PERAN BURUH PEREMPUAN DALAM PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA
(Studi:Buruh Perempuan Yang Bekerja Pada Industri Kecil Kerupuk Palembang Di Nagari Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir
Selatan)
ARTIKEL ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)
MELA RAMISKA NPM. 10070142
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2017
v
HALAMAN PENGESAHAN JURNAL
PERAN BURUH PEREMPUAN I}ALAM PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA
(studi: Buruh
PerempuanYang Bekerja
padarndustri Kecil Kerupuk
PalembangDi Nagari surantih Kecamatan sutera Kabupaten pesisir
Selatan
)
NamaNPM
Program Studi Institusi
:MelaRamiska :
10070142:Pendidikan Sosiologi
: Sekolah
Tinggi
Keguruan danIlmu
Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera BaratPadang,
Maret2017
Disetujui Oleh:
Pembimbing II
) //'
(Ilian Kurnia Anggreta M.Si ) Pembimbing I
//tu_ /l
(Lzidrti(l.num ;
The Role of Labor Women on Improvement the Economics of Household (Study on Labor Women on The Small Industries Crackers Palembang In Surantih Vilage District of Sutera
Pesisir Selatan) By
Mela Ramiska1, Aziwarti M.Hum2, Dian Kurnia Anggreta M.Si3 ABSTRACT
The dual role of women becomes a common phenomenon in the present moment. The phenomenon of women who have multiple roles are also happen in Surantih village, where known from 4495 workers in Surantih village, 1015 of them were women workers. One types of work to be entered by women in villages Surantih namely Palembang cracker industry. The purpose of this study was to describe the factors that cause women choose to work as laborers in Palembang cracker industry and the role of women who work as laborers in industrial palembang crackers Surantih village district Pesisir Selatan in improving the income of the household economy.The theory used in this research is the structural functionalism theory proposed by Robert K. Merton.
This theory emphasizes the concepts of main function, dysfunction, latent functions, functions manifest and equilibrium. This research was qualitative by using descriptive method. Methods of data collection was by interview and observation. Informant of the research were conducted with 21 persons, informants in this study were taken by using purposive sampling technique. the data analysis model, namely through the stages of data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the factors that cause women choose to work as laborers in the palembang crackers industry, namely the hours worked in the cracker industry Pelembang only 6-7 hours a day, wages are given in accordance with the work performed, and the distance of the workplace with their house were near, as well as the work performed is not too heavy. While the role of women who work as laborers in industrial crackers palembang villages Surantih district of Pesisir Selatan in improving the economic income of the household is to help her husband in augmenting family income and to finance the needs of the household because her husband had died or did not work because of illness so that no income for household from her husband, and to finance their children's education.
Keyword: The Role of Labor Women on Improvement the Economics of Household, Palembang cracker industry
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat Angkatan 2010
2Pembimbing I dan Dosen Universitas Andalas Sumatera Barat
3Pembimbing II dan Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat
3
ABSTRAK
Mela Ramiska (10070142), Peran Buruh Perempuan Dalam Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga (Studi : Buruh Perempuan Yang Bekerja Pada Industri Kecil Kerupuk Palembang Di Nagari Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan), Skripsi, Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat, Padang, 2017.
Peran ganda perempuan menjadi fenomena yang sering dijumpai pada saat sekarang ini.
Fenomena perempuan yang memiliki peran ganda juga terdapat di nagari Surantih dimana dari 4495 orang jumlah penduduk yang bekerja, 1015 orang diantaranya adalah pekerja perempuan.
