Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 493
Perancangan Dan Pembuatan Aplikasi Administrasi Kependudukan Kecamatan Golewa Barat Dengan
Pendekatan Berbasis Web
Selviana Nau1, Emerensiana Ngaga2, Alfry Aristo Jansen Sinlae*3
1,2,3
Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira e-mail: *[email protected]
Abstrak
Di Kecamatan Golewa Barat, proses pengolahan data penduduk dan administrasi masih manual menggunakan Microsoft Word dan Excel di setiap desa/kelurahan. Penyimpanan data dalam bentuk dokumen fisik menimbulkan risiko penumpukan, kehilangan, dan kerusakan data. Data kelahiran dan kematian juga tidak tercatat dengan baik, menyulitkan akses data kependudukan yang valid. Penelitian ini merancang dan membuat aplikasi administrasi kependudukan berbasis web untuk Kecamatan Golewa Barat. Pendekatan web dipilih untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam mengelola data kependudukan. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah Waterfall dengan tahapan analisis, perancangan, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi ini memiliki fitur penting seperti akses informasi kecamatan, formulir E-KTP yang dapat diunduh, permohonan surat- surat, pengiriman keluhan online, pengelolaan data penduduk, dan laporan statistik.
Diharapkan aplikasi administrasi kependudukan berbasis web ini meningkatkan efisiensi dan akurasi pengolahan data penduduk di Kecamatan Golewa Barat. Dengan akses mudah dan proses otomatis, diharapkan masyarakat dapat dengan cepat mengakses informasi, mengajukan permohonan, dan melaporkan keluhan terkait administrasi kependudukan. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam pengelolaan administrasi kependudukan di Kecamatan Golewa Barat serta menjadi inspirasi untuk pengembangan serupa di wilayah lain.
Kata kunci—Kecamatan Golewa Barat, Pengolahan Data, Aplikasi Administrasi Kependudukan
Abstract
In West Golewa District, the process of processing population and administrative data is still manual, using Microsoft Word and Excel in each village/urban village. Data storage in the form of physical documents poses a risk of data accumulation, loss, and corruption. Birth and death data are also poorly recorded, making it difficult to access valid population data.
This research designed and created a web-based population administration application for West Golewa District. The web approach was chosen to improve people's accessibility when managing population data. The software development method used is waterfall with stages of analysis, design, coding, testing, and maintenance. This application has important features such as access to subdistrict information, downloadable E-KTP forms, requests for letters, online complaint submission, population data management, and statistical reports. It is expected that this web-based population administration application will increase the efficiency and accuracy of population data processing in West Golewa District. With easy access and automated processes, it is hoped that people can quickly access information, submit applications, and report complaints related to population administration. This application is expected to be an effective solution in the management of population administration in West Golewa District as well as an inspiration for similar developments in other regions.
494 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Keywords—West Golewa District, Data Processing, Population Administration Application1. PENDAHULUAN
enurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menggambarkan serangkaian kegiatan pengaturan dan pengorganisasian dalam proses penerbitan dokumen dan data kependudukan. Ini mencakup proses pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan, dan pemanfaatan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lainnya [1]. Dalam Pasal 26 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1945 tentang Administrasi Kependudukan, istilah “penduduk” merujuk kepada warga negara Indonesia dan individu asing yang tinggal di Indonesia. Individu asing yang memiliki izin tinggal terbatas dari luar negeri dan mereka yang mengubah status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap diwajibkan untuk melaporkan diri kepada instansi pelaksana dalam waktu maksimal 14 hari setelah izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap diterbitkan. Pelaporan ini akan digunakan oleh instansi pelaksana untuk melakukan pendaftaran dan penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) [2].
Kecamatan Golewa Barat merupakan salah satu dari 12 kecamatan yang terletak di Kabupaten Ngada. Kecamatan ini resmi ditetapkan sebagai kecamatan definitif pada tanggal 14 Desember 2012 sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ngada Nomor 9 Tahun 2002 mengenai pembentukan kecamatan. Wilayah administrasi kecamatan Golewa Barat terdiri dari 9 desa, 1 kelurahan, 28 dusun, dan 9 Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Jumlah penduduk di kecamatan ini juga tergolong signifikan [3].
Saat ini, pengolahan data penduduk di Kecamatan Golewa Barat masih dilakukan secara manual dengan mencatat data penduduk berdasarkan kartu keluarga dan memasukkannya ke dalam buku pendataan penduduk. Selanjutnya, data tersebut disalin menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel. Metode ini memakan waktu yang lama dalam penginputan data, sulit untuk memverifikasi jumlah penduduk yang valid, memperlambat pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan surat-surat dan pengisian formulir E- KTP, menyebabkan keterlambatan dalam pengarsipan dan pelaporan data penduduk akhir tahun, kehilangan data, serta terjadinya penumpukan berkas dan kerusakan data [4], [5].
Aplikasi web adalah halaman dinamis yang memungkinkan interaksi dengan pengguna.
Interaksi ini dapat terjadi ketika pengguna menekan tombol dan mengubah tampilan latar belakang halaman web, misalnya. Aplikasi web umumnya dibuat menggunakan JavaScript, aplikasi Flash, atau applet Java [6]. Aplikasi berbasis web merupakan teknologi yang berkembang pesat dan digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, pertanian, pemerintahan, perdagangan, dan sebagainya. Aplikasi ini sangat memudahkan akses informasi, berita, dan pengolahan data dengan cepat dan akurat [7]. Aplikasi web dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah administrasi kependudukan di Kecamatan Golewa Barat, yang saat ini masih terjadi pencatatan manual yang rentan tercecer atau kesalahan penyimpanan data.
Penggunaan aplikasi web akan memudahkan dan meningkatkan efisiensi kerja pegawai kecamatan dan operator di setiap desa atau kelurahan [8]. Pegawai kecamatan akan lebih mudah mengakses dan mendapatkan informasi data penduduk dari setiap desa atau kelurahan dengan cepat dan akurat. Demikian pula, operator di desa atau kelurahan juga dapat dengan mudah mengolah data penduduk serta melayani pembuatan surat-surat dan pengisian formulir E-KTP.
M
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 495
2. METODE PENELITIANMetode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan model waterfall. Model waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara sistematik dan sekuensial. Model ini terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan [9].
Gambar 1. Model Waterfall
Tahap pertama adalah analisis, di mana dilakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan untuk mengidentifikasi permasalahan, kesempatan, dan hambatan yang ada serta kebutuhan yang diharapkan [10]. Pada tahap ini, dilakukan analisis terhadap proses pengolahan data penduduk, pembuatan surat-surat, dan formulir E-KTP yang masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Word dan Microsoft Excel [11]. Selain itu, data penduduk juga dicetak sebagai arsip dan laporan akhir tahun, yang menyebabkan terjadinya penumpukan dokumen.
Tahap kedua adalah perancangan, di mana dilakukan perancangan sistem yang memenuhi kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pada tahap ini, langkah-langkah yang harus dilakukan meliputi pemilihan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan perangkat manusia (brainware). Selain itu, perancangan sistem melibatkan berbagai pihak, seperti admin kecamatan, operator desa/kelurahan, RT, dan masyarakat, dengan fungsi-fungsi yang telah ditentukan [10], yaitu:
a. Admin Kecamatan bertanggung jawab untuk memasukkan artikel berita atau informasi, memasukkan data pegawai kecamatan, menambahkan data desa/kelurahan, menambahkan operator desa/kelurahan, melihat daftar pesan pengaduan masyarakat, dan mencetak laporan data kependudukan.
b. Operator Desa/Kelurahan bertanggung jawab untuk memasukkan data RT, menambahkan data pegawai desa/kelurahan, menyetujui data kependudukan, melihat daftar permintaan surat-surat dan mencetaknya, melihat daftar perpindahan penduduk, daftar penduduk lahir, daftar penduduk meninggal, serta mencetak laporan data penduduk setempat.
c. RT bertanggung jawab untuk memasukkan data penduduk.
d. Masyarakat dapat melihat profil kecamatan, membaca artikel, mengunduh formulir E-KTP, mengirim pesan pengaduan masyarakat, dan mengirim permohonan surat-surat yang diperlukan untuk dicetak oleh operator desa/kelurahan.
496 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Tahap ketiga adalah pengkodean, di mana dilakukan proses pengkodean untuk mengimplementasikan perancangan logika ke dalam bahasa pemrograman tertentu [10]. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah PHP, dengan pengolahan data menggunakan database MySQL.
Tahap keempat adalah pengujian, di mana perangkat lunak yang telah dibangun diuji untuk memastikan tidak terdapat kesalahan atau error [10]. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box, yang menguji fungsionalitas aplikasi tanpa memperhatikan struktur internalnya [9].
Tahap terakhir adalah pemeliharaan, di mana sistem dipelihara untuk menjaga kinerjanya dan melakukan pengembangan selanjutnya. Pemeliharaan sistem dapat berupa penambahan fitur-fitur baru, pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya yang diperlukan untuk menjaga kinerja sistem.
