• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Tanjungpura dengan Konsep Minimalis

N/A
N/A
Fadhel Azmi

Academic year: 2024

Membagikan "Perancangan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Tanjungpura dengan Konsep Minimalis"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

39

PERANCANGAN RUMAH SUSUN MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA DENGAN KONSEP MINIMALIS

Nur Handayani1, Irwin2, M. Nurhamsyah3

1Mahasiswa, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura. [email protected]

2Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

3Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

Naskah diajukan pada: 21 November 2022 Naskah revisi akhir diterima pada: 12 September 2023

Abstrak

Perguruan tinggi yang terletak di pusat kota dan jauh dari lokasi dan daerah kabupaten. Tidak sedikit mahasiswa yang merantau untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi tersebut tentu memerlukan adanya rumah tinggal sementara bagi mahasiswa rantau selama masa pendidikan. Kota Pontianak adalah salah satu pusat kota dimana terdapat perguruan tinggi tersebut yaitu, Universitas Tanjungpura. Salah satu tempat tinggal sementara yang masih jarang yaitu adanya rumah susun khusus mahasiswa. Rumah susun mahasiswa ini dapat membantu mahasiswa dalam membantu tempat tinggal sementara waktu. Rumah susun mahasiswa ini didesain dengan konsep minimalis yang kini sedang tren dan sedang digemari. Tujuan dari perancangan ini adalah membuat desain rumah susun mahasiswa yang nyaman dengan suasana ruang, kebutuhan ruang yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Dengan beberapa fasilitas umum seperti tempat olahraga, ruang terbuka bersama, tempat santai, tempat beribadah dan tempat belajar.

Perancangan rumah susun mahasiswa ini mengutamakan fungsi bangunan serta kebutuhan ruang yang bersifat efisien.

Dalam mencapai tujuan tersebut digunakan metode perancangan tradisional (blackbox) yang mana dalam metode tersebut merupakan metode perancangan yang dilakukan secara spontan. Ide yang datang dari mana saja dan kapan saja sesuai dengan imajinasi perancang secara spontanitas. Berdasarkan isu latar belakang serta tujuan dalam perancangan dan melalui beberapa analisis data yang dilakukan menghasilkan rancangan bangunan rumah susun mahasiswa dengan konsep minimalis dengan jumlah 4 lantai dengan fasilitas pribadi dan juga fasilitas umum.

Kata kunci: Rumah Susun, Rumah Susun Mahasiswa, Rumah Susun Minimalis

Abstract

Universities located in the city center and far from district locations and areas. Not a few students who migrate to continue their education to tertiary level. This condition certainly requires the existence of temporary housing for overseas students during their education period. Pontianak City is one of the city centers where there is a university, namely, Tanjungpura University. One of the temporary residences that is still rare is the existence of special student flats.

These student flats can assist students in helping with temporary housing. This student flat is designed with a minimalist concept which is currently a trend and is in vogue. The purpose of this design is to design student flats that are comfortable with a room atmosphere, space requirements that suit student needs. With several public facilities such as sports venues, shared open spaces, places to relax, places of worship and places to study. The design of student flats prioritizes building functions and efficient space requirements. In achieving this goal, traditional design methods (black box) which in this method is a design method that is carried out spontaneously. Ideas that come from anywhere and at any time according to the designer's imagination spontaneously. Based on background issues and objectives in the design and through some data analysis carried out resulted in a student flat building design with a minimalist concept with a total of 4 floors with private facilities as well as public facilities.

Keywords: Flats, Student Flats, Minimalist Flats

(2)

40

1.

