i
PERANCANGAN CAWANG CREATIVE PUBLIC SPACE DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
LAPORAN SEMINAR
Oleh
Rahmawati Dwi Fitri Farida 202045500301
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2023
ii
RINGKASAN
PERANCANGAN CAWANG CREATIVE PUBLIC SPACE DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
Oleh
Rahmawati Dwi Fitri Farida 202045500301
Perkembangan zaman yang kini semakin pesat tidak dapat dipungkiri
telah mempengaruhi berbagai macam sektor di kehidupan kita sehari-
hari. Misalnya perubahan yang sangat signifikan dari sektor ilmu
pengetahuan teknologi, sektor social masyarakat, dan sektor
Pembangunan infrastruktur yang juga ikut terdampak. Perkembangan
ini dapat kita amati misal pada masifnya pembangunan infrastruktur
pada sektor Pembangunan khususnya di Kota Jakarta seperti bangunan
hunian, gedung perkantoran, dll. Namun sayangnya, pembangunan
massif ini memiliki berbagai macam dampak, salah satunya ialah
meningkatnya kepadatan kota yang berbanding lurus dengan
berkurangnya lahan kosong di Kota Jakarta dan otomatis hal tsb
mengurangi jumlah Ruang Terbuka yang ada. Seperti pada Kawasan
Cawang - Jakarta Timur, Kawasan ini merupakan salah satu kawasan
padat penduduk yang didominasi oleh bangunan-bangunan formal
seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hunian komersial.
iii
Meskipun memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang dinamis, kawasan ini masih minim akan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik. Padahal selain dapat berfungsi sebagai RTH, fasilitas terbuka publik juga dapat mewadahi berbagai aktivitas dan kegiatan positif masyarakat dalam berinteraksi. Maka dari itu, sebuah fasilitas ruang terbuka publik diperlukan dimana fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat sekitar dalam melakukan berbagai kegiatan positif dalam berinteraksi satu sama lain sekaligus sebagai Ruang Terbuka Hijau yang asri di tengah Kawasan Cawang telah yang padat akan berbagai bangunan.
Kata kunci: pusat kota, interaksi masyarakat, ruang publik
iv
DAFTAR ISI Table of Contents
RINGKASAN ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Elaborasi ... 2
1.3. Respons Arsitektural ... 3
BAB II ... 4
2.1. Tujuan Proyek (Visi dan Misi) ... 4
2.2. Lingkup ... 5
2.3. Lokasi ... 6
BAB III ... 7
3.1. Pengguna ... 7
3.2. Tapak... 8
3.2.1. Delineasi Tapak ... 8
3.2.2. Fungsi Existing Tapak ... 9
3.2.3. Topografi ... 9
3.2.4. Klimatologi ... 10
3.2.5. Aksesibilitas ... 11
3.2.6. Aspek Lingkungan ... 12
3.2.7. Aspek Sensoris ... 12
3.2.8. Analisis Pro-Cons Tapak ... 13
3.3. Konteks ... 14
3.3.1. Proximity Study ... 14
3.3.2. Sosial dan Budaya ... 14
3.3.3. Ekonomi ... 15
3.3.4. Demografi ... 15
3.4. Studi Preseden ... 16
3.4.1. Taman Lapangan Banteng – Jakarta ... 16
3.4.2. Dzintari Forest Park - Latvia ... 18
3.4.3. Shanghai’s New Horizon Highland Park & Civic Center – China 20 3.5. Persoalan Perancangan ... 22
DAFTAR PUSTAKA ... 32
v
DAFTAR TABEL
Diagram 2.1 Diagram jumlah penduduk DKI Jakarta ... 1 Tabel 3.1 Analisa pengguna ... 7 Tabel 3.2 Analisa procons tapak ... 13
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Lokasi perancangan... 6
Gambar 2.2 Zonasi kawasan perancangan ... 6
Gambar 3.1 Peta delineasi tapak ... 8
Gambar 3.2 Analisa topografi ... 9
Gambar 3.3 Analisa klimatologi ... 10
Gambar 3.4 Analisa aksesibilitas ... 11
Gambar 3.5 Analisa view ... 12
Gambar 3.6 Analisa kebisingan ... 12
Gambar 3.7 Analisa tata guna lahan ... 14
Gambar 3.8 Taman Lapangan Banteng ... 16
Gambar 3.9 Zonasi taman lapangan benteng ... 17
Gambar 3.10 Dzintari forest park ... 18
Gambar 3.11 Denah Dzintari forest park ... 19
Gambar 3.12 Shanghai’s new horizon highland park & civic center ... 20
Gambar 3.13 Tampak isometri ... 21
1
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Perubahan zaman yang berlangsung dengan cepat membawa dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Perkembangan pesat terutama terlihat dalam sektor ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat, dan pembangunan infrastruktur. Contohnya, transformasi kota seperti Jakarta mencerminkan dampaknya melalui pembangunan infrastruktur yang masif, seperti gedung hunian dan perkantoran yang menjulang tinggi. Meskipun hal ini menandai kemajuan, disayangkan bahwa dampak negatifnya juga semakin terasa.
