• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN TENTANG PEDOMAN REMUNERASI PEMBAGIAN JASA PELAYANANPADA RUMAH SAKIT UMUM

N/A
N/A
Erlina

Academic year: 2024

Membagikan "PERATURAN TENTANG PEDOMAN REMUNERASI PEMBAGIAN JASA PELAYANANPADA RUMAH SAKIT UMUM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

emerhati remunerasi yang budiman, pada kesempatan ini izinkan saya memberikan masukan tentang draf Peraturan Bupati/Walikota

perihalRemunerasi Pembagian Jasa Pelayanan di RSUD Kabupaten/Kota, mungkin bisa membantu anda untuk menyusun pedoman masing-masing kabupaten/kota yang sedang mencari bahan untuk maksud tersebut.Draf yang sayasusunini sudah saya coba di suatu RS danhasilnyacukup

memuaskan.Silahkan download/copy tulisan saya di bawah ini, semoga

bermanfaat.Sekiranya ingin memahami lebih lanjut tentang aplikasinya, kalau ada waktu saya dapat memberikan bimbingan seperlunya dengan tidak

mengurangi rasa hormat kita semua (bukan bisnis) yang hanya sekedar

berusaha, terima kasih atas perhatiananda semua. (disusun oleh Max.Mulyadi.

HP:082137520341)BUPATI/WALIKOTA...PERATURAN BUPATI/WALIKOTA...NOMOR ... TAHUN

...TENTANGPEDOMAN REMUNERASI PEMBAGIAN JASA PELAYANANPADA RUMAH SAKIT UMUM

DAERAHKABUPATEN

...BUPATI/WALIKOTA...Menimbang:a.bahwadalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah

Kabupaten ..., diperlukan tenaga yang cakap dan mampu melaksanakan prosedur maupun kebijakan pelayanan; b.bahwa untuk membantu

mengupayakan tenaga yang cakap dan mampu melaksanakan prosedur maupun kebijakan pelayanan diperlukan imbalan atas pelayanan yang sudah

dilaksanakan;c.bahwa untuk memudahkan pembagian jasa pelayanan

diperlukan adanya Pedoman Remunerasi Pembagian Jasa Pelayanan; d.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, huruf c, perlu menetapkan Peraturan Bupati/Walikota.Mengingat1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);2.Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);3.Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara 4431); 4.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5.Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran

NegaraRepublik Indonesia Nomor 5063);6.Undang-Undang Nomor 44 Tahun

(2)

2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5072);7.Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);

2 / 12

8.Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4502);9.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

Daerah;10.Peraturan Daerah Kabupaten ...Nomor ...Tahun ...Tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Umum Daerah

Kabupaten ...;11.Peraturan Daerah Kabupaten ...Nomor

..Tahun ...tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Dan Satuan Polisi Pamong Praja

Kabupaten ...MEMUTUSKAN :Menetapkan :PERATURAN BUPATI/WALIKOTA...TENTANG PEDOMAN REMUNERASI PEMBAGIAN JASA PELAYANANPADA RUMAH SAKIT UMUM

DAERAHKABUPATEN ...BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Bupati/Walikotaini yang dimaksud dengan: 1.Bupati/Walikotaadalah Bupati/Walikota...2.Pejabat pengelola BLUD adalah pimpinan BLUD yang bertanggung jawab terhadap kinerja operasional BLUD yang terdiri atas pemimpin, pejabat keuangan dan pejabat teknis yang sebutannya disesuaikan dengan nomenklatur yang berlaku pada BLUD yang bersangkutan.3.Dewan Pengawas BLUD, yang selanjutnya disebut Dewan Pengawas adalah organ yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BLUD.4.Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten ...yang selanjutnya disebut RSUD Kabupaten ...adalah Rumah Sakit Umum Daerah

Kabupaten ...5.Direktur RSUD Kabupaten ...yang selanjutnya disebut Direktur adalah DirekturRumah Sakit Umum

