BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3. Perawatan
2.3.1. Standard Operating Procedure perawatan (OMD)
2.3.1.3. Jenis – Jenis Perawatan
istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”.
Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.
21
Menurut Hadi, (1992). Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara:
2.3.1.3.1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).
Perawatan yang direncanakan, yaitu perawatan yang terorganisasi dilakukan dalam bentuk waktu yang panjang, terkontrol dan tercatat. Perawatan ini dilakukan dengan kebijaksanaan yang telah dipertimbangkan terlebih dahulu dengan baik.
Kebijaksanaan tersebut ditetapkan secara terkontrol dan terarah untuk mendukung rencana yang telah ditetapkan. Adanya catatan sejarah statistik untuk mengevaluasi hasil kebijaksanaan yang telah digariskan guna menetapkan kebijaksanaan selanjutnya yang lebih sempurna.
2.3.1.3.2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance).
Perawatan yang tidak direncanakan adalah perawatan yang dilakukan akibat adanya masalah pada suatu alat atau mesin sehingga menimbulkan keadaan mendesak. Perawatan jenis ini umumnya menuntut perbaikan segera dan bersifat menggangu aktifitas operasional.
22
Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.3 skematik perawatan Sumber : elektronika-dasar.web.id
2.3.1.4. Berikut bentuk bentuk perawatan adalah sebagai berikut : 2.3.1.4.1. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan preventif. Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk : inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan. Sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.
23
2.3.1.4.2. Perawatan Korektif
Perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan- peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.
2.3.1.4.3. Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.
2.3.1.4.4. Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.
24
2.3.1.4.5. Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance) perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.
2.3.1.4.6. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.
2.3.1.5. Jenis-jenis pekerjaan yang dianggap merupakan jenis perawatan.
2.3.1.5.1. Perawatan dengan cara penggantian (Replacement instead of maintenance)
Perawatan dilakukan dengan cara mengganti peralatan tanpa dilakukan perawatan, karena harga peralatan pengganti lebih murah bila dibandingkan dengan biaya perawatannya. Atau alasan lainnya adalah apabila perkembangan teknologi sangat cepat, peralatan tidak dirancang untuk waktu yang lama, atau banyak komponen rusak tidak memungkinkan lagi diperbaiki.
2.3.1.5.2. Penggantian yang direncanakan (Planned Replacement)
Dengan ditentukan waktu mengganti peralatan dengan peralatan yang baru, berarti industri tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perawatan, kecuali untuk melakukan perawatan dasar yang ringan seperti pelumasan dan penyetelan.
25
Ketika peralatan telah menurun kondisinya langsung diganti dengan yang baru. Cara penggantian ini mempunyai keuntungan antara lain, selalu memiliki peralatan yang baru dan siap pakai.
2.3.1.6. Secara umum perawatan bertujuan untuk :
1. Menjamin ketersediaan, keandalan fasilitas (mesin dan peralatan) secara ekonomis maupun teknis, sehingga dalam penggunaannya dapat dilaksanakan seoptimal mungkin.
2. Memperpanjang usia kegunaan mesin.
3. Menjamin kesiapan operasional seluruh fasilitas yang diperlukan dalam keadaan darurat.
4. Menjamin keselamatan kerja, keamanan dalam penggunaannya.
2.3.1.7. Keuntungan Dilakukan Perawatan adalah:
1. Pengurangan pemeliharaan darurat.
2. Pengurangan waktu nganggur.
3. Meningkatkan efisiensi mesin.
26
Pengecekan
Oil Mist Detector dalam keadaan baik
Oil Mist Detector terjadi kerusakan
Faktor Penyebab Kerusakan Pada Oil Mist Detector
perawatan
mechanical failure
Electrical failure
Analisis Kerusakan pada Oil Mist
Detector
Pelaksanaan Perbaikan
Uji coba
Oil Mist Detector Bekerja Kembali
Kesimpulan 2.4. Kerangka Penelitian
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1. Jenis penelitian
Menurut Lexy. (2007). Penelitian merupakan suatu proses dari suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis, guna mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban terhadap pernyataan-pernyataan tertentu.
Proposal ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Sehingga metode penelitian berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
Metode penelitian berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Pada umumnya sebuah penelitian merupakan suatu refleksi keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga menjadi motivasi untuk melakukan penelitian. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif.
Data data yang dikumpulkan dan diperoleh selama penelitian dianalisis kembali sesuai dengan bentuk asli dilapangan.
27
28
Data dalam penelitian ini diperoleh dari penyebab kerusakan yang terjadi pada Oil Mist Detector pada mesin diesel, data ini diperoleh dari pengamatan langsung di atas kapal.
Peneliti mencatat dan melakukan dokumentasi secara langsung melalui wawancara, checklist, foto dan dokumen penting lainnya yang berkaitan dengan SOP perawatan pada Oil Mist Detector di atas kapal.
3.2. Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1. Waktu penelitian
Penulis akan melaksanakan penelitian pada saat praktek laut (PRALA) terhitung mulai semester V dan VI.
3.2.2. Tempat penelitian
Penulis akan melaksanakan penelitian diatas kapal pada saat prola atau praktek di suatu kapal niaga milik perusahaan pelayaran.
3.3. Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu data kualitatif, yang diperoleh melalui bentuk variabel berupa informasi sekitar pembahasan baik secara lisan maupun tulisan.
29
3.3.2. Sumber Data
Adapun sumber data yang digunakan dalam proses penyelesaian penulisan karya ilmiah terapan adalah:
3.3.2.1. Data Primer
Menurut Hasan (2002), data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data ini diperoleh dari pernyataan langsung dari crew yang berada pada masinis I dan II serta electrition.
3.3.2.2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber- sumber yang telah ada. Data jenis ini diperoleh dari berbagai sumber pustaka seperti, buku-buku referensi, materi, jurnal, log book, internet (social network) dan manual book peralatan yang terdapat di atas kapal.
3.4. Pemilihan Informan
Berdasarkan perumusan masalah yang penulis lakukan sebelumnya, maka dalam penulisan Karya Ilmiah Terapan ini dibutuhkan suatu pengamatan.
Sehingga mampu mendapatkan data yang benar, agar tujuan penulisan dapat tercapai dan sesuai dengan judul yang penulis ambil.
30
Adapun metode pengumpulan data yang penulis pergunakan, seperti dari objek dan sumber yang diteliti, wawancara langsung, dan juga dengan melakukan observasi.
Oleh karena itu penulis menggunakan beberapa informan yaitu, Masinis I dan II serta elektrition kapal yang terkait dengan kelistrikan kapal dan menguasai tentang perawatan Oil Mist Detector di atas kapal dan penggunaannya.
3.5. Teknik Pengumpulan Data 3.5.1. Wawancara
Menurut Maleong (2007), wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interview) yang memberikan informasi maupun jawaban atas pertanyaan.
Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan jawaban dari permasalahan, dimana pihak pemberi jawaban dapat memberikan pendapatnya melalui pengalaman mengenai sistem kerja serta kerusakan yang terjadi pada Oil Mist Detector di atas kapal dan cara perawatannya.
Di atas kapal penulis melakukan wawancara kepada perwira kamar mesin dan electrition.
3.5.2. Lembar Checklist
Lembar Checklist adalah suatu daftar pengecekan, berisi nama subjek dan beberapa gejala atau identitas lainnya dari sasaran pengamatan.
31
Pada penelitian ini penulis hanya tinggal menilai dan memberikan tanda atau checklist pada setiap permunculan gejala lengkap atau tidak lengkapnya sasaran pengamatan.
Tabel 3.1. checklist maintenance and repair
No. Pekerjaan Ya Tidak Keterangan
1. Pembersihan
2. Pengecekan Oil Mist Detector
3 Melakukan pengecekan terhadap mesin diesel
4.
Jika terjadi kerusakan, melakukan identifikasi kerusakan, dilanjutkan untuk menganalisa kerusakan
5.
Melaporkan kepada
KKM, dengan
melampirkan troble report
6. Menentukan biaya serta waktu lama perawatan 7. Menjadwalkan kegiatan
perawatan
8. Melakukan pengecekan kelengkapan peralatan 9. Melaksanakan
perawatan
32
3.6. Teknik Analisis Data
Dalam menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengordinasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.
(Patton, 1980).
Mile dan Huberman seperti yang dikutip oleh Salim (2006), menyebutkan ada tiga langkah pengolahan data kualitatif, yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing and verification).
Dalam pelaksanaannya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, merupakan sebuah langkah yang ringkas, dalam arti tidak terikat oleh batasan kronologis. Secara keseluruhan langkah-langkah tersebut saling berhubungan selama dan sesudah pengumpulan data, sehingga model dari Miles dan Huberman disebut juga sebagai model interaktif.
Berdasarkan pada penjelasan yang telah dikembangkan oleh Salim (2006), dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
1. Reduksi data (data reduction),
dalam tahap ini penulis melakukan pemilihan, dan pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data kasar yang diperoleh.
33
2. Penyajian data (data display).
Penulis mengembangkan sebuah deskripsi informasi tersusun untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Display data atau penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini adalah dalam bentuk teks naratif.
3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification).
Merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang telah disajikan. Selanjutnya data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam bentuk kata – kata untuk mendiskripsikan fakta yang ada di lapangan, pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kemudian diambil intisarinya saja.
Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.