BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Peranan Keluarga Dalam Pembinaan Anggotanya
7. Kepribadian Anak
Agus Sujanto dkk, (2009: 10 ), mengemukakan Setiap manusia, kapan dan di mana pasti melalui lingkungan dan senantiasa menjalani hubungan intraksi sosial dengan yang lainnya. Antara siswa dengan yang lainnya saling mempengaruhi dalam segala segi kegiatan. Rangkaian totalitas aktivitas yang di lakukan dan diperlihatkan terangkum menjadi suatu kepribadian anak.
Dengan demikian, harkat dan martabat akan terangkat bila kepribadiannnya (sikap, tingkah laku, perbuatan, dan kata-kata)berorientasi pada norma-norma yang akurat dan konkrit.
Kepribadian suatu sifat atau watak yang di miliki seseorang sehingga dengan watak tersebut mencerminkan suatu tingkah laku yang di bawanya sejak lahir maupun setelah menginjak usia tertentu, untuk berbuat dan bertingkah laku sebagaimana yang diinginkan oleh lingkungan di mana ia berada.
Menurut Agus Sujanto dkk, (2009 : 10) mengemukakan bahwa :
“Kepribadian bersal dari kata personality (bahasa inggris) yang berasal dari persona (bahasa latin) yang berarti kedok atau topeng yaitu tutup muka yang sering di pakai oleh pemain-pemain panggun yang maksudnya untuk mengambarkan perilaku, watak, atau pribad seorang”.
Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (2013 : 106 ), mengemukakan :
“Secara sederhananya dapat di katakan, bahwa pembentukan kepribadian adalah belajar mempergunakan cara-cara baru dalam mereduksikan teganngan, yang timbul karena individu menghadapi berbagai hal yang dapat menjadi sumber tegangan”.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis, yaitu selalu berkembang dan berubah. Istilah psikofisis menujukkan bahwa kepribadian mencakup kerja tubuh dan jiwa atau atau tak terpisahkan dalam kesatuan kepribadian. Kepribadian sangat menentukan, yang berarti kepribadian memaikan peranan aktif dalam tingkah laku individu. Suatu unsur yang penting dalam devenisi di atas adalah kepribadian memiliki cara khas atau unit artinya tidak ada dua orang yang benar-benar sama dalam caranya menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya. Jadi dengan demikian, tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.
2. Pentingnya Pembentukan Kepribadian anak
Pada pembahasan sebelumnya telah di kemukakan pengertian kepribadian, untuk itu dalam pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang pengtingnya pembentukan kepribadian anak.
Pembentukan kepribadian anak pada dasarnya merupakan suatu kebiasaan baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlaq al-karimah. Karena mengingat betapa pentingnya setiap anak dalam pendidikan budi pekerti dan membiasakan anak kepada tingkah laku yang baik sejak kecilnya. Pendidikan para akan sejak kecilnya harus mendapat perhatian penuh dari orang tuanya.
Dan tidak mengherankan bila ahli-ahli pendidikan modern abad ke- 20 berkata bahwa anak-anak meniru tabiat orang-orang yang mendampinginya dalam 5 tahun pertama dari umurnya. Dalam pengertian ini, Ibnu Djauzi menulis dalam bukunya at-Tib al-Ruhani berkata bahwa pembentukan yang utama ialah di waktu kecil, maka apabila seorang anak di biarkan melakukan sesuatu yang kurang baik dan kemudian telah menjadi kebisaannya, maka akan sukarlah meluruskannya.
Di samping itu, pembiasaan harus dijadikan persiapan untuk pendidikan selanjuknya. Jadi tingkah laku, cara berbuat, dan berbicara akan ditiru oleh anak dengan segala sikap akhlak yang ditirunya, maka tumbuhlah identitas dalam pribadi anak untuk menyamakan tingkah lakunya. Identifikasi
tersebut penting dalam pembentukan kepribadian anak kesemuanya adalah salah satu proses yang di tempuh menuju ke arah pembentukan pribadi yang benar-benar lengkap sempurna mencakup segala aspek kehidupan di dunia dan akhirat nanti.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan kepribadian anak adalah bentuk akhlakul karimah menuju insan kamil yang menghambakan diri kepada Allah SWT sesuai dengan firman-nya QS. Adz- Dzariyat (51 : 56)
Terjemahnya :
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.(Kemenag RI.2011 : 523 )
29 A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey (lapangan) dengan pendekatan kualitatif dengan mengeksploitasi data di lapangan.