Salah satu bidang pekerjaan yang di masuki oleh perempuan di nagari Surantih yaitu industri kerupuk palembang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor- faktor yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang dan peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang nagari Surantih kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme struktural yang dikemukakan oleh Robert K. Merton. Teori ini menekankan kepada konsep-konsep utamanya adalah fungsi, disfungsi, fungsi laten, fungsi manifest dan keseimbangan (equilibrium). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data adalah melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan informan sebanyak 21 orang, informan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Model analisis data yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang yaitu karena jam kerja di industri kerupuk pelembang hanya 6-7 jam sehari, upah yang diberikan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, dan jarak tempat kerja dengan rumah dekat serta pekerjaan yang dilakukan tidak terlalu berat. Sementara peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang nagari Surantih kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga yaitu untuk membantu suami dalam menambah pendapatan keluarga dan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga karena suami sudah meninggal atau tidak bekerja karena sakit sehingga tidak ada pendapatan rumah tangga dari suami, serta untuk membiayai pendidikan anak-anaknya
Kata Kunci : Peran Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga, Industri Kerupuk Palembang
PENDAHULUAN
Peran ganda perempuan menjadi fenomena yang sering dijumpai pada saat sekarang ini, dimana banyak perempuan yang perannya tidak saja sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai pekerja guna membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Fenomena perempuan yang memiliki peran ganda juga terdapat di Nagari Surantih dimana dari 4495 orang jumlah penduduk yang bekerja, 1051 orangorang diantaranya adalah pekerja perempuan. Hal ini dapat dikatakan bahwa 23.38% perempuan di Nagari Surantih ikut andil dalam dunia kerja.
Jenis pekerjaan yang banyak di geluti oleh kaum perempuan di Ngari Surantih adalah berdagang ikan yaitu sebanyak 392 orang perempuan, hal tersebut dikarenakan Nagari Surantih terletak di dekat pantai.
Tetapi untuk menekuni jenis pekerjaan ini, perempuan harus memiliki modal karena ikan yang hendak di jual terlebih dahulu di beli dari nelayan. Berikutnya jenis pekerjaan lainnya yang ditekuni oleh perempuan adalah buruh tani yaitu sebanyak 102 orang, kemudian perempuan yang bekerja sebagai petani sebanyak 364 orang, sebagai peternak sebanyak 27 orang dan pedagang pangan sebanyak 21 orang. tetapi untuk menekuni bidang pekerjaan tersebut perempuan harus memiliki modal. Lebih lanjut, perempuan
4
yang bekerja sebagai PNS sebanyak 129 orang, tetapi dalam hal ini, perempuan yang ingin bekerja jadi PNS harus memiliki ijazah pendidikan. Dan yang paling sedikit adalah perempuan yang bekerja sebagai penjahit yaitu sebanyak 3 orang, dan untuk menekuni bidang pekerjaan ini maka perempuan harus memiliki skill menjahit. Sementara bagi perempuan yang tidak memiliki modal, ijazah pendidikan serta skill khusus maka mereka akan memilih bekerja pada industri kerupuk palembang, dimana dari tabel 1.1 dapat dilihat perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang adalah sebanyak 13 orang perempuan.
Industri kerupuk merupakan salah satu jenis pekerjaan yang tidak menuntut pekerja harus memiliki skil khusus seperti pada jenis pekerjaan menjahit serta pekerja tidak harus memiliki ijazah pendidikan seperti pada jenis pekerjaan PNS, dan pekerja juga tidak harus mengeluarkan modal/uang seperti pada jenis pekerjaan berdagang dan buruh tani. Selama pekerja membutuhkan pekerjaan dan mau bekerja sungguh-sungguh maka pekerja bisa dipekerjakan oleh pemilik industri kerupuk palembang untuk bekerja diperusahaannya.
Dapat dikatakan bahwa bagi perempuan yang membutuhkan pekerjaan, industri kerupuk adalah jenis pekerjaan yang mudah untuk dimasuki dan tidak membutuhkan modal apapun. Oleh karena itu pekerja dari industri kerupuk lebih banyak di geluti oleh orang-orang dengan latar belakang ekonomi kebawah.
Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 12 Oktober 2014 diketahui bahwa di Nagari Surantih terdapat tiga industri kerupuk yang memproduksi kerupuk palembang dan menjualnya kepada masyarakat di Nagari Surantih. Mayoritas pekerja dari tiap industri kerupuk palembang tersebut adalah perempuan yang sudah berkeluarga.