DaerahKabupaten ...6.Jasa Medik adalah imbalan atau penghargaan yang diberikan kepada tenaga medik atas tugas-tugas profesional yang sudah dilaksanakan dalam bidang kedokteran.7.Jasa Perawat adalah imbalan atau penghargaan yang diberikan kepada tenaga perawat atas tugas-tugas profesional yang sudah dilaksanakan dalam bidang keperawatan.8.Jasa Penunjang

Medikadalah imbalan atau penghargaan yang diberikan kepada tenaga

penunjang medik atas tugas-tugas profesional yang sudah dilaksanakan dalam bidang penunjang medik.9.Jasa Pelayanan Lainnya adalah imbalan atau

penghargaan yang diberikan kepada tenaga medik atau non medik atas tugas- tugas yang sudah dilaksanakan dalam bidang administrasi, managemen dan/atau teknis non fungsional kesehatan.10.Jasa kebersamaan yang selanjutnya disebut

(3)

kebersamaan adalah sebagian alokasi dari jasa pelayanan yang diperuntukan untuk semua karyawan RSUD Kabupaten ...yang dibagikan berdasarkan jumlah penilaian indeks poin.BAB IIPERSYARATAN,TIM PEMBAGI

JASADAN PENETAPANBagian KesatuPersyaratanPasal 2Penerapan

remunerasi pembagian jasa pelayananharus memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan administratif. Pasal 3(1)Persyaratan substantif sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 2,terpenuhi dengan memperhatikan:

3 / 12

a.Penghargaan atas tugas pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan RSUD Kabupaten ...;b.Penghargaan atas prestasi kerja dan/atau tugas- tugas yang sudah diselesaikan oleh karyawan RSUD kabupaten

...;c.Kepatuhan terhadap peraturan ini, dan transparan dalam

pelaksanaantugas pembagian jasa pelayanan;d.Penghargaan sebagai aset sumber daya manusia (SDM)di RSUD Kabupaten ...;e.Memberikan rasa

keadilan dan memenuhi standar kelayakan bagi penerima jasa pelayanan.

(2)Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,dapat terpenuhi dengan memperhatikankinerjamasing-masing karyawansesuai dengantugas pokok dan fungsinya, sebagai berikut:a.Pelaksanaan tugas managerial, administrasi dan managemen;b.Pelaksanaan tugas pelayanan

medik;c.Pelaksanaan tugas pelayanan keperawatan/kebidanan;d.Pelaksanaan tugas pelayanan penunjang medik;e.Pelaksanaan tugas

pendidikan/bimbingandan pelatihan;f.Pelaksanaan tugas lainnya.(3)Persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,terpenuhi dengan

memperhatikan:a.status kepegawaian penerima jasa pelayanan,sebagaiPegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS di RSUD Kabupaten ...;b.memenuhi persyaratan administrasi di bidang kepegawaian;dan c.kepatuhan terhadap peraturan /disiplin pegawai di RSUD Kabupaten ...Bagian KeduaTim Pembagi JasaPasal 4(1)Direkturmembentuk Tim Remunerasi Pembagian Jasa Pelayanan.(2)Tim Remunerasi Pembagian Jasa sebagaimana dimaksud padaayat (1),bertanggung jawab kepada Direktur, dengantugas pokok sebagai berikut :a.menyusun draf pedoman teknis pembagian jasab.membuat usulan perbaikan dan evaluasi pelaksanaan pembagian jasa;c.sosialisasi tentang pedoman

teknis/prosedur teknis kepada seluruh unit/bagian/ instalasi di RSUD Kabupaten ...;d.melakukan penetapan penilaian/evaluasiterhadap perubahan data indeks poin sertapenerapan bobot pendapatan, sekurang-kurangnya1 (satu) bulan sekali;e.Entry data.(3)Tim Remunerasisebagaimana dimaksud pada ayat (1), beranggotakan terdiri dari: a.Ketua merangkap anggota;b.Sekretaris

merangkap anggota;c.2 (dua) orang wakil dari dokter spesialis sebagaianggota;

d.1 (satu) orang wakil dari dokter umumatau dokter gigi sebagai anggota; e.1 (satu) orang wakil dari perawatsebagai anggota;f.1 (satu) orang wakil dari penunjang medik sebagai anggota;g.1 (satu) orang wakil dari pejabat struktural sebagai anggota;h.1 (satu) orang wakil dari staf keuangan sebagai