Menurut Miles dan Herman dalam bukunya Husaini Usman, (2011:78) Metode kualitatif lebih berdasarkan pada filsafat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan. Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri
Dan penelitian ini di analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan memberikan gambaran tentang bagaimana peranan ibu dalam membentuk kepribadian anak di Kelurahan Sapaya Kec Bungaya Kab. Gowa.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Lokasi penelitian adalah Di Kelurahan Sapaya Kec.Bungaya Kab.
Gowa.Dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut kelihatan banyak ibu yang kurang berperan dalam membentuk kepribadian anak.
Objek penelitian ini ialah ibu dan anak yang ada di kelurahan tersebut.
C. Variabel Penelitian
Variabel adalah bagian yang akan diteliti.Suharsimi Arikunto, (2013 : 161) mengemukakan :
”Variabel adalah penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian atau penelitian.Dengan demikian variabel merupakan bagian penting dari suatu penelitian, karena merupakan objek penelitian atau menjadi titik perhatian penelitian”.
Maka dalam penelitian ini ada dua variabel yang menjadi titik perhatian yaitu :
a. Peranan ibu dalam keluarga sebagai variabel bebas ( X ).
b. Pembentukan kepribadian anak sebagai variabel terikat (Y ).
D. Definisi Operasional Variabel
Defenisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana cara mengukur variabel.Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang variabel yang akan di teliti.
Agar Penulisan proposal ini lebih di mengerti dan di pahami, maka penulis akan menjelaskan tentang peranan ibu dalam pembentukan kepribadian anak yang berlandaskan ajaran islam.
1. Peranan ibu dalam keluarga
Ibu adalah merupakan bagian inti di rumah tangga dan masyarakat.
Dia adalah pemberi pengaruh yang amat kuat pada diri anak-anak, baik dengan perkataan, keteladanan, cinta dan kasih sayang. Anak-anak senantiasa menyurupai ibunya. Jika ibu menegakkan hukum-hukum Allah
dan menaati-nya, berpegang pada akhlak-akhlak tersebut. Jika akhlah ibu buruk, tidak menegakkan hukum-hukum Allah dan buruk pergaulannya, anak tentu akan tumbuh dengan memeliki sifat-sifat yang buruk itu
Ibu berupaya dengan kemampuan yang ada pada dirinya untuk memberikan pengajaran untuk bersikap, berperilaku, dan bersopan santun secara baik sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma agama di dalam hidup dan kehidupannya bermasyarakat.
2. Kepribadian anak
Kepribadian anak adalah suatu sifat atau watak yang dimiliki anak sehingga watak tersebut mencerminkan suatu tingkah laku yang di bawanya sejak lahir maupun setelah menginjak usian tertentu,untuk berbuat dan dan bertingkah laku sebagaimana yang di inginkan oleh lingkungan dimana ia berada.
Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulan bahwa peranan ibu terhadap pembentukan kepribadian anak memiliki pengaruh yang amat kuat karena anak senantiasa meyurupai ibunya, jika ibu memiliki akhlak yang baik maka tentu anaknya akan memiliki kepribadian yang baik pula akan tetapi jika akhlak ibunya buruk maka tentu kepribadian anaknya juga akan buruk.
E. Populasi Dan Sampel
Setiap penelitian ilmiah berhadapan dengan masalah sumber data yang di sebut populasi dan sampel. Pemilihan dan penentuan sumber data ini tergantung dari permasalahan yang akan di selidiki dan hepotesa yang hendak di uji kebenarannya. Sumber data yang tidak tepat akan mengakibatkan data yang terkumpul menjadi tidak relevan sehingga dapat menimbulkan kekeliruan dalam merik kesimpulan. Penelitian yang mempergunakan populasi dan sampel yang keliru tidak banyak artinya bagi pemecahan masalah yang di hadapi, bahkan akan menambah masalah baru bila hasilnya dipergunakan untuk tindakan-tindakan yang praktis. Dari hal tersebut di atas maka sesungguhnya persoalan populasi dan sampel dalam suatu penelitian bukanlah suatu persoalan yang remeh apabila ingin menghasilkan suatu hasil yang benar dan dapat di percaya.