Berdasarkan hasil wawancara awal pada tanggal 12 Oktober 2014 dengan pemilik industri kerupuk palembang diketahui alasan kenapa mayoritas pekerja dari industri kerupuk palembang adalah perempuan karena pekerjaan yang dilakukan di industri kerupuk palembang tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan pada umumnya dirumah
yaitu memasak dan pekerjaan di industri kerupuk palembang ini sangat sederhana dimana kerjanya mencetak kerupuk, menjemur kemudian digoreng lalu mengemas kerupuk yang telah digoreng kedalam kantong plastik. Oleh karena itu menurut pemilik industri kerupuk palembang pekerjaan pada industri kerupuk palembang ini lebih cocok di kerjakan oleh kaum perempuan dan karena itu pekerja pada industri kerupuk palembang lebih banyak kaum perempuan sementara pekerja laki-laki hanya untuk bagian pengantaran ke warung-warung yang ada di Nagari Surantih.
Ikut terlibatnya perempuan di nagari Surantih bekerja diluar rumah dalam hal ini bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di karenakan penghasilan suami yang rendah dan tidak tetap serta suami tidak mampu lagi untuk bekerja, sementa kebutuhan rumah tangga harus di penuhi, karena itu perempuan-perempuan yang bekerja menjadi buruh di pabrik kerupuk palembang tergerak untuk bekerja dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan membantu suami mencari penghasilan tambahan di luar rumah dengan cara bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang
Pendapatan suami dari buruh perempuan yang bekerja di industri kerupuk Palembang di Nagari Surantih yang tertinggi adalah Rp. 600.000, hal ini berarti rata-rata seharinya pendapatan dari suami adalah sebesar Rp. 20.000, dan pendapatan suami yang terendah adalah Rp. 300.000, hal ini berarti rata-rata pendapatan suami perharinya adalah Rp. 10.000. Jika keluarga memiliki tangungan dalam hal ini anak, tentu saja pendapatan suami tidak akan cukup membiayai kebutuhan rumah tangga, dan karena rendahnya pendapatan suami tersebut membuat perempuan terdorong untuk bekerja membantu suami mencari nafkah guna memenuhi kebetuhan keluarga.
Dari hasil observasi juga diketahui bahwa ada beberapa orang buruh perempuan yang suaminya tidak lagi bekerja atau sudah meninggal sehingga perempuan tersebut terpaksa harus bekerja dengan menjadi buruh di industri kerupuk palembang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Fenomena yang terjadi pada rumah tangga buruh perempuan industri kerupuk
5
palembang dimana pendapatan suami rendah dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga membuat para istri memiliki peran ganda dimana mereka tidak saja harus menjadi ibu rumah tangga tetapi juga harus mencari nafkah dengan cara bekerja di indutri kerupuk Palembang guna meningkatkan ekonomi rumah tangganya.
Namun sehubungan dengan peran ganda perempuan tersebut, menurut Claudia (2006:23), partisipasi perempuan dalam dunia kerja diharapkan tidak mengurangi peranannya dalam pembinaan keluarga sejahtera dan membina generasi muda khususnya dalam rangka pembinaan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Dengan meningkatnya partisipasi wanita dalam angkatan kerja diharapkan akan mengurangi tingkat pengangguran dan secara tidak langsung akan meningkatkan ekonomi keluarga.
Berdasarkan fenomena yang terjadi di Nagari Surantih sehubungan dengan peran ganda perempuan penulis tertarik untuk melakukan penelitian, dengan judul “Peran Buruh Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga (Studi : Buruh Perempuan yang Bekerja di Industri Kecil Kerupuk Palembang di Nagari Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan”.
Berdasarkan latarbelakang masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Faktor apa yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang? (2) Bagaimanakah peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang nagari Surantih kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Faktor-faktor yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang. (2) Peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang nagari Surantih kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan peranan
perempuan bekerja dalam sektor industri kecil Kerupuk Palembang di Nagari Surantih Kabupaten Pesisir Selatan. Tipe penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah tipe penelitian deskriptif, Penggunaan metode ini memberikan peluang kepada peneliti untuk melakukan pengumpulan data yang bersumber dari wawancara, observasi, foto- foto, dokumentasi pribadi, catatan atau pun memo dan dokumen resmi untuk menggambatkan subyek dari penelitian tersebut.