Pendahuluan

Keberadaan perguruan tinggi di Kota Pontianak sudah pasti memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan perkuliahan pada kampus-kampus yang ada di Pontianak menuntut adanya fasilitas penunjang seperti adanya tempat tinggal sementara (kos/kontrakan), foto copy, laundry, warnet, restoran atau tempat makan, dan sebagainya. Fasilitas terpenting yaitu fasilitas akomodasi atau tempat tinggal mengingat sebagian besar mahasiswa berasal dari daerah dan ada pula yang berasal dari luar Kalimantan Barat. Hunian untuk mahasiswa bukan hanya berfungsi sebagai tempat tidur saja melainkan juga digunakan sebagai tempat beraktivitas sehari-hari bahkan kegiatan berkumpul bersama dengan beberapa orang. Kost, kontrakan, rumah susun, asrama merupakan beberapa hunian yang menjadi pilihan mahasiswa sejauh ini. Kebanyakan pemilihan kost sebagai tempat tinggal karena alasan biaya yang biasa bisa dibayar perbulan yang tentu meringankan beban biaya dibanding pembayaran pertahun, namun terbatas di lahan hunian serta waktu yang kurang fleksibel dengan gaya hidup mahasiswa, sedangkan untuk hunian rumah susun lebih melihat dari faktor kenyamanan ruang yang disediakan serta keamanan disertai pengelolaan yang terstruktur. Oleh karena itu rumah susun secara lahan serta waktu sangat cocok bagi mahasiswa yang juga rumah susun juga termasuk murah untuk pembiayaan. Sebagian besar mahasiswa yang tinggal di rumah kos atau rumah tinggal sewa berasal dari luar kota dengan alasan tidak memiliki kerabat di kota atau rumah pribadi yang letaknya jauh dari Universitas Tanjungpura. Di sekitaran Universitas Tanjungpura tidak sedikit bermunculan kos- kosan. Mulai dari kos sederhana sampai dengan kos eksklusif dengan kisaran harga kos sederhana berkisar Rp.400.000,- s/d Rp. 700.000,-per bulannya, dan untuk kos ekslusif biaya perbulan kisaran harga Rp.1.000.000,- s/d Rp.3.000.000,- per bulan. Selain kos biasa terdapat pula beberapa rumah kontrakan yang bersifat rumah tunggal maupun rumah kopel, dengan kisaran harga Rp. 6.000.000,- s/d 30.000.000,- per tahun.

Tabel 1. Kost Sekitaran Kampus di Kota Pontianak

No Gambar Kost Nama Kos Harga Periode Fasilitas Alamat

1 Rp.650.000,- Per Bulan

Wc dalam, Kasur, Kipas, Lemari dan Dapur

dan KulkasUmum

Jl. Sepakat 2, Komplek Bumi

Sepakat

Rp.450.000.-

Wc umum Kasur Lemari dapur umum dan wifi Per Bulan

Jl. Sungai Raya Dalam, Komplek Mitra Indah Utama

3

Rp.4.500.000,- Per Tahun

Wc umum Kasur Lemari dapur umum

Jl. Sepakat 2, Gg. Citra Mandiri, no 17 2

3

Aulia

Kost

Sumber: Penulis, 2022

Meningkatnya jumlah mahasiswa Universitas Tanjungpura di Kota Pontianak dari tahun ke tahun sudah pasti sangat mempengaruhi fasilitas akomodasi tersebut. Selain itu perancangan rumah susun ini merupakan respon dari bangunan rumah susun khusus putri Universitas Tanjungpura yang terletak di jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi.

(3)

41

Rumah susun yang dibangun berdasarkan kerjasama dengan Perum Perumnas merupakan bagian dari kegiatan pemanfaatan aset Universitas Tanjungpura sebagai BLU, sedangkan untuk rumah susun yang dibangun oleh Kementerian PUPR merupakan bagian tugas dan fungsi Kementerian PUPR. Untuk bangunan rumah susun yang dibangun oleh Kementerian PUPR sesuai ketentuan Barang Milik Negara (BMN) perlu dilakukan alih status dari Kementerian PUPR kepada Universitas Tanjungpura. Namun dalam Prosesnya yang mana rumah susun tersebut memiliki beberapa kendala yaitu kurangnya pengelolaan, pemeliharaan, dan kurangnya fasilitas yang memadai seperti sering terjadinya listrik padam dan air macet, beberapa kejadian kehilangan barang dan untuk beberapa kondisi juga terutama saat hujan deras bangunan terkena banjir.

Rumah susun Universitas Tanjungpura yang telah terbangun memiliki keterbatasan jumlah unit, untuk jumlah unit yang disediakan tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa yang mendaftar.

Berikut data jumlah mahasiswa yang mendaftar:

Berdasarkan data dari DJKN Kalimantan Barat sebagai Pengelola Barang Milik Negara (BMN) pada tanggal 09 Juni 2021 telah mengadakan rapat koordinasi merencanaan melakukan pemeliharaan maupun renovasi serta perbaikan terhadap rumah susun tersebut sehingga pada saat serah terima bangunan dalam keadaan layak huni seluruhnya. PUPR kepada Universitas Tanjungpura. Rusun mahasiswa khusus putri ini memiliki 36 unit, dengan biaya sewa perbulan Rp.400.000,- dan diisi 3- 4 orang per unit dengan fasilitas tempat tidur, wc dan dapur. Karena hasil analisis tersebut yang mana kurangnya unit serta fasilitas memadai menjadi hal pertimbangan adanya tambahan bangunan rumah susun.

Semakin meningkatnya jumlah mahasiswa di Kota Pontianak sehingga menjadi sebab bertambahnya kos-kosan. Kondisi tersebut, Kota Pontianak dengan luas wilayah yang tidak bertambah namun kepadatan penduduk terus meningkat dari waktu ke waktu dan mulai berkurangnya ketersediaan lahan terbuaka. Maka dapat dikatakan bahwa Kota Pontianak memerlukan hunian guna menunjang akomodasi para mahasiswa bersifat bangunan vertikal yang di peruntukan bagi seluruh mahasiswa di Kota Pontianak.

