PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Oleh:
Bayu Trimurti Herlambang
FakultasEkonomi dan BisnisUniversitasBrawijaya Malang [email protected]
DosenPembimbing:
Dr. Dra. EndangMardiati, M.Si., Ak.
FakultasEkonomi dan BisnisUniversitasBrawijaya Malang
Abstract: The objective of this research is to test the influence of intellectual capital and capital structure on the financial performance of banking companies listed in Indonesia Stock Exchange. The intellectual capital is measured with VAIC method which consists of a few components and they are VAHU, STVA and VACA. Moreover, the capital structure is measured with DER method and the financial performance is measured with ROE method.
The quantitative method was applied in this research along with purposive sampling method to collect the data in the form of secondary data which comprised of 111 banking companies in the period of 2013-2015. The results of this study indicate that the Intellectual Capital component, VAHU and VACA, has an impact on ROE, while STVA has no impact on ROE.
DER variable gives a decrease in the form of ROE so that the hypothesis is rejected. This shows that the banking companies in Indonesia still rely on their physical assets which is measured by VACA and VAHU in creating added value for the companies that has an impact on the improvement of the financial performance of the companies. In addition, the banking companies management needs to manage their debt which is measured by DER as best as possible in order to prevent deteriorating performances of the companies. Thus the accepted hypotheses are VAHU and VACA, while the hypotheses rejected are STVA and DER.
Keywords: Intellectual Capital, Structure Capital, Financial Performace, Banking Companies
Abstrak: Penelitianinibertujuanuntukmengujipengaruh Modal Intelektual dan Struktur Modal terhadapKinerjaKeuangan Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Modal Intelektualdiukurdenganmetode VAIC yang terdiiridarikomponen VAHU, STVA, VACA, dan Struktur modal diukurdengan DER,
sedangkanKinerjaKeuangandiukurdengan ROE.
Jenispenelitianadalahpenelitiankuantitatifdenganteknikpengumpulan data menggunakan purposive sampling. Jenis data berupa data sekunderdenganmenghasilkansampel 111 perusahaanperbankanselamaperiode 2013-2015. Hasil penelitianinimenunjukankomponen Modal Intelektualyaitu VAHU dan VACA memberikandampakterhadap ROE, sedangkan STVA tidakmemberikandampakterhadap ROE. Varibel DER memberikandampakberupapenurunanterhadap ROE sehinggahipotesisbahwa DER
berpengaruhpositifterhadap ROE ditolak. Hal inimenunjukkanperusahaanperbankan di Indonesia masihmengandalkanasetfisiknya yang diukurdenganmenggunakan VACA diikutidengan VAHU dalammenciptakannilaitambahbagiperusahaan yang akhirnyaberdampakbagipeningkatankinerjakeuanganperusahaanperbankan.
Manajemenperusahaanperbankan juga harusmengelolahutangsebaikmungkin yang indikatornyadiukurdengan DER agar tidakmenurunkankinerjakeuanganperusahaan.
Demikianhipotesis yang diterimaadalah VAHU dan VACA, sedangkanhipotesis yang ditolak STVA dan DER.
Kata Kunci: Modal Intelektual, Struktur Modal, KinerjaKeuangan, Perusahaan Perbankan.
1. PENDAHULUAN
Persaingan di era
globalisasiiniterbilangketat dan memilikikemajuan yang pesat. Tetapi
di tengahkemajuanini,
masihbanyakperusahaan yang melihatkeberhasilanhanyadarijumlahke untungan yang di dapat.
Sedangkanperusahaan-
perusahaantersebutbanyak yang lupabahwakeuntunganperusahaansajati daklahcukupuntukmenjagaketahanan di tengaharusbisnis yang ketat.
Kesuksesansuatuperusahaandalam persaingan pasar yang kuatbergantung pada strategimanajemenpengetahuan yang
dimilikidaripadastrategipengalokasiana setkeuanganmaupunfisik (Botis et al.,
1999). Hal
inimendasariadanyatanggungjawabbag imanajemenuntukmemperhatikansecar alebihcermattentangadanyaintangible assets yang ada di suatuperusahaan.
Karena pengelolaanasetberwujud dan tidakberwujudapabiladisatukandengan baikakanmenjadistrategipotensialuntuk peningkatankinerja (Belkaouni, 2003).
