• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAWATAN PADA OIL MIST DETECTOR DI ATAS KAPAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAWATAN PADA OIL MIST DETECTOR DI ATAS KAPAL "

Copied!
47
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Batas Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan teori

  • Mesin Diesel
    • Pengertian
  • Sejarah Oil Mist Detector
    • Pengertian Oil Mist Detector
    • Bagian – Bagian Oil Mist Detector
  • Monitor
    • Level Indicator
    • Alarm LED
    • Test LED
    • Ready LED
  • Prinsip Kerja Oil Mist Detector
  • Jenis – Jenis Oil Mist Detector
    • Model VN 115
    • Model VN 116
    • Model VN 215

Atas landasan teori tersebut, penulis memaparkan tentang Oil Mist Detector, serta Standard Operating Procedure (SOP) pemeliharaan Oil Mist Detector. Mesin diesel adalah salah satu jenis mesin pembakaran dalam, khususnya mesin pengapian kompresi, dimana bahan bakarnya dinyalakan oleh suhu tinggi dari gas terkompresi, dan bukan dengan cara lain seperti busi. Mesin diesel pada mobil sering digunakan pada mobil yang mempunyai kapasitas mesin besar dan juga keluaran tenaga yang besar.

Hal ini dikarenakan mesin diesel cocok untuk penggunaan jarak jauh, mesin diesel lebih tahan panas dibandingkan mesin bensin, dan mempunyai tenaga yang tinggi karena konstruksi mesin diesel dengan perpindahan rata-rata yang besar. Yang totalnya membutuhkan dua putaran poros engkol per siklus pada mesin bensin atau diesel. Pada mesin diesel, ruang bakar bisa terdiri dari satu atau lebih, tergantung aplikasinya, dan dalam satu silinder bisa terdiri dari satu atau dua piston.

Menurut Noval (2007), sejarah Oil Mist Detector (OMD) diawali dengan ditemukannya mesin diesel pertama oleh Rudolf Diesel. Rudolf Diesel sadar akan bahaya yang dapat menimbulkan ledakan pada bak mesin atau casing mesin akibat adanya gesekan pada bagian-bagian mesin diesel. Karena penyebab terjadinya ledakan adalah karena adanya gesekan pada bagian tertentu mesin diesel yang gejala awalnya adalah adanya asap, maka pada tahun 1960an ditemukan suatu alat yang berguna untuk mendeteksi asap pada bak mesin pada saat pertama kali terjadi gesekan.

Oil Mist Detector (OMD) atau oil mist detector merupakan suatu alat pelindung yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan uap oli yang melebihi batas normal sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada mesin diesel. Oil Mist Detector (OMD) merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa bagian yang saling terhubung dan berkaitan satu sama lain. Monitor terdiri dari indikator level, LED alarm, LED uji, dan LED siap pakai.

Jika LED alarm menyala berarti terjadi kerusakan pada Oil Mist Detector (OMD) sehingga memerlukan tindakan darurat, atau telah terjadi ledakan yang menimbulkan asap pada bak mesin sehingga mesin mati dengan sendirinya. Mesin diesel yang terlalu panas dapat menjadi sumber kebakaran dan bencana jika tidak dilakukan perawatan rutin dan praktik yang benar. Detektor kabut oli terbentuk di dalam bak mesin ketika oli pelumas disemprotkan melalui bagian-bagian mesin yang bergerak dan berputar.

Jika OMD mendeteksi uap oli melebihi batas normal, maka OMD tidak dapat menunjukkan dimana kerusakan terjadi. VN 215 semakin populer di kalangan pengguna dan belakangan ini menjadi perlengkapan standar beberapa merk mesin diesel.

Gambar 2.1 Oil Mist Detector
Gambar 2.1 Oil Mist Detector

Perawatan

  • Standard Operating Procedure perawatan (OMD)
    • Pengertian Perawatan
    • Cara Kerja Perawatan
    • Jenis – Jenis Perawatan
    • Bentuk - Bentuk Perawatan
    • Jenis Pekerjaan Yang Dianggap Perawatan
    • Tujuan Perawatan
    • Keuntungan Perawatan

Prosedur Operasi Standar (SOP) pemeliharaan Oil Mist Detector yang dilakukan di atas kapal sangat mempengaruhi kinerja mesin. Kegagalan mengikuti prosedur tertulis apa pun akan menyebabkan kerusakan pada detektor kabut oli. Terdapat data statistik historis untuk mengevaluasi hasil kebijakan yang telah diuraikan guna menentukan kebijakan lebih lanjut yang lebih sempurna.

Pemeliharaan dilakukan untuk memulihkan dan memperbaiki kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Data yang dikumpulkan dan diperoleh selama penelitian dianalisis kembali sesuai dengan bentuk aslinya di lapangan. Data pada penelitian ini diperoleh dari penyebab kerusakan yang terjadi pada Oil Mist Detector pada mesin diesel, data ini diperoleh dari pengamatan langsung di atas kapal.

Peneliti mencatat dan mendokumentasikan secara langsung melalui wawancara, checklist, foto dan dokumen penting lainnya terkait SOP perawatan oil mist detector di atas kapal. Jenis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui variabel berupa informasi tentang diskusi baik secara lisan maupun tulisan. Menurut Hasan (2002), data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau orang yang berkepentingan yang memerlukannya.

Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber yang ada. Agar diperoleh data yang benar, agar mencapai tujuan penulisan dan sesuai dengan judul yang dipilih penulis. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dari objek dan sumber yang diteliti, wawancara langsung, serta melakukan observasi.

Oleh karena itu penulis menggunakan beberapa informan yaitu Insinyur I dan II serta elektrifikasi kapal terkait kelistrikan kapal serta menguasai perawatan Oil Mist Detector di kapal dan penggunaannya. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mencari jawaban atas permasalahan, dimana pihak pemberi jawaban dapat memberikan pendapatnya melalui pengalaman mengenai sistem kerja dan kerusakan yang terjadi pada Oil Mist Detector di kapal serta cara perawatannya. Tampilan data atau penyajian data yang biasa digunakan pada langkah ini berupa teks naratif.

Kemudian data yang telah dianalisis dijelaskan dan diinterpretasikan dalam bentuk kata-kata untuk menggambarkan fakta di lapangan, maknanya atau menjawab pertanyaan penelitian yang hanya diambil intisarinya saja. Berdasarkan keterangan di atas maka dilakukan setiap tahapan proses untuk memperoleh keabsahan data dengan cara mengkaji seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang diperoleh dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan lain sebagainya. metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.

Tabel 2.2. Standard Operating Procedure (SOP) pada Oil  Mist Detector
Tabel 2.2. Standard Operating Procedure (SOP) pada Oil Mist Detector

Kerangka Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Waktu Dan Tempat Penelitian
  • Jenis dan Sumber Data
  • Pemilihan Informan
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Penelitian merupakan suatu proses serangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk memperoleh pemecahan masalah atau jawaban atas pernyataan tertentu. Oleh karena itu metode penelitian memuat ilmu yang mengkaji tentang ketentuan-ketentuan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian. Secara umum penelitian merupakan cerminan keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

Penulis akan melakukan penelitian di atas kapal pada saat prosedur atau praktik di kapal niaga milik perusahaan pelayaran. Data ini diperoleh dari keterangan langsung awak mesin I dan II serta teknisi listrik. Jenis data ini diperoleh dari berbagai sumber perpustakaan seperti buku referensi, bahan, jurnal, log, internet (jejaring sosial) dan manual perlengkapan di atas kapal.

Berdasarkan rumusan masalah yang penulis lakukan sebelumnya, maka diperlukan suatu observasi dalam penulisan karya ilmiah terapan ini. Dalam penelitian ini penulis hanya perlu melakukan evaluasi dan memberikan tick atau checklist pada setiap manifestasi gejala lengkap atau tidak lengkap yang menjadi sasaran observasi. Menjelaskan bahwa analisis data adalah proses menyusun urutan data, mengkoordinasikannya ke dalam pola, kategori, dan satuan dasar uraian.

Mile dan Huberman sebagaimana dikutip Salim (2006) menyatakan bahwa ada tiga langkah dalam pengolahan data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, serta inferensi dan verifikasi. Dalam pelaksanaannya, reduksi data, penyajian data, dan inferensi atau verifikasi merupakan langkah yang ringkas dalam arti tidak terikat batasan kronologis. Secara umum, langkah-langkah selama dan setelah pengumpulan data saling terkait, sehingga model Miles dan Huberman disebut juga model interaktif.

Tabel 3.1. checklist maintenance and repair
Tabel 3.1. checklist maintenance and repair

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian

Pembahasan

PENUTUP

Saran

Gambar

Tabel 2.1. Review Penelitian Sebelumnya
Gambar 2.1 Oil Mist Detector
Gambar 2.2 Prinsip kerja Oil Mist Detector
Tabel 2.2. Standard Operating Procedure (SOP) pada Oil  Mist Detector
+4

Referensi

Dokumen terkait