• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan BI No. 13-3-PBI-2011.pdf

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Peraturan BI No. 13-3-PBI-2011.pdf"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3843) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Sebaliknya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4962); Bank Indonesia akan memberitahukan secara tertulis kepada Bank yang ditetapkan berada dalam pengawasan intensif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, disertai alasan penetapan dan langkah atau tindakan pengawasan yang akan dilakukan Bank. Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a dan b disampaikan paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sejak Bank ditetapkan dalam pengawasan intensif.

Bank Indonesia menetapkan bank berada dalam pengawasan khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 paling lambat 3 (tiga) bulan sejak tanggal pemberitahuan tertulis oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia memberitahukan secara tertulis kepada bank yang ditunjuk dalam pengawasan khusus sesuai dengan Pasal 15, disertai alasan pengambilan keputusan dan langkah atau tindakan pengawasan yang akan dilakukan bank. Bank Indonesia membekukan kegiatan usaha tertentu pada bank dalam pengendalian khusus paling lama 1 (satu) bulan dalam jangka waktu pengendalian khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, apabila:.

bank dalam pengawasan khusus yang dibekukan kegiatan spesifiknya dan alasan pembekuannya; Dan. tindakan perbaikan yang harus dilakukan oleh bank dan/atau larangan yang diperintahkan Bank Indonesia kepada bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 20. Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ditetapkan sebagai bank yang berdampak sistemik dan bank yang bersangkutan memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, Bank Indonesia meminta kepada lembaga yang bersangkutan untuk memutuskan langkah-langkah penanganan bank yang bersangkutan. Bank dan/atau pemegang saham bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 wajib mengambil tindakan yang ditetapkan oleh lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 dalam menyelesaikan permasalahan bank yang bersangkutan.

BANK TIDAK MEMILIKI DAMPAK SISTEMIS Pasal 32 Dalam hal bank dalam pengawasan khusus tidak mempunyai dampak sistemik yang memenuhi kriteria Pasal 27, Bank Indonesia memberitahukan dan meminta keputusan kepada LPS untuk melakukan penyelamatan atau tidak melakukan penyelamatan. keluar penyelamatan untuk bank yang bersangkutan.

LAIN-LAIN

Thamrin No.2 Jakarta 10350, bagi bank yang berkantor pusat di wilayah kerja kantor pusat Bank Indonesia; atau. Kantor Bank Indonesia setempat dari bank yang kantor pusatnya berada di luar wilayah kerja kantor pusat Bank Indonesia.

SANKSI

Bagi bank yang ditempatkan dalam pengawasan khusus sebelum berlakunya Peraturan Bank Indonesia ini dan mempunyai jangka waktu penyelesaian setelah tanggal berlakunya Peraturan Bank Indonesia ini, tetap berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No. 6/9 /PBI /2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/27/PBI/2008.

PENUTUP

Bank Indonesia berwenang menetapkan rasio KPMM Bank lebih dari 8% (delapan persen) untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai dengan profil risiko Bank sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan modal minimum Bank. Perhitungan modal inti (level 1) sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan modal minimum Bank. Pada saat Peraturan Bank Indonesia ini mulai berlaku, rasio modal inti sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia tentang kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank adalah sebesar 5% (lima persen).

Ketentuan mengenai GWM dalam rupiah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Giro Wajib Minimum Bank. Kredit atau pembiayaan bermasalah yang dimaksud adalah apabila kualitasnya kurang lancar, diragukan dan macet sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kualitas aset bank. Penilaian terhadap risiko total (risiko komposit) dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang manajemen risiko bank.

Penilaian terhadap skor komposit tingkat kekuatan bank diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai penilaian tingkat kekuatan bank. Penilaian faktor manajemen diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai penilaian kesehatan bank. Termasuk dalam pengertian “tindakan atau tindakan pengawasan yang akan dilakukan oleh Bank” antara lain adalah tindakan yang diperintahkan oleh Bank Indonesia (tindakan pengawasan yang bersifat wajib) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6.

Pilihan tindakan pengawasan yang akan ditetapkan oleh Bank Indonesia terhadap suatu bank disesuaikan dengan permasalahan bank tersebut. Yang dimaksud dengan “pihak terkait” adalah pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai batas maksimum kredit bagi bank umum atau batas maksimum penyaluran dana bagi bank umum syariah. Ketentuan terkait KPMM diatur dalam Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Indonesia.

Ketentuan mengenai rasio kecukupan modal sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan modal minimum Bank. Yang dimaksud dengan “rasio KPMM yang ditetapkan oleh Bank Indonesia” adalah rasio KPMM sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan modal minimum Bank ditambah rasio tertentu untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai dengan profil risiko Bank. Ketentuan mengenai pengendalian dan pengendalian pemegang saham sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bank Indonesia mengenai uji kelayakan dan kesesuaian Bank.

Yang dimaksud dengan “Laporan Proyeksi Arus Kas” adalah laporan sebagaimana tercantum dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai penerapan manajemen risiko terhadap risiko likuiditas bank. Yang dimaksud dengan “dalam pengawasan intensif” adalah bank yang memenuhi kriteria bank dalam pengawasan intensif sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia No. 6/9/PBI/2004 tentang Pengawasan Lebih Lanjut dan Penetapan Status Bank, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/27/PBI/2008.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/19/PBI/2007 Tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah

Hulu are still lacking in speaking skills, students feel embarrassed to speak in English due to various factors, based on this problem, the author chooses to improve