Selain itu dengan adanya rumah susun mahasiswa bisa menjadi bagian dari pendapatan Universitas Tanjungpura bersama BLU (Badan Layanan Umum).

Berdasarkan sifat bangunan vertikal, bangunan akomodasi yang sesuai yaitu asrama mahasiswa atau pun rumah susun mahasiswa. Dengan perbedaan rumah susun lebih memenuhi kebutuhan ruang yaitu tiap unit memiliki fasilitas kamar tidur, kamar mandi, dapur. Dibandingkan dengan asrama yang memiliki fasilitas hanya kamar dan kamar mandi di luar kamar atau umum.

Berdasarkan perbedaan tersebut rumah susun lebih cocok sebagai hunian/akomodasi sewa yang mendukung kegiatan sehari-hari.

2. Kajian Pustaka

Pengertian Rumah Susun

Rusunawa atau juga dikenal dengan rumah susun sederhana sewa yaitu bangunan yang bersifat vertikal/bertingkat yang didalamnya terdiri dari unit-unit hunian yang memiliki WC, dapur di setiap unit, dengan sistem pembayaran per-bulan kepada pengelola rumah susun. Menurut Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 14/Permen/M/2007 Pasal 1 Angka 1, bahwa Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa merupakan bangunan bertingkat di suatu lingkup yang di bagi menjadi bangunan yang struktural bersifat horizontal maupun vertikal yang berupa unit-unit yang di fungsikan dengan cara terpisah, dengan sistem pembayaran sewa dan di bangun menggunakan biaya anggaran APBD/APBD dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal. Dikatakan pada UU No.16/1985 Tentang Rumah Susun, 1985, Bab 1 pasal 1 diuraikan juga hal yang serupa bahwa rumah susun merupakan bangunan dengan struktural horizontal atau vertikal yang terdiri berdasarkan unit yang jelas batasan fungsinya, luas ukuran serta unit-unitnya yang di manfaatkan sebagai tempat tinggal yang terdiri oleh benda bangunan serta

(4)

42

tanah yang bersifat milik bersama. Rumah susun menurut pengertian yuridis mengandung maksud sebagai bangunan bertingkat dengan sistem kepunyaan pribadi dan kepunyaan bersama (Prayoko, 2015).

Fungsi dan Tujuan Rumah Susun

Menurut Pasal 50 tentang manfaat Rumah Susun yaitu: Hunian atau Campuran.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 Pasal 7 rumah susun memiliki kegunaan sebagai tempat tinggal atau bukan tempat tinggal pribadi/sendiri maupun terpadu seperti yang di paparkan dalam Pasal 5 yaitu Pengaturan dan Pembinaan Rumah Susun terdapat ketentuan-ketentuan tentang persyaratan teknis maupun administratif mengenai syarat membangun bangunan, ijin layak tinggal, pemilikan rumah susun, penghunian, pengelolaan, serta sistem pengawasannya.

Tujuan dari rumah susun berdasarkan UURS, No 16 Tahun 1985 yaitu pada Pasal 2 dikatakan tujuan rumah susun dibangun dilandasi pada asas kesejahteraan umum keadilan secara merata, serta keselarasan dan kehidupan yang seimbang.

Tujuan dari pembangunan rumah susun yaitu sebagai adaptasi dari meningkatnya pembangunan perumahan yang menyebabkan keterbatasan lahan. Tujuan lain juga di uraikan pada UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun yaitu:

a. Meningkatkan daya guna lahan khususnya perkotaan sebagai upaya melestarikan sumberdaya alam yang menciptakan lingkungan tempat tinggal yang selaras dan berimbang.

b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dan tanah, juga sebagai upaya menyediakan lahan terbuka hijau di perkotaan dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan guna mencapai kawasan pemukiman yang serasi dan seimbang dan berwawasan lingkungan.

Berdasarkan Pasal 3 UURS No. 16 tahun 1985 Tentang Rumah Susun, fungsi dari rumah susun yaitu:

a. Dapat terpenuhinya kebutuhan tempat tinggal/hunian yang baik, terutama bagi masyarakat dengan pendapatan menengah kebawah yang menjamin kepastian hukum dan pemanfaatannya.

b. Meningkatkan fungsi dan nilai lahan di perkotaan sebagai upaya pelestarian sumber daya alam dan terciptanya lingkungan yang selaras (Fatmawati, Tamsil, 2019).

Fasilitas Rumah Susun

Berdasarkan Badan Standarisasi Nasional, mengenai fasilitas yang terdapat padarumah susun sederhana yaitu meliputi fasilitas-fasilitas yang m e m i l i k i fungsi sebagai penyelenggaraan dan pengembangan seperti: bangunan untuk perniagaan atau jual beli (aspek ekonomi), lahan terbuka, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, fasilitas pelayanan umum, area hijau/taman dan juga TPU.

Fasilitas niaga sarana yang dimaksud dapat berupa bangunan atau pelataran usaha untuk perbelanjaan atau niaga. Untuk fasilitas pendidikan yang di maksud memungkinkan siswa/penghuni dapat lebih produktif dalam mengembangkan pengetahuan serta keterampilannya. Fasilitas kesehatan yang dimaksudkan merupakan sarana penunjang kesehatan. Fasilitas peribadatan merupakan fasilitas pendukung yang dapat menunjang peribadatan penghuni. Fasilitas pelayanan umum dapat dipergunakan untuk kepentingan pelayanan umum seperti posa satpan/hansip, ruang pertemuan, ruang pos pemadam kebakaran serta ruang serbaguna. Kemudian juga fasilitas ruang terbuka ataupun pertamanan yang bertujuan sebagai fasilitas pendukung kegiatan sosial maupun kegiatan tertentu. Fasilitas yang dimaksudkan dapat berupa fasilitas seperti: Taman, jalan, pedestarian, jalur hijau, lapangan bermain, lapangan olah raga dan tempat parkir (SNI 03-7013-2004).

Dikatakan dalam Permenpera No. 14/Permen/M/2007, bahwa dalam memanfaatkan fasilitas seperti sosial, umum dan prasarana, dan juga utilitas umum termasuk pemanfaatan fasilitas untuk kelompok yang bersifat bukan hunian. Hal tersebut dapat dilihat pada Pasal 4 dan Pasal 6. Pasal 4, menjelaskan bahwa:

(5)

43

a. Dalam memanfaatkan fisik pada bangunan rusunawa merupakan kegiatan yang termasuk pemanfaatan hunian maupun bukan hunian.

b. Pemanfaatan fisik bangunan rusunawa tersebut merupakan kegiatan dari pemeliharaan, perawatan serta peningkatan kualitas bangunan sarana dan prasarana, dan juga utilitas.

c. Prasarana yang dimaksud ayat (3) yaitu jalan, tangga, koridor, drainase, sistem air dan limbah, persampahan dan sistem air bersih.

d. Sarana menurut ayat (3) yaitu terdiri dari sarana pendidikan, kesehatan, sarana ibadah, dan juga olahraga.

e. Utilitas dimaksudkan pada fasilitas terdiri dari jaringan listrik, jaringan gas, jaringan telepon, dan keamanan terhadap kebakaran. Hal tersebut juga dikatakan pada ayat (3).

Pendekatan Arsitektur Minimalis A. Pengertian Arsitektur Minimalis

Arsitektur berasal dari bahasa yunani yaitu arche yang berarti awal, utama, kemudian tektoan yang berarti kokoh, berdiri stabil. Pada KBBI, hal.363 bahwa minimalis memiliki arti terbatas, sedikit, paling sedikit. Dapat disimpulkan bahwa arsitektur minimalis merupakan seni merancang bangunan yang berlandaskan sifat kesederhanaan.

Prinsip-prinsip minimalis antara lain:

1. Menurut Mies Van de Rohe; Prinsip yang digunakan adalah “less is more” yang berarti semakin sedikit semakin baik.

2. Menurut Donal Judd; Minimalis arsitektur dapat diwujudkan dalam beberapa ciri seperti, penampilan dan wujud objek, letak dan keberadaan objek terhadap suatu tempat atau ruang, properti yang terukur, bayangan atau pemantulan, tekstur sederhana.

3. Prinsip dari arsitektur adalah menyusun kebutuhan arsitektural yang paling utama dan memikirkan kebutuhan tersebut dengan pemakaian yang efisien (Widjaya, 2010).

B. Ciri-Ciri Arsitektur Minimalis

Desain minimalis dapat dilihat dari tampilan yang ditonjolkan yaitu elemen yang seperlunya saja. Dalam sejarahnya asrsitektur minimalis berasal dari langgam modern dan transisi dari langgam post-modern. Gaya ini dipengaruhi oleh budaya dan arsitektur tradisional Jepang. Moto arsitektur Less is more - Mies van der Rohe yang menampilkan struktur elegan dan sederhana.

Ciri desain minimalis adalah:

a. Sambungan yang digunakan dibuat dengan sangat baik, hal itu dilakukan juga pada pertemuan dinding dan atap. Hal ini yang menjadi salah satu faktor mahalnya biaya untuk gaya munimalis.

b. Struktur yang elegan, serta konstruktsi struktural yang dibuat dengan sederhana dan lugas.

c. Dalam perancangannya, cahaya menimbulkan efek dramatis pada bangunan dengan eksekusi permainan cahaya untuk menghasilkan efek ketajaman ruang.

d. Ciri secara fisik yaitu bangunan menggunakan atap datar, atau nyaris datar untuk bangunan di iklim tropis.

e. Bangunan tercipta dari ruang-ruang minim skat dan juga penggunaan jendela yang lebar. Hal ini berupaya menciptakan suasanan bangunan yang lebih leluasa.

f. Open space, menghilangkan material dinding - contoh dapur dan ruang makan dalam satu ruang.

Sebuah bangunan minimalis tercipta melalui ruang-ruang atau bangunan rumah yang fungsional, hubungan antar-ruang terhubung dengan baik, sirkulasi udara yang lancar ke dalam ruang-ruang, begitu pula dengan sinar matahari. Adanya bukaan dan ventilasi merupakan unsur penting pada arsitektur rumah minimalis. Selain itu yang harus diperhatikan juga yaitu bangunan tidak tempias maupun bocor saat hujan dan rumah tetap dingin walaupun udara panas. (Nandang, 2010).

(6)

44

3. Metode

Menurut Jones J.C dalam Ratodi (2017) metode perancangan dalam mendesain memiliki tiga fase evolusi yaitu, crafmanship, draughtmanship, dan design method. Dalam design metodh ini metode perancangan dibagi menjadi dua tipe metode perancangan yaitu tipe tradisional dan rasional.

Dalam perancangan ini saya menggunakan metode perancangan tradisional (blackbox).

Metode perancangan tradisional (blackbox) dilakukan secara sepontan oleh desainer pada suatu karya. Pada saat merancang suatu karya ide bisa datang dari mana dan kapan saja. Menurut Jones J.C dalam Ratodi (2017):

a. Ide yang datang dari mana saja atau kapan saja bisa dari mimpi atau suatu ilham yang memunculkuan suatu ide kreatif.

b. Pengerjaan perancangan dipengaruhi oleh waktu luang yang tersedia, keadaan perasaan dan juga imajinasi desainer.

c. Konsep pada perancangan sangat sulit untuk dijelasakan karena ide datang secara spontanitas.

d. Proses kreatif dalam perancangan tidak terlihat jelas.

e. Hasil pengerjaan pada metode blackbox ini tidak bisa di kritik.

Sesuai dengan yang disebutkan di atas penggunakan metode blackbox didasari pada gagasan ide perancangan yang didapat secara imajinatif dan secara spontan pada waktu dan keadaan yang tidak direncanakan.

4. Hasil dan Pembahasan

Lokasi Perancangan

Lokasi tapak yang dipilih terletak di Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Site berada di belakang bangunan fakultas ekonomi dan juga bangunan asrama fakultas kedokteran dengan akses Jl. Prof. Dr.

H. Hadari Nawawi, kawasan Universitas Tanjungpura. Lokasi tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria dalam perancangan rumah susun mahasiswa diantaranya seperti terletak pada zonasi perumahan dan pemukiman, dekat dengan kawasan pendidikan sesuai dengan penghuni yaitu mahasiswa dan dekat dengan pusat pelayanan dan perniagaan yang mudah dicapai dari jalan utama dan memiliki visibilitas yang baik. Luas lahan tapak memiliki panjang 140.81 m dan lebar 103.81meter dengan luas 14.617 m2.

Pada lokasi ini lahan diperuntukan untuk perumahan dan pemukiman dengan skala kepadatan bangunan 51 – 100 (lima puluh sampai seratus) unit per hektar. Sarana-sarana pada zona lokasi ini yaitu terdapat sarana pendidikan, sarana peribadatan, sarana kesehatan, sarana kebudayaan dan rekreasi, sarana perdagangan, sarana ruang terbuka dan area olahraga dan prasarana/utilitas mulai dari jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan air bersih, jaringan air limbah, jaringan persampahan, jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan transportasi lokal.

Luas Lahan : ± 14.617 m² KDB : Maksimal 80%

KLB : Maksimal 3,3%

KDH : Minimal 32%

(7)

45

Gambar 1. Lokasi Perancangan Sumber: Penulis, 2022

Perletakan Bangunan

Analisa perletakan dilakukan untuk menentukan letak bangunan pada lokasi perancangan. Pada analisa perletakan hal-hal yang dipertimbangkan antara lain:

• KDB: 60% X 14.617= 8.770 (14.617-8.770= 5.847 m2) KLB: 4,8% X 14.617= 701,62 (14.617-701,62= 13.915 m2) KDH: 40% X 14.617= 5.846 (14.617-5.846= 8.771 m2)

a. Perletakan bangunan yang akan dibangun disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

b. Perletakan massa di letakan sesuai dengan garis bangunan bangunan sekitar sesuai dengan peraturan, kemudian massa mengikuti langgam bentuk bangunan pada tautan lingkungan sekitar yaitu persegi maupun persegi panjang.

c. Bangunan merupakan fasilitas pendidikan yang berfungsi sebagai rumah susun dibagi menjadi dua massa yaitu khusus mahasiswa putri dan mahasiswa putra, dengan jarak pemisah diantara kedua massa, maka massa di letakan pada sebelah kanan dan kiri site.

d. Perletakan bangunan terdiri dari dua massa dengan bentuk persegi panjang dengan perletakan berada pada ujung kanan dan kiri site menghadap ke arah Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, dengan pertimbangan sinar matahari, aliran angin, langgam bangunan, sirkulasi, serta panca indra.

Fungsi

Perancangan Rumah susun mahasiswa berfungsi sebagai sarana akomodasi bagi mahasiswa yang dimana tidak memiliki kerabat maupun tenpat tinggal tetap di Kota Pontianak dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Meskipun fungsi utama sebagai tempat tinggal, rumah susun ini juga tidak mengesampingkan fasilitas dengan fungsi-fungsi pendukung lainnya seperti fasilitas belajar, ibadah, bersantai serta bersosialisasi.

(8)

46

Tema

Konsep minimalis didalam dunia arsitektur adalah konsep yang sedang tren pada zaman sekarang ini. Konsep ini sendiri meupakan konsep bangunan yang sederhana dengan bentuk-bentuk bangunan jauh dari kompleks sehingga minim ornamen dan menghasilkan bangunan yang bersih.

Dengan beberapa kelebihan dari arsitektur minimalis berikut merupakan bahan perhitungannya yaitu harga relatif terjangkau, mudah di bersihkan dan cocok untuk berbagai macam furnitur serta nilai investasi yang tinggi. Cirinya sendiri yaitu lebih menunjukan bangunan dengan elemen atau unsur yang seperlunya saja. Gaya konsep minimalis ini sal pada langgam modern dan merupakan transisi ke langgam post-modern.

Program Ruang

Program ruang ditentukan berdasarkan pelaku serta aktivitas yang terjadi di dalam bangunan.

Pada bangunan rumah susun ini pelaku dikategorikan menjadi mahasiswa sebagai pelaku utama, pengelola, staf kontrol, pengunjung (keluarga). Ruang-ruang yang terbentuk melalui analisi dari pelaku-pelaku tersebut dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan disesuaikan dengan kebutuhan ruang.

Gambar 2. Organisasi Ruang Sumber: Penulis, 2022

Konsep

Analisis bentuk bangunan dilakukan untuk menentukan bagaimana gubahan bentuk bangunan yang dirancang dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Pada analisa bentuk hal-hal yang dipertimbangkan antara lain:

Gambar 3. Lokasi Perancangan Sumber: Penulis, 2022

(9)

47

1. Terbentuk dari bentuk dasar persegi.

2. Pada tengah massa mendapat pengurangan sebagai adaptasi pada fungsi void pada bangunan dan juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka serbaguna.

3. Pada bagian bawah samping kanan kiri bangunan mendapat pengurangan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor.

4. Pada muka bangunan juga mengalami pengurangan bangunan sebagai adaptasi kebutuhan ruang, khususnya pada lantai 2 sampai dengan lantai 4.

5. Pada bagian muka bangunan khususnya lantai 1 dibentuk dari mulanya persegi panjang menjadi melengkung sebagai penambahan estetika pada bangunan.

6. Atap bangunan dibentuk berdasarkan dengan konsep atap yaitu atap pelana dan atap datar.

Pada konsep gubahan bentuk berdasarkan analisis pada Gambar 2 maka diperoleh bentuk bangunan seperti pada Gambar 3

Gambar 4. Konsep Gubahan Bentuk Sumber: Penulis, 2022

a. Pengurangan bentuk dasar yang berfungsi sebagai void bangunan

b. Atap miring sebagai adaptasi dari iklim tropis sehingga mudah untuk aliran air hujan c. Atap dak beton sebagai penyesuaian fungsi ruang serta pendukung dari konsep minimalis d. Pengurangan bentuk yang difungsikan sebagai area parkir kendaraan bermotor

e. Bentuk lengkung pada muka bangunan sebagai nilai estetki bentuk bangunan supaya bentuk bangunan tidak monoton

f. Atap atap dak difungsikan sebagai tempat bersantai bagi para penghuni rusun

Konsep Struktur

Pemilihan struktur rangka bangunan menggunakan struktur rangka kaku dengan material beton bertulang. Rangka kaku lebih ekonomis digunakan sampai dengan 20 lantai untuk rangka beton betulang. Bahan mudah didapatkan, memiliki daya tahan terhadap api sehingga tahan terhadap kebakaran, pelaksanaan konstruksi lebih mudah dikerjakan. Untuk grid yang digunakan yaitu 6x6.