(4)

anggota.Bagian KetigaPenetapanPasal 5(1)Agarperaturanini dapat dilaksanakan dengansebaik-baiknya,diperlukanadanyapedomanteknis/ prosedur teknisdi RSUD Kabupaten ...;(2)Pedomanteknissebagaimana dimaksud pada ayat (1),ditetapkan oleh Direktur;(3)Keputusan Direktursebagaimana dimaksud pada ayat (2), disampaikan kepada Bupati/Walikota.

4 / 12

(4)Penyampaian keputusan Direktursebagaimana dimaksud pada ayat(3),

selambat-lambatnya1 (satu) bulan setelah tanggal penetapan. BAB IIISUMBER PENDAPATANPasal 6Sumber-sumber pendapatan yang ditetapkan sebagai inputjasa pelayanan, meliputi :1.Jasa Pelayanan Medik;2.Jasa Pelayanan Perawat;3.Jasa Pelayanan Bidan;4.Jasa Pelayanan Penunjang Medik;5.Jasa Pelayanan Farmasi dan Keuntungan Farmasi;6.Jasa Pelayanan Pengujian Kesehatan (KIR) dan Visum;7.Jasa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat);8.Jasa berdasarkan paket tindakandanjasa berdasarkan paket diagnosis; dan9.jasa pelayanan lainnya.BAB IVPOKOK-POKOKPEMBAGIAN JASABagian kesatuPokok-Pokok PembagianPasal 7Pembagian jasa pelayanan dilaksanakan dengan memperhatikan :1.Kelompok atau perorangan penerima jasa

pelayanan;2.Persentase pembagian jasa langsung maupun tidak langsung;3.Bobot pendapatan berdasarkan presentase/alokasi

langsung;4.Kebijakan,Kesetaraan dan perimbangan bobot;5.Jumlah penilaian indeks poin;6.Faktor penambahan dan faktor pengurangan nilai indeks

poin;7.Jumlah dan jenis pelayanan8.Jumlah/total jasa pelayanan dankebersamaan;9.Penetapan nilai bobot 1 (satu) dan bobot tertinggi

danperuntukannya;Bagian keduaPersentase IndukPasal 8(1)Persentaseinduk remunerasijasa pelayanan ditetapkan,sebagai berikut:a.10% untuk pembagian menggunakan indeks poin;b.90% untuk pembagian menggunakan bobot

pendapatan dan persentase/alokasi langsung.(2)Persentaseinduk pembagian jasa dari klaim jaminanasuransi kesehatan:a.56% dari total klaim tertanggung untuk biaya operasional non remunerasi jasa;b.44% dari total klaim tertanggung untuk remunerasi jasa pelayanan.(3)Persentaseindukpembagian jasadari klaimJaminan Kesehatan Nasional:a.60% dari total klaim tertanggung untuk biaya

operasionalnon remunerasi jasa;b.40% dari total klaim tertanggung untuk remunerasi jasa.(4)Persentaseinduk pembagian keuntungan farmasi:a.50%

untuk biaya operasional non remunerasi jasa pelayanan;b.50%

untukremunerasijasa.(5)Persentaseinduk remunerasi jasa pelayanan lainnya sesuai dengan peraturan ini.BAB VPENERIMA JASA PELAYANANPasal 9Penerima jasa pelayananditetapkan, sebagai berikut:1.Direktur.2.Dewan Pengawas.