1. Populasi
Pelaksanaan penelitian selalu berhadapan dengan obyek yang di teliti, baik berupa manusia, benda, peristiwa maupun yang akan terjadi, karena itu merupakan variabel yang di perlukan untuk memecahkan masalah dan menunjang keberhasilan peneliti.
Dalam penelitian, peneliti adakalanya hanya mengambil sebagain saja dari seluruh obyek yang di teliti, sebagai dasar untuk menarik kesimpulan, berdasarkan pertimbangan yang logis. Meskipun demikian yang diperoleh
dari hasil penelitian tehadap sebagai objek tersebut dapat mencakup dan berlaku bagi seluruh obyek.
Suharsimin Arikunto (2010 : 173) mengemukakan :
“Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semuan elemen yang ada dalam wilayah penelitian makapenelitiannya merupakan penelitian populasi, atau penelitian juga di sebut studi populasi atau studi sensus”.
Sedangkan menurut Husaini Usman( 2011 : 42 ).
”Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari pada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas”.
Sedangkan menurut sugino, (2008 :115), populasi adalah wilaya generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempuanyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dikemudian ditarik kesimpulannya..
Berdasarkan dengan penjelasn di atas, maka dapat di pahami bahwa yang di maksud dengan populasi adalah seluruh obyek yang di jadikan sebagai pusat penelitian, untuk memperoleh data. Dengan demikian pada pembahasan skripsi ini peneliti mengadakan penelitian tentang peranan ibu dalam pembentukan kepribadian anak di Kelurahan Sapaya Kec Bungaya kab.Gowa. sebagai populasi penelitian adalah seluruh ibu dan anak yang ada di Kelurahan Sapaya Kecamatn Bungaya Kab.Gowa dimana ibu571 orang dan 208 orang anak.dengan jumlah keseluruhan yaitu 383 orang.
Untuk lebih jelasnya lihat.
TABEL 1
KEADAAN POPULASI
NO IBU DAN ANAK JENIS KELAMIN
JUMLAH
L P
1. Ibu 175 175
2. Anak 100 108 208
Jumlah 100 283 383
Sumber data : Kantor kelurahan sapaya Kec. Bugaya Kab. Gowa 2014
2. Sampel
Dalam suatu penelitian lapangan tidak setiap peneliti mampu menyelidiki seluruh obyek yang ada. Hal tersebut di sebabkan beberapa pertimbangan, misalnya keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Oleh karena itu, perlu adanya sampel sebagai solusi alternatif.
Purnomo Setiady Akbar ( 2011 : 43) berpendapat bahwa:
“ Sampel adalah sebagian anggota populasi yang di ambil dengan menggunakan teknik tertentu yang di sebut dengan teknik sampling”
Sedangkan Suharsimi Arikunto (2010 :174 ). Mengemukakan bahwa:
”Sampel adalah bagian dari populasi yang objeknya kurang dari 100, lebih baik di ambil semua sehingga peneliti menjadi peneliti populasi, selanjuknya jika jumlah subjeknya besar dapat di ambil 10-15% atau 20-25% atau lebih”.
Maka dari itu penentuan banyaknya sampel yang di ambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 10% dari jumlah populasi yang ada. Teknik yang di gunakan adalah pengambilan sampel ini adalah sampel random
sampling yaitu anggota sampel dari populasi di ambil secara acak tanpa memperhatikan golongan yang ada dalam populasi.
