• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT "

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT

DI KAPAL MV. TANTO HORAS

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyclesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III

RENDI KRISTANTO NUGROHO N.I.T 03.15.023.1.41

AHLI NAUTIKA TINGKAT III

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

TAHUN 2019

(2)

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Rendi Kristanto Nugroho Nomor Induk Taruna : 03.15.023/N

Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :

PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT DI KAPAL MV. TANTO HORAS.

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri. Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya sendiri menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

SURABYA ... . .

Rendi Kristanto Nugroho

(3)

iii

PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN

Judul : PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA

MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN

DALAM KEADAAN DARURAT DI KAPAL

MV. TANTO HORAS

Nama Taruna : MUHAMMAD FAIZAL EKO PUTRA

NIT : 03.15.019/N

Program Diktat : Ahli Nautika Tingkat III

Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk di seminarkan

SURABAYA, ………..

Menyetujui:

Pembimbing I

Manungku Trinata Pramudhita.

Penata (III/c)

NIP 197703232010121001

Pembimbing II

Dyah Ratnaingsih,S.S,M.Pd.

Penata Muda Tk. I (III/b) NIP. 198003022005022001

Mengetahui Ketua Jurusan Nautika

Capt. Damoyanto Purba, M.Pd.

Penata (III/c)

NIP. 197309192010121001

(4)

iv

PERAWATAN ALAT BANTU KERJA GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT DIKAPAL

Disusun dan Diajukan Oleh:

RENDI KRISTANTO NUGROHO NIT. 03.15.023.1.41

Ahli Nautika Tingkat III

Telah dipertahankan didepan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Pada Tanggal…………. 2019

Menyetujui:

Penguji I

Iskandar,SH.,M.T.

Penata (III/c)

NIP 1973 0621 199808 1001

Penguji II

Manunggu Trinata Pramudhita Penata (III/c)

NIP 1977 0323 201012 1001

Penguji III

Ardhiana Puspitacandri, S.Psi., M.Psi.

Penata Muda Tk. 1 (III/b) NIP. 1980 03022 00502 2001

Mengetahui : Ketua Jurusan Nautika

Capt. Damoyanto Purba, M.Pd.

Penata (III/c)

NIP. 1973 0621 199808 1001

(5)

v

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan petunjuk, kekuatan, dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT DIKAPAL MV. TANTO HORAS" guna syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Pelayaran di Politeknik Pelayaran Surabaya.

Penulisan Kaya Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan semua sumber dan data yang penulis telah kumpulkan pada materi sebelum melaksanakan praktek laut yakni semester II dan III di kampus Politeknik Pelayaran Surabaya serta berdasarkan beberapa buku referensi yang penulis gunakan sebagai penunjangnya.

Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan serta arahan dari berbagai pihak , untuk itu dengan segala kerendahan hati pada kesempatan ini penulis banyak mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada:

1. Capt. Heru Susanto, M.M. Selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.

2. Bapak Capt. Damoyanto Putba, M.Pd selaku Ketua Jurusan Nautika.

3. Manunggu Trinata Pramudhita selaku dosen pembimbing materi.

4. Ibu Dyah Ratnaningsih,S.S,M.pd. selaku dosen pembimbing teknik tulisan.

5. Bapak dan Ibu Dosen yang dengan sabar memberi pengarahan dan bimbingan selama penulis menimbailmu di Politeknik Pelayaran Surabaya.

(6)

vi

6. Capt Azwar selaku Nakhoda dan Crismandoko Seno selaku Chief Officer yang telah membimbing serta memberi ilmu selama praktek di MV.

TANTO HORAS.

7. Teman-teman dari kelas Nautika Alfa serta seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya ilmiah ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang selalu membantu memberikan pemikirannya sehingga karya ilmiah ini terselesaikan.

Akhir kata penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan didalam penulisan karya ilmiah ini. Demikian, semoga penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan bagi penulis serta berguna bagi pembaca.

Surabaya, Penulis

Rendi Kristanto Nugroho

(7)

vii ABSTRAK

RENDI KRISTANTO NUGROHO, Perawatan Alat Pelindung Diri Guna Mengurangi Resiko Kecelakaan dalam Keadaan Darurat Dikapal MV. TANTO HORAS. Dibimbing oleh Manungku Trinata Pramudhita dan Dyah Ratnaningsih,S.S,M.pd.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan perawatan alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dikapal sudah sesuai dengan Safety Of Life at Sea (SOLAS), buku pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Alat Pelindung Diri, dan kendala-kendala apa saja yang terjadi selama Perawatan penggunaan alat pelindung diri (APD).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif,. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer yang didukung data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara saat Praktik Laut (PRALA) di atas kapal milik perusahan pelayaran dengan cara tanya jawab kepada perwira jaga dan anak buah kapal (ABK).