5 / 12

3.Kepala Bidang/Kepala Bagian.4.Kepala Sub.Bidang/Sub.Bagian.5.Dokter Spesialis.6.Dokter Umum.7.Dokter Gigi.8.Apoteker.9.Staf Farmasi (Sarjana

(5)

Farmasi, Analis Farmasi).10.Perawat.11.Bidan.12.Radiografer, Analis Kesehatan, Fisioterpis (Keteknisian Medik).13.Pelaksana Rekam

Medik.14.Kelompok Bendahara.15.Kelompok Staf Madya.16.Kelompok Staf Muda.17.Staf Administrasi Dan Menejemen.18.Pelaksana Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit.19.Petugas Pemulasaran Jenazah.20.Petugas

Loundry.21.Pengemudi.22.Petugas Keamanan / Satpam.23.Dokter Tamu, Dokter Residen dan Dokter Wiyata Bakti.24.Pelaksana pelayanan lainnya.BAB VIBOBOT PENDAPATANPasal 10(1)Rumus penetapan bobot pendapatan 1 (satu) poin, sebagai berikut :NB1 = (TJP x 90% x ±5%) / BTNB1 = Nilai Bobot 1 (satu) PoinTJP = Total Jasa PelayananBT = Bobot Tertinggi (Direktur)

(2)Rumus penetapan bobot tenaga fungsional, sebagai berikut :BPF = (AJP / NB1) >> ± PBBPF= Bobot PendapatanFungsional(dokter, perawat, penj.

medik, dll)AJP= Alokasi Jasa PelayananNB1= Nilai Bobot 1 (satu)PB=

Pengendalian Bobot(3)Rumus pembagian jasa tenaga fungsional, sebagai berikut:JPF = ((BPF/TB) x TJPx90%)) + ((JIP/TIP) x (TJP x 10%))JPF= Jasa Pelayanan Fungsional(dokter perawat, pnj. medik, dll)BPF= Bobot Pendapatan FungsionalTB= Total BobotTJP= Total Jasa PelayananJIP= Jumlah Indeks PoinTIP= Total Indeks Poin(4)Rumus pembagian jasa tenaga non fungsional, sebagai berikut :JPNF = ((BP/TB) x (TJPx90%)) +

(( JIP/TIP)x(TJPx10%))JPNF= Jasa Pelayanan Non FungsionalBP= Bobot Pendapatan(5)Bobot pendapatan penerima jasa pelayanan ditetapkan,sebagai berikut :a.bobot pendapatan Direktur : 1)minimal 86 (delapan puluh enam) poin; dan2)maksimal 95 (sembilan puluh lima) poin.b.bobot pendapatan Dewan Pengawas Rumah Sakit ditetapkan paling banyak setara dengan rata-rata bobot pendapatan Kepala Bidang/Bagian;c.bobot pendapatan Kepala Bidang / Kepala Bagian ditetapkan setara dengan rata-rata bobot pendapatan dokter

umumdengan pengendalianbobot:

1)minimal 10 (sepuluh) poin; dan2)maksimal15 (lima belas) poin.d.bobot pendapatan Kepala Sub Bidang/ Bagian ditetapkan sebesar 4(empat) sampai dengan 6 (enam) poin atau setara dengan50% dari bobot Kepala Bidang /Bagian;e.bobot pendapatan kelompok bendahara ditetapkan sebesar 3(tiga) sampai dengan 6 (enam) poin atau setara dengan bobot pendapatan Kepala SubBidang/ Sub Bagian;f.bobot pendapatan staf madya ditetapkan sebesar 3 (tiga) sampai 4(empat) poin;g.bobot pendapatan staf muda ditetapkan sebesar 1,5 (satu setengah) sampai dengan 2,5( dua komalima) poin;h.bobot pendapatan staf pelaksana administrasi dan menejemen ditetapkan sekurang-kurangnya1 (satu) poin;i.bobot pendapatan apoteker setara dengan rata-rata bobot

pendapatan dokter umum;j.bobot pendapatan rata-rata staf farmasi ditetapkan setara dengan rata-rata bobot pendapatan perawat (paramedik) atau setara