Informan dalam penelitian ini terdiri dari ibu rumah tangga yang bekerja di industri Kerupuk Palembang, dimana informan penelitian berjumlah 21 orang informan yang terdiri dari 13 orang istri/
perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang, 5 orang suami perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang dan 3 orang pemilik pabrik kerupuk palembang .
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui 3 metode yaitu: (1) Observasi, dimana observasi yang dilakukan adalah obervasi non partisipasi. Adapun yang penulis observasi yaitu, aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh buruh perumpuan ketika bekerja di industri kerupuk palembang, serta aktivitas yang dilakukan oleh buruh perempuan tersebut ketika berada di rumah. (2) Wawancara, dimana teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara secara langsung yang mendalam (in-depth Interview). Untuk Proses wawancara dilakukan pada saat jam istirahat supaya aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh informan penelitian tidak terganggu. Wawancara dengan informan penelitian dilakukan tidak secara bersamaan, dimana pertama-tama wawancara dilakukan di tempat buruh perempuan bekerja kemudian setelah itu ketika buruh perempuan berada di rumah. (3) Dokumentasi, dimana dokumentasi berasal dari dokumen yang lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam
Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: (1) Pengumpulan data, (2) Reduksi data. (3) Penyajian data. (4) Penarikan kesimpulan
6
HASIL PENELITIAN
1. Deskripsi Perempuan yang Bekerja di Industri Kerupuk Palembang
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran buruh perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang di nagari Surantih dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Sebelum menjawab hasil penelitian terlebih dahulu akan disajikan deskripsi perempuan yang bekerja di industri kerupuk Palembang di nagari Surantih
Deskripsi buruh perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang di nagari Surantih, dimana usia buruh perempuan yang muda adalah yang berusia 42 tahun sementara yang paling tua adalah yang berusia 57 tahun. Latar belakang pendidikan buruh yang terbanyak adalah dengan latar belakang pendidikan SD yaitu sebanyak 6 orang, sementara yang berlatar belakang pendidikan SMP sebanyak 5 orang dan yang belatar belakang pendidikan SMA sebanyak 2 orang. mengenai jumlah anakdari perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih, yang paling banyak adalah yang memiliki anak sebanyak 6 orang dan yang paling sedikit memiliki anak 2 orang, tetapi rata-rata anak-anak dari buruh perempuan tersebut sudah berkeluarga dan ada juga yang suda bekerja jadi anak-anak yang sudah menikah dan bekerja tersebut terkadang yang membantu membiayai adik- adik mereka yang masih sekolah. Sementara pendapatan rumah tangga dari buruh perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang di nagari Surantih yang paling tinggi adalah dengan pendapatan Rp.
980.000 per bulan dan yang paling rendah adalah yang berpendapatan Rp. 360.000 per bulan.
Sebelum bekerja di industri kerupuk palembang banyak buruh perempuan sebelumnya menjadi buruh tani, dimana perempuan tersebut bekerja di ladang dan sawah milik orang lain dengan sistim bagi hasil tetapi rata-rata per bulannya perempuan tersebut mendapat upah Rp.
300.000, dan alasan perempuan tidak lagi menekuni bidang pekerjaan ini karena tidak lagi memiliki modal karena yang menanggung bibit dan pupuk di awal adalah perempuan tersebut setelah panen baru di kurangi hasil panen dengan biaya yang telah
dikeluarkan. Ada juga perempuan yang bekerja sebagai pedagang ikan dengan pendapatan per bulannya Rp. 400.000 sampai dengan Rp. 450.000 tetapi untuk berdagang ikan perempuan tersebut harus mempunyai modal untuk membeli ikan untuk di jual kembali dan kerena tidak lagi memiliki modal maka itu perempuan tersebut tidak lagi menekuni bidang pekerjaan tersebut. Begitu juga halnya berdagang gorengan dan buka warung dirumah dimana perempuan tersebut membutuhkan modal untuk melanjutkan usahanya tersebut sementara modal yang dimiliki habis terpakai untuk biaya rumah tangga. Kemudian ada juga perempuan yang bekerja di industri kerupuk palembang sebelum bekerja menjadi pembantu dirumah orang dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar per bulannya yaitu Rp. 600.000 tetapi kerja yang diakukan cukup banyak seperti mencuci, menyetrika dan bersih- bersih rumah pemilik tempat perempuan tersebut bekerja dan perempuan tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dirumah majikannya untuk bekerja dari pada di rumah sendiri dan karena itu perempuan tersebut memilih untuk berhenti dan kemudian bekerja di industri kerupuk palembang.