Pembahasan dalam penelitian ini memberikan deskripsi penerapan perawatan alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dikapal berdasarkan Safety Of Life at Sea (SOLAS), buku pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri dan dalam pembahasan kedua memaparkan kendala-kendala yang terjadi selama penerapan perawatan alat bantu kerja alat pelindung diri (APD) diatas kapal. Kesimpulan dari penelitian adalah pertama, penerapan perawatan alat pelindung diri (APD) diatas kapal sudah sesuai dengan berdasarkan Safety Of Life at Sea (SOLAS), buku pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2010 tentang Alat Pelindung Diri. Kedua, terdapat kendala selama penerapan perawatan alat pelindung diri (APD) alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dikapal.

Kata Kunci : Alat pelindung diri (APD), Safety Of Life at Sea, buku pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kapal

(8)

viii ABSTRACT

RENDI KRISTANTO NUGROHO, Maintenance of Work Aids to Reduce the Risk of Accidents in the Emergency of in ship MV. TANTO HORAS.. guidance by Manungku Trinata Pramudhita And Dyah Ratnaningsih,S.S,M.pd.

This study aims to determine whether the application of work aids to reduce the risk of accidents on the vessel is in accordance with Safety Of Life at Sea (SOLAS), Safety and Health (K3) manual and Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number 8 Year 2010 About Tools Personal Protector, and any constraints that occur during the use of Personal Protective Equipment (PPE).

This research uses descriptive research method. The types and sources of data used are primary data supported secondary data. Primary data were obtained from interviews during Practice of the Seas (PRALA) aboard ship owned by shipping company and taken by reading and question and answer to officer of duty and crew (ABK). This research was made as a requirement to complete the education of Nautika Level III (Diploma III) experts in Merchant Marine Polytechnic of Surabaya

The discussion in this study provides a description of the application of work-aid treatment to reduce the risk of accidents on the shore based on Safety Of Life at Sea (SOLAS), Health and Safety (OHS) manual and Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number 8 Year 2010 on Personal Protective Equipment And in the second discussion describes the constraints that occur during the application of protective equipment work protective equipment (PPE) on board. The conclusion of the research is first, the application of self- protective equipment (PPE) on board is in accordance with Safety Of Life at Sea (SOLAS), Health and Safety (K3) manual and Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration Number 8 Year 2010 regarding Personal protective equipment. Second, there are constraints during the application of personal protective equipment (PPE) aids to reduce the risk of accidents on the vessel.

Keywords: Personal protective equipment (APD), Safety Of Life at Sea, Safety and Health Manual (K3), Ministry of Manpower and Transmigration, Ship

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………

HALAMAN KEASLIAN……….

HALAMAN PERSETUJUAN SEMINAR………...

HALAMAN PENGESAHAN………..

KATA PENGANTAR ……….

ABSTRAK ………....………..………….

ABSTRACK ………...…....………..……….

DAFTAR ISI ...………...………...………...

DAFTAR GAMBAR ...…………...………....

DAFTAR TABEL ...

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...…………...………

B. Rumusan Masalah ...………..

C. Batasan Masalah... ……...………

C. Tujuan Penelitian ……...………

D. Manfaat Penelitian ………...……….

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Alat Bantu Kerja ....………...……….………...

B. Kerangka Penelitian ...

BAB III Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian ………...…...…….………...

B. Lokasi Penelitian ...

C. Jenis dan Sumber Data ...

D. Pemilihan Informan ...

E. Teknik Pengumpulan Data ...

1. Metode Observasi ……….

2. Metode Wawancara ………..

F. Teknik Analisis Data ………..………

1. Reduksi Data ………

2. Penyajian Data ………..……

3. Menarik Simpulan atau Verifikasi ………

BAB IV Pembahasan

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ...

B. Hasil Penelitian ...

1. Penyajian Data...

2. Wawancara ...

C. Pembahasan ...

BAB V Penutup

A. Kesimpulan ...

B. Saran ...

i ii iii iv v vii viii ix xi xii 1 2 3 3 3

5 8

9 9 10 11 11 11 12 13 13 14 14

15 16 16 20 25

27 27

(10)

x

DAFTAR PUSTAKA ...

.

29

(11)

xi

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR halaman

Gambar a. Alat pelindung kepala ...

Gambar b. Alat pelindung mata dan muka ……….

Gambar c. Alat pelindung telinga ...………...

Gambar e. Alat pelindung tangan ………...……….

Gambar f. Alat pelindung kaki ...………..………….

Gambar g. Pakaian pelindung ...………..……….

Gambar h. Alat pelindung jatuh perorangan …...………....………...

Gambar i. MV. Tanto Handal ………

6 7 8 9 10 11 12 21

(13)

xiii

DAFTAR TABEL halaman Tabel 1. Prosedur perawatan APD ... 12 Tabel 2. Hasil Observasi Perawatan APD ……….. 22

14

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Alat bantu keja dipergunakan untuk membantu tenaga kerja dilingkungan kerja. Ditempat kerja, kemungkinan akan terdapat faktor-faktor yang bisa mengakibatkan cedera, sakit, terganggu kesehatannya, sampai kematiannya. Salah satu upaya pengendalian untuk melindungi tenaga kerja dari faktor-faktor bahaya tersebut adalah merawat alat bantu kerja yaitu alat pelindung diri serta bekerja sesuai prosedur kerja.

Perawatan alat pelindung diri berhubungan erat pada perilaku kerja aman pekerja pada saat melakukan suatu pekerjaan yang dapat menimbulkan potensi bahaya yang ada dilingkungan kerja. Namun kecelakaan kerja masih saja terjadi meskipun kecelakaan kerja yang terjadi sifatnya ringan. Terjadinya kecelakaan kerja dikarenakan preawatan alat pelindung diri yang tidak sesuai, seperti merawat helm, wearpack dan masker saja, dengan hanya mencuci denan air dan tidak sesuai dengan prosedur serta tidak merawat alat alat lain secara menyeluruh . Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja ditempat kerja akibat dari perawatan alat pelindung diri yang tidak tepat dan menyeluruh.

Hal ini sudah diatur dalam Undang-undang Keselamatan Kerja No. 8 Tahun 2010 tentang alat pelindung diri, macam dan jenis alat pelindung diri dan persyaratan keselamatan alat pelindung diri.

(15)

2

Contoh fakta terjadi sebuah ledakan keras terjadi dari dalam kapal Tanker Layar Samudera yang sedang berlabuh di Teluk Ambon, Jumat (21/4).

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIT itu menyebabkan kapten, masinis kapal dan seorang pekerja di kapal tersebut tewas dengan mengalami luka bakar serius. Kapal ini diketahui mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbakar setelah sebelumnya meledak saat berlabuh di perairan Teluk Ambon. Ledakan disertai kebakaran kapal tersebut diduga kuat akibat menetesnya BBM dan mengenai generator yang saat itu sedang dinyalakan.

Dengan merawat alat pelindung diri secara rutin, tingkat keselamatan meningkat dan meminimalisir resiko kecelakaan kerja diatas kapal.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang “PERAWATAN ALAT PELINDUNG DIRI GUNA MENGURANGI RESIKO KECELAKAAN DALAM KEADAAN DARURAT DIKAPAL MV. TANTO HORAS”

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, maka dapatlah diambil dari beberapa perumusan masalah yang kiranya menjadi pertanyaan dan membutuhkan jawaban yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya dalam Proposal Penelitian ini. Adapun rumusan masalah itu sendiri antara lain:

1. Bagaimana cara merawat alat pelindung diri diatas kapal pada saat bekerja harian di deck kapal ?

2. Apa kendala-kendala yang dihadapi dalam merawat alat pelindung diri untuk crew saat bekerja harian di deck kapal ?

(16)

3

C. Batasan Masalah

Dalam penulisan ini penulis memberika batasan masalah, serta mengingat luasnya ilmu pengetahuan maupun pengalaman penulis, maka dalam penyusunan KIT ini tidak mungkin mengulas secara menyeluruh, melainkan terfokuskan membahas tentang perawatan alat bantu kerja keselamatan sehubugan dengan keselamatan jiwa.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian tentang perawatan alat bantu kerja yaitu:

1. Untuk mengetahui cara merawat alat bantu kerja diatas kapal pada saat bekerja harian di deck kapal.

2. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam perawatan alat bantu kerja diatas kapal pada saat bekerja harian di deck kapal.

E. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, manfaat yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini antara lain:

1. Manfaat Secara Teoritis

a. Untuk dapat menerapkan teori yang diperoleh serta menambah pengetahuan bagi penulis tentang perawatan alat bantu kerja diatas kapal.

b. Menambah wawasan para taruna dan taruni sebagai calon perwira kapal yang berkompeten di atas kapal khususnya tentang perawatan alat bantu kerja diatas kapal.

(17)

4

2. Manfaat Secara Praktis memberikan informasi tentang perawatan alat bantu kerja di atas kapal dapat diterapkan dengan baik dan benar sesuai dengan standar prosedur di atas kapal.

(18)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Riview Penelitian Sebelumnya

Alat bantu kerja yang digunakan untuk mengurangi beban pekerjaan sekaligus mengurangi resiko kecelakaan kerja saat bekerja maupun berjagadi kapal yaitu alat pelindung diri. Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration, personal protective equipment (PPE) atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan lainnya.

B. Landasan Teori

Alat bantu kerja yang digunakan untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja yaitu alat pelindung diri terdapat dalam jenis-jenis perlengkapan kerja, seperti yang dimaksud pada pasal 3 Undang-undang Keselamatan Kerja No. 8 Tahun 2010 adalah: Alat Pelindung Diri sebagaimana dalam pasal 3 meliputi : a) alat pelindung kepala, b) alat pelindung kepala dan muka, c) alat pelindung telinga, d) alat pelindung tangan, e) alat pelindung kaki, f) pakaian pelindung, g) alat pelindung jatuh perorangan

Untuk mempelajari alat pelindung diri saya akan menjelankan sedikit tentang alat pelindung kepala adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, terantuk, kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda keras yang melayang atau meluncur di udara, terpapar oleh radiasi

(19)

6

panas, api, percikan bahan-bahan kimia, jasad renik (mikro organisme) dan suhu yang ekstrim. Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang melayang di udara dan di badan air, percikan benda-benda kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion, pancaran cahaya, benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam. Alat pelindung telinga adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi alat pendengaran terhadap kebisingan atau tekanan. Pelindung tangan (sarung tangan) adalah alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pancaran api, suhu panas, suhu dingin, radiasi elektromagnetik, radiasi mengion, arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan dan tergores, terinfeksi zat patogen (virus, bakteri) dan jasad renik. Alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, terkena suhu yang ekstrim, terkena bahan kimia berbahaya dan jasad renik, tergelincir. Jenis Pelindung kaki berupa sepatu keselamatan pada pekerjaan peleburan, pengecoran logam, industri, kontruksi bangunan, pekerjaan yang berpotensi bahaya peledakan, bahaya listrik, tempat kerja yang basah atau licin, bahan kimia dan jasad renik, dan/atau bahaya binatang dan lain-lain. Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi badan sebagian atau seluruh bagian badan dari bahaya temperatur panas atau dingin yang ekstrim, semburan api dan benda-benda panas, percikan bahan-bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, benturan (impact) dengan mesin, peralatan dan bahan, tergores,

(20)

7

radiasi, binatang, mikro-organisme patogen dari manusia, binatang, tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur. Alat pelindung jatuh perorangan berfungsi membatasi gerak pekerja agar tidak masuk ke tempat yang mempunyai potensi jatuh atau menjaga pekerja berada pada posisi kerja yang diinginkan dalam keadaan miring maupun tergantung dan menahan serta membatasi pekerja jatuh sehingga tidak membentur lantai dasar. Jenis alat pelindung jatuh perorangan terdiri dari sabuk pengaman tubuh (harness), karabiner, tali koneksi (lanyard), tali pengaman (safety rope), alat penjepit tali (rope clamp), alat penurun (decender), alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester), bosun chair dan lain-lain.

(21)

8

C. Kerangka Penelitian 1. Diagram Alir Penelitian

Gambar Diagram Alir Penelitian Awal Penelitian

Selesai Saran Kesimpulan

Perawatan Alat Pelindung Diri berjalan sesuai aturan

Analisa

Pengumpulan Data Kajian Literatur

Perawatan Alat Bantu kerja untuk crew dalam

mengurangi resiko kecelakaan kerja dikapal

(22)

9

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Menurut Moleong (2002:29), apabila seseorang mengadakan penelitian, secara sadar atau tidak dalam dirinya ada cars memandang hal atau peristiwa tertentu. Menurut Suryabrata (2003:11), penelitian adalah suatu proses atau rangkaian langkah-langkah yang digunakan secara terencana dan sistematis, guna mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.