0,25(nol koma dualima) daribobot apoteker;k.bobot pendapatan dokter spesialis memperhatikanalokasi pendapatan langsung dengan pengendalian

bobot:1)minimal 6 (enam) poin; dan2)maksimal 86 (delapan puluh enam) poin.l.bobot pendapatan dokter umum dan dokter gigi memperhatikanalokasi

(6)

pendapatan langsung dengan pengendalian bobot:1)minimal 5 (lima) poin;

dan2)maksimal 75 (tuju puluh lima) poin.m.bobot pendapatan perawat dan penunjang medik memperhatikanalokasi pendapatan langsung dengan

pengendalian bobot:1)minimal 2 (dua) poin; dan2)maksimal 4,5(empat koma lima) poin.n.bobot pendapatan tenaga fungsional dan tenaga non fungsional yang mendapat tugas tambahan bersifat ekstra diberikan

tambahandenganpengendalian bobot:1)minimal 0,5 (setengah) poin;

dan2)maksimal 2,5(duakoma lima) poin.BAB VIIPERSENTASE

PENDAPATAN LANGSUNG Pasal 11(1)Persentase/alokasi jasa langsung ataurumusanyangbersifat menghantar kepada bobot pendapatan ditetapkan dengan mempertimbangkan:a.bobot kompetensi;b.jumlah tenaga

medik;c.jumlah tenaga perawat/asisten;d.jumlah tenaga penunjang

medik/asisten;e.jenis pelayanan yang diberikan;f.volume kegiatan;g.jumlah kunjungan;h.lokasi kegiatan;i.nilai kebersamaan.(2)Persentase

/alokasijasalangsung sebagaimana dimaksud padaayat (1),ditetapkan sebagai berikut:a.jasa pelayanan medik di poliklinik :1)jasa medik sebesar 55% sampai dengan 60%;2)jasa perawat/asisten sebesar 20%;3)kebersamaan sebesar 20%

sampai dengan 25%.b.jasa konsultasi gizi di poliklinik :1)jasa pelaksana gizi sebesar 75%;2)kebersamaan sebesar 25%.c.jasa pelayanan medik di ruang rawat inap/ instalasi gawat darurat /ICU/PONEK/ ruang pemulihan/ruang isolasi :

7 / 12

1)jasa medik sebesar 46% sampai dengan 50%;2)jasa perawat/asisten sebesar 32% sampaidengan 35%;3)kebersamaan sebesar 15% sampai dengan

22%.d.jasakonsultasi gizi di instalasi gawat darurat(IGD):1)jasa pelaksana gizi sebesar 75%;2)kebersamaan sebesar 25%.e.jasaasuhan keperawatan di ruang rawat inap/ instalasi gawat darurat /ICU/PONEK/ kamar operasi/ruang

pemulihan/ruang isolasi :1)jasa asuhan keperawatan sebesar

75%;2)kebersamaan sebesar 25%.f.jasapelayanan medik operatif di kamar operasi :1)jasa medik/operator sebesar 50%sampai dengan 52%;2)jasa asisten operator sebesar 32%sampai dengan 35%;3)kebersamaan sebesar 13%sampai 18%.g.jasa pelayanan medik anestesi di kamar operasi :1)jasa

medikanestesisebesar 50% sampai dengan 52%;2)jasa asisten anestesi sebesar 32%sampai dengan 35%;3)kebersamaan sebesar 13%sampai dengan 18%.h.jasa persalinan normal oleh bidan :1)jasa bidan sebesar 70%;2)jasa dokter

penanggung jawab sebesar 15%;3)kebersamaan sebesar 15%.i.jasa pelayanan laboratorium dan rehabilitasi medik :1)jasa medik sebesar 36%sampai dengan 40%2)jasa staf penunjang mediksebesar 41%sampai dengan

46%;3)kebersamaan sebesar 15%sampai dengan 23%.j.jasa pelayanan radiologi dan ultrasonografi :1)jasa medik sebesar 46%sampai dengan 48%;2)jasa staf Radiografer sebesar 32%sampai dengan 35%;3)kebersamaan sebesar