Saatinikesadaranakanpentingnyaasetpe ngetahuansudahmakinmeningkat dan
asetpengetahuansudahdikategorikanse
bagaiintangible assets
(asettidakberwujud).
Hal inidapatdiukurdari yang
disebut Modal
IntelektualatauistilahlainnyaadalahInte llectual Capital (IC) yang tidaklepasdarifokusperhatian di bidangteknologi,
sosiologisertaakuntansi (Simarmata, 2015). Banyak perusahaan- perusahaanbelummemberikanperhatian terhadaphuman capital, structural capital, dan capital employee.
Sedangkan,
semuainimerupakanelemenpembangun Modal Intelektualperusahaan.
Modal Intelektualtelahmenjadiaset yang sangatbernilaidalam dunia bisnismodern. Tujuan yang
diharapkandari Modal
Intelektualyaitumampumeningkatkank emampuanperusahaandalamjangkapanj ang yang dapatdicapaimelaluiinvestasi pada sumberdayaintelektualterutama pada human capital, yang merupakanfaktorpenciptaannilaipdabis nis yang semakin modern (Ulum, 2009:84).
Pada penelitianSimarmata (2015) berpendapatdenganadanyapengelolaan
darikinerja Modal
Intelektualsebagainilaitambahdalamper usahaan, dapatdiketahui pula pengaruhnyaterhadapkinerjakeuangan dan nilaiperusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Chen et. al., (2005) menggunakan model (Pulic) Value Added Intellectual
Capital (VAIC)
untukmengujipengaruhantara Modal Intelektualdengannilai pasar dan kinerjakeuangan,
hasilnyamenunjukkanbahwa Modal Intelektualberpengaruhsecarapositifter
hadapnilai pasar dan
kinerjakeuanganperusahaanberupaprof itabilitas. Penelitian Firer dan Williams (2003), Bollen (2005) dan Ulumet al. (2008) menemukanbahwa Modal Intelektualberpengaruhpositif pada kinerjaperusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Kusumasari, et al.
(2009)
menemukanbahwapengaruhstruktur modal
tidakberpengaruhterhadapkinerjakeuan gan.
Melihatdarihasilpenelitianterdahulu,
makapenelitianinidilakukandenganbeb erapaperbedaanseperti;
adanyaperbedaansampeltahun,
objekperusahaan, dan indikator.
Penelitian yang dilakukan oleh
Marvidis (2004)
denganobjekperusahaanperbankan di negara
JepangmembuktikanbahwaModal Intelektualberpengaruhkuat, signifikan dan
memilikikorelasipositifterhadappening katankinerjakeuanganperbankan.
Penelitianterdahulu oleh Kusumajaya (2011) menunjukkanbahwaStruktur Modal berpengaruhpositif dan signifikanterhadapprofitabilitas. pada penelitianiniprofitabilitasdiukurdengan Return On Equity (ROE) merupakan salah saturasioprofitabilitas yang digunakanuntukmengukurlaba yang dihasilkandari modal atauekuitas yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil penelitian oleh Astuti, et al. (2015) denganistilahumumyaiturasio utang terhadapekuitasatauDebtto Equity Ratio (DER) berpengaruhpositif dan signifikanterhadapprofitabilitasdilihatd ariReturn On Equity (ROE).
Penelitianinitidakhanyamencaripe ngaruhvariabelindependenberupa Modal
Intelektualsajatetapiditambahkanvariab elindependenStruktur Modal terhadapKinerjaKeuangan.Perbedaan lain
penelitianinidenganpenelitiansebelumn yaadalahtahununtukobjekpenelitian yang berbedayaituSimarmata (2015) menggunakanobjekpenelitianperusaha anperbankantahun 2011, 2012, 2013, sedangkandalampenelitianinimenggun akanobjektahun 2013, 2014, 2015.
Alasandaripemilihansektorperban kandiperkuatkarena pada tahun 2013- 2015 kondisipertumbuhanperbankan di Indonesia mengalamiperlambatan.
