• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan pemerintah Desa Melati II belum baik karena tidak memperbaiki akses menuju wisata tani Panteng Kleset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peranan pemerintah Desa Melati II belum baik karena tidak memperbaiki akses menuju wisata tani Panteng Kleset"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHLUAN

Latar Belakang Masalah

Bagaimana peran pemerintah desa dalam mewujudkan wisata pertanian sebagai program inovasi desa di desa Melati II kecamatan Perbaungan kabupaten Serdang Bedagai provinsi Sumatera Utara. Mengetahui peran pemerintah desa dalam mewujudkan wisata pertanian sebagai program inovasi desa yang efektif dan efisien.

Perumusahan Masalah

Tujuan Penelitian

Oleh karena itu tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam mewujudkan wisata pertanian sebagai program inovasi desa di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara dan mengetahui apa saja kendala pemerintah desa tersebut. telah dalam terwujudnya wisata pertanian Panteng Kleset.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Peranan

Maurice Duverger mengakui bahwa istilah "peran" dipilih dengan baik, karena menurutnya setiap orang adalah aktor dalam masyarakat tempat dia tinggal, dan bahwa dia juga seorang aktor yang, seperti aktor profesional, harus memainkan beberapa peran. Lebih lanjut Rivai menjelaskan bahwa peran adalah perilaku individu yang diharapkan dapat membawa perubahan dan harapan akan kemajuan, meskipun tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan.

Peran Pemerintah Desa

Peran Pemerintah sebagai penggerak dinamika adalah menggerakkan partisipasi masyarakat jika terjadi hambatan dalam proses pembangunan guna mendorong dan menjaga dinamika pembangunan daerah. Selain itu yang dikemukakan oleh Ryaas Rasyid dalam Labolo (2010:32), ada pula teori sebelumnya yang dikemukakan oleh Pitana dan Gayatri (2005:95) pada pilar good governance, guna mewujudkan pembangunan yang ideal. Tempatnya, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bisa bersinergi dengan baik. Peran Pemerintah sebagai fasilitator adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya pembangunan untuk menjembatani berbagai kepentingan masyarakat dalam optimalisasi pembangunan daerah.

Selain pernyataan Ryaas Rasyid dalam Labolo (2010:32), ada pula teori awal yang dikemukakan oleh Parsons, Jorgensen, Hernandez yang menyatakan bahwa peran pemerintah sebagai fasilitator menyatakan bahwa pemerintah sebagai fasilitator memberikan kerangka standar yang baik. untuk memperlancar tugas-tugas yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat. Selain itu, Adsasmita (2006:11) membatasi peran pemerintah desa dalam pembangunan, yaitu perannya sebagai duta pembangunan, mengarahkan partisipasi masyarakat, dan mengarahkan aspirasi masyarakat.

Teori Kebijakan

Lasswell dan Abraham Kaplan mendefinisikan politik sebagai program untuk mencapai tujuan, nilai, dan praktik yang telah ditetapkan. Friedrick mengatakan bahwa kebijakan adalah serangkaian tindakan yang diusulkan oleh individu, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu dengan menunjukkan hambatan dan peluang untuk melaksanakan usulan kebijakan untuk mencapai tujuan. Anderson menyatakan bahwa politik adalah serangkaian tindakan dengan tujuan tertentu yang dikejar dan dilaksanakan oleh individu atau kelompok untuk memecahkan masalah.

Di sisi lain, Amara Gianttaya memberikan pemahaman berbeda tentang politik berupa taktik dan strategi yang ditujukan untuk mencapai suatu tujuan. Seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan adalah strategi yang dimaksudkan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan dan sering kali diterjemahkan ke dalam program dan proyek.

Pengertian Desa

Penjelasan lain sebagai pemerhati desa adalah Bouman di Baratha yang mengamati dari sudut pandang mereka bahwa desa adalah cara hidup kuno dimana ribuan orang hidup bersama dan semua orang saling mengenal. Selain itu, tempat tinggalnya banyak mempunyai ikatan kekeluargaan yang erat, ketaatan terhadap tradisi dan aturan sosial Wasistiono (2006:8). Mengenai pengertian desa di atas, Unang Sunardjo berpendapat bahwa desa dalam Wasistiono (2006:10) adalah suatu kesatuan masyarakat hukum berdasarkan adat dan hukum adat, yang mendiami suatu daerah perbatasan tertentu dan mempunyai ciri-ciri yang kuat, karena adanya unsur pewarisan dan kepentingan politik ekonomi, sosial, keamanan dan politik dan lain-lain, mempunyai struktur pemerintahan yang dipilih secara kolektif, memiliki sebagian kekayaan dan berhak memimpin rumah tangga.

Penjelasan lain juga dikemukakan Baratha dari Nurcholis (2011:4), yaitu nama asli desa atau setingkat dengan usaha masyarakat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desa adalah suatu kesatuan masyarakat hukum tertentu yang mendiami suatu kawasan pemukiman yang saling berhubungan dan saling mengenal, mempunyai batas-batas wilayah tertentu serta mempunyai hak dan wewenang yang dapat diatur dan dikelola oleh pemerintah. . dan komunitas. Sendirian.