Maka dapat dijelaskan bahwa dari beberapa populasi yang ada, maka ada 38 orang yang akan diteliti di antaranya yaitu 21 orang anak di Kelurahan Sapaya Kec Bungaya Kab .Gowa dan 17 orang ibu yang akan di beri angket secara Random untuk memperoleh data tentang peranan ibu dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak di Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya Kab. Gowa Dan Untuk lebih jelasnya lihat tabel
Tabel 2 Keadaan Sampel
NO IBU DAN ANAK JENIS KELAMIN
JUMLAH
L P
1. Ibu - 17 17
2. Anak 7 14 21
Jumlah 7 31 38
F. Instrumen Penelitian
Intrumen peneliti adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan. Peneliti menggunakan beberapa alat penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui data dari informasi yang dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Pedoman Observasi
Pedoman observasi yaitu alat yang di gunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan pengalaman baik secara langsung maupun tidak langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dejat kegiatan yang dilakukan, observasi sebagai pengalaman sistimatis berkenaan dengan perhatian terhadap fenomene-fenomene yang nampak dengan menggunakan buku cacatan. Dalam observasi ini yang menjadi sasaran adalah ibu dan anaknyang terdapat di Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya Kab.Gowa
b. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara ( interview ) adalah proses wawancara dengan para informan ada pedoman yang dipakai sebagai alat untuk untuk mencari data dan informasai dalam penelitian. Alat yang dipakai dalam melakukan wawancara ini berupa persiapan-persiapan pertanyaan yang akan ditanyakan yang akan disampaikan oleh informan, agar para informan tersebut mamberikan keterangan atau jawaban yang sesuai dengan yang diharapkan
c. Angket
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diedarkan dan diberikan kapada orang lain dalam hal ini responden untuk diisi sesuai
yang diinginkan peneliti. Dalam angket ini diberikan siswa untuk diisi oleh orang tuanya.
Lexi J Moleong (2013 ; 182) mengemukakan
“Angket atau kuesioner adalah instrumen penggumpulan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tak langsung, artinya responden secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis yang dikirim melalui madia tertentu”.
d. Catatan dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diambil secara langsung pada lokasi penelitian dengan jalan mencatat langsung arsip-arsip yang dibutuhkan oleh seorang penelita, sebab dengan adanya dokumen ini peneliti sangat mudah menyalin data yang akan dijadikan sebagai pembahasan dalam skripsi ini, dalam hal ini data di ambil di Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya Kab.Gowa
G. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengetahui atau memperoleh data dilapangan, maka perlu dilakukan pengumpulan data. Dalam pengumpulan data diperlukan adanya suatu prosedur penggumpulan data. Adapun prosedur penggumpulan data yang harus ditempuh dalam penelitian ini adalah .
1. Penelitian kepustakaan (liberary research) yaitu cara mengumpulkan data dengan membaca dan menelaah buku serta hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam skripsi ini, dengan menggunakan 2 teknik yaitu kutipan langsung cara pengutipan pendapat sesuai dengan aslinya dan kutipan tidak langsung cara mengutip pendapat dengan mengulas.
2. Penelitian lapangan (field research) yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dilokasi penelitian yang telah dilakukan atau ditentukan untuk diteliti secara langsung dalam rangka mengumpulkan data, pengumpulan data yang diperlukan dalam skripsi ini adapun teknik yang digunakan sebagai berikut :
a) Observasi yaitu cara untuk memperoleh data dengan menggunakan atau dengan mengadakan pengamatan secara sistematis mengenai hal-hal yang dibutuhkan dalam skripsi ini. Dalam melaksanakan observasi ada 2 cara yang digunakan yaitu :
1) Observasi partisipan yaitu penulis melibatkan diri secara langsung kelapangan meneliti masalah pelaksanaan pendidikan Islam dalam keluarga.
2) Observasi non partisipan yaitu penulis secara tidak langsung melibatkan diri dalam proses penelitian akan tetapi peneliti melibatkan orang lain untuk diminta pendapatnya yang menjadi instrumen adalah buku catatan.
b) Wawancara dengan menggunakan tanya jawab dengan orang yang dianggap dapat memberikan keterangan terhadap obyek yang diteliti.
c) Angket adalah pertanyaan tertulis yang di sebar kepada responden untuk mendapatkan data sesuai dengan permasalahan yang akan di teliti.
d) Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data dengan jalan mencatat secara langsung dokumen-dokumen tertulis atau arsip-arsip yang ada sangkut pautnya dengan materi pembahasan skripsi ini.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, seperti penjelasan berikut :
Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui tingkat perhatian orang tua terhadap pengaruh motivasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama islam di Kelurahan Sapaya Kec Bungaya Kab.Gowa
Data yang bersifat kualitatif ini, penulis menggunakan beberapa analisis sebagai berikut :
1. Teknik analisis indukatif, yaitu analisis dengan melihat data-data yang didapatkan dan selanjutnya menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum. Dengan kata lain menganalisis data dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus, selanjutnya mengambil kesimpulan yang bersifat umum.