OtoritasJasaKeuangandalamDetik
Finance (2015)
menyatakankondisiperbankanselamata hun 2014 mengalamiperlambatan, pertumbuhan Dana PihakKetiga (DPK) dan kredit pada Desember 2014 mengalamiperlambatanmasing-
masingdari 13,79% dan 11,89%, lalu pada November 2014 menjadisebesar 12,29% dan 11,58%. Merujuk pada beritadetik finance data pergerakanlaporankeuangantahunan
pada BEI menunjukankenaikan dan penurungan yang signifikansehingga data pada tahun 2013-2015 menarikuntukditeliti. Hal ini juga didukungdenganpemberitaan yang diterbitkan oleh Kompas (2017) tentang bank di Indonesia yang mengalamipenyusutanjumlah pada tahun 2014 karenaterjadiakuisisi dan merger terhadap bank-bank kecil oleh bank-bank yang lebihbesar.
Alasanadanyapenyusutanjumlah bank adalahkarenadayasaing bank-bank kecilmakinmenurun. Masyarakat
lebihmemilih bank-bank
menengahbesaruntukmenaruhsimpana nataumengajukankredit. Selainitu, bank-bank
menengahbesardianggaplebihaman dan memberikanbungakredit yang lebihmurah. Oleh karenaitusampel yang
diambiladalahperusahaanperbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
2. TINJAUAN PUSTAKA Resource Based Theory (RBT)
. AsumsiResource Based Theory (RBT)
yaitubagaimanasumberdayadapatsecar aumumdiklasifiskasikanuntukmemasu kkanatributperusahaan, aset, informasi, ataupengetahuan yang dikendalikan
oleh perusahaan yang
dapatdigunakanuntukmemahami dan menerapkanstrategimereka,
menurutSimarmata (2015).
Modal Intelektualdalam RBT memenuhikriteriasebagaisumberdaya
yang valuable, yang
mampumenciptakankeunggulankompe titif dan valuebagiperusahaan. salah
satuelemen Modal
Intektualadalahhuman capital yang elemennyaadalahsumberdayamanusia.
Jikasebuahperusahaanmemilikisumber
dayamanusia yang
memilikiintellectual ability yang tinggi dan
perusahaantersebutdapatmemaksimalk ankemampuantersebut,
sehinggamampumenjadikannilaitamba hbagiperusahaan,
nilaitambahinimerupakanpeningkatank inerjaperusahaan (Riahi-Belkaoui, 2003).
Modal Intelektual / Intellectual Capital (IC)
Modal intelektualmerupakan asset yang tidakterlihat yang merupakangabungandarifaktormanusia , proses, dan pelanggan yang memberikankeunggulankompetitifbagi perusahaan (Simarmata, 2015). Modal
Intelektualmemiliki 3
indikatorpembentuk; human capital, customerataureleation capital, dan structuralatauorganization capital (Ulum, 2009:23). Mavridis (2004)
mejelaskanbahwa Modal
Intelektualberpengaruhkuat, signifikan dan
memilikikorelasipositifterhadappening katankinerjaperbankan.
Nilai TambahUntuk Modal Intelektual / Value Added Intellectual Coefficient (VAIC)
Value Added Intellectual
Coefficient (VAIC)
adalahsuatukomponenorganisasi yang dijadikansebagaialatpengukur Modal Intelektualdenganmenganalisisseberap abesarefisiensi yang bisaditimbulkan pada perusahaan.
VA adalahindikator paling objektifuntukmenilaikeberhasilanbisni
s dan
menunjukkankemampuanperusahaand alamvalue creation (Pulic, 1998). VA dihitungsebagaiselisihantara output dan input (Yanwari, 2015 dan Simarmata, 2015). Pada penelitianSimarmata (2015) dijelaskanbahwa output (OUT) mempresentasikanpendapatan dan mencakupseluruhproduk dan jasa yang dijual di pasar, sedangkan input (IN) mencakupseluruhbeban yang digunakandalammemperolehpendapata n.
Pengukuran Modal Intelektual / Intellectual Capital (IC)
MenurutSimarmata (2015) untukmelakukanpengukuran VAIC (Value Added Intellectual Coefficient) harusmemperhatikanunsurpendukungn yaataubiasadikatakansebagaiindikator VAIC antara lain; VAHU (Value Added Human Capital), STVA (Structural Capital Value Added), VACA (Value Added Capital Employed).
Struktur Modal
Sedangkanstruktur modal perusahaanadalahpembiayaanpermane
n yang terdiridari utang jangkapanjang, sahampreferen, dan modal pemegangsaham, (Kusumajaya, 2011). Jadi, dapatdikatakanstruktur modal
suatuperusahaanhanyamerupakansebag iandaristrukturkeuangannya yang sebenarnya.