17%sampai 22%.k.jasa pelayanan elektromedik :1)jasa medik sebesar 48%

sampai dengan 50%;2)jasa staf penunjang mediksebesar 28% sampai dengan

(7)

32%;3)kebersamaan sebesar 18% sampai 24%.l.jasa peresepan obat

(embalase) :1)jasa staf farmasi sebesar 70%;2)jasa medik/pembuat resepsebesar 15%;3)kebersamaan sebesar 15%.m.jasa asuhan farmasi :1)jasa staf farmasi sebesar 75%;2)kebersamaan sebesar 25%.n.jasa pendampingan, pengiriman, dan penjemputan pasien dengan ambulan :1)jasa perawat sebesar 45%;2)jasa pengemudi sebesar 40%;3)kebersamaan sebesar 15%.o.jasa sanitasi dan keamanan :1)jasa sanitasi dan keamanan sebesar 75%;2)kebersamaan sebesar 25%.p.jasaDIKLAT (pendidikan dan pelatihan)untuk siswa/mahasiswa praktek dan penelitian di luar jasa operasional non jasa:1)jasa instruktur sebesar

80%;2)jasa staf diklat sebesar 10%3)kebersamaan sebesar 10%.q.jasahome care:1)jasa pelaksana fungsional sebesar 75%sampai dengan

80%2)kebersamaan sebesar 20%sampai dengan 25%r.jasa pelayanan lainnya :

8 / 12

1)untuk pelaksana disesuaikandengan pembagian jasa sejenis dalam peraturan ini;2)untukkebersamaan disesuaikandengan alokasi kebersamaan sejenis dalam peraturan ini.(3)Jasa untuk pelaksana pelayanan sebagaimana

disebutdalampasal 9, angka 23,ditetapkan tersendiri oleh Direkturdengan berpedoman pada peraturan ini.BAB VIIPENILAIAN INDEKS POINPasal 12(1)Parameterpenilaianindeks poin untuk bahan penjumlahan

ditetapkan,sebagai berikut:a.beban kerja;b.risiko;c.jabatan;d.masa kerja;e.profesi;f.jam kerja;g.pendidikan;h.status

kepegawaian;i.golongan;j.kompetensi/ketrampilan;k.indeks masuk

kerja;l.indeks pemotongan pajak berdasarkan golongan;m.tugas tambahan.

(2)Parameterpenilaianindeks poin untuk bahan pengurangan ditetapkan, sebagai berikut:a.indeks izin tidak masuk kerja;b.indeks tidak masuk kerja tanpa

izin;c.indeks cuti/izin belajar;d.indeks belum memenuhi standar kompetensi/profesi/ketrampilan/pendidikan.BAB IXPENGOLAHAN

DATAPasal 13(1)Pengolahan data darisumber-sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6,dilakukan secara bertahap dan

berkesinambungan,meliputi:a.input;b.validitasdan konversi;c.proses; dand.hasil.

(2)Pengolahan datasebagaimana dimaksudpada ayat (1),dapat dibantu

dengansoftware khususagar dapat mempercepat dan memudahkan pengolahan data.(3)Penggunaan software khusus sebagaimana dimaksudpada ayat (2),secara langsung dapat mengakibatkan pengurangan bebankerja pada seluruh anggota Tim Pembagi Jasa.(4)Dengan adanya pengurangan beban kerjasebagaimana dimaksud pada ayat (3),maka Direktur perlu menetapkan Tim Pembagi jasa yang baru untuk menggantikan Tim Pembagi Jasa sebelumnya.BAB

XKETENTUAN PERALIHANPasal 14Pada saat berlakunya peraturan Bupati/Walikotainimaka... BAB XIKETENTUAN

PENUTUPPasal 15Peraturan Bupati/Walikotaini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di ...Pada tanggal... 2013

(8)

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang;-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Undang­Undang  Nomor  28 Tahun  2009  tentang Pajak Daerah  dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 sebagaimana

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072; 3..