Jenis metode penelitian yang digunakan oleh penulis di dalam menyampaikan masalah adalah deskriptif kualitatif, untuk menggambarkan dan menguraikan objek yang diteliti. Adapun yang dimaksud dengan deskriptif, menurut Moleong (2002:6) di sini adalah data yang dikumpulkan berupa kata- kata, gambar dan bukan angka-angka. Dari uraian diatas, dapat diketahui peran penting metodologi penelitian untuk memberikan keterangan tentang apa dan bagaimana penelitian dilakukan bagi seorang peneliti. Dengan dasar seperti itu penulis akan memaparkan pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama di kapal pada saat praktek laut dalam karya ilmiah penelitian ini.

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilaksanakan ketika penulis dalam melaksanakan praktek laut selama 12 bulan terhitung dari sign on sampai sign off, di kapal milik perusahaan. Tempat penelitian ini dilakukan di atas kapal pada saat penulis sedang menjalani pekerjaan harian dengan awak kapal lain

(23)

10

maupun pada saat bekerja di saat pengecekan muatan, bongkar muat, transfer cargoes, dan pekerjaan lain yang dianggap perlu.

C. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang diperlukan dan dipergunakan dalam penyusunan karya ilmiah penelitian ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan informasi yang diperoleh penulis melalui buku yang berkaitan dengan penelitian ini.

Adapun data yang diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut : 1. Data Primer

Menurut Umar (2003 : 5) Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dilapangan oleh peneliti sebagai objek penulisan. Data yang diperoleh dari sumber aslinya, melalui narasumber yang tepat dan yang dijadikan responden dalam penelitian penulis. Yaitu hasil observasi langsung terhadap perawatan alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dalam keadaan darurat di kapal. Dalam melengkapi pengamatan juga dilakukan wawancara-wawancara dengan Nakhoda (Master) , Mualim 1 (Chief Officer), Mualim 2 (Second Officer), Bosun (Boatswain). Kadang-kadang pengamatan harus bervariasi atau dikombinasikan dengan wawancara, disesuaikan dengan situasi saat pengamatan dan kondisi yang ada.

2. Data Sekunder

Menurut Sugiyono (2005 : 62) data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya penelitian harus melalui orang lain atau mencari melalui dokumen. Data sekunder diperoleh dari buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas,

(24)

11

yang diperlukan sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi serta informasi lain yang didapat.

D. Pemilihan Informan

Pemilihan informan sangat erat kaitannya dengan pengumpulan informasi dan pengumpulan data. Pengumpulan informasi dan data merupakan langkah yang penting dalam suatu penelitian yang akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian kesimpulan. Oleh karena itu, pemilihan informan dan alat pengumpulan data yang tepat dapat membantu pencapaian hasil atau pemecahan masalah yang tepat dan benar. Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada asas subyek yang menguasai permasalah, memiliki data, dan bersedia memberikan nformasi lengkap dan akurat. Informan yang bertindak sebagai sumber data dan informasi harus memenuhi syarat yang menjadi informan narasumber dalam penelitian ini adalah Nahkoda (Captain/Master), Mualim 1 (Chief Officer), Mualim 2 (second Officer), Mualim 3 (third Officer) dan Bosun (Boatswain).

E. Teknik Pengumpulan Data.

1. Metode Observasi

Menurut Abdurrahman (2005:104), observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.

Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung pada objek yaitu segala pekerjaan yang dilakukan di atas kapal, dalam hal ini adalah

(25)

12

perawatan alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dalam keadaan darurat dikapal, kendala yang dihadapi dan upaya untuk mengatasi kendala tersebut.

Tujuannnya adalah agar mengerti akan keadaan objek yang dijadikan topik perawatan alat bantu kerja guna mengurangi resiko kecelakaan dalam keadaan darurat dikapal secara menyeluruh dan langsung, untuk memberi kesesuaian antara keterangan-keterangan yang diperoleh dengan yang sebenarnya terjadi. Metode ini dilakukan berdasarkan pengalaman selama praktek di kapal.

2. Metode Wawancara

Menurut Beni (2008:190), wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu data tertentu. Dalam metode wawancara, data-data yang diperoleh adalah bersumber dari seorang ahli ataupun yang berkompeten dalam suatu masalah ataupun pihak-pihak yang bersangkutan dengan materi yang disusun oleh penulis.