DER = Total Hutang ÷ Total Ekuitas
Struktur modal
adalahperbandinganantarajumlah utang jangkapanjangdengan modal sendiri yang diukurdengandebt to equity ratio (DER).
KinerjaKeuangan Perusahaan MenurutSucipto (2003) pengertiankinerjakeuanganadalahpene ntuanukuran-ukurantertentuyang dapatmengukurkeberhasilansuatuorgan isasiatauperusahaandalammenghasilka nlaba, sedangkanmenurut IAI (2007:3) kinerjakeuanganadalahkemampuanper usahaandalammengelola dan mengendalikansumberdaya yang dimilikinya.Kinerjaperusahaan yang sangatdipengaruhi oleh Intellectual Capitaladalah ROE (Jibu, 2016).
Return On Equity (ROE)
Return on equity (ROE) mempresentasikanreturnpemegangsah
ambiasa dan
biasanyamenjadibahanpertimbangan dan indikatorkeuangan yang pentingbagi investor (Chen et. al., 2005). ROEdijelaskan Brigham dan
Houston (2001),
sebagairasiolababersihterhadapekuitass ahambiasadiukursebagaitingkatpenge mbalianekuitassahambiasa (return on common equity-ROE).
KerangkaKonseptualPenelitian dan PengembanganHipotesisPenelitian
Penelitianinimemilikikerangkakon
septual yang
menggambarkantujuanpenelitian agar lebihmudahdipahami.
Berikutadalahkerangkakonseptualpene litianini:
Gambar 1. KerangkaKonseptual
PerumusanHipotesis
Berdasarkanpemaparan yang telahdibahassebelumnyamakaperumus anhipotesisnyaadalahsebagaiberikut;
H1(a) :Value Added Human Capital (VAHU)
berpengaruhpositifterhadapReturn On
Equity (ROE)
darikinerjakeuangansuatuperusahaan.
H1(b):Structural Capital Value Added (STVA)
berpengaruhpositifterhadapReturn On
Equity (ROE)
darikinerjakeuangansuatuperusahaan.
H1(c):Value Added Capital Employed (VACA)
berpengaruhpositifterhadapReturn On
Equity (ROE)
darikinerjakeuangansuatuperusahaan.
H2 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruhpositifterhadapReturn On
Equity (ROE)
darikinerjakeuangansuatuperusahaan.
3. METODE PENELITIAN Penelitianinimenggunakanjenispe nelitiankuantitatifdenganhipotesis yang bertujuanuntukmengujipengaruh Modal Intelektual dan Struktur Modal terhadapkinerjakeuanganperusahaan pada perusahaanperbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
ROE VAHU
STVA VACA DER
DenganVariabelIndependen yang digunakanadalahkinerja Modal
Intelektual, yang
merupakanpenciptaannilai yang diperolehataspengelolaan Modal Intelektual, dan Struktur Modal, yang diukurberdasarkan DER (Debt to
Equity Ratio).
VariabelDependennyaadalahKinerjaKe uangan Perusahaan yang diproksikandenganReturn On Equity (ROE).
Penelitianinimenggunakanperusah aanperbankan yang terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia
sebagaiobjekpenelitian, tahun 2013- 2015.
Adapun proses
seleksisampelberdasarkankriteria, yaitusebagaiberikut:
1. Perusahaan perbankan yang listing di BEIselama 3 tahunberturut- turutselamaperiode 2013-2015 dan dapatdiakses.
2. Perusahaan perbankan yang menggunakanmatauang rupiah sebagaialattransaksi.
3. Perusahaan
perbankandenganlaporankeuangan yang
memenuhisyaratperhitunganuntuk mencariindikatorpendukungvariab elpenelitian.
Penelitianinimenggunakanjenis data sekunder. Teknik pengumpulan
data yang
digunakanadalahtelaahdokumentasi.
Penelitianmenggunakan data sekunder yang bersumberdariwebsite Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id), dan Galeri
Bursa Efek Indonesia
UniversitasBrawijaya (GIBEI UB) dan didukung juga www.google.com.
Adapunbentuk data sekunder yang digunakandalampenelitianiniadalah data perusahaanperbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) daritahun 2013 sampai 2015.
Penelitianinimempunyaimetodean
alisisstatistik yang
disesuaikandenganjudul dan variabel
yang digunakan.