Salah satu konsekuensi yang dapat diamati adalah peningkatan kepadatan kota yang sejalan dengan berkurangnya lahan kosong di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan, jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,67 juta jiwa pada 2022. Jumlah tersebut naik tipis 0,66% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 10,6 juta jiwa. Jumlah penduduk Ibu Kota tersebut setara dengan 3,87%
dari total populasi di Indonesia yang sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022. Jumlah penduduk DKI Jakarta itu terbesar keenam secara nasional.
Gambar 1 Diagram jumlah penduduk DKI Jakarta Sumber: Google
Diagram 2.1 Diagram jumlah penduduk DKI Jakarta Sumber: Google
2
Dampak pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat ini tidak hanya mempengaruhi tata ruang kota tetapi juga mengakibatkan penurunan jumlah Ruang Terbuka yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.
Dengan lahan yang semakin sempit, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur yang diperlukan dan pelestarian Ruang Terbuka yang penting bagi kesejahteraan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius untuk mencari solusi yang berkelanjutan dan seimbang dalam menghadapi perubahan ini, sehingga pembangunan dapat berlangsung tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
1.2. Elaborasi
Kawasan Cawang - Jakarta Timur menonjol sebagai kawasan padat penduduk yang utamanya diisi oleh bangunan formal, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hunian komersial. Keberadaan struktur-struktur ini mencerminkan kehidupan sosial dan ekonomi yang dinamis di kawasan tersebut. Meskipun demikian, terdapat kekurangan yang signifikan dalam hal fasilitas untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka publik.
Ruang terbuka publik memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup kota. Di Kawasan Cawang, keberadaan fasilitas terbuka publik yang minim mengurangi potensi interaksi positif dan kegiatan masyarakat. RTH tidak hanya menyediakan ruang hijau, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas bersosialisasi dan rekreasi. Oleh karena itu, penting untuk merancang kebijakan yang mendorong pengembangan lebih lanjut dalam hal ruang terbuka publik di kawasan ini.
3 1.3. Respons Arsitektural
Upaya untuk meningkatkan fasilitas terbuka publik di Kawasan Cawang dapat menciptakan dampak positif yang luas. Dengan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas RTH, kawasan ini dapat menjadi tempat yang lebih inklusif, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan memperkaya kualitas hidup penduduknya. Selain itu, pembangunan fasilitas terbuka publik juga dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang mendukung kehidupan komunitas.
Dengan mendirikan fasilitas ini, diharapkan dapat memberikan wadah bagi masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif dan meningkatkan interaksi sosial. Fasilitas ruang terbuka publik di Kawasan Cawang diharapkan tidak hanya sebagai tempat untuk beristirahat atau berolahraga, tetapi juga sebagai pusat kegiatan komunitas, pertemuan warga, dan berbagai acara sosial lainnya. Sebuah Ruang Terbuka Hijau yang asri di tengah padatnya bangunan di Kawasan Cawang dapat memberikan nuansa alam yang sejuk dan menyegarkan, menciptakan ruang untuk melepas stres dan meningkatkan kesejahteraan warga di tengah kesibukan perkotaan. Oleh karena itu, upaya untuk menghadirkan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas hidup dan kebersamaan masyarakat setempat.