2. Faktor-faktor yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang
Seorang perempuan yang sudah menikah, bagi mereka keluarga adalah yang utama. Mereka akan mengorbankan waktunya untuk mengurus rumahtangganya, dan disaat masalah ekonomi melanda keluarganya, para perempuan akan berusaha untuk mencari penghasilan guna membantu suami untuk meningkatkan ekonomi keluarga mereka. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perempuan untuk memilih bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang yang ada di nagari Surantih adalah sebagai berikut:
a. Jam Kerja hanya 6-7 jam Sehari Perempuan yang sudah memiliki keluarga, hal yang mereka inginkan adalah mengabiskan waktu lebih banyak untuk keluarganya, begitu halnya bagi perempuan yang bekerja di luar rumah, dimana didalam memilih pekerjaan
7
mereka lebih suka kepada pekerjaan yang jam kerjanya tidak terlalu tinggi tujuaannya supaya mereka bisa pulang cepat dan kemudian mengurus keluarga mereka. Begitu halnya bagi perempuan yang bekerja menjadi buruh di industri pabrik kerupuk palembang dimana alasan mereka memilih untuk bekerja menjadi buruh diperusahaan tersebut dikarenakan jam kerjanya dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 14.00 WIB dan jam 13.000 WIB, hal ini berati jam kerja dari buruh perempuan hanya 6 jam sampai 7 jam
Alasan perempuan memilih untuk bekerja menjadi buruh di industri kerupuk palembang dikarenakan jam kerja dari industri kerupuk pelembang adalah sampai jam dua siang dan palin lama sampai jam 3 siang, dan karena waktu yang di habiskan ditempat kerja tidak terlalu lama maka perempuan tersebut memilih untuk bekerja di industri kerupuk palembang karena bagaimanapun juga kewajiban sebagai ibu rumah tangga tidak bisa di tinggalkan, dan kalau bekerja waktu yang di habiskan untuk bekerja cukup lama atau sampai malam tentu keluarga akan menjadi terbengkalai.
Dapat disimpulkan bahwa walaupun perempuan bekerja tetapi mereka juga memikirkan waktu yang akan mereka pergunakan untuk mengurus keluarganya, oleh karena itu perempuan tersebut dalam mencari kerja memilih waktu yang tidak membuat keluarganya terbengkalai terlalu lama karena ditinggal untuk bekerja, dan alasan tersebut membuat perempuan memilih bekerja menjadi buruh di industri kerupuk palembang karena waktu yang dihabiskan untuk bekerja hanya 6 jam sampai 7 jam, dan sore harinya mereka telah bisa mengurus dan berkumpul dengan keluarga.