Metodetersebutadalahmetodeanalisisre gresiberganda. Apabila pada model
regresidalam uji
penelitianmemilikisyarat-
syarattertentuseperti data yang digunakanmemilikitipe data berskalaataurasio, data memilikidistribusi normal, dan
memenuhi uji asumsiklasikmakaakanmemberikanhas ilpenelitian yang baik.
Adapunbagiandari uji asumsiklasik, yaitu: uji normalitas, uji mutikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi.
PengujianHipotesisadalahsuatuana
lisisuntukmengujipengaruh brand
image dan
bauranpemasaranterhadapkeputusanna sabahdalammemilihproduk masa depandenganmenggunakan uji t dan uji F. Derajatkepercayaan pada penelitianinimenggunakanbatasnilaise
besar 5% atau 0,05.
Apabilanilaisignifikansilebihkecildarin ilaiprobabilitasyaitu 0,05 maka H0 ditolak dan HA diterima yang artinyabahwamasing-
masingdarivariabelindependenberpeng aruhpositifterhadapvariabeldependend alamsuatupenelitian.
4. HASIL PENELITIAN DeskripsiObjekPenelitian
Berdasarkanpengamatan pada penelitianinijumlahperusahaanperbank an yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) dan
telahmenerbitkanlaporankeuangansela matigatahunberturut-turutdaritahun 2013, 2014, dan 2015 yang telahdipublikasikanyaitusebanyak 37 perusahaan. Sesuaipenjelasaninisampel yang
digunakandalampenelitianiniadalah 37 perusahaanperbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2013 -2015. Pada penelitianinipengambilansampeldenga nmenggunakanmetodepurposive samplingmakadalamhalinidiperolehseb anyak 37 x 3 = 111 data pengamatan.
Daftar
sampelperusahaanperbankantersebutda patdilihatdalamtabelsebagaiberikut:
Tabel 1. PenentuanJumlahSampel
Adapun daftar namaperusahaan yang digunakanpenelitianiniuntukdijadikans
ampelpenelitiansebagaiberikut:
Tabel 2. Sampel Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015
AnalisisDeskriptif StatistikDeskriptif
Tabel 3. StatistikDeskriptif
Nilai standardeviasidari modal intelektual, struktur modal dan
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation X1(a)_VAHU
111 0,2284 19,1057 3,154114 3,3242044 X1(b)_STVA
111 -3,3787 0,9477 0,135179 1,0680821 X1(c)_VACA
111 0,0014 6,2704 0,524852 1,3437695 X2_DER
111 -22,6300 19,8500 6,590000 4,2927842 Y_ROE
111 -16,2800 28,2000 7,548198 8,0507374 Valid N
(listwise) 111
kinerjaperusahaanperbankandiperolehs ebesar 3,3242044, 1,0680821, 1,3437695, 4,2927842 dan 8,0507374
menunjukkanangka yang
lebihkecildarinilai rata-rata sebesar 3,154114, 0,135179, 0,524852, 6,590000 dan 7,548198. Hal inimenunjukkanhasil yang baikkarenastandardeviasi yang merupakanpenyimpangandari data tersebutlebihkecildarinilai rata-ratanya (Std. deviation>mean).
Uji Heteroskedastisitas
Hasil uji
heteroskedastisitasvariabel VAHU, STVA, VACA dan DER terhadap ROE menunjukkanbahwatitik- titiktersebar di atas dan di bawahangka nol.
Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas
Titik-titikmenyebar dan tidakmembentukpolatertentusehinggad
apatdisimpulkanbahwadalam model regresitidakterjadiheteroskedastisitas.
Uji Autokorelasi
Tabel 4. Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Mod el R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson 1 .359a .129 .096 7.6533720 1.959 a. Predictors: (Constant), X2_DER, X1(b)_STVA, X1(c)_VACA, X1(a)_VAHU
b. Dependent Variable: Y_ROE
Berdasarkanhasil output diperolehnilaistatistik uji Durbin- Watsonsebesar 1,959 (mendekati 2, ataubatasnyaantara 1,6-2,4).
Dengandemikian,
dapatdisimpulkanbahwatidakterdapata utokorelasiantaravariabelstruktur
modal dan modal
intelektualdenganvariabelnilaiperusaha an.