4
BAB II Deskripsi Proyek
2.1. Tujuan Proyek (Visi dan Misi)
Visi dari proyek ini adalah menciptakan sebuah ikon arsitektur yang inovatif di kawasan Cawang, Jakarta. Bangunan ini tidak hanya menjadi suatu tempat fisik, melainkan menjadi jantung yang menggabungkan keindahan estetika modern dengan peran yang kuat sebagai pusat kegiatan komunitas. Melalui desain yang menginspirasi, proyek ini bertujuan untuk menjadi titik sentral yang merangsang interaksi sosial, kreativitas, dan pembangunan komunitas yang kuat di tengah pusat perkotaan yang berkembang.
Misi utama proyek ini adalah mendukung dan mempromosikan kegiatan komunitas yang beragam. Dengan menyediakan ruang terbuka yang inovatif dan ramah lingkungan, proyek ini bertujuan untuk menjadi tempat bagi warga sekitar untuk berkumpul, berpartisipasi dalam lokakarya seni, menghadiri pertemuan warga, dan menikmati berbagai acara sosial lainnya. Selain itu, proyek ini memiliki komitmen untuk memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan dengan menyediakan area olahraga dan ruang hijau yang menarik. Keberlanjutan menjadi pokok dari misi proyek ini, dengan integrasi teknologi terbarukan dan pemanfaatan bahan ramah lingkungan dalam seluruh aspek konstruksi dan operasionalnya. Dengan aksesibilitas yang inklusif, proyek ini diharapkan dapat menjadi pusat identitas lokal yang mempromosikan daya tarik visual dan memberdayakan ekonomi lokal melalui fasilitas seperti food court dan ruang usaha bersama. Melalui visi dan misi ini, proyek ini bertujuan untuk menciptakan ruang terbuka publik yang berdampak
5
positif, memberikan manfaat nyata bagi komunitas, dan menciptakan identitas yang unik di kawasan Cawang.
2.2. Lingkup
Proyek ini terbatas dalam perancangan saja. Proyek ini dibangun di Jl. Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur yang terdiri atas kawasan komersil, kawasan pendidikan, dan pemukiman kepadatan sedang. Berdasarkan visi misi proyek, bangunan ini mempunyai lingkup sebagai ruang terbuka publik yang mendukung berbagai aktivitas bersosialisasi dan rekreasi yang tertuang dalam 3 fungsi pokok bangunan. Yaitu:
1) Fungsi integrasi, yaitu berfungsi sebagai tempat masyarakat dan komunitas seni atau sosial dapat berinteraksi. Hal ini berupa ruang pameran, workshop, dan coworking space.
2) Fungsi edukasi, yaitu berfungsi sebagai tempat masyarakat mendapatkan edukasi, baik dari komunitas seni atau sosial. Hal ini berupa ruang studio dan workshop.
3) Fungsi rekreasi, yaitu berfungsi sebagai tempat masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengisi waktu luang, bisa dengan berolahraga, atau bermain di taman ruang publik.
6 2.3. Lokasi
Lokasi perancangan proyek ini berada di persimpangan Jalan Mayjen Sutoyo dan Jl. Letjen MT Haryono, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Batasan-batasan site sendiri adalah Jl. MT Haryono di sisi utara, Jl. Mayjen Sutoyo di sisi timur, Universitas Kristen Indonesia di sebelah selatan, dan PT Tempo Scan Tbk di sebelah barat. Site memiliki luas 10,3 Ha dengan termasuk dalam zona K1, dimana zona tersebut diperuntukan untuk Perdagangan dan Jasa skala kota. Zona ini memiliki ketentuan KDB 55, KLB 6.06, KTB 60, KDH 20, dan TPZ b.
