• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Metode Pengukuran Kadar Kolesterol Total Pada Pasien Hipertensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perbandingan Metode Pengukuran Kadar Kolesterol Total Pada Pasien Hipertensi"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Definisi Kolesterol
  • Sintesis Kolesterol
  • Lipoprotein
  • Metode Enzimatik
  • Metode POCT
  • Hipertensi
    • Pengertian Hipertensi
    • Klasifikasi Hipertensi
  • Hipotesis

Kadar kolesterol normal dalam darah adalah < 200 mg/dl, dan bila kadar kolesterol dalam darah sudah mencapai >240 mg/dl maka dapat dikatakan kolesterol tinggi (Sitope & Vella, 2018). Membatasi konsumsi kolesterol akan mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol darah jika sistem enzim tidak berfungsi secara normal. Point Of Care Testing (POCT) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur kadar kolesterol darah, yang sering digunakan untuk memantau atau memonitor kadar kolesterol darah seseorang.

Reaksi tersebut akan menghasilkan arus listrik yang besarnya sama dengan kadar bahan kimia dalam darah. Teknologi biosensor – muatan listrik yang dihasilkan oleh interaksi kimia antara zat tertentu dalam darah dan bahan kimia dalam reagen kering (strip) akan diukur dan diubah menjadi angka yang sesuai dengan besaran muatan listrik. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat/tenang yang cukup (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017 ).

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik minimal 140 mmHg atau tekanan darah diastolik minimal 90 mmHg (Price & Wilson, 2016). Peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, jantung, dan otak jika tidak diwaspadai sejak dini dan ditangani dengan tepat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah secara tidak normal pada pembuluh darah arteri yang membawa darah dari jantung dan memompanya secara terus menerus melalui jaringan dan organ tubuh selama lebih dari jangka waktu tertentu (Irianto & Udjianti, 2018).

Pada populasi lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 160 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg (Bare, Corwin, & Smeltzer, 2018). Jika menderita hipertensi, sebaiknya tekanan darah pasien dipantau secara berkala karena hipertensi merupakan kondisi seumur hidup (Bare, Corwin, & Smeltzer, 2018). Hipertensi sekunder adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi medis lain (misalnya penyakit ginjal) atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (misalnya pil KB) (Palmer & Williams, 2017).

Hipertensi sistolik (hipertensi sistolik terisolasi) adalah hipertensi yang biasanya ditemukan pada usia tua dan ditandai dengan peningkatan tekanan sistolik tanpa diikuti peningkatan tekanan diastolik. Hipertensi diastolik, yaitu peningkatan tekanan diastolik tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik, paling sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. H0 = Tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol total serum menggunakan metode kolorimetri enzimatik dan metode point-of-care test (POCT) pada pasien hipertensi.

Tabel 2.1 Kadar kolesterol total  Kriteria  Kadar kolesterol (mg/dl)
Tabel 2.1 Kadar kolesterol total Kriteria Kadar kolesterol (mg/dl)

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Variabel Penelitian

  • Variabel Bebas
  • Variabel Terikat

Persiapan Penelitian

  • Persiapan Alat
  • Persiapan Bahan

Prosedur kerja

  • Prosedur Persiapan Pasien
  • Prosedur Pengambilan Darah Vena
  • Prosedur Pemeriksaan Kolesterol Total
  • Prosedur Pemeriksaan Kolesterol Total Metode POCT

Data hasil kajian kadar kolesterol total serum menggunakan metode enzimatik kolorimetri dengan metode point of care test (POCT) pada pasien hipertensi yang dikumpulkan, diolah dan disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji t (dependen) dan terlebih dahulu a. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan metode Kolmogorov Smirnov. Berdasarkan Tabel 4.2, sebaran hasil pemeriksaan kadar kolesterol total menggunakan alat spektrofotometri dengan alat POCT (Point of Care Testing) di RSUD Lubuk Suhuing menunjukkan bahwa dari 30 responden yang disurvei terdapat perbedaan kadar kolesterol total. hasil rerata pengukuran glukosa darah yang dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometri dan POCT. Hasil pemeriksaan POCT cenderung lebih tinggi dibandingkan hasil pemeriksaan kolesterol total secara spektrofotometri dengan selisih sebesar 36,33.