Uji Multikolinearitas
Tabel 5. Uji Multikolinearitas
Dari
hasilpengujiandiketahuibahwaseluruhn ilai VIF pada variabel VAHU STVA, VACA dan DER Terhadap ROE
lebihkecildari 10 dan
nilaitolerancelebihbesardari 0,10 sehinggadisimpulkanbahwatidakterjadi multikolinieritasantarvariabelbebas.
Uji Normalitas
Hasil pengujianmenunjukkan residual berdistribusi normal apabilatitik-titik yang terlihat pada baganhasil uji SPSS berada di sekitargaris diagonal. Adapunhasil uji normalitasdapatdilihat pada baganberikut:
Gambar 3. Uji Normalitas
Titik-titik yang menyebar di sekitargaris diagonal menunjukkan residual berdistribusi normal sehinggadapatdisimpulkanbahwa residual antaravariabel VAHU, STVA, VACA dan DER terhadap ROE normal.
Tabel 6. Uji Normalitas
Dari Tabel 6, besarnyanilai Kolmogorov-SmirnovZadalah 2.184 untuk VAHU, 3.074 untuk STVA, 5.032, untuk VACA, 1.401 untuk DER
dan 1.052 untuk ROE
sehinggalebihbesardari 0,05.
Demikiandapatdisimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak,
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standar dized Coefficie
nts
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std.
Error Beta
Tolera nce VIF 1 (Const
ant) 8.160 1.501 5.434 .000 X1_V
AHU .682 .255 .282 2.676 .009 .741 1.349 X1_S
TVA -.598 .791 -.079 -.756 .452 .746 1.341 X1_V
ACA .579 .560 .097 2.034 .030 .941 1.063 X2_D
ER -.453 .171 -.242 -
2.651 .009 .988 1.012 a. Dependent Variable:
Y_ROE
sehinggadapatdisimpulkanbahwatidaka daperbedaandistribusiresidual
dengandistribusi normal, ataudapatdikatakanseluruh residual pada setiapvariabelberdistribusi normal.
Hasil AnalisisRegresiBerganda
Tabel 7. PengujianRegresiBerganda
Berdasarkantabel,
persamaanregresinyatersebutdapatdiga mbarkansebagaiberikut:
Y’ = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Y’ = 8.240 + 0.320X1 + (-0.065)X2 + 0.820X3 + (-0.334)X4 + 1.390
Keterangan:
Y’ = ROE a = konstanta b1 = koefisienregresi X1 = VAHU
X2 = STVA X3 = VACA X4 = DER
PengujianHipotesis Uji T
Berdasarkanhasil uji SPSS 17 makahasil uji T pada Tabel 7 di atas, makadapatdideskripsikansebagaiberiku t, yaitu:
a) Konstantasebesar 8,160;
artinyavariabel ROE
tidakdipengaruhi oleh variabellain.
b) KoefisienVariabelVAHU X1(a) memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0,009<0,05 atauterdapatpengaruh dan uji t menunjukkan 2,676> t tabel.
ArtinyaVAHUberpengaruhpositifte rhadapROE,
sehinggadapatdikatakanhipotesisdit erima.
c) KoefisienVariabel STVA X1(b)memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0,452> 0,05 atautidakterdapatpengaruh dan uji t menunjukkan -0,746< t tabel.
Artinya STVA berpengaruhnegatif dan tidaksignifikanterhadapROE, sehinggadapatdikatakanhipotesisdit olak.
d) KoefisienVariabel VACA (X1(c)) memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0.030< 0.05 atauterdapatpengaruh dan uji t menunjukkan 2.034>t
tabel. Artinya VACA
berpengaruhpositifterhadapROE, sehinggadapatdikatakanhipotesisdit erima.
e) KoefisienVariabel DER (X2) memilikinilaisignifikansi (Sig.)
0.009 <0.05
atauterdapatpengaruhdan uji t menunjukkan -2.651>t tabel.
Artinya DER
berpengaruhnegatifterhadapROE, sehinggadapatdikatakanbahwahipot esisditolakdikarenakanpengajuanhi potesistersebutadalahpositif.
Uji F
Tabel 8. Hasil Uji F
Berdasarkantabel di
atasmakahasildari uji statistik F didapatkannilaistatisticfhitung 3,930 dan nilaisignifikasi 0,005, hasilinilebihbesardari F tabel (2,69) pada n sebesar111sehingga Ho ditolak
dan Ha diterima,
dapatdisimpulkanbahwavariabelindepe
nden Modal
IntelektualdenganindikatorVAHU,
STVA, VACA dan
variabelindependenStruktur Modal denganindikatorDERberpengaruhsecar asimultan
terhadapvariabeldependenyaituROE.