Gambar 1 Lokasi perancangan Sumber: Google earth Gambar 2.1 Lokasi perancangan
Sumber: Google earth
Gambar 2.2 Zonasi kawasan perancangan Sumber: Google
7
BAB III Data dan Analisis
3.1. Pengguna
Di sekitar lokasi site terdapat beragam lapisan masyarakat, dan proyek ini dirancang untuk menjadi tempat inklusif yang dapat menarik berbagai kelompok. Dalam perancangannya, proyek ini utamanya diperuntukan untuk masyarakat lokal dan pekerja sekitar, komunitas seni dan kreatif, pekerja dan UMKM lokal.
Tabel 3.1 Analisa pengguna Sumber: Analisis pribadi
8 3.2. Tapak
3.2.1. Delineasi Tapak
Lokasi yang dipilih terletak di Jl. Mayjen Sutoyo - Cawang, memiliki luas lahan sekitar ± 10.300 m2, dan GSB sepanjang 5 (lima) meter di sepanjang jalan lingkungan (garis merah). Sesuai dengan ketentuan umum intensitas pemanfaatan ruang kawasan peruntukan industri berdasarkan RTRW Kota Jakarta Timur, batasan pemanfaatan ruang melibatkan KDB maksimum 55% (lima puluh lima persen), KLB maksimum 6 (enam), dan KDH minimum 20% (tiga puluh persen).
Di sisi utara, proyek ini dibatasi oleh jalan kolektor selebar 18 meter, sementara di sisi selatan, dibatasi oleh kawasan Universitas Kristen Indonesia. Di sebelah timur, batas lahan adalah jalan kolektor Mayjen Sutoyo, dan di sebelah barat, dibatasi oleh pabrik PT Tempo Scan Tbk.
Gambar 3.1 Peta Delineasi Tapak Sumber: Google maps
9 3.2.2. Fungsi Existing Tapak
Kondisi existing tapak merupakan lahan milik pribadi. Site masih berupa lahan kosong dengan pagar beton yang mengelilingi site, dan terdapat akses trotoar untuk pedestrian berjalan di sekitar site.
3.2.3. Topografi
Kontur tapak bersifat relatif datar dengan ketinggian yang stabil (tidak ada perbedaan ketinggian yang signifikan). Kondisi tanah pada site berupa tanah lempung yang tidak mudah bergeser sehingga mampu menahan keberadaan air dengan baik. Selain baik untuk konstruksi, di lain sisi tanah ini juga ideal untuk bercocok tanam. Maka disarankan untuk menyisakan sebagian areal site untuk penghijauan agar kesehatan tanah tetap terjaga dan struktur bangunan juga terlindungi.
Gambar 3.2 Analisa topografi Sumber: Analisis pribadi
10 3.2.4. Klimatologi
Berdasarkan letak DKI Jakarta secara geografis, DKI Jakarta memiliki iklim tropis yang menyebabkan Jakarta memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau. Dua musim ini berkaitan erat dengan suhu minimum dan maksimum yang terjadi setiap tahunnya. Pada tahun 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum di DKI Jakarta adalah 24 °C, sedangkan suhu maksimum mencapai 35,60 °C dengan suhu rata-rata 28,80 °C. Angin paling sering bertiup dari timur selama 7,5 bulan, dari 5 April hingga 20 November, dengan persentase tertinggi 71% pada tanggal 13 Juli. Angin paling sering bertiup dari barat selama 4,5 bulan, dari 20 November hingga 5 April, dengan persentase tertinggi 68% pada tanggal 1 Januari.
Gambar 3.3 Analisa klimatologi Sumber: Analisis pribadi
11 3.2.5. Aksesibilitas
Melihat kondisi tapak, akses masuk tapak disesuaikan dengan berada di Jl. Mayjen Sutoyo karena kondisi jalur satu arah. Kondisi jalan disekitar tapak sudah baik teraspal dan terdapat akses trotoar yang memadai untuk pejalan kaki. Namun, karena jalan-jalan tersebut merupakan jalan kolektor maka tingkat kemacetan di area ini termasuk tinggi terlebih di jam-jam rush hour. Site dapat diakses dengan berbagai macam kendaraan umum, seperti angkot jak lingko, bus transjakarta, dan LRT karena terdapat halte busway Cawang UKI yang berjarak sekitar 500 mtr dari site dan Stasiun LRT Cawang yang berjarak sekitar 200 mtr dari site. Kemudahan transportasi umum ini juga didukung dengan pedestrian di sekitar site yang sudah diperbaiki, dengan kondisi trotoar yang memadai. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi, site hanya bisa diakses langsung 1 arah dari Jl. Mayjen Sutoyo dari arah PGC Cililitan.
Gambar 3.4 Analisa aksesibilitas Sumber: Analisis pribadi
12 3.2.6. Aspek Lingkungan
Kondisi vegetasi tapak existing masih ditanami rumput, dan di sekitar tapak umumnya ditanami pohon yang cukup rindang namun jumlahnya tidak banyak karena keterbatasan lahan. Lalu terdapat hutan kota di seberang tapak sebagai area hijau disekitar tapak. Selain itu terdapat beberapa titik lampu penerangan jalan di sekitar tapak dan tiang listrik yang berada di jalur pedestrian.
3.2.7. Aspek Sensoris
Gambar 3.5 Analisa view Sumber: Analisis pribadi
Gambar 3.6 Analisa kebisingan Sumber: Analisis pribadi
13
Tapak memiliki tingkat kebisingan yang cukup besar. Tingkat kebisingan paling besar pada tapak adalah dibagian timur dan utara tapak. Sumber utama kebisingan tersebut adalah volume kendaraan yang berlalu-lalang di Jl. Letjen MT Haryono (sisi utara) dan Jl. Mayjen Sutoyo (sisi timur) termasuk besar, sehingga hal tersebut berbanding lurus pula dengan tingkat kebisingan yang ditimbulkan.
3.2.8. Analisis Pro-Cons Tapak
Berikut hasil analisa pro dan kontra dari tapak yang telah dianalisis:
PRO CONS
Terdapat berbagai macam fasilitas transportasi umum
Tingkat kemacetan di sekitar site sangat tinggi
Tapak berlokasi di tengah perkotaan, sehingga aktivitas di sekitar tapak akan selalu ramai
Akses menuju tapak hanya tersedia 1 jalur, sehingga kurang praktis untuk kendaraan pribadi
Kondisi tapak relatif datar, sehingga memudahkan dalam proses
pembangunan konstruksi
Tingkat kebisingan yang cukup tinggi di sekitar tapak memerlukan perhatian khusus
Tapak memiliki tipe tanah yang baik untuk konstruksi bangunan, selain itu juga bagus untuk aktivitas cocok tanam
Tingkat polusi udara & debu di sekitar tapak termasuk tinggi karena
kemacetan dan volume kendaraan yang banyak melewati tapak
Tabel 3.2 Analisa pro-cons tapak Sumber: Analisis pribadi
14 3.3. Konteks
3.3.1. Proximity Study
Dalam radius 2km dari tapak, terdapat banyak fasilitas umum dan fasilitas penunjang berbagai macam aktivitas. Diantaranya pusat perkantoran yaitu HK Tower dan Tamansari Hive Office, fasilitas pendidikan seperti Universitas Kristen Indonesia, fasilitas kesehatan terdapat RS UKI dan RS PON Jakarta, fasilitas hunian seperti perumahan, hotel Sentral Cawang Jakarta dan apartemen MT Haryono Residence. Sehingga bisa dikatakan bahwa site termasuk strategis karena dikelilingi berbagai macam fasilitas penunjang dan kemudahan akses pengguna.
3.3.2. Sosial dan Budaya
Cawang, Jakarta, dikenal sebagai kawasan yang heterogen dengan beragam elompok etnis dan sosial. Desain harus mencerminkan dan menghormati diversitas ini, menciptakan ruang yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Penting untuk memahami tradisi dan budaya lokal untuk memastikan desain dapat memberikan penghormatan dan nilai tambah bagi komunitas setempat.
Gambar 3.7 Analisa tata guna lahan Sumber: Analisis pribadi
15 3.3.3. Ekonomi
Perekonomian di sekitar tapak dapat ditunjang dari sektor jasa dan perdagangan, seperti aktivitas perkantoran dan aktivitas retail komersil. Umumnya masyarakat yang berada di wilayah ini bekerja sebagai wiraswasta dan karyawan swasta.