Kemudian dilanjutkan dengan uji t dependen untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kadar kolesterol total dengan menggunakan metode POCT dan metode enzimatik kolorimetri. Pada uji SPSS, uji sample T-test (dependen) diperoleh nilai sig sebesar 0,001 yang berarti 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pemeriksaan kolesterol total serum menggunakan alat spektrofotometer dengan POCT (Point of Pengujian Perawatan). . Jadi pada usia 40-50 tahun terjadi peningkatan kolesterol karena pada usia tersebut kebiasaan masyarakat kurang berolahraga, nafsu makan meningkat, hal ini merupakan salah satu faktor peningkatan kolesterol dalam tubuh, di pengelompokan total kolesterol berdasarkan gender. , jumlah laki-laki sebanyak 17 orang (56,67%), sama banyaknya dengan perempuan.

Berdasarkan tabel 4.2 sebaran hasil pemeriksaan kadar kolesterol total menggunakan alat spektrofotometri dengan menggunakan alat POCT di RSUD Lubuk Suhuing menunjukkan bahwa kadar POCT lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan alat spektrofotometri. Rata-rata kadar kolesterol total menggunakan instrumen POCT sebesar 271,80 mg/dl dan rata-rata kadar kolesterol total menggunakan instrumen Spektrofotometri sebesar 235,47 mg/dl. Terlihat perbedaan rerata kedua instrumen sebesar 36,33 mg/dl, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total yang diperiksa menggunakan instrumen Spektrofotometri dan instrumen POCT.

Pada uji SPSS, uji T-test (dependen) dan sampel manual diperoleh skor sig sebesar 0,0001 yang berarti 0,0001 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pemeriksaan kolesterol total serum menggunakan alat spektrofotometer dan POCT (Point Pengujian Perawatan). Dari penelitian yang dilakukan mengenai perbandingan kadar kolesterol total menggunakan metode kolorimetri enzimatik (Spektrofotometri) dengan metode POCT (Pint of Care Testing) pada pasien hipertensi di RSUD Lubuk Suhuing, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Rata-rata kadar kolesterol total dengan metode Spektrofotometri (Enzymatic Colorimetric) pada penderita hipertensi adalah 235,47 mg/dl ± 49,157 mg/dl 2.

Terdapat perbedaan penting antara pemeriksaan kolesterol total serum secara spektrofotometri dan POCT (Point Of Care Testing). Pengaruh pemberian jus buah naga putih (Hylocereus undatus H.) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus). TESIS PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN METODE ENZYME COLORIMETRIC DENGAN METODE POINT OF CARE TESTING PADA PASIEN HIPERTENSI YANG DIBERIKAN SEBAGAI PERSYARATAN PENYELESAIAN PROGRAM STUDI PASCASARJANA Empat STIKes Teknologi Laboratorium Medik Perintis Padang PENULIS : RAHMI AGU SAPUTRI STUDI DIPLOMA Y PROGRAM Y PROGRAM LABORATORIUM KEDOKTERAN TINGGI ILMU PENGETAHUAN PADANG PELOPOR PADANG KESEHATAN 2020 Skripsi.

PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN METODE ENZYMATIC COLORIMETRIC DENGAN METODE POINT OF CARE TESTING PADA PASIEN HIPERTENSI Oleh : RAHMI AGU SAPUTRI PROGRAM STUDI DIPLOMA EMPAT TEKNOLOGI LABORATORIUM KEDOKTERAN SKENOLOGI P2CANG P2CANG. PANAS. Membandingkan kadar kolesterol total menggunakan metode kolorimetri enzimatik dengan metode point-of-care test (POCT) pada pasien hipertensi. Kami sepakat untuk mengadakan seminar di Padang, Agustus 2020 Pembimbing I, Pembimbing II Sudiyanto, M.PH Chairani, M.Biomed NIDN NID.