Hasil Analisa KoefisienDeterminasi (R2)
Tabel 9. KoefisienDeterminasiR2
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin- Watson
1 .359a .129 .096 7.6533720 1.959
a. Predictors: (Constant), X2_DER, X1_STVA, X1_VACA, X1_VAHU
b. Dependent Variable: Y_ROE
Berdasarkantabel 10, diperolehangka R2 (R Square) sebesar 0.129 atau (12,9%). Hal inimenunjukkanprosentasesumbangan pengaruhvariabelindependen yang terdiridari VAHU, STVA, VACA dan DER terhadap ROE sebesar 12,9%.
Sedangkansisanyasebesar 87,1%
dipengaruhiataudijelaskan oleh
variabel lain yang
tidakdimasukkandalam model penelitianini.
5. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
ANOVAb
Model
Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression
920.726 4 230.182 3.930 .005a Residual 6208.855 106 58.574
Total 7129.581 110
a. Predictors: (Constant), X2_DER, X1_STVA, X1_VACA, X1_VAHU b. Dependent Variable: Y_ROE
PengaruhIndikator Modal IntelektualterhadapKinerjaKeuanga n Perusahaan
Pengaruh VAHU (Value Added
Human Capital)
terhadapKinerjaKeuangan Perusahaan Perbankan
Hasil
penelitianmenunjukkanbahwavariabel VAHU (X1) memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0,009 < α (0,05) dan uji t menunjukkan 2,676 > t tabel (2,000) atauterdapatpengaruh.
ArtinyaVAHUberpengaruhpositifterha dapROE,
sehinggadapatdikatakanbahwahipotesi sditerima. Berdasarkanhasil uji tersebutdapatdisimpulkanbahwajika VAHU meningkatmaka ROE juga mengalamipeningkatan.
Arahhubungan yang
positifmenjelaskanbahwaterdapatkecen derungandalammempengaruhikinerjak euangan (return on equity).
Pengaruh STVA (Structural Capital
Value Added)
terhadapKinerjaKeuangan Perusahaan Perbankan
Hasil penelitian menunjukkan
Variabel STVA (X2)
memilikinilaisignifikansi (Sig.) artinya 0.452 > α (0,05) dan uji t menunjukkan -0,756> t tabel (2.000) atautidak terdapatpengaruh. Artinya STVA tidakberpengaruhterhadapROE.
Maka, dapatdikatakanhipotesis 1(b) ditolakkarenatidakterdapatpengaruh yang diberikan STVA terhadap ROE pada perusahaanperbankan.
Berdasarkanhasil uji
tersebutdapatdisimpulkanbahwajika STVA tidakmeningkatmaka ROE juga tidakmengalamipeningkatan.
Pengaruh VACA (Value Added
Capital Employed)
terhadapKinerjaKeuangan Perusahaan Perbankan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel VACA (X3) memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0,030<α (0,05) dan uji t menunjukkan 2,034>t tabel (2,000) atauterdapatpengaruh. Artinya VACA berpengaruhpositifterhadapROE, sehinggadapatdikatakanbahwahipotesi sditerima. Berdasarkanhasil uji tersebutdapatdisimpulkanbahwajika
VACA meningkatmaka ROE juga mengalamipeningkatan.
Pengaruh DER (Debt to Equity Ratio) terhadapKinerjaKeuangan Perusahaan
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabelDER (X4) memilikinilaisignifikansi (Sig.) 0,009
< α (0,05) atauterdapatpengaruh dan uji t menunjukkan -2,015>t tabel (2,000)
sehinggadapatdikatakanpengaruhnyada lambentuknegatif. Artinya DER berpengaruhnegatifterhadapROE, sehinggadapatdikatakanbahwahipotesi sditolak.
Jadiarahkoefisientidaksesuaidengan yang dihipotesiskanyaituarahpositif.
Berdasarkanhasil uji
tersebutdapatdisimpulkanbahwajika
DER meningkatmaka ROE
akanmengalamipenurunan.
Kesimpulan
Variabel VAHU dan VACA memilikipengaruhterhadapkinerjakeua
nganperusahaan. Hal
inimencerminkankinerjakeuanganperu sahaandapatditingkatkandenganmenin
gkatkan VAHU
ataubiayakaryawandengancaramenjaga kesejahteraankaryawan.
Berbedadenganvariabel STVA yang
menunjukantidakmemberikandampakt erhadapkinerjakeuanganperusahaan.
Pengaruh STVA yang
tidaksignifikanmenunjukanbahwakema mpuanperusahaandalammendukungusa hakaryawanbelummampumemberikan pengaruhterhadapkinerjakeuanganperu sahaanperbankan.
Penelitianinimenunjukkanbahwapenin
gkatan STVA
akanmenurunkanproduktivitaskaryawa nkarenaperusahaanbelummelihat modal yang digunakanuntukstructural capital menjadi salah satunilaitambah.
Hasil
menunjukanbahwauntukmeningkatkan kinerjakeuanganperusahaanmakaperus ahaandianjurkanuntukmenurunkan STVA.
Hasil penelitianmenunjukanbahwa DER
tidakberpengaruhterhadapkinerjakeuan ganperusahaankearah yang baik. Hal inimembuktikanbahwauntukmeningkat kankinerjaperusahaan,
makaperusahaandiharuskanuntukmela kukanpengelolaan yang hati- hatiterhadaphutangperusahaan,
artinyaperusahaan yang
memilikitingkatkinerjakeuangan yang tinggicendrungdiakibatkankarenameng ambil utang lebihsedikit.
DAFTAR PUSTAKA
Belkaoui, Ahmed Riahi. 2003.
“Intellectual Capital andFirmPerformance of US Multinational Firms: A Study of The Resource-based and StakeholderViews”. Journal of Intellectual Capital. Vol. 4, No. 2, pp.215-226.
Bollen, Laury, Phillip Vergauwen dan Stephanie Schineders. (2005).
“Linking Intellectual Capital and Intellectual Property to Company Performance.” Management Decision.
Brigham, E.F., dan J. Houston. 2004.
Dasar-Dasar
ManajemenKeuangan.
Penerjemah Ali Akbar Yulianto.
EdisiKesepuluh. Edisi Indonesia.
Buku II. Jakarta: SalembaEmpat.
Chen, Ming-Chin, ShuJu Cheng, Yuhchang Hwang. 2005. “An Empirical Investigation of The Relationship Between Intellectual Capital and Firm‟s Market Value and Financial Performance”.
Journal of Intellectual Capital.
Vol. 6, No. 2, pp.159-176
Firer, S., and S.M. Williams. 2003.
“Intellectual capital and traditional measures of corporate performance”. Journal of Intellectual Capital. Vol. 4 No. 3.
pp. 348360.
Kusumajaya, D. K O. 2011.
"PengaruhStruktur Modal dan Pertumbuhan Perusahaan TerhadapProditabilitas dan Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia". UniversitasUdayana Denpasar.
Kusumasari, Artini, dan Nitiyasa.
2010. PengaruhRisikoBisnis, PertumbuhanAset, Dan Struktur Modal TerhadapKinerjaKeuangan di PT Telekomunikasi Selular.
Jurnal. (online).
www.google.com.
Mavridis, Dimitrios G. 2004. “The Intellectual Capital Performance of The Japanese Banking Sector”.
Journal of Intellectual Capital.
Vol. 5, No. 3, pp.92-115.
Pulic, Ante. 1998. Measuring The Performance of Intellectual Potential in Knowledge Economy.
Paper disajikan pada The 2nd McMaster Word Congress on Measuring and Managing Intellectual Capital by the Austrian Team for Intellectual Potential.
Sucipto. (2003).
PenilaianKinerjaKeuangan. USU digital library, Universitas Sumatera Utara.
Simarmata, R.. (2015).
"PengaruhIntellectual
CapitalTerhdapKinerjaKeuangan dan Nilai Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia." Universitas Negeri Semarang.
Ulum, I. (2008). Intellectual Capital PerformanceSektorPerbankan di Indonesia. JurnalAkuntansi dan Keuangan Volume 10, No.2, 77- 84.
Yanwari, R. 2015.
AnalisisPengaruhIntellectual Capital dan Struktur Modal TerhadapKinerjaKeuangan
Perusahaan
PerusahaanPenerimaPenghargaan Indonesia Make StudyTahun 2011-2014.