b. Upah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan
Seseorang bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk uang yang nantinya akan dipergunakan untuk membiayai kehidupan mereka, tetapi jika apa yang dikorbankan dalam hal ini tenaga pekerja tidak sesuai dengan apa yang di terima yaitu upah
tentunya pekerja tersebut akan merasa kecewa dan akan berusaha untuk mencari pekerjaan baru yang memberikan upah sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan, dan hal tersebut merupakan salah satu alasan kenapa perempuan di nagari Surantih memilih untuk bekerja menjadi buruh di industri kerupuk palembang
Alasan buruh perempuan memilih untuk bekerja di industri kerupuk palembang di karenakan bagi mereka upah yang diterima sudah sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan, dalam artian apa yang dikorbankan dalam hal ini tenaga sesuai dengan apa yang mereka terima dalam hal ini upah. Dan jika di bandingkan dengan pekerjaan yang mereka lakukan sebelumnya dimana pekerjaan yang mereka lakukan cukup berat sementara upah yang mereka terima tidak sesuai dengan tenaga dan waktu yang mereka korbankan, dan karena itu buruh perempuan tersebut memilih untuk bekerja di industri kerupuk palembang karena pekerjaan yang dilakukan tidak berat dan dari pada duduk dirumah yang tidak mendatangkan pendapatan maka itu mereka memilih untuk bekerja di industri kerupuk palembang
Dapat disimpulkan bahwa bagi perempuan yang bekerja menjadi buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih, dimana menurut mereka alasan mereka memilih untuk menjadi pekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang dikarenakan upah yang mereka terima sesuai dengan pekerjaan yang mereka lakukan, dan hal tersebut berbeda dengan tempat kerja mereka sebelumnya dimana kerja yang mereka lakukan banyak tetapi di bayar kecil sehingga mereka memutuskan untuk mencari kerja yang lain dan akhirnya mereka memilih untuk bekerja di industri kerupuk palembang karena upah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
c. Jarak tempat kerja dengan rumah dekat
Setiap orang yang ingin mencari pekerjaan pasti menginginkan tempat kerja mereka tidak jauh dari rumah, alasannya untuk menghemat biaya transportasi serta tidak
8
mengabiskanwaktu di perjalanan dan bisa langsung berkumpul dengan keluarga. Begitu halnya dengan pekerja perempuan yang telah memiliki keluarga sendiri dimana mereka mengingkan tempat kerja mereka tidak jauh dari rumah, supaya bisa langsung berkumpul dengan keluarga serta jika terjadi apa- apa di rumah, pekerja cepat mengetahui dan melihat kondisi keluarga mereka dengan cepat karena jarak antara tempat kerja dengan rumah dekat. Hal inilah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perempuan memilih bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang karena jarak tempat kerja dengan rumah dekat.
Alasan perempuan nagari Surantih bekerja di industri kerupuk palembang dikarenakan jarak industri kerupuk palembang dengan rumah perempuan yang bekerja sebagai buruh dekat, dan karena perempuan yang bekerja sebagai buruh tersebut adalah ibu rumah tangga jadi prioritas mereka dalam mencari kerja adalah tempat kerja yang dekat dari rumah, dan jika ada masalah di rumah mereka bisa langsung pulang dan anak merekapun bisa menemui ibu mereka yang sedang bekerja jika terjadi apa-apa.
Dapat disimpulkan bahwa bagi perempuan yang bekerja menjadi buruh di Industri kerupuk walaupun mereka bekerja tetapi mereka tetap kuatir dengan keadaan kelurga yang ditingal untuk bekerja, dan karena itu mereka memilih tempat kerja yang jaraknya tidak jauh dari rumah supaya keluarga yang di tinggal seperti anak atau suami bisa langsung mendatangi ibu atau istrinya jika terjadi sesuatu pada keluarga mereka, sehingga peran domestik buruh perempuan tetap bisa mereka lakukan.
d. Pekerjaan yang dilakukan tidak terlalu berat
Perempuan yang berusia 40 tahun keatas, ketika mencari pekerjaan pastilah pekerjaan yang tidak berat dalam artian tidak menghabiskan tenaga mereka, terlebih ketika perempuan tersebut memiliki dua perean yaitu sebagai ibu rumah tangga dan pekerja tentu mereka akan mencari pekerjaan yang ringan karena pekerjaan di rumah telah menyita energi mereka dan jika
pekerjaan diluar rumah adalah pekerjaan yang berat pula maka tentu perempuan tersebut akan akan terfosir energinya dan dampaknya bisa membuat mereka kelelahan dan jatuh sakit, dan karena itu perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih memilih di tempat tersebut lantaran dikarenakan pekerjaan yang dikerjakan tidak terlalu berat
Menurut perempuan yang bekerja sebagai buruh di indutri kerupuk palembang di nagari Surantih, pekerjaan yang mereka lakukan di tempat tersebut tidaklah berat jika di bandingkan dengan pekerjaan mereka sebelumnya, dan itu yang menjadi alasan kenapa mereka mau berkeja menjadi buruh di indutri kerupuk palembang di nagari Surantih. Hal tersebut dikarenakan perempuan yang bekerja di indutri kerupuk palembang di nagari Surantih pada umumnya berusia 40 tahun ke atas dan kondisi fisik mereka sudah tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan yang berat oleh karena itu mereka lebih memilih pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga mereka seperti pada pekerjaan yang mereka tekuni di indutri kerupuk palembang di nagari Surantih.