Pemerintah Desa

Pemerintah desa wajib melaksanakan seluruh tugas pemerintahan desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat itu. Penyelenggara pemerintahan desa merupakan sub sistem dari sistem pemerintahan desa yang berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat Widjaja (2003). Berdasarkan uraian di atas, maka kewenangan desa mempunyai tugas mengatur urusan pemerintahan dan masyarakat setempat.

Sebagai dinamisator dalam hal ini pemerintah desa adalah kepala desa dan harus mempunyai kemampuan memberikan nafkah. Tidak hanya itu, peran pemerintah desa tidak akan berhasil jika tidak dimulai dengan strategi.

Pengertian Wisata Tani

  • Faktor-Faktor Keberhasilan Agrowisata

Masyarakat desa pemilik lahan di kawasan terbangun dapat terus mengolahnya sehingga menunjang peningkatan produksi pertanian, menjadi daya tarik agrowisata, dan di sisi lain akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam mengelola lahan. pengelolaan kawasan tersebut. secara keseluruhan. Pekerja lokal harus dilibatkan dalam pengembangan wisata pertanian, yang setidaknya akan mengurangi perpindahan masyarakat lokal akibat atraksi wisata. Kami berharap dengan berkembangnya wisata pertanian dapat meningkatkan perekonomian seluruh masyarakat, baik masyarakat petani maupun masyarakat pekebun desa.

Keindahan alam wisata pertanian Panteng Kleset merupakan keindahan alam perpaduan antara sungai dan persawahan masyarakat desa yang telah dimodifikasi untuk menciptakan pariwisata sebagai pengembangan desa yang unggul. Modifikasi lahan yang ada di bidang pariwisata dilakukan dengan menggunakan dana desa (DD) yang dibiayai oleh Bank Dunia dari Program Inovasi Desa yang dibentuk oleh Kementerian Desa Desa Republik Indonesia.

Pengertian Program Inovasi Desa (PID)

  • Tujuan Program Inovasi Desa (PID)
  • Manfaat Program Inovasi Desa (PID)

Oleh karena itu, program inovasi desa memenuhi harapan kebutuhan desa akan pelayanan teknis yang berkualitas, mendorong terciptanya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk pemanfaatan sumber daya desa (DD) secara tepat dan efisien. Tujuan pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) adalah merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa yang bersumber dari dana desa (DD) dengan mengelola inovasi desa, meniru dan/atau mengadopsi kegiatan inovatif untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa, mendukung perluasan lembaga kontraktor konstruksi Teknik Desa (P2KTD). Dalam jangka menengah, kami berharap program inovasi desa mampu menekankan pada produktivitas dan pembangunan ekonomi desa, serta pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan.

Program Inovasi Desa (PID) diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat serta kemandirian desa sejalan dengan tujuan Kementerian Desa PDTT dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) PDTT Kementerian Desa Edisi 4 Tahun 2019 : 9). 38 Tahun 2017 yang menetapkan pedoman umum program inovasi desa bagi pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan program inovasi desa yang dikelola oleh Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (Bank Dunia).

Penelitian Terdahulu

Program Kualitatif Inovasi Desa dalam Mewujudkan Kemandirian Desa Dalam Pelayanan Pemberdayaan Desa Wilayah Langkat diluncurkan dengan. mengacu pada upaya Kementerian Desa PDTT dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di pedesaan. penggunaan sumber daya desa yang lebih baik dengan. Penutupan kawasan wisata Tani Betet baik-baik saja. “menghindari kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru yang dimulai tanggal 24. Mendukung Program Inovasi Desa di Desa Uma Anyar dan Tejakula.” Oleh Ni Ketut Sudianing dan Gede Sandiasa, 2020.

Deskriptif Implementasi program inovasi desa dengan menggunakan dana desa merupakan perwujudan pembangunan desa secara terpadu, berbasis sumber daya alam dan daya kreatif masyarakat. Peran Program Inovasi Desa dalam pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat adalah pengembangan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan pemenuhan dan peningkatan.

Kerangka Berpikir

Dari ketiga peran pemerintah desa yang menjadi alat analisis peneliti dalam melakukan penelitian pemecahan masalah, yaitu 1). Program Inovasi Desa merupakan program yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa Desa Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2018. Desa Melati II merupakan desa yang telah dipastikan menerima bantuan dari Kementerian Desa Desa Republik Indonesia. dan pemerintah desa memfokuskan Panteng Kleset sebagai tempat yang akan dikelola sebagai destinasi agrowisata berbasis lokal.

Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti melakukan penelitian untuk memperoleh informasi atau data penting yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Setelahnya, para peneliti pun memberanikan diri turun ke lapangan untuk melihat langsung lokasi wisata pertanian yang terbengkalai tersebut.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Waktu Penelitian

Informan Penelitian

Informan kunci yang berjumlah 1 (satu) orang adalah Kepala Desa Melati II Kecamatan Perbaungan yaitu Bapak. Supardi. Informan utama nomor 1 (orang) adalah Sekretaris Desa Melati II Kecamatan Perbaungan yaitu Bapak. Suherman, SH. Informan tambahan berjumlah 3 (tiga) orang yaitu orang-orang yang tergabung dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yaitu Bapak. Rahmat dan pihak BUMDesa Melati II Kabupaten Perbaungan yaitu Bpk. Budiansyah dan Ny. Rismayanti yang berada di Panteng Kleset saat masih beroperasi.

Teknik Pengumpulan Data

Observasi ini akan dilakukan langsung di Kawasan Wisata Tanteng Kleset Farm di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan. Bentuk terstruktur maksudnya bentuk yang langsung diarahkan pada soal-soal yang telah disiapkan. Bentuk semi terstruktur merupakan sejumlah pertanyaan yang telah disusun, namun tidak menutup kemungkinan akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru.

Wawancara ini akan dilakukan langsung oleh informan penelitian yaitu Kepala Desa Melati II, Sekretaris Desa Mleati II, dan berbagai anggota masyarakat Ibrahim c) Dokumentasi, dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu. Dokumen yang berbentuk karya ilmiah misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film dan lain sebagainya.

Teknik Analisis Data

Dalam proses pengembangan agrowisata Panteng Kleset, pemerintah desa Melati II belum menjalankan perannya dengan baik karena akses menuju lokasi Panteng Kleset masih rusak. Permasalahan inilah yang seharusnya menjadi fokus pemerintah Desa Melati II sebelum dibangunnya Destinasi Wisata Pertanian Panteng Kleset. Kendala yang dihadapi pemerintah desa Melati II dalam penyelenggaraan agrowisata Panteng Kleset adalah mewabahnya Covid-19 dan buruknya peran pemerintah desa dalam proses pengembangan agrowisata Panteng Kleset. 34; Peran Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Prasarana Jalan di Desa Malitu Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso.

Peran Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) di Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Bagaimana peran pemerintah desa sebagai regulator dalam terwujudnya wisata pertanian sebagai program inovasi desa yang merupakan program di bawah Kementerian Desa Desa Republik Indonesia? Bagaimana peran pemerintah desa sebagai dinamika dalam mewujudkan wisata pertanian sebagai program inovasi desa yang merupakan program di bawah Kementerian Desa Desa Republik Indonesia?

Bagaimana peran pemerintah desa sebagai fasilitator dalam mewujudkan wisata pertanian sebagai program inovasi desa, program Kementerian Desa Desa RI?

Gambar  5.1 Foto bersama Kepala Desa Melati II
Gambar 5.1 Foto bersama Kepala Desa Melati II

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

  • Sejarah Desa Melati II
  • Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Melati II

Visi dan Misi Pemerintah Desa Melati II

  • Visi Pemerintah Desa Melati II
  • Misi Pemerintah Desa Melati II

Status Desa Melati II

Destinasi Wisata Tani Di Desa Melati II

Peraturan Desa (Perdes) BPD Melati II

Peranan Pemerintah Desa Dalam Mewujudkan Wisata Tani Sebagai

Kendala Pemerintah Desa Dalam Mewujudkan Wisata Tani

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Teori peran yang dikemukakan oleh Ryaas Rasyid yaitu peran pemerintah desa sebagai regulator, peran pemerintah desa sebagai fasilitator dan peran pemerintah desa sebagai penggerak, maka dapat dikatakan bahwa peran masyarakat Melati Pemerintahan desa masih belum berjalan dengan baik karena kurang efektifnya memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat, seperti melakukan sosialisasi, program apa saja yang dilaksanakan dan pengelolaan dana pembuatan destinasi wisata pertanian masih belum terkelola. Sehat.

Saran

Peran pemerintah dalam pengembangan wisata Gunung Payung di desa Poopo kecamatan Ranoyapo kabupaten Minahasa Selatan. Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Studi di Desa Sendangan Kecamatan Tompaso. Undang-Undang Pemerintah Republik Indonesia Tentang Pariwisata Nomor 10 Tahun 2009 Undang-Undang Tentang Program Inovasi Desa Nomor 48 Tahun 2018.

Pedoman Wawancara

Seberapa besar pengaruh atau eksistensi destinasi wisata pertanian di Panteng Kleset ini bagi para pedagang di kawasan Panteng Kleset?

Dokumentasi Bersama Informan

Potret Wisata Tani Panteng Kleset

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Table 3.1 Waktu Penelitian
Gambar  5.1 Foto bersama Kepala Desa Melati II
Gambar  5.3 Foto bersama Ketua BPD Melati II
+4

Referensi

Dokumen terkait

http://fhrc.flinders.edu.au/transnational/home.html ‘Man of the House’ and Other New Short Stories from Kenya edited by Emma Dawson Critical, Cultural and Communications Press, 2011

Wawancara dengan Ibu Misrowati selaku pembeli di Pasar Desa Sikebau Jaya diketahui bahwa: Kebijakan yang dibuat pengelola sudah baik, tapi lebih baik lagi juga apa bila pengelola juga