Untuk bentang sendiri yaitu 6 meter dan 2 meter. Struktur atap menggunakan beton betulang dengan material cor. Sedangkan struktur bawah menggunakan pondasi tiang pancang karena lokasi perancangan memiliki tanah dengan daya dukung yang rendah.

(10)

48

Gambar 5. Konsep Struktur Sumber: Penulis, 2022

Konsep Utilitas

Sistem jaringan air bersih menggunakan sistem down feed dan juga upper feed, sumber air bersih yang berasal dari PDAM di alirkan kedalam ground tank yang kemudian di pompa secara upper feed ke toren, selain ke toren air PDAM dari ground tank juga di pompa naik ke ruang-ruang dalam bangunan. Kemudian pada sistem down feed yaitu sistem dari toren di pompa kebawah keruang-ruang pada bangunan, pada sistem ini memanfaatkan gaya gravitasi yang air dari toren tetap dapat mengalir tanpa ada mesin pompa.

Gambar 6. Konsep Utilitas Sumber: Penulis, 2022

Pra Perancangan

Siteplan bangunan merupakan perencanaan tapak sekitaran bangunan. Terdapat perkerasan dari pavin block, rerumputan, area parkir, taman dan juga jalur sirkulasi dalam site maupun jalur sirkulasi keluar masuk bangunan. Perencanaan tersebut dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 7. Siteplan Sumber: Penulis, 2022

(11)

49

Denah bangunan rumah susun dua massa yang diperuntukan bagi mahasiswa putri dan putra.

Masing-masing massa memiliki 4 lantai. Berikut denah lantai 1 sampai dengan 4 dapat dilihat pada Gambar 7 – Gambar.8.

Gambar 8. Denah Lantai 1 dan 2 Sumber: Penulis, 2022

Gambar 9. Denah Lantai 3 dan 4 Sumber: Penulis, 2022

Tampak bangunan menampilkan tampak bangunan dari sisi tampak depan, tampak belakang, tampak sebelah kanan dan tampak sebelah kiri. Berikut tampak bangunan dapat dilihat pada Gambar 9-Gambar 10.

Gambar 10. Tampak Depan dan Belakang Sumber: Penulis, 2022

(12)

50

Gambar 11. Tampak Samping Kanan dan Kiri Sumber: Penulis, 2022

Potongan pada bangunan merupakan detail dari bagian struktur bangunan yang terpotong yang terbagi menjadi potongan A-A dan potongan B-B. Berikut gambar potongan A-A dan B-B dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 12. Potongan A-A dan B-B Sumber: Penulis, 2022

Suasana ekterior merupakan suasana luar dari bangunan, mulai dari menampakan luar bangunan maupun suasana site plan bangunan. Fasad eksterior yang diusung sesuai dengan konsep bangunan yaitu minimalis dengan mengedepankan kesederhanaan pada fasad bangunan dan juga warna bangunan dominan warna putih. Berikut beberapa gambar suasana eksterior:

Gambar 13. Suasana Eksterior Sumber: Penulis, 2022

Gambar 14. Suasana Eksterior Lapangan Olahraga Sumber: Penulis, 2022

(13)

51

Suasana interior banguan merupakan suasana pada dalam bangunan seperti suasana pada lobi yang memperlihatkan kegiatan, perabot yang dipakai serta material dan warna pada dinding maupun lantai yang sesuai dengan konsep bangunan yang yang usung yaitu minimalis. Berikut beberapa suasana interior bangunan rumah susun:

Gambar 15. Suasana Interior Lobi dan Ruang Pengurus Sumber: Penulis, 2022

Gambar 16. Suasana Interior Kamar dan Ruang Outdoor Sumber: Penulis, 2022

5. Kesimpulan

Rumah susun mahasiswa Universitas Tanjungpura merupakan upaya penyediaan akomodasi tambahan sebab kurangnya jumlah fasilitas rumah susun yang sudah tersedia. Rumah susun bagi mahasiswa yang dirancang sesuai dengan kebutuhan, aturan yang ada dan sesuai dengan tema yang diusung. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa perancangan rumah susun mahasiswa mengusung konsep minimalis dengan bentuk dasar persegi panjang. Terdiri dari 4 lantai dengan fasilitas pribadi dan juga fasilitas umum. Mengusung konsep minimalis dengan warna bentuk dan furniture bangunan yang mengutamakan kesederhanaan.