Model waterfall diterapkan pada penelitian ini dengan tahapan-tahapannya antara lain:
analisis, perancangan, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan dalam proses pengembangan perangkat lunak supaya mengatasi masalah administrasi kependudukan yang terjadi di Kecamatan Golewa Barat.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian hasil dan pembahasan berisi tentang perancangan dan implementasi sistem.
Pada perancangan sistem, terdapat pembahasan mengenai flowchart sistem, diagram alir data (termasuk diagram konteks dan diagram berjenjang). Sementara itu, pada implementasi sistem, fokus dibahas mengenai antarmuka pengguna aplikasi dan pengujian fungsional menggunakan teknik black box testing.
Berdasarkan flowchart sistem yang dikembangkan seperti terlihat pada Gambar 2, dijelaskan bahwa admin kecamatan, operator desa/kelurahan, dan RT dapat login ke dalam database dan melakukan pengolahan data.
Admin kecamatan memiliki kemampuan untuk memasukkan berbagai jenis artikel berupa berita atau informasi, menambahkan data desa/kelurahan, menambahkan operator desa/kelurahan, menambahkan pegawai kecamatan, melihat daftar pesan pengaduan masyarakat, serta mencetak data kependudukan dari setiap desa/kelurahan.
Operator desa/kelurahan dapat menambahkan pegawai desa/kelurahan, menyetujui data kependudukan, memberikan pelayanan administrasi kependudukan seperti mencetak permohonan surat-surat yang dikirim oleh masyarakat. Operator desa/kelurahan juga dapat melihat daftar penduduk yang pindah, penduduk yang lahir, dan penduduk yang meninggal, serta dapat memasukkan data RT dan mencetak laporan data kependudukan setempat.
Operator RT bertanggung jawab untuk memasukkan data penduduk. Sedangkan masyarakat dapat mengakses situs web untuk melihat berita atau informasi, mengirim permohonan pembuatan surat-surat, dan mengirim pesan pengaduan melalui kolom pesan yang tersedia di halaman web.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 497
Gambar 2. Flowchart Sistem yang Dikembangkan
Diagram konteks merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram alir data (DAD) yang menggambarkan hubungan antara sistem dengan lingkungannya. Diagram ini memberikan gambaran umum mengenai hubungan antara input, proses, dan output.
498 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Gambar 3. Diagram Konteks
Diagram berjenjang adalah salah satu metode perancangan sistem yang digunakan untuk menggambarkan secara jelas dan terstruktur semua proses yang terdapat dalam suatu aplikasi tertentu.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 499
Gambar 4. Diagram Berjenjang
Implementasi sistem berisikan tampilan user interface dari aplikasi kependudukan kecamatan Golewa Barat yang dibangun antara lain:
1. Implementasi Halaman Utama Website
Halaman utama menampilkan gambar dan tulisan selamat datang aplikasi pendataan penduduk, foto, kolom permohonan pembuatan surat-surat dan beberapa menu seperti home, about, artikel, contact, E-KTP dan admin.
500 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Gambar 5. Halaman Utama Website
2. Implementasi Halaman About
Halaman about menampilkan profil dan sejarah kecamatan Golewa Barat dan lokasi kantor kecamatan Golewa Barat dalam bentuk Google Maps.
Gambar 6. Halaman About
3. Implementasi Halaman Artikel
Halaman artikel menampilkan berita seputar kecamatan Golewa Barat. Pada artikel berita terdapat tombol read more untuk membaca berita secara lengkap dan disediakan kolom komentar bagi masyarakat yang mengakses berita dan ingin memberikan komentar.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 501
Gambar 7. Halaman Artikel
4. Implementasi Halaman Contact
Halaman contact menampilkan lokasi, email, dan call yang bisa masyarakat gunakan untuk berkomunikasi dengan pihak kecamatan. Selain itu terdapat juga kolom pesan pengaduan masyarakat yang dapat digunakan jika masyarakat memiliki keluhan pelayanan. Masyarakat dapat memasukan nama, alamat email kemudian pesan pengaduan dan menekan tombol kirim.
Gambar 8. Halaman Contact
5. Implementasi Halaman Surat
Halaman ini menyediakan fungsi pengurusan surat-surat kependudukan bagi masyarakat hanya dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK).
502 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Gambar 9. Halaman Surat
6. Implementasi Halaman Login Admin
Halaman login admin terdapat kolom username dan password. Untuk login, admin kecamatan, operator desa dan operator RT harus memasukan username dan password-nya masing-masing untuk dapat masuk ke tampilan halaman utama masing-masing.
Gambar 10. Halaman Login Admin
7. Implementasi Halaman Utama Admin Kecamatan
Pada halaman utama, admin dapat melihat jumlah penduduk secara keseluruhan, jumlah pegawai desa, jumlah pegawai kecamatan dan jumlah operator desa. Terdapat beberapa menu pada halaman admin kecamatan yaitu artikel, penduduk, desa, pegawai kecamatan, laporan dan pesan.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 503
Gambar 11. Halaman Utama Admin Kecamatan
8. Implementasi Halaman Data Desa
Pada halaman ini, admin dapat melihat daftar desa dan operator desa. Admin dapat memasukkan, mengubah dan menghapus data desa/kelurahan dan operator masing-masing.
Gambar 12. Halaman Data Desa
9. Implementasi Halaman Cetak Laporan Data Penduduk Desa
Pada halaman ini, admin dapat memilih desa dan jenis laporan untuk dicetak. Beberapa jenis laporan yang dapat dicetak antara lain laporan data kepala keluarga, laporan data penduduk
504 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
tetap dan laporan data penduduk sementara dari setiap desa/kelurahan. Laporan ini dicetak dalam bentuk pdf.
Gambar 13. Halaman Cetak Laporan Data Penduduk
10. Implementasi Halaman Utama Operator Desa
Pada halaman ini, operator desa/kelurahan dapat melihat jumlah penduduk yang sudah disetujui, jumlah pegawai desa, jumlah penduduk tetap, jumlah penduduk sementara, jumlah penduduk pindah, jumlah penduduk meninggal dan jumlah penduduk lahir.
Terdapat beberapa menu yaitu pegawai, penduduk, operator RT dan request surat.
Gambar 14. Halaman Utama Operator Desa
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 505
Gambar 15. Halaman Cetak Permohonan Surat
12. Implementasi Halaman Utama Operator RT
Pada halaman ini, operator RT dapat melihat jumlah permohonan penduduk yang sudah disetujui dan yang belum disetujui oleh operator desa/kelurahan. Terdapat menu kartu keluarga dan penduduk.
Gambar 16. Halaman Utama Operator RT
13. Implementasi Halaman Data Kartu Keluarga
Pada halaman ini, operator RT dapat melihat daftar data kartu keluarga yang sudah diinput.
Operator RT dapat menambah, mengubah dan menghapus data kartu keluarga.
506 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
Gambar 17. Halaman Data Kartu Keluarga
14. Implementasi Halaman Detail Kartu Keluarga
Pada halaman ini, operator desa dapat melihat detail info keluarga berdasarkan nomor kartu keluarga. Operator desa dapat menambah, mengubah dan menghapus data keluarga.
Gambar 18. Halaman Detail Kartu Keluarga
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 507
Metode yang digunakan dalam pengujian aplikasi ini adalah black box testing, suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan dan menguji fungsionalitas aplikasi saat dioperasikan. Tujuan dari metode ini adalah sebagai berikut:
a. Menguji fungsi-fungsi masukan dan keluaran untuk memastikan kesesuaian dengan yang diharapkan. Misalnya, pada aplikasi yang memiliki formulir masukan data identitas, pengujian dilakukan untuk memeriksa apakah program dapat menyimpan data saat formulir terisi lengkap, dan tidak menyimpan data jika formulir tidak lengkap. Jika terdapat ketidaksesuaian, perbaikan perlu dilakukan.
b. Menguji kesalahan dalam antarmuka pengguna. Kesalahan antarmuka sering terjadi pada aplikasi yang tidak diuji dengan baik, misalnya tampilan web menggunakan framework yang tidak kompatibel dengan beberapa browser, sehingga antarmuka tidak optimal saat digunakan dengan browser yang tidak mendukung framework yang digunakan.
c. Menguji kesalahan dalam struktur data atau akses database yang dapat mempengaruhi kinerja aplikasi. Hal ini penting untuk memastikan akses web tetap responsif dan tidak lambat.
d. Menguji perilaku dan kinerja kesalahan pada perangkat lunak.
e. Mengidentifikasi dan menghentikan kesalahan pada perangkat lunak.
Dengan menggunakan metode black box testing, diharapkan dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan yang ada pada aplikasi, sehingga aplikasi administrasi kependudukan dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi harapan pengguna.
Berdasarkan pengujian menggunakan metode black box, dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini berhasil dalam menjalankan beberapa fungsi utama. Fungsi-fungsi tersebut meliputi proses login, penambahan data, pencetakan data, melihat dan menyetujui data penduduk, melihat laporan penduduk, serta mengubah password, operator desa/kelurahan, dan operator RT.
4. KESIMPULAN
Berikut ini merupakan kesimpulan dari proses perancangan dan pembuatan Aplikasi Administrasi Kependudukan Kecamatan Golewa Barat dengan Pendekatan Berbasis Web, yaitu:
a. Aplikasi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses informasi tentang Kecamatan Golewa Barat melalui artikel-artikel yang tersedia secara online.
b. Aplikasi ini mempermudah masyarakat dengan menyediakan formulir E-KTP yang dapat diunduh serta memberikan panduan dalam pengisian formulir tersebut.
c. Aplikasi ini menyediakan fitur yang memungkinkan masyarakat untuk mengajukan permohonan pembuatan surat-surat dan mengirimkan keluhan secara elektronik, sehingga memudahkan proses pengajuan surat dan menyampaikan keluhan.
d. Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk mengelola data penduduk dan memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang efektif.
e. Aplikasi ini dapat menghasilkan laporan mengenai penduduk dari setiap desa/kelurahan, melaporkan jumlah penduduk secara keseluruhan, serta mencetak surat-surat sesuai dengan permintaan masyarakat.
5. SARAN
Setelah melalui tahapan perancangan, pembuatan, dan implementasi, aplikasi ini masih memiliki beberapa kekurangan yang dapat menjadi peluang pengembangan bagi peneliti selanjutnya, antara lain: menambahkan fitur galeri untuk melengkapi fungsi aplikasi, melakukan
508 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E-ISSN 2503-2933
peningkatan tampilan dengan memperlihatkan potensi-potensi yang ada di setiap desa/kelurahan, menampilkan grafik mengenai jumlah penduduk di masing-masing desa/kelurahan dan secara keseluruhan, sehingga dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat umum, dan mengembangkan versi aplikasi mobile agar dapat diakses melalui perangkat android, sehingga pengguna bisa mengaksesnya secara lebih praktis. Dengan demikian, peneliti selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah pengembangan tersebut guna meningkatkan kualitas dan fungsionalitas aplikasi yang ada.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dihanturkan kepada Pemerintah Kecamatan Golewa Barat yang telah berkenan menjadi mitra dalam penelitian ini dan Program Studi Ilmu Komputer yang telah banyak membantu dalam penyelesaian penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Pemerintah Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. 2006.
[2] Pemerintah Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. 2013.
[3] P. D. K. Ngada, “Kecamatan Golewa Barat,” Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, 2018. https://portal.ngadakab.go.id/kecamatan-golewa-barat/3/
[4] D. Puspita, B. Muslim, and S. Aminah, “Aplikasi Pengelolaan Data Penduduk Dengan Pemrograman PHP (Studi Kasus : Kecamatan Suka Merindu),” J. Ilm. BETRIK Besemah Teknol. Inf. dan Komput., Vol. 10, No. 1, pp. 7–16, 2019, doi:
https://doi.org/10.36050/betrik.v10i01.21.
[5] J. B. Satya, L. Suhery, A. A. J. Sinlae, and Uliyatunisa, “Pengembangan Sistem Pelayanan Publik Melalui Sistem Administrasi Kependudukan Menggunakan Metode Extreme Programming,” J. Sist. Komput. dan Inform., Vol. 3, No. 2, pp. 87–93, 2021, doi: 10.30865/json.v3i2.3592.
[6] T. Sutabri, Analisis Sistem Informasi, 2nd ed. Yogyakarta: Andi, 2012.
[7] B. Sidik, Pemrograman Web Dengan PHP : Edisi Revisi Kedua, 2nd ed. Bandung:
Informatika, 2014.
[8] W. Sulastri, D. Kustiawan, A. A. J. Sinlae, and M. Irfan, “Pengembangan Sistem E- Government Untuk Peningkatan Layanan Publik pada Tata Kelola Administrasi Desa,”
JURIKOM (Jurnal Ris. Komputer), Vol. 8, No. 6, pp. 177–183, Dec. 2021, doi:
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 493-509 E- ISSN 2503-2933 509
[9] R. S. Pressman and B. R. Maxim, Software Engineering: A Practitioner’s Approach 8th Edition, 8th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2014.
[10] R. A. Sukamto and M. Shalahuddin, Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek, 4th ed. Bandung: Informatika, 2016.
[11] A. R. Putera, E. Resty, B. A. S, and I. Prihantono, “Rancang Bangun Aplikasi Data Kependudukan (Studi Kasus pada Desa Kresek Kabupaten Madiun),” in SENATIK (Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi), Madiun: Program Studi Teknik Informatika Universitas PGRI Madiun, 2018, pp. 374–382. [Online]. Available:
http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SENATIK/article/view/1304/1033