Dapat disimpulkan bahwa perempuan yang bekerja menjadi buruh di industri kerupuk palembang walaupun mereka bekerja di luar tetapi kerja di rumah tetap juga dilakukan dan karena fisik yang tidak muda lagi oleh karena itu perempuan tersebut memilih pekerjaan yang tidak terlau berat karena di rumah mereka juga bekerja dan karena itu bagi mereka pekerjaan yang dilakukan di industri kerupuk palembang tidaklah berat dan karenanya mereka memilih bekerja di sana.
3. Peran perempuan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga
Keberhasilan suatu keluarga dalam membentuk sebuah rumah tangga yang sejahtera tidak lepas dari peran perempuan dimana perempuan merupakan istri yang mendampingi suami dalam mengelola rumahtangga sekaligus pembimbing dan pendidik anak-anaknya. Tetapi pada saat sekarang ini peran perempuan tidak hanya sekitar domestik rumah tangganya saja tetapi
9
sudah mulai bekerja di luar rumah.
Perempuan yang memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga dan pekerja di luar rumah, sebagaimana yang dilakukan oleh perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang, dimana hal tersebut dilakukan adalah untuk meningkatkan ekonomi rumahtangganya.
Peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang dalam meningkatkan ekonomi rumahtangganya adalah sebagai berikut:
a. Membantu Suami dalam menambah pendapatan keluarga
Di dalam membangun suatu rumah tangga perempuan merupakan rekan dari suami, dimana mereka bersama-sama membangun keluarga yang sejahtera.
Dan untuk itu maka suami bekerja di luar rumah guna memenuhi pendapatan rumah tangganya. Tetapi pada saat pendapatan suami rendah, atau suami sudah tidak bekerja karena sakit maka perempuan dalam hal ini akan berusaha untuk membantu suami guna menambah pendapatan rumah tangga mereka
perempuan bekerja di industri kerupuk palembang di nagari Surantih dikarenakan untuk membantu suami dalam menambah pendapatan rumah tangga, hal tersebut karena upah yang diperoleh suami atas pekerjaan yang dilakukannya belum mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka, oleh karena itu perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih merasa terpanggil untuk bekerja membantu suami dalam menambah pendapatan rumahtangga.
Dapat disimpulkan bahwa dengan bekerja istri di luar rumah adalah untuk membantu suami dalam menambah pendapatan keluarga karena dengan mengandalkan suami saja yang bekerja bagi perempuan tersebut belum mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat dan dengan bekerja di luar rumah paling tidak bagi perempuan tersebut mereka sudah dapat meringankan beban suaminya sebagai tulang punggung dalam rumah tangga mereka dan paling tidak perempuan yang bekerja tadi sudah dapat membiayai kebutuhannya sendiri dari upah yang
diperolehnya dari bekerja di industri kerupuk palembang
b. Untuk membiayai kebutuhan rumah tangga karena tidak ada pendapatan rumah tangga dari suami
Keluarga adalah grup kerabat paling kecil dalam sistem yang menggambarkan kesatuan berdasarkan kenggotaannya. Keluarga terdiri dari kepala keluarga dan anggota keluarga, secara tradisional kepala keluarga adalah laki-laki atau suami sedangkan istri dan anak merupakan anggota keluarga.
Tetapi ketika suami sudah meninggal atau sudah tidak mampu untuk bekerja lagi maka yang menjadi kepala rumah tangga dalam hal ini istri, dan oleh karena itu mereka harus bekerja untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya
Perempuan bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih adalah untuk membiaya kebutuhan hidup karena suami yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga tidak lagi mampu memberikan pendapatan kepada keluarga dikarenakan sakit-sakitan dan ada juga karena telah meninggal dunia dan oleh karena itu istri melaksanakan peran suami dalam
mencari pendapatan bagi
rumahtangganya untuk menghidupi keluarganya.
