REVIEW MATERI
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
NOMOR 25/PRT/M/2007 TANGGAL 9 AGUSTUS 2007 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI
BANGUNAN GEDUNG
KELOMPOK 3
MUH.ALFIN RAHMAWAT
I
KRISDAYAN TI
XENI AERA DAMAYANTI MUHAMMAD ANUGRAH
MUHAMMAD FAIZ AL- FATH AHMAD ADITYA
Dokumen ini adalah regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum di Indonesia mengenai pedoman sertifikasi
sertifikat fungsi bangunan. Dokumen ini menyatakan bahwa struktur bangunan harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif sebelum dapat digunakan, dan bahwa Sertifikat
Kesesuaian Fungsi Bangunan harus dikeluarkan sebelum bangunan dapat dimanfaatkan. Dokumen ini juga menyebutkan peran dan
tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan
masyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dan pemeliharaan bangunan.
Regulasi ini memberikan pedoman untuk proses penerbitan dan perpanjangan Sertifikat Kesesuaian Fungsi Bangunan, termasuk
persyaratan, prosedur, dan dokumentasi yang terlibat. Dokumen ini juga membahas klasifikasi bangunan berdasarkan fungsi mereka
dan periode validitas sertifikat. Dokumen ini menekankan
pentingnya keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan dalam pembangunan dan pemeliharaan bangunan.
peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan
Umum di Indonesia, khususnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007, tanggal 9 Agustus 2007.
Peraturan ini memberikan pedoman untuk sertifikasi sertifikat fungsi bangunan. Peraturan ini menekankan
pentingnya bangunan memenuhi persyaratan teknis dan
administratif sebelum dapat digunakan. Peraturan tersebut menyatakan bahwa Sertifikat Layak Fungsi Bangunan harus dikeluarkan oleh pemerintah setempat sebelum bangunan
dapat digunakan. Peraturan ini juga menyebutkan peran dan tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan dan pengawasan
pembangunan dan pemeliharaan bangunan. Dokumen ini
menguraikan proses penerbitan dan perpanjangan Sertifikat Layak Fungsi Bangunan, termasuk persyaratan, prosedur,
dan dokumentasi yang terlibat. Dokumen ini juga membahas klasifikasi bangunan berdasarkan fungsi mereka dan periode berlakunya sertifikat. Peraturan ini bertujuan untuk
memastikan pembangunan bangunan yang aman, fungsional, dan sesuai yang berkontribusi pada lingkungan yang
harmonis.
"PEDOMAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG"
merupakan suatu panduan atau acuan yang memberikan petunjuk terkait penerbitan sertifikat laik fungsi untuk bangunan gedung. Berikut rangkuman dari pedoman tersebut:
Definisi:
Pedoman: Acuan yang menjelaskan lebih lanjut ketentuan- ketentuan penyelenggaraan bangunan gedung, sesuai dengan Peraturan Pemerintah.
Sertifikat Laik Fungsi: Dokumen yang menetapkan bahwa suatu bangunan gedung telah memenuhi persyaratan teknis dan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
Poin-p o i n Utama:
Standar Teknis: Mengacu pada standar tata cara, spesifikasi, dan metode uji, baik Standar Nasional
Indonesia maupun standar internasional, yang berlaku dalam penyelenggaraan bangunan gedung.
Pemilik Bangunan Gedung: Orang, badan hukum,
kelompok orang, atau perkumpulan yang sah sebagai pemilik bangunan gedung.
Pengguna Bangunan Gedung: Pemilik atau bukan pemilik bangunan yang menggunakan atau mengelola bangunan
sesuai dengan kesepakatan.
Bangunan Gedung: Hasil konstruksi yang menyatu dengan tempatnya, berfungsi sebagai tempat kegiatan manusia seperti hunian, keagamaan, usaha, sosial
budaya, atau khusus.
Struktur Bangunan Gedung: Bagian bangunan yang memastikan kekakuan, stabilitas, keselamatan, dan
kenyamanan terhadap beban dan bahaya lingkungan.
Aspek Sertifikat Laik Fungsi:
Keandalan Bangunan Gedung: M e m a s t i k a n kondis i keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan k e m u d a h a n sesuai dengan persyaratan teknis.
Keselamatan: Termasuk k e m a m p u a n m e n d u k u n g beban m u a t a n dan mencegah bahaya kebakaran dan petir.
Kesehatan: Melibatkan penghawaan, pencahayaan, air bersih, sanitasi, dan bahan bangunan yang m e m e n u h i standar teknis.
Kenyamanan: M e n y a n g k u t ruang gerak, udara dalam ruang,
pandangan, getaran, dan kebisingan yang m e m e n u h i persyaratan teknis.
Pemeliharaan, Perawatan, dan Pelestarian: Ak tivitas menjaga
keandalan dan m e m p e r b a i k i bagian bangunan agar tetap laik fungsi.
Proses Terkait:
Penyelenggaraan Bangunan Gedung: Melibatkan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan, pelestarian, dan
pem bong karan bangunan.
Pengawasan dan Pemeriksaan: M o n i t o r i n g penerapan peratu ran dan upaya penegakan h u k u m t e r k a i t bangunan gedung.
Dokumen Terkait:
D o k u m e n Ad m in istr at i f: Terkait dengan persyaratan administratif, te r m a s u k d o k u m e n k e pe m i li k a n bangunan dan tanah, serta izin m e n d i r i k a n bangunan.
Surat B u k t i Ke p e mi li k a n Bangunan Gedung: Men etapkan status k e pe m i li k a n berdasarkan pendataan bangunan.
Q & A
Question : Saddan:
Apakah yang mengeluarkan sertifikat layak fungsi hanya pemerintah daerah? Dan sebutkan tahapan adminstrasi sertifikat layak fungsi!
Answer:
Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kecuali bangunan gedung fungsi khusus oleh Pemerintah untuk menyatakan kelaikan funsi suatu bangunan gedung baik secara administratif maupun teknis, sebelum pemanfaatannya.
Q & A
Answer:
1. Surat Permohonan Penerbitan SLF Bangunan Gedung.
2. Surat Pernyataan/Rekomendasi Pemeriksaan Kelaikan Operasional (SLO).
3. Surat Pernyataan/Rekomendasi Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung (Struktur).
4. As-built Drawings dan kelengkapannya.
5. Fotocopy IMB atau perubahannya.
6. Fotocopy dokumen kepemilikan tanah.
7. Rekomendasi dari instansi teknis yang bertanggung jawab di bidang fungsi khusus : a.Rekom Fire Protection (BPBD).
b. Amdal / UKL-UPL (DLHK).
c. Andalalin (Dishub).
8. Manual peralatan/mesin yang berdampak lingkungan.