PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATERI HIV DAN AIDS Disusun oleh :
Henni Novita Lestari 6101022291 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
2. Materi/Bahan Ajar 3. Media Pembelajaran
4. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 5. Penilaian
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN LEMBAGA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PROFESI (LP3) UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG TAHUN 2023
MODUL AJAR PJOK INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun Henni Novita Lestari
Sekolah SMA N 1 Kaliwungu
Tahun Pelajaran 2022 - 2023
Mata Pelajaran Penjasorkes
Fase/Kelas F / Kelas XI
Alokasi waktu (menit) 3 x 45 menit (1 kali pertemuan)
B. Kompetensi Awal Peserta didik belum dapat memahami dan menganalisis bahaya, penularan, pencegahan dan mengatasi HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
C. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase F adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran mengenai HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) D. Sarana dan Prasarana Papan tulis
Spidol
Bahan ajar
E. Target Peserta Didik Peserta didik regular F. Jumlah Peserta Didik 36 siswa
G. Moda Pembelajaran Luring
H. Model Pembelajaran Problem Based Learning
KOMPETENSI INTI
KOMPONEN DESKRIPSI A. Tujuan
Pembelajaran
Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam memahami dan menganalisi pengertian HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), bahaya HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penularan HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), pencegahan dan penanganan HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai- nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
B. Pemahaman Bermakna
Setelah peserta didik melakukan pembelajaran HIV(human
immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), manfaat apakah yang dirasakan olehnya? Dapatkah pengalaman
pembelajaran ini diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari?
C. Pertanyaan Pemantik
Mengapa peserta didik perlu memahami HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)?
D. Persiapan Pembelajaran
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan permainan bola basket.
c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
1) Spidol
2) Lembar Kegiatan Peserta Didik (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN (20 MENIT)
Pembelajaran Abad 21 ORIENTASI 1. Memberi salam dan berdo’a; (karakter)
2. Mengecek kehadiran;
3. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
Disiplin, religious dan
Nasionalisme, Gotong Royong
dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi
nilai-nilai gerak seperti:
berkolaborasi, kepedulian, APERSEPSI 1. Mengajukan pertanyaan yang ada
keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan
2. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) 3. Menyampaikan garis besar cakupan materi
HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) MOTIVASI 1. Memberikan gambaran tentang
manfaat mempelajaripelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari- hari
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung saat ini PEMBERI
ACUAN
1. Menyampaikan model pembelajaran dan teknik penilaian yang akan digunakan saat membahas materi permainan bolavoli
2. Pembagian kelompok belajar
KEGIATAN INTI (95 MENIT)
SINTAK PBL
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pembelaja ran Abad 21
Orientasi Peserta Didik
Terhadap Masalah
1. Peserta didik menyimak penjelasan yang disampaikan guru di depan kelas tentang HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) secara garis besar
Literasi Megorganisasik
an Peserta Didik untuk Belajar
1. Peserta didik di bagi 4 kelompok yang bersifat heterogen dengan memperhatikan karakteristik peserta didik dan menyelesaikan indicator yang terdapat pada lembar kerja peserta didik (LKPD).
2. Peserta didik secara individu mempelajari lembar kerja yang berisi perintah dan indikator tugas HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
Kerja sama, tanggung jawab dan kerja keras,
kolaborasi
Membimbing Penyelidikan
Individu maupun kelompok
1. Peserta didik berdiskusi dengan peserta didik lainnya, guru hanya sebagai fasilitator.
2. Peserta didik yang terbagi dalam kelompok kerja membagi peran sebagai pengamat dan pelaku untuk menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
3. Guru membimbing peserta didik melakukan
pengumpulan data/informasi
(pengetahuan,konsep,teori) melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah.