Dapat disimpulkan bahwa peran istri bekerja di industri kerupuk palembang adalah untuk menghidupi keluarganya karena peran suami sebagai kepala keluarga yang mencari nafkah tidak lagi berfungsi dikarenakan sudah meninggal dunia dan karena sakit- sakitan, dan karena itu peran suami beralih kepada istri untuk menghidupi keluarganya, dan dengan bekerja perempuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
c. Untuk membiayai pendidikan anak Sebagai seorang ibu, perempuan pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya baik itu gizi makan dari anak-anaknya, pakian mereka, ataupun pendidikannya, tetapi untuk memenuhi itu semua dibutuhkan uang yang cukup banyak, terutama bagi keluarga dengan latar belakang ekonomi kebawah, hal tersebut sangat sulit untuk di penuhi, terlebih jika pendapatan suami rendah,
10
yang untuk kebutuhan rumah tangga saja masih pas-pasan dan karena itu perempuan tergerak hatinya untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Perempuan bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang di nagari Surantih dikarenakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya karena mereka tidak ingin sekolah dan kuliah anaknya putus di jalan hanya karena masalah biaya, dan walaupun suami ada membiayai biaya pendidikan anaknya tersebut tetapi bagi perempuan tersebut merasa apa yang diberikan oleh suami kepada anaknya tersebut belum cukup dan karena itu untuk membantu anak- anaknya mewujudkan cita-cita mereka maka perempuan tersebut bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang.
Dapat disimpulkan bahwa kasih sayang ibu kepada anak-anaknya yang mengingkan anaknya menempuh jenjang pendidikan tinggi dan sekolahnya tidak putus dijalan karena terkendala masalah biaya karena itu mereka bekerja di industri kerupuk palembang untuk membiaya pendidikan anak-anaknya serta kebutuhan lainnya dari anak yang berhubungan dengan pendidikan mereka, dan walaupun suami ada membiayai pendidikan anak-anaknya tersebut tetapi sebagai seorang ibu, perempuan tersebut merasa itu belum cukup untuk menyongkong pendidikan anak-anaknya karena itu mereka memilih bekerja untuk membiayai pendidikan anak-anaknya setinggi mungkin karena mereka tidak ingin anak-anaknya seperti orang tua mereka yang hanya bekerja sebagai buruh, perempuan tersebut menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan hal tersebut dimulai dari pendidikan yang tinggi.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu : (1) faktor-faktor yang menyebabkan perempuan memilih untuk bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang yaitu karena jam kerja di industri kerupuk pelembang hanya 6-7 jam sehari, upah yang diberikan sesuai dengan pekerjaan yang
dilakukan, dan jarak tempat kerja dengan rumah dekat serta pekerjaan yang dilakukan tidak terlalu berat. (2) Peran perempuan yang bekerja sebagai buruh di industri kerupuk palembang nagari Surantih kabupaten Pesisir Selatan dalam meningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga yaitu untuk membantu suami dalam menambah pendapatan keluarga dan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga karena suami sudah meninggal atau tidak bekerja karena sakit sehingga tidak ada pendapatan rumah tangga dari suami, serta untuk membiayai pendidikan anak-anaknya SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis menyarankan kepada: (1) perempuan yang bekerja khususnya Nagari Surantih hendaknya menjaga keseimbangan dalam rumah tangga agar pekerjaan dirumah dan diluar rumah dapat berjalan dengan sebaik mungkin. Selain itu peran sebagai istri dan ibu bagi anak tidak terabaikan walaupun ikut serta dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. (2) Kepada seluruh anggota keluarga perempuan yang bekerja di pabrik kerupuk yaitu kepada suami dan anaknya, agar dapat membantu, menyimbangi dan memaklumi pekerjaan istri agar bisa sedikit membantu pekerjaan dirumah.
DAFTAR PUSTAKA
Claudia, Muller. 2006. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Perempuan Pengusaha dalam Menidirkan dan Mengembangkan Usahanya di Propinsi NAD. Banda Aceh: Kantor Perburuhan Internasional.
Herdiansyah, Haris. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu- Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba.
Moleong, Lexy. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Morissan. 2011. Metode Penelitian Survei.
Jakarta : Kencana Prenada Media Group.