Metode wawancara juga termasuk pemilihan informan yang nantinya akan memberikan informasi terkait data yang diperoleh dalam penelitian. Adapun dalam penulisan ini, dilakukan wawancara dari informan yang selaku responden :

a. Nahkoda (Captain/Master) b. Mualim 1 (Chief Officer) c. Mualim 2 (second Officer) d. Mualim 3 (third Officer)

(26)

13

e. Bosun (Boatswain) F. Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menyederhanakan data yang diperoleh kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca, dipahami dan diinterpretasikan, yang pada hakekatnya merupakan upaya untuk mencari jawaban atas permasalahan yang ada. Sesuai dengan metode penelitian deskriptif, maka data akan diuraikan sedetail mungkin dengan uraian-uraian kualitatif. Artinya dari data yang diperoleh dilakukan pemaparan serta interpretasi secara mendalam. Selanjutnya data yang ada dianalisis serinci mungkin dengan cara mengabstraksikan secara teliti setiap informasi yang diperoleh selama dilapangan, sehingga dapat diperoleh kesimpulan.

Menurut Sarwono (2006:239), prinsip pokok teknik analisis kualitatif ialah mengolah dan menganalisis data-data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur, dan mempunyai makna. Dalam hal ini setelah seluruh data dari hasil penelitian diperoleh, dilaksanakan teknik analisa data.

Menurut Moleong (2006:288), dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan 3 macam metode analisa data :

1. Reduksi Data

Menurut Miles and Huberman (dalam mustaji, 2009:45) tahap reduksi adalah proses pemilihan informasi yang relavan dan layak untuk disajikan dari informasi yang telah terkumpul demikian banyak dan kompleks. Usman dan Akbar (2008:87) menambahkan data – datayang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencarinya jika sewaktu

(27)

14

waktu diperlukan. Reduksi dapat pula membantu dalam memberikan kode–kode pada aspek – aspek tertentu.

2. Penyajian Data

Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah untuk dapat dipahami yang memberikan kemungkinan adanya penarikan suatu kesimpulan dan kemungkinan adanya pengambilan suatu tindakan.

3. Menarik Simpulan atau Verifikasi

Menarik simpulan merupakan kemampuan seorang peneliti dalam menyimpulkan berbagai temuan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung.

Menurut Miles and Huberman (dalam mustaji, 2009:45), pada tahap ini peneliti selalu melakukan uji kebenaran setiap makna yang muncul dari data. Disamping menyandarkan pada klarifikasi data, peneliti juga memfokuskan pada abstraksi data. Setiap data yang menunjang komponen, diklarifikasi kembali dengan informan dilapangan. Apabila hasil klarifikasi memperkuat kesimpulan atas data, maka pengumpulan data untuk kompone tersebut siap dihentikan

(28)

15

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahmat, Fathoni. (2005). Metodologi Penelitian dan teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta : Rineka Cipta..

Gasper,Vincent. (2001). Metode Analisis Untuk Peningkatan Kualitas.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Moleong, Lexy J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakrya.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2012 Tentang Keselamatan Kapal

Miles, Mattew B dan A. Michael Huberman. (2007). Analisis data kualitatif, Buku sumber tentang metode-metode baru. . Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Occupational Health Tahun 1950 mengenai usaha kesehatan kerja.

Umar, Husein. (2001). Metode Riset Komunikasi Organisasi.

Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Keselamatan Kerja.

Usman, Husaini & Purnomo Setiady Akbar (2008). Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta : PT. Bumi Aksara

Saebani, Beni Ahmad . (2008). Metode Penelitian. Bandung : CV. Pustaka Setia.

Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Yogyakarta. Graha Ilmu.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta Suryabrata, Sumadi. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: Rajawali.

Sutrisno (2007). Prosedur Keamanan, Keselamatan, &Kesehatan Kerja.

Sukabumi : Yudhistira.

(29)

16

Safety of Life at Sea (SOLAS). 1974. Consolidated Edition. Fourth Edition International Maritime Organization

Tim Penyusun (2015). Prosedur Darurat dan SAR. Surabaya : Politeknik Pelayaran Surabaya

Tim Penyusun (2015). Basic Safety Training. Surabaya : Politeknik Pelayaran Surabaya Tim Penyusun (2015), Pedoman penulisan karya ilmiah terapan. Surabaya : Politeknik

Pelayaran Surabaya

Referensi

Dokumen terkait

For example, learning vocabulary through illustrated storybooks and learning through the surrounding environment or learning English through field trip methods or outside