2. Teknik analisis deduktif, yaitu teknik yang delaksanakan dengan membandingkan beberapa data yang terkumpul selanjutnya menarik kesimpulan yang bersifat khusus, dengan melihat berbagai data yang diperoleh baik dari hasil wawancara, angket maupun observasi.
3. Teknik analisis komparatif, yaitu analisis data yang membandingkan pendapat yang berbeda kemudian pendapat tersebut dirumuskan menjadi kesimpulan yang bersifat objektif.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus persentase dimana:
P = x 100
Keterangan :
P = Persentase Jawaban
F = Frekuensi Nilai Jawaban
N = Jumlah Seluruh Nilai.
41 A. Gambaran Umum lokasi Penelitian
1. Sejarah Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya Kab.Gowa
Kelurahan sapaya terletak di Kecamatan Bungaya Kabupaten gowa.Kelurahan ini pada awalnya diberi nama Desa sapaya kecamatan bungaya kabupaten gowa kemudian di ganti menjadi kelurahan sapaya yang berkedudukan di Ibu Kota Kecamatan bungaya Kabupaten gowa dengan luas wilayah 1651,27 ha, dengan jumlah penduduk 1.642
Secara geografis kelurahan sapaya 4 desa atau kelurahan yaitu:
a. Sebelah utara berbatasan dengan jgng batu.
b. Sebelah selatan berbatasan dengan desa Buakkang.
c. Sebelah timur berbatasan dengan parang lompoa kecamatan botolempangan
d. Sebelah barat berbatasan dengan desa BontomanaI
Dengan letak geografis itu kelurahan sapaya menduduki letak strategis karna letaknya berada pada jalur transport poros Makassar yang sangat menguntungkan dalam semua aspek usaha dan komunikasi dan transporta
Sedangkan keadaan ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat kelurahan sapaya sangat bervariasi jenis dan usahanya yang mereka lakukan. Bagi masyarakat Kelurahan sapaya, sektor pertanian masih
merupakan sektor dominan disamping sektor peternakan, perdagangan, dan usaha dibidang jasa dalam memperoleh penghasilan kehidupan masyarakat.
TABEL 3
Struktur Mata Pencaharian Pokok Penduduk Kelurahan Sapaya Menurut Jenis Usaha / Pekerjaan
NO STATUS/JENIS PEKERJAAN JUMLAH ORANG
1. Petani 375
2. Buruh Tani 365
3. Pegawai Negeri Sipil 36
4. Pedangan Keliling 9
5. Peternak 14
6. Bidang Swasta 2
7. Perawat Swasta 5
8. Pensiunan PNS 9
Sumber Data : Kantor Kelurahan Sapaya Tahun 2014
Sedangkan untuk mengupayakan tingkat kecerdasan maka bidang pendidikan tidak terlepas dari sektor pendidikan dalam rangka penyiapan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas yang mampu berkompotitif dalam era kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di samping kualitas iman dan taqwa (IMTAQ).
Dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia tersebut pemerintah telah menyediakan fasilitas / sarana pendidikan diantaranya gedung pendidikan. Gedung pendidikan tersebut sebagai lembaga yang dibangun dan dipersiapkan untuk masyarakat, terutama generasinya dalam menuntut ilmu pengetahuan sebagaimana pada tabel berikut :
Tabel 4
Keadaan Lembaga Pendidikan Kelurahan Sapaya
Kelurahan Tingkat pendidikan Taman
baca TK SD MI SMP MTs SMA
Sapaya 1 4 - 1 2 1 1
Jumlah 1 4 - 1 2 1 1
Sumber Data : Kantor Kelurahan Sapaya Tahun 2014
Dengan melihat jumlah sarana pendidikan di atas, maka dapat digambarkan pula bahwa tingkat pendidikan masyarakat Kelurahan Sapaya dalam bidang pendidikan tidak terbelakang, untuk melihat perkembangan tingkat pendidikan masyarakat Kelurah Sapaya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5
Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Sapaya
No. Status Jumlah ( Orang )
1. Buta aksara dan angka 9
2. Tidak tamat SD 686
3. Tamat SD 138
4. Tamat SMP 203
5. Tamat SMA 130
6. Tamat Akademia 6
7. Strata 1 49
8. Jumlah
Sumber Data : Kantor Kelurahan Sapaya Tahun 2014
Kondisi agama masyarakat Kelurahan Sapaya mayoritas beragama Islam dan selebihnya tidak ada agama lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 6
Keadaan Penduduk Menurut Agama di Kelurahan Sapaya
NO NAMA AGAMA JUMLAH
1 2 3 4 5
Islam Katolik Prostesten Budha Hindu
1.425 orang - - - - Sumber Data : Kantor Kelurahan Sapaya Tahun 2014
Penulis melihat langsung tentang realita di dalam masyarakat pada umumnya di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten gowa .Yang mana ibu merupakan bagian inti di rumah tangga dan masyarakat. Dia adalah pemberi pengaruh yang amat kuat pada diri anak-anak, baik dengan perktaan, keteladanan, cinta dan kasih sayang. Anak-anak senantiasa menyerupai ibunya. Jika ibu menegakkan hukum-hukum Allah dan menaati- nya, berpegang pada akhlak-akhlak Islam yang terpuji, anak akan tentu akan tumbuh dengan memiliki akhlak tersebut. Jika akhlak ibu buruk, tidak menegakkan hukum-hukum Allah dan buruk dan buruk pergaulannya, anak tentu akan dengan memiliki sifat-sifat yang buruk itu.
Pada periode-periode dari kehidupannya, anak akan menerima pengarahan dari kedua orang tuanya. Maka tanggung jawab untuk
mengarahkan anak kepada kebaikan, berada di atas pundak orang tua.
Sebab periode-periode awal kehidupan anak yang merupakan periode yang penting sekaligus rentan. Ini merupakan periode awal untuk berkata dan meniru. Anak belajar dasar-dasar akhlak sejak tahun-tahun pertama dalam kehidupan dan dari ayah dan ibu dan orang-orang dewasa di sekitarnya. Ia menerima nilai-nilai moral dari orang-orang dewasa, tanpa mendebat, menyaring dan menentangnya. Dengan kata lain, dia menerimahnya dengan lapang dada. Maka dari itu, orang tua harus memiliki akhlak-akhlak yang terpuji, agar orang tua mudah mengarahkan anak-anak yang di mulai dengan melihat secara langsung, lalu disusul dengan perkataan dan pengarahan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka penulis melihat langsung tentang realita di dalam masyarakat pada umumnya di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang menjadi objek penelitian penulis tentang peranan ibu dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak. Di mana masih di temukan adanya ibu yang kadang-kadang lalai dalam mendidik anaknya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada jawaban atas angket yang disebarkan oleh penulis.
TABEL 7
Perhatian Ibu Terhadap Anak Sering Berkurang Karena Kesibukannya Dengan Pekerjaan
No Ketegori Jawaban Frekuensi Presentase%
1. Sangat betul 6 15,78
2. Betul 20 52,63
3. Tidak betul 12 31,57
Jumlah 38 100
Sumber Data : Hasil Angket No.1 Tahun 2014
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa dari 38 responden yang menjawab bahwa peranannya dalam membina dan mendidik anak sangat sering terganggu dengan pekerjaannya yang menjawab sangat betul sebanyak 6 orang atau 15,78%, sedangkan yang menjawab betul sebanyak 20 orang atau 52,63%, dan yang menjawab tidak betul terganggu dengan pekerjaan sebanyak 12 orang atau 31,57% dari seluruh responden.
Dari uraian hasil tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu-ibu di Kelurahan Sapaya Kec. Bungaya Kab. Gowa masih di temukan adanya ibu yang kadang lalai dalam mendidik anaknya hal ini di karenakan masih adanya ibu yang kurang sadar akan pentingnya pendidikan khususnya pendidikan akhlak mereka di samping pendidikan umum
Hal ini senada dengan apa yang di katakan oleh Kepala Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan kepala kelurahan, dan hasilnya adalah sebagai berikut: