• Tidak ada hasil yang ditemukan

peraturan menteri perhubungan republik indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peraturan menteri perhubungan republik indonesia"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Stasiun radio pantai Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) yang dilengkapi dengan stasiun pangkalan AIS; Dan. Stasiun radio pantai non-Global Maritime Distress and Safety System (non-GMDSS) yang dilengkapi dengan stasiun pangkalan AIS. Stasiun radio pesisir yang menggunakan daya pancar sama atau lebih besar dari 1 (satu) kilowatt antara pemancar dan penerima harus berjarak paling sedikit 5 (lima) kilometer.

Sebelum dapat beroperasi, pelaku usaha dan instansi pemerintah wajib memperoleh izin stasiun radio pesisir yang dikeluarkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang pemerintahan. Dalam hal sertifikat penetapan frekuensi laut standar tidak berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, maka pelaku usaha dan instansi pemerintah wajib menyerahkan sertifikat penetapan frekuensi maritim untuk komunikasi baru dengan stasiun radio pantai. Penerbitan sertifikat standar penetapan frekuensi maritim untuk komunikasi stasiun radio pesisir bagi pelaku usaha dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perizinan berusaha berbasis risiko.

Stasiun radio pesisir milik Direktorat Jenderal Navigasi Kabupaten dalam kondisi tertentu dapat memperoleh sistem jaringan terpadu untuk hubungan antar stasiun radio. Pengoperasian stasiun radio pantai § 21. 1) Kegiatan pengoperasian stasiun radio pantai sebagaimana dimaksud dalam § 7 huruf c meliputi :.

BAB III

Direktur Jenderal mengevaluasi penunjukan penyedia jasa aplikasi (ASP) yang diakui paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. Penyedia jasa pengujian aplikasi (ASP) yang berwenang telah habis masa berlakunya, sehingga badan usaha harus mengajukan permohonan kepada pimpinan umum dengan memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 35 ayat (1). Pemanfaatan identifikasi dan pelacakan kapal jangka panjang (LRIT) meliputi layanan pelaporan data, posisi dan pelacakan kapal yang digunakan untuk keselamatan dan keamanan pelayaran serta keperluan pencarian dan penyelamatan.

BAB IV

AIS;

Pelaku usaha pelabuhan atau pengelola terminal khusus yang belum mendapat delegasi pemanduan, namun telah memberikan pelayanan pemanduan berdasarkan kerja sama dengan penyelenggara pelabuhan. Kerja sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 72 ayat (5) dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama yang paling sedikit mengatur: penggunaan sarana dan prasarana VTS; biaya yang timbul akibat pelaksanaan kerjasama; penyediaan dan pertukaran data; Dan. menyediakan sumber daya manusia untuk uji coba.

BAB VI

BAB VII

BAB IX

Ketentuan Terkait Persyaratan dan Standar Stasiun Radio Pesisir, Pusat Data Nasional (NDC) Identifikasi dan Pelacakan Kapal Jangka Panjang (LRIT), Stasiun Radio Kapal, VTS, Teleks Navigasi (Navtex), Maritime Electronic Highway (MEH) dan Koordinasi Maritim Pusat (MCC) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan menteri ini. Ship Reporting System (SRS) harus dibatasi pada data yang diperlukan, kecuali terdapat situasi darurat yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut. Sistem Pelaporan Kapal (SR$) harus melaporkan segera setelah memasuki dan/atau meninggalkan wilayah Sistem Pelaporan Kapa.

Ship Reporting System/SRS) ke stasiun pantai, nakhoda kapal harus mencatat fakta dan alasan tersebut dalam buku catatan kapal. Direktur Jenderal menetapkan penerapan Navigasi Elektronik (E-Navigasi) di Perairan Indonesia untuk meningkatkan keselamatan, keamanan pelayaran, dan melindungi lingkungan maritim.

BAB XI

Stasiun radio pantai Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) dilengkapi dengan stasiun pangkalan AIS; Dan. Stasiun radio pantai non-Global Maritime Distress and Safety System (non-GMDSS) dilengkapi dengan stasiun pangkalan AIS. TATA CARA PELAYANAN CERITA BAHAYA, BREAKING NEWS, SAFETY NEWS DAN KOMUNIKASI PENYIARAN DAN PEMBERITAHUAN WAKTU STANDAR.

Prosedur layanan untuk berita bahaya, berita terkini, berita keselamatan dan siaran waktu standar. Sistem Keamanan dan Bahaya Maritim Global (GMDSS); . b.berita bahaya “MAYDAY MAYDAY MAYDAY”..menunjukkan adanya stasiun/satuan bergerak atau orang dalam bahaya dan memerlukan pertolongan segera;. Stasiun radio pantai, VTS dan/atau stasiun pantai yang menerima berita bahaya sebagaimana dimaksud dalam · Pasal 101 par.

Identitas Pelayanan Bergerak Maritim (MMSI);. kedudukannya pada saat pelaporan; Dan. pelabuhan asal dan pelabuhan tujuan.

BAB XIII

Informasi lain yang berkaitan dengan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan maritim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d diumumkan oleh Direktur Jenderal. Informasi Keselamatan Maritim Elektronik (MSI). 2) Jenis sarana penyiaran informasi keamanan maritim (MSI) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan menteri ini. Format pesan dan isi penyiaran informasi keselamatan maritim (MSI) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122 dilaksanakan berdasarkan ketentuan Organisasi Maritim Internasional, Organisasi Hidrografi Internasional, dan Organisasi Meteorologi Dunia.

Penyampaian Informasi Keselamatan Maritim (MSI) dilakukan secara elektronik melalui navigasi elektronik (E-navigation). Skema koordinasi antara pusat koordinasi Informasi Keselamatan Maritim (MSI) dengan kementerian/lembaga terkait, nakhoda dan petugas penerbang tercantum pada Contoh 3 Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Penerimaan dan transmisi informasi kapal yang berkaitan dengan pelaksanaan penyiaran Informasi Keselamatan Maritim (MSl) dengan negara lain dilaksanakan berdasarkan ketentuan Organisasi Maritim Internasional, Organisasi Hidrograf Internasional.

Setiap Informasi Keselamatan Maritim (MSI) harus diikuti oleh nakhoda untuk menjamin keselamatan dan keamanan pengangkutan.

BAB XVI

Menghitung Kekuatan Layanan Telekomunikasi dalam Layanan Transportasi Bergerak. kode identifikasi otoritas akuntansi/AAIC) sesuai dengan ketentuan International Telecommunication Union. Tanda panggil/identifikasi kapal;. bendera atau kewarganegaraan kapal; Dan. pembayaran dan piutang dalam dan luar negeri.

BAB XX.I

Marine Inspector) jika alat penunjuk radio suar posisi darurat (EPIRBs) rusak dan/atau tidak digunakan kembali karena kapal dijual sebagai barang bekas (tergores) atau karena alasan lain sehingga penunjuk posisi darurat radio beacon (EPIRBs) tidak berfungsi. tidak beroperasi sesuai dengan fungsinya Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT

Informasi dokumen terkait Long Range Identification and Tracking of Ship (LRIT) pada sesi International Maritime Organization (IMO) Sb Committee Navigation, Communication, Search and Rescue (NCSR). Kapal yang telah lulus uji Long Range Identification and Tracking of Ship (LRIT) sejak laporan terakhir. Indonesia yang diminta oleh National Data Center (NDC) untuk Long Range Identification and Tracking of Ships (LRIT di negara lain.

Polling National Data Center (NDC) untuk Long Range Identification and Trackina of Shi (LRIT) Indonesia kepada kapal berbendera negara lain Tanggal Nama Call IMO. 2 is of a type approved by the Administration in □ Yes □ No in accordance with the provisions of regulation IV /14;. 4 has been certified by the administration as meeting the requirements of the provisions of regulation Xl-2/6; and by resolution MSC.136(76) on performance standards for a ship security warning system/resolution MSC.147(77) on the adoption of the revised performance standards for a ship security warning system;.

Details of the ship's equipment used to transmit LRTI information (eg manufacturer's model, serial number and ship's equipment identifier). DIRECTOR GENERAL PERHUBUNGAN LAUT DIR-KT'UR KEN8VIGASIAN. VTS implementation report format Form Al. Name/ VTS Name) _ Date/Tanggal. The number of persons on board and, in the case of a passenger ship, the number of foreign and local residents/.

PALA BIRO KUM

ATS;

AVR;

UPS;

Memiliki peralatan yang telah diuji dan disertifikasi oleh kementerian yang bertanggung jawab di bidang telekomunikasi dan informasi; Dan. Peralatan sensor Hidrologi dan Meteorologi sebagaimana dimaksud pada angka 4 huruf c angka 1) harus memenuhi standar yang dikeluarkan oleh instansi/lembaga yang bertanggung jawab di bidang Hidrografi dan Oseanografi dan instansi/lembaga yang bertanggung jawab di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. . J. Instalasi standar Navigational Telex (Navtex) meliputi antara lain sistem: .. 2) proteksi petir dan pembumian; dan 3) komunikasi data.

Perlengkapan standar Navigasi Telex (Navtex) meliputi sistem atau perangkat : .. 2) modulator (Frequency Shift Keying/FSK);

EARTHQUAKE STRENGTH: 4,4 MAGNITUDO

  • NM SOUTHEAST OF TARAKAN ISLAND Position

Informasi Keselamatan Maritim (MSI) disiarkan melalui Navigational Telex (Navtex) pada frekuensi 490 kHz (empat ratus sembilan puluh kilohertz) dan frekuensi 518 kHz (lima ratus delapan belas kilohertz). Navigational Telex (Navtex) dapat menyiarkan informasi keselamatan maritim (MSI) kapan saja di luar jadwal siaran untuk menyiarkan informasi yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan maritim, yang bersifat esensial dan penting. Informasi Keselamatan Maritim (MSI) yang bersifat esensial dan penting wajib diulang minimal 1 (satu) kali dengan jadwal sebagai berikut.

Penyiaran melalui Navigational Telex (Navtex) pada frekuensi 490 kHz (empat ratus sembilan puluh kilohertz), menggunakan bahasa Indonesia dalam siarannya. Apabila disiarkan melalui Navigational Telex (Navtex) dengan frekuensi radio 518 kHz (lima ratus delapan ratus kilohertz), siarannya menggunakan bahasa Inggris. Penyiaran informasi keselamatan maritim (MSI) dapat dilakukan melalui Jaring Pengaman/Safety Cast.

Menyiarkan informasi keselamatan maritim (MSI) melalui SafetyNet dan SafetyCast memerlukan persetujuan dari Organisasi Maritim Internasional (IMO). Penyiaran informasi keselamatan maritim (MSI) melalui SafetyNet dan SafetyCast dilakukan melalui layanan satelit seluler yang diakui, menggunakan bahasa Inggris. 1 Penyiaran informasi keselamatan maritim (MSI), dilakukan melalui VTS dan stasiun radio pantai dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

2 Penyiaran Informasi Keselamatan Maritim (MSI) melalui VTS dan stasiun radio pantai dilakukan setiap saat apabila terdapat kebutuhan yang sangat penting dan mendesak untuk menyiarkan informasi terkait keselamatan, keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut di wilayah kerja . VTS dan Stasiun Radio Pantai Terkait. 4 Penyampaian Informasi Keselamatan Maritim (MSI) melalui VTS, disiarkan melalui frekuensi maritim yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No PM 157 Tahun 2015 Tentang Penerapan Inaportnet Untuk Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan.. Peraturan Pemerintah Republik