Masyarakat di sekitar wilayah ini rata-rata termasuk kategori ekonomi menengah.
3.3.4. Demografi
Cawang, Kramat Jati memiliki kode pos 13630. Kelurahan ini terletak di wilayah administrasi kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 39.126 jiwa. Kepadatan penduduk wilayah ini termasuk sedang, dan bukan termasuk lingkungan kumuh.
16 3.4. Studi Preseden
3.4.1. Taman Lapangan Banteng – Jakarta
Latar belakang: Taman Lapangan Banteng awalnya bernama Lapangan Singa. Kemudian di th. 1963 Bung Karno meresmikan Monumen Pembebasan Irian Barat yang berada di tengah taman. Di 2017, Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi taman ini bersama Arsitek Yori Antar untuk menonjolkan monumen dan memperindah area sekitar monumen.
Kondisi fisik & iklim site:
Kondisi kontur relatif datar, berada di daerah dataran rendah, dan beriklim tropis.
Kondisi sosial budaya: Site berada di daerah pusat wisata dan kantor pemerintahan bertemu.
Gambar 3.8 Taman Lapangan Banteng Sumber: Pemprov DKI Jakarta
17
Peraturan bangunan: Perda DKI Jakarta No.6 th. 1999 Bentuk bangunan, tata
ruang, analisis kualitas ruang:
Taman ini terbagi menjadi 3 zona. Yaitu zona 1 (zona utama), yg terdiri dari monumen pembebasan irian barat dan diperkuat oleh bangunan amphitheatre. Zona 2 (zona olahraga), yang terbuka 24 jam. Zona 3 (zona taman), yang berfungsi sebagai RTH dan aktivitas publik.
Pada taman ini, warna putih gading dan hitam dominan.
Tekstur material juga sedikit kasar dan tidak mengkilap, yang berpadu dengan seimbang dengan tanaman-tanaman dekoratif disekitar bangunan.
Gambar 3.9 Zonasi Taman Lapangan Banteng Sumber: Pemprov DKI Jakarta
18 3.4.2. Dzintari Forest Park - Latvia
Latar belakang: Taman hutan Dzintari menjadi unik karena lokasinya berada di area pengembangan perumahan dan objek publik yang berbasis alam. Didirikan tahun 2005, studio arsitektur Substance mendesain taman ini dengan berbagai infrastruktur yang mengontrol hubungan pengunjung taman dengan alam.
Kondisi fisik &
iklim site:
Kondisi kontur relatif datar, terletak tidak jauh dari teluk Riga membuat taman ini beriklim maritim dan sedang, disaat musim panas sejuk dan basah sedangkan musim dinginnya sedang.
Kondisi sosial budaya:
Site berada di pusat Kota Jurmala, sehingga taman ini dikelilingi oleh perumahan dan berbagai fasilitas publik.
Peraturan bangunan:
Peraturan tentang taman kota yang berlaku di daerah setempat.
Gambar 3.10 Dzintari forest park Sumber: Archdaily
19 Bentuk
bangunan, tata ruang, analisis kualitas ruang:
Luas taman ini 131108 m². Kondisi tapak bangunan relatif datar, taman ini bergaya arsitektur modern dengan desain dengan bentuk-bentuk sederhana. Layout infrastruktur taman ini dibuat tersebar merata di seluruh taman, yang dihubungkan dengan jalur pejalan kaki yang terbuat dari kayu dan ditinggikan dari tanah. Jembatan pejalan kaki memisahkan jalur skater dan pejalan kaki. Taman ini juga menampung lapangan skate-board dan street-ball, taman bermain anak-anak, kafe, penyewaan alat-alat olahraga, toilet, dan bangunan lainnya.
Gambar 3.11 Denah Dzintari forest park Sumber: Archdaily
20
3.4.3. Shanghai’s New Horizon Highland Park & Civic Center – China
Latar belakang: Proyek ini adalah renovasi bangunan lama. Proyek ini terletak di Kota Gaojing, Distrik Baoshan, Shanghai, didirikan pada 2023. proyek ini dulunya adalah stasiun pengangkutan barang kereta api yang terbengkalai, bersebelahan dengan Cabang Jalur Kereta Api Beiyang, jalur kereta api yang melintasi pusat kota Shanghai.
Kondisi fisik &
iklim site:
Kondisi kontur relatif datar, site mendapat sinar matahari yang cukup.
Kondisi sosial budaya:
Site berada di pusat Kota Gaojing, sehingga taman ini dikelilingi oleh berbagai hunian komersil.
Peraturan bangunan:
Peraturan tentang taman kota yang berlaku di daerah setempat.
Gambar 3.12 Shanghai’s new horizon highland park & civic center Sumber: Archdaily
21 Bentuk
bangunan, tata ruang, analisis kualitas ruang:
Karena proyek ini adalah hasil renovasi bangunan lama yang merupakan railway terbengkalai, maka perancang memutuskan untuk memanipulasi kondisi site dengan menciptakan ruang dari beton-beton yang dibentuk sedemikian rupa.
Tinggi bangunan dibuat rendah, agar ilusi bangunan yang terbungkus selimut beton tetap terlihat. Selain itu, ramp atap dibuat memanjang dari utara ke Selatan, sehingga hal ini mengkoneksikan taman ke bangunan dengan seamless.
Permainan Cahaya juga menjadi peran penting dalam bangunan ini, hal tsb menciptakan efek dramatis di dalam bangunan yang berfungsi juga sbg exhibition center.
Gambar 3.13 Tampak isometri Sumber: Archdaily
22 3.5. Persoalan Perancangan
Perancangan creative public space ini dirancang sebagai sarana untuk memberikan wadah bagi masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif dan meningkatkan interaksi sosial. Fasilitas ruang terbuka publik di Kawasan Cawang diharapkan tidak hanya sebagai tempat untuk beristirahat atau berolahraga, tetapi juga sebagai pusat kegiatan komunitas, pertemuan warga, dan berbagai acara sosial lainnya.
Dalam rangka memenuhi tujuan dan keperluan tersebut, fokus perancangan adalah pada tantangan yang timbul, yaitu:
• Inklusivitas Ruang Terbuka
Dalam merancang creative public space ini, inklusivitas menjadi fokus penting. Desain ruang terbuka harus memperhitungkan keberagaman masyarakat lokal dan menciptakan atmosfer yang ramah untuk semua lapisan masyarakat. Ruang harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang tanpa memandang usia, latar belakang budaya, atau kondisi fisik. Misalnya, penempatan bangku dan fasilitas harus mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas, dan kegiatan atau acara yang diadakan di ruang tersebut harus mencerminkan keberagaman budaya komunitas.
• Aksesibilitas dan Mobilitas
Aksesibilitas dan mobilitas menjadi aspek penting dalam memastikan bahwa creative public space ini dapat dijangkau oleh sebanyak mungkin orang. Desain harus mempertimbangkan lokasinya yang strategis agar dapat diakses dengan mudah baik melalui transportasi umum maupun transportasi
23
pribadi. Peletakan fasilitas juga harus meminimalkan hambatan fisik untuk mobilitas, seperti tangga atau rintangan lainnya. Selain itu, penggunaan jalur pejalan kaki, jalur sepeda, dan fasilitas ramah pejalan kaki dapat meningkatkan mobilitas dan memberikan pengalaman akses yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
• Teknologi dan Keberlanjutan
Dalam menjawab tantangan teknologi dan keberlanjutan, desain creative public space ini dapat memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Penggunaan teknologi seperti sensor energi, pencahayaan otomatis, dan sistem pengelolaan limbah pintar dapat mendukung efisiensi energi dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, integrasi teknologi informasi untuk memberikan informasi tentang acara, kegiatan, atau fasilitas di ruang terbuka dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dan memastikan informasi yang akurat dan terkini. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, proyek ini juga dapat menjadi contoh bagi penggunaan sumber daya yang bijaksana dan ramah lingkungan di lingkungan perkotaan.