Kerja keras, Tanggung jawab dan kerja
sama
Mengembangk an dan Menyajikan Hasil Karya
1. Peserta didik mengumpulkan informasi yang sesuai dengan topik yang telah diberikan yang nantinya akan dipresentasikan
2. Guru memonitor dan melakukan pengamatan, penilaian dan memberikan masukan dan saran pada kelompok yang di rasa masih kurang maksimal
Literasi
Menganalisis dan Mengevaluasi
Proses Pemecahan
Masalah
1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil materi dan hasil diskusi sesuai dengan topik di depan kelas 2. Selama proses diskusi dan presentasi peserta didik
menilai sesama peserta didik sesuai dengan LKPD 3. Peserta didik melakukan tanya jawab sesuai topik
setelah presentasi hasil diskusi selesai
4. guru dan peserta didik melakukan refleksi (kesimpulan) terhadap aktivitas yang sudah dilaksanakan
Kerja sama, tanggung jawab dan kerja keras
PENUTUP (20 MENIT)
1. Peserta didik membuat simpulan dari hasil diskusi dan peragaan materi HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di dapat pada pertemuan hari tersebut 2. Guru menyampaikan evaluasi dari materi yang diberikan,
memberikan koreksi dan penguatan pada peserta didik yang telah menguasai materi dengan baik
3. Guru mengajak peserta didik untuk menjaga prokes dengan menerapkan 5 M
4. Akhiri pembelajaran dengan berdoa bersama guru dipimpin oleh salah satu peserta didik
Jujur, sportifdan disiplin
I. Penilaian, Pembelajaran Remidial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Sikap : Observasi / Pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : Tes tertulis dan penugasan 2. Bentuk Penilaian
a. Observasi : Lembar pengamatan / Jurnal Aktivitas siswa b. Tes tertulis dan penugasan : Lembar Kerja / Modul c. Unjuk Kerja : Rubrik penilaian unjuk kerja
d. Pnilaian antar sejawat 3. Remidial
a. Tugas membuat rangkuman dan indikator yang tidak mampu di capai b. Tugas mandiri berupa mempelajari materi pada indikator yang
belaum dicapai bersama teman 4. Pengayaan
a. Peserta didik yang sudah menguasai gerakannya bisa membantu teman yang belum bisa menguasai gerakannya.
b. Diberikan materi untuk pertemuan berikutnya atau ketrampilan dengan tingkat kesulitan lebih kompleks agar lebih terampil
Mengetahui, Kaliwungu, April 2023
Kepala SMA N 1 Kaliwungu
……….. Henni Novita Lestari, S.Pd
NIP. NIM. 6101022291
Catatan Kepala Sekolah/Supuervisor
………
………
………
………
………..
Bahan Ajar
Pengertian
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.
Sejarah
Sejarah permainan yang digemari hampir di seluruh dunia ini rupanya juga menyebar ke wilayah Pada awal mulanya kasus HIV dan AIDS ditemukan di rumah sakit–rumah sakit di negara Afrika Sub Sahara pada akhir tahun 1970-an. Tetapi kasus AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottleib dan kawan-kawan di Los Angeles pada tanggal 5 Juni 1981.
Beberapa tahun kemudian CDC Amerika serikat yang mengamati kasus HIV dan AIDS melihat peningkatan kasus infeksi yang tidak lazim berupa Infeksi Oportunistik yang merusak sistem kekebalan tubuh. Semula para dokter tidak mengetahuii penyebab rusaknya kekebalan tadi.
Sebelum infeksi oportunistik ini hanya dilaporkan terjadi pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya rusak oleh kanker atau oleh obat-obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya: mereka yang menjalani pencangkokan organ tubuh. Kondisi ini kemudian di sebut dengan AIDS.
Sementara itu HIV ditemukan oleh DR. Luc Montagnier dkk dari institut Pasteur Perancis. Mereka berhasil mengisolasi virus penyebab AIDS. Kemudian pada Juli 1994, DR Robert Gallo dari lembaga kanker Nasional menyatakan bahwa dia menemukan virus baru dari penderita AIDS yang diberi nama HTLV – III. Virus itu terus berkembang dengan nama HIV.
Penyebab HIV dan AIDS
Di negara Indonesia, penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba.
Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV.
Faktor Risiko HIV dan AIDS
Kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi, antara lain:
Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.
Orang yang sering membuat tato atau melakukan tindik.
Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.
Pengguna narkotika suntik.
Orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik.
Gejala HIV dan AIDS
Gejala HIV dan AIDS tergantung pada tahap mana orang tersebut terinfeksi.
Tahap Pertama:
Tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa tahun.
Pengidap akan mengalami nyeri mirip, seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan.
Timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot, dan sendi.
Tahap Kedua:
Umumnya, tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.
Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
Penularan infeksi sudah bisa dilakukan pengidap kepada orang lain.
Berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.
Tahap Ketiga:
Daya tahan pengidap rentan, sehingga mudah sakit, dan akan berlanjut menjadi AIDS.
Demam terus-menerus lebih dari sepuluh hari.
Merasa lelah setiap saat.
Sulit bernapas.
Diare yang berat dan dalam jangka waktu yang lama.
Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan vagina.
Timbul bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang.
Hilang nafsu makan, sehingga berat badan turun drastis.
Diagnosis HIV dan AIDS
Tes HIV harus dilakukan untuk memastikan seseorang mengidap HIV atau tidak. Pemeriksaan yang dilakukan sebagai langkah diagnosis adalah dengan mengambil sampel darah atau urine pengidap untuk diteliti di laboratorium.
Jenis pemeriksaan untuk mendeteksi HIV, antara lain:
Tes antibodi
Tes ini bertujuan mendeteksi antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi HIV. Meski akurat, perlu waktu 3-12 minggu agar jumlah antibodi dalam tubuh cukup tinggi untuk terdeteksi saat pemeriksaan.
Tes antigen
Tes antigen bertujuan mendeteksi protein yang menjadi bagian dari virus HIV, yaitu p24. Tes antigen tersebut dapat dilakukan 2-6 minggu setelah pengidap yang dicurigai terinfeksi HIV.
Jika skrining menunjukkan pengidap terinfeksi HIV (HIV positif), pengidap perlu menjalani tes selanjutnya. Tujuannya untuk memastikan hasil skrining, membantu dokter mengetahui tahap infeksi yang diderita, serta menentukan metode pengobatan yang tepat.
Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pengidap, untuk selanjutnya diteliti di laboratorium. Tes tersebut, antara lain:
Hitung sel CD4
CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang dihancurkan oleh HIV. Jumlah CD4 normal berada dalam rentang 500–1400 sel per milimeter kubik darah. AIDS terjadi jika hasil hitung sel CD4 di bawah 200 sel per milimeter kubik darah.
Pemeriksaan viral load (HIV RNA)
Bertujuan untuk menghitung RNA, bagian dari virus HIV yang berfungsi menggandakan diri.
Jumlah RNA yang lebih dari 100.000 kopi per mililiter darah, menandakan infeksi HIV baru saja terjadi atau tidak tertangani.
Sedangkan jumlah RNA yang berada di bawah 10.000 kopi per mililiter darah, menunjukan perkembangan virus yang tidak terlalu cepat, tetapi kerusakan pada sistem kekebalan tubuh tetap terjadi.
Tes resitensi (kekebalan)
Dilakukan untuk menentukan obat anti HIV jenis apa yang tepat bagi pengidap. Hal ini dikarenakan beberapa pengidap memiliki resistensi terhadap obat tertentu.
Pengobatan HIV dan AIDS
Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV).
ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4. Jenis obat ARV memiliki berbagai varian, antara lain Etravirine, Efavirenz, Lamivudin, Zidovudin, dan juga Nevirapine.
Selama mengonsumsi obat antiretroviral, dokter akan memonitor jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pengidap terhadap pengobatan. Hitung sel CD4 akan dilakukan tiap 3–6 bulan.
Sedangkan pemeriksaan HIV RNA, dilakukan sejak awal pengobatan, lalu dilanjutkan tiap 3–4 bulan selama masa pengobatan.
Agar perkembangan virus dapat dikendalikan, pengidap harus segera mengonsumsi ARV begitu didiagnosis mengidap HIV. Risiko pengidap HIV untuk terserang AIDS akan semakin besar jika pengobatan ditunda, karena virus akan semakin merusak sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, penting bagi pengidap untuk mengonsumsi ARV sesuai petunjuk dokter. Konsumsi obat yang terlewat hanya akan membuat virus HIV berkembang lebih cepat dan memperburuk kondisi pengidap.
Segera minum obat jika jadwal konsumsi obat pengidap dan tetap ikuti jadwal berikutnya. Namun jika dosis yang terlewat cukup banyak, segera bicarakan dengan dokter.
Kondisi pengidap juga memengaruhi resep atau dosis yang sesuai. Dokter juga dapat menggantinya sesuai dengan kondisi pengidap. Selain itu, pengidap juga boleh untuk mengonsumsi lebih dari 1 obat ARV dalam sehari.
Komplikasi HIV dan AIDS
Infeksi HIV melemahkan sistem kekebalan membuat orang yang terinfeksi lebih mungkin untuk mengembangkan banyak infeksi dan jenis kanker tertentu. Komplikasi HIV dan AIDS yang bisa terjadi adalah:
Pneumocystis Pneumonia (PCP)
Infeksi jamur PCP dapat menyebabkan komplikasi pneumonia parah.
Kandidiasis (sariawan)
Kandidiasis adalah komplikasi dari HIV yang dapat menyebabkan peradangan dan memicu pertumbuhan lapisan putih tebal di mulut, lidah, kerongkongan atau vagina.
Tuberkulosis (TB)
TB adalah infeksi oportunistik umum yang terkait dengan HIV. Di seluruh dunia, TB adalah penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan AIDS.
Sitomegalovirus
Sistem kekebalan yang sehat dapat menonaktifkan virus, tetapi jika sistem kekebalan melemah, virus bisa muncul kembali dan menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru, atau organ lainnya.
Meningitis kriptokokus
Meningitis adalah peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokus adalah infeksi sistem saraf pusat umum yang terkait dengan HIV, yang disebabkan oleh jamur yang ditemukan di tanah.
Toksoplasmosis
Infeksi yang berpotensi mematikan ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit yang disebarkan terutama oleh kucing. Kucing yang terinfeksi menyebarkan parasit di tinja mereka, yang dapat menyebar ke hewan lain dan manusia. Toksoplasmosis dapat menyebabkan penyakit jantung, dan kejang terjadi ketika menyebar ke otak.
Limfoma
Limfoma adalah komplikasi kanker yang umumnya terjadi sebagai akibat dari HIV/AIDS. Tanda awal paling umum dari kondisi limfoma adalah pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit di leher, ketiak, atau selangkangan.
Sarkoma kaposi
Sarkoma kaposi juga tumor yang kerap muncul sebagai komplikasi dari infeksi HIV/AIDS.
Sarkoma kaposi dapat memengaruhi organ dalam, termasuk saluran pencernaan dan paru-paru.
Kanker terkait HPV
Ini adalah kanker yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) dan bisa terjadi pada area anal, mulut, dan serviks.
Sindrom wasting
HIV/AIDS yang tidak diobati dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, sering disertai dengan diare, kelemahan kronis dan demam.
Komplikasi neurologis
HIV/AIDS dapat menyebabkan gejala neurologis seperti kebingungan, pelupa, depresi, kecemasan dan kesulitan berjalan. Gangguan neurokognitif terkait HIV/AIDS berkisar dari gejala ringan perubahan perilaku dan penurunan fungsi mental hingga demensia parah yang menyebabkan kelemahan dan ketidakmampuan untuk berfungsi.
Penyakit ginjal
Nefropati terkait HIV adalah peradangan pada filter kecil di ginjal yang menghilangkan kelebihan cairan dan limbah dari darah untuk kemudian diteruskan ke urine.
Penyakit hati
Penyakit hati juga merupakan komplikasi utama dari HIV/AIDS.
Pencegahan HIV dan AIDS
Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV dan AIDS, antara lain:
Gunakan kondom yang baru setiap berhubungan intim.
Hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
Bersikap jujur kepada pasangan jika mengidap positif HIV, agar pasangan juga menjalani tes HIV.
Diskusikan dengan dokter jika didiagnosis positif HIV saat hamil, mengenai penanganan selanjutnya, dan perencanaan persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke janin.
Bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
Jika menduga baru terinfeksi atau tertular virus HIV, seperti setelah melakukan hubungan intim dengan pengidap HIV, maka harus segera ke dokter. Tujuannya agar mendapatkan obat post-exposure prophylaxis (PEP) yang dikonsumsi selama 28 hari dan terdiri dari 3 obat antiretroviral.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK(LKPD) Sekolah : SMA N 1 Kaliwungu
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kelas / Semester : XI / 1 (Gasal)
Materi Pokok : HIV dan AIDS
Alokasi Waktu : 3 X 35 menit (1 pertemuan)
1. Peserta didik terbagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan topik yang telah ditentukan
Kelompok 1 membahas mengenai “Pengertian HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)”
Kelompok 2 membahas mengenai “Bahaya HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)”
Kelompok 3 membahas mengenai “Penularan HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)”
Kelompok 4 membahas mengenai “Pencegahan dan Penanganan HIV(human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)”
2. Peserta didik melakukan diskusi sesuai dengan topik yang telah ditentukan dengan kelompok masing-masing.
3. Setelah melakukan pencarian informasi dan diskusi setiap kelompok melakukan presentasi didepan kelas
4. Saat presentasi berakhir diakhir dengan sesi tanya-jawab yang dimana setiap kelompok wajib menerima 2 pertanyaan dari kelompok lainnya.
5. Saat diskusi dan presentasi dilakukan peserta didik menilai dirinya sendiri dan peserta didik lainnya sesuai dengan rubrik penilaian yang telah ditentukan
6. Guru mengambil penilaian peserta didik saat diskusi dan presentasi.
Rubrik penilaian peserta didik
No. Nama siswa
Aspek penilain
Jumlah Nilai Akhir
Kriteria Ke-
aktifan
Penyampaian materi
Konten atau isi materi
Kerjasama 1.
2.
3.
4.
5.
dst
Rubrik Penilaian sejawat
No. Nama siswa
Aspek penilain Jumlah
Kriteria Ke-
aktifan
Penyampaian
materi Kerjasama Nilai Akhir 1.
2.
3.
4.
5.
dst
Nilai Akhir (NA) = Jumlah skor yang diperoleh Keterangan :
− Mendapat nilai Sangat Baik, jika skor antara = 91 – 100
− Mendapat nilai Baik, jika skor antara = 80 – 90
− Mendapat nilai Cukup, jika skor antara = 70 – 79
− Mendapat nilai Kurang, jika skor antara = 60 – 69
− Mendapat nilai Kurang Sekali, jika skor antara= Kurang dari 60