Daftar Acuan

Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. (2020). Kota Pontianak Dalam Angka 2020. Pontianak: Badan Pusat Statistik.

Badan Standardisasi Nasional Indonesia. 2004. Tata Cara Perencanaan Fasilitas Lingkungan Rumah Susun Sederhana.

Bandung: Badan Standardisasi Nasional Indonesia

Fajri, K. (2014). Rusunami di Jakarta Timur. Semarang: Universitas Diponegoro

Fatmawati, A. D., Tamil. (2019). Politik Hukum Pengaturan Prosedur Pendaftaran Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun Bukan Hunian. Novum: Jurnal Hukum, Vol. 5 (4), hal: 1-15

Kapugu, H. (2017). Kajian Konsep Arsitektur Minimalis Zen Tadao Andopada Bangunan Church of The Light. Jurnal Arsitektur DASENG UNSRAT Manado, Vol. 6 (1), hal: 120-129

Manohara, M. R. (2011). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Rumah Susun di Yogyakarta.

Yogyakarta: Tugas Akhir Program Studi Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Nandang, D. (2010). Persepsi Tren Arsitektur Bangunan Minimalis Pada Desain Arsitektural Perumahan. Jurnal:

Teknik-UNISFAT, Vol. 6 (1), hal: 10-20

Odop, N. (2008). Desain Rumah Minimalis. Yogyakarta: Media Presinndo

Prasesti, O. (2021). Evaluasi Pasca Huni Aspek Fungsional Pada Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Universitas Tanjungpura. Pontianak. Jurusan Arsitektur, Universitas Tanjungpura.

(14)

52

Prayoko, V. G. P., Jagat. (2015). Perancangan Rumah Susun Dengan Pendekatan Simbiosis Ruang Pada Tempat Tinggal Dulu dan Kini. Surabaya: Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Rahmat. (2018). Perancangan Rumah Sususn dengan Konsep Arsitektur Tropis di Pesisir Tallo Kota Makassar. Goa:

Tugas Akhir Departemen Arsitektur, Universitas Hasanudin

Ratodi, M. (2015). Metode Perancangan Arsitektur. Surabaya: Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sekertariat Negara Republik Indonesia. (1985). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun.

Lembaran Negara Tahun 1964 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2611. Jakarta: Sekertariat Negara Republik Indonesia

Salsabila. (2019). Pengembangan Rumah Rusun Sederhana Sewa Nipah Kuning dalam Pontianak. Jurnal Online mahasiswa Arsitektur, Vol. 7 (2), hal: 95-108

Sudjito. (2020). Pembangunan Rumah Susun Sewa Mahasiswa Kajian Tentang Inkonsistensi Regulasi dan Implemetasi. Lambung Mangkurat Law Jurnal, Vol. 5 (1), hal 87-99

Wijaya, F. C. (2010). Pusat Kegiatan Mahasiswa Unika Soegijapranata. Semarang: Proyek Akhir Program Study Arsitektur, Universitas Katolik Soegijapranata

Zulfadli, A. (2018). Rumah Susun Sewa Pegawai dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Pangkep.

Makassar: Skripsi Program Studi Teknik Arsitektur, Universitas Islam Negeri Alauddin

Referensi

Dokumen terkait

Rumah tinggal minimalis ramah menerapkan desain ramah lingkungan merupakan bangunan rumah yang memilki konsep efisiensi penggunaan energi, cahaya , ruang, air,

Bagi Masyarakat Manfaat rancangan Rumah Susun Entrepreneur Wanita di Kabupaten Karawang bagi masyarakat sekitar dan masyarakat pendatang dapat memberikan referensi seputar

Penelitian pengaruh kamper berkarbon aktif terhadap densitas bakteri udara ruang perawatan di rumah Sakit Universitas Tanjungpura berdasarkan pemeriksaan angka kuman udara,

Penerapan konsep Arsitektur Tropis dalam bangunan Rumah Susun bertujuan supaya bangunan rumah susun yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal dapat beradaptasi

Karakteristik pasien yang menggunakan obat klopidogrel dan Pompa Proton Inhibitor di Rumah sakit Universitas Tanjungpura berdasarkan usia pada bulan januari-juni

Dengan Rahmat Allah SWT Yang Maha Kuasa maka Laporan Akhir dengan judul Perencanaan Gedung Rumah Susun Mahasiswa PGRI Kota Palembang dapat kami selesaikan..

Pada seleksi penerimaan Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura Tahap I ini akan dijaring 10 orang putra putri terbaik daerah dari masing-masing

Penelitian pengaruh kamper berkarbon aktif terhadap densitas bakteri udara ruang perawatan di rumah Sakit Universitas Tanjungpura berdasarkan pemeriksaan angka kuman udara,