Tabel 3.2 Definisi Operasional  Variabel  Definisi
Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel Definisi

Definisi Operasinal

Pengolahan dan Analisa Data

Kerangka Operasional

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 hingga Agustus 2020 di RSUD Lubuk Suhuing dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan kolesterol total menggunakan metode kolorimetri enzimatis dengan metode POCT (Point Of Care Tasting) di RSUD Lubuk Suhuing. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan metode Kolmogorov Smirnov diperoleh hasil sebesar 0,81 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Hasil tersebut juga sama persis dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Utomo et al (2017) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kadar kolesterol darah menggunakan alat spektrofotometer yang menggunakan sampel serum dan POCT yang menggunakan vena. darah. sampel.

Terdapat perbedaan hasil survei antara kedua alat tersebut karena dipengaruhi oleh faktor yang berbeda, baik pada tahap pra-analisis maupun analitis. Validasi hasil tes merupakan upaya memperkuat kualitas hasil tes yang diperoleh dengan cara membandingkan nilai acuan yang ditetapkan rumah sakit dengan hasil yang dihasilkan alat. Kolorimetri enzimatik (spektrofotometri) mempunyai beberapa keunggulan yaitu sensitivitas dan spesifisitas tinggi, pengukuran mudah, kinerja spektrofotometri cepat.

Metode POCT dapat digunakan di laboratorium dalam kondisi mendesak, seperti listrik padam atau kerusakan peralatan dengan menggunakan metode enzimatik kolorimetri (spektrofotometer). Penderita hipertensi sebaiknya memperbaiki pola hidup dan lebih memperhatikan kesehatannya karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Lakukan pemeriksaan kesehatan minimal sebulan sekali agar penyakitnya tidak berkepanjangan. Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan membandingkan hasil kolesterol total serum dengan menggunakan beberapa instrumen yang berbeda dan diharapkan memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar kolesterol total pasien karena dapat memberikan hasil yang salah seperti penggunaan obat-obatan. , merokok dan aktivitas berlebihan sebelum pemeriksaan dilakukan.

Pengaruh pemberian pakan buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap kadar kolesterol LDL dan kolesterol HDL pada tikus Sprague Dawley dengan hiperkolesterolemia. Utomo, Pedoman Praktik NACB 2017 untuk Praktik Berbasis Bukti Kedokteran Laboratorium untuk Pengujian di Tempat Perawatan, Pendahuluan.

Tabel  4.1  Distribusi  Responden  Berdasarkan  Umur  dan  Jenis  Kelamin  Pada  Pasien Hipertensi Di RSUD Lubuk Sikaping
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Lubuk Sikaping

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian

PEMBAHASAN

Pembahasan

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 2.1 Kadar kolesterol total  Kriteria  Kadar kolesterol (mg/dl)
Tabel 3.2 Definisi Operasional  Variabel  Definisi
Tabel  4.1  Distribusi  Responden  Berdasarkan  Umur  dan  Jenis  Kelamin  Pada  Pasien Hipertensi Di RSUD Lubuk Sikaping
Tabel  4.3  Hasil  Pengukuran  Uji  t  Dependent  Kadar  Kolesterol  Total  Menggunakan Alat POCT Dengan Spektrofotometrik

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar kolesterol total pada guru dan karyawan

Simpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar kolesterol total dan trigliserida antara wanita vegetarian vegan dan non-vegan tetapi terdapat perbedaan

Rata-rata kadar kolesterol total disajikan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar kolesterol total tikus yang signifikan antara keempat kelompok

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada pasien hipertensi Usia ≥ 40 tahun di Posbindu Puskesmas Batipuh Selatan..

Pemeriksaan kadar kolesterol akan dilakukan terhadap pasien prolanis hipertensi derajat 1 yang terjaring dalam program prolanis untuk mengetahui hubungan kadar

Tabel 3 menunjukan terdapat perbedaan rata-rata kadar kolesterol setelah intervensi yang bermakna antara kelompok intervensi yang mendapat senam diabetes mellitus

Dalam penelitian ini, peningkatan kadar kolesterol menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna dengan kadar kolesterol sebelum pemberian pakan tinggi kolesterol.. Hal

Selisih kadar kolesterol total sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan menggunakan Mann-Whitney diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok