika tidak disertai contoh dan teladan yang baik, ini juga penting dalam pembentukan sahsiah anak agar tidak dibentuk dengan sikap munafik atau antara perbuatan dan perkataan. tidak sama. Daripada jadual di atas, kelihatan ibu-ibu yang sangat kerap memberikan contoh sikap dan tindakan yang baik dalam pembentukan sahsiah anak-anak, seramai 33 orang atau 86,84%, manakala yang menjawab kerap sebanyak 5 orang atau 13 .15% dan mereka yang menjawab tidak selalunya tidak wujud. Daripada hasil data menunjukkan bahawa ibu sangat kerap memberikan contoh sikap dan tindakan yang baik terhadap anak mereka.
Data di atas memberikan gambaran bahwa yang mengajarkan budi pekerti yang baik kepada anak baik terhadap orang tua maupun terhadap orang lain sebanyak 39 orang atau 94,73%, sedangkan yang menjawab sering sebanyak 2 orang atau 5,26% dan yang menjawab jarang tidak ada. Hanya orang tua yang telah menjalani pelatihan yang dapat memberikan bimbingan agama khusus kepada anaknya.
Hambatan Para Ibu Dalam Membentuk Kepribadian anak Di
Dari hasil data tersebut menunjukkan bahwa para ibu seringkali mengalami kendala dalam pembentukan kepribadian anaknya, hal ini disebabkan oleh kondisi keuangan yang sangat sulit ditambah dengan pendidikan orang tua dalam pembentukan kepribadian anaknya yang masih sangat kurang. Dari tabel diatas terlihat jumlah ibu yang sangat sering melihat penyebab anak nakal karena pengaruh teman sebayanya sebanyak 8 orang atau 21,05%, sedangkan yang menjawab sering sebanyak 28 orang atau 73,68% dan yang menjawab sering adalah 28 orang atau 73,68%. yang sering merespons. yang menjawab tidak sering sebanyak 28 orang atau 73,68% 2 orang atau 5,26%. Faktanya, pergaulan bebas saat ini memungkinkan pengaruh perkotaan merambah remaja di Desa Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa. Remaja di sini sudah banyak memutar kaset-kaset pornografi, sebagian besar dilakukan oleh remaja.
Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang sering bertengkar dengan suami menjawab jarang di depan anak, 16 orang sering tahu dan 22 orang tidak sering tahu atau Jika dilihat dari jawaban responden pada kuisioner, terlihat bahwa sebagian besar ibu sudah mengetahui dengan baik tentang pendidikan anaknya, namun masih belum cukup menunjukkannya di depan anak, dan secara umum kendala dalam pendidikan anaknya. pendidikan anak setidaknya diakui secara umum oleh mayoritas responden. .
Solusi Terhadap Tantangan Yang Ada
Peran ibu dalam keluarga dalam menentukan kepribadian anak di Desa Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa sangat besar dan penting dan berarti dengan segenap kemampuannya berusaha memberikan bimbingan dalam bersikap, bersikap dan berakhlak baik. sesuai dengan nilai dan norma. agama. Pola yang dilakukan oleh para ibu adalah dengan memberikan keteladanan sikap dan perbuatan yang baik kepada anaknya dalam keseharian serta memberikan pendidikan agama dalam kehidupannya serta kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Ibu ibarat orang tua yang paling dekat dengan anak, orang yang paling berpengaruh terhadap kepribadian anak ketika masih kecil.
Peneliti lain yang ingin membahas pendidikan anak hendaknya melakukan penelitian yang lebih dalam dan komprehensif dengan sampel yang lebih besar serta sumber yang lebih kredibel dan akurat. Apakah Anda sering mengajarkan anak Anda sopan santun, baik terhadap orang tua maupun terhadap orang lain?
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Kehidupan modern dengan segala dampak positif dan negatifnya menuntut para ibu untuk bekerja lebih keras dalam membesarkan anak-anaknya, terutama dalam bentuk pengawasan dan pemberian pendidikan. Memperkenalkan anak pada moral dan nilai-nilai agama sejak dini akan sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan persiapan memasuki kehidupan dewasa di masa depan.