Administrasi perpajakan dapat diartikan secara luas sebagai upaya komprehensif wajib pajak untuk mengelola segala urusan perpajakan secara efektif, efisien dan ekonomis. Tujuan keseluruhannya adalah untuk meminimalisir risiko utang pajak yang mungkin timbul dari transaksi yang dilakukan secara rutin.
BAB II TAX PLANNING TAX PLANNING
Perencanaan pajak jenis ini biasanya dilakukan oleh wajib pajak badan yang hanya mempunyai usaha di Indonesia atau hanya melakukan transaksi dengan wajib pajak dalam negeri. Perencanaan pajak internasional biasanya dilakukan oleh wajib pajak badan yang mempunyai kegiatan usaha baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
BAB III
STRATEGI PENGHEMATAN PAJAK DENGAN PEMILIHAN BENTUK BADAN USAHA
Kepemilikan perseorangan dapat memberikan penghematan pajak yang jauh lebih besar dibandingkan jenis badan usaha lainnya. Pemilihan badan usaha dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan bagi investor/pengusaha untuk menghemat beban pajak.
BAB IV
EFISIENSI PPH PASAL 21
Strategi efisiensi PPh Pasal 21 dan Pajak Penghasilan Badan terkait biaya kesejahteraan karyawan sangat bergantung pada keadaan perusahaan. Bagi perusahaan yang masih merugi, pemberian manfaat dalam bentuk natura dan manfaat kecil akan mengurangi PPh Pasal 21 sedangkan pajak penghasilan badan tetap nol.
EFISIENSI PPH PASAL 22
EFISIENSI PPH PASAL 23
EFISIENSI PPH PASAL 26
EFISIENSI PPH FINAL
EFISIENSI PPN
Pajak Masukan atas impor atau perolehan barang modal merupakan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan. Namun ketentuan PPN juga memberikan ancaman bagi Pengusaha Kena Pajak yang mengajukan pengembalian pajak masukan atas barang modal kemudian mengalami kegagalan produksi dengan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan.
EFISIENSI PPH BADAN
Sebaliknya, akibat pengenaan biaya sebagaimana disebutkan di atas dapat menimbulkan kewajiban pemotongan pajak, seperti PPh Pasal 23 atau PPh Pasal 4 ayat (2). Selain angsuran PPh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, PPh yang dapat dikreditkan pada Pajak Penghasilan Badan yang dibayarkan pada akhir tahun adalah PPh yang dipotong/dipungut oleh pihak lain dan sifat pemotongannya. /koleksi belum final. PPh yang dapat dikreditkan antara lain: PPh pasal 22 untuk impor atau pembelian solar dari Pertamina, PPh pasal 23 untuk bunga.
Artinya merugikan perusahaan karena perusahaan harus memotong PPh Pasal 23 berdasarkan tingkat bunga yang wajar dan ada kemungkinan dikenakan sanksi fiskus karena pemotongannya tidak mencukupi. Transaksi utang dan piutang berupa penggantian biaya yang lazim dilakukan antara perusahaan induk dan anak perusahaan dapat mempunyai akibat perpajakan berupa kewajiban memungut PPN dan/atau memotong PPh Pasal 23. pemungutan PPN atau pemotongan PPh Pasal 23 dapat diminimalisir karena adanya transaksi utang dan piutang.
BAB V
MANAJEMEN RUGI FISKAL
Tunjangan kerugian pajak timbul apabila pada tahun pajak sebelumnya terdapat kerugian pajak (SPT tahunan dilaporkan Nihil atau Lebih Bayar tetapi terdapat kerugian pajak). Kerugian pajak dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak bersih dari tahun pajak berturut-turut berikutnya hingga lima tahun. Kompensasi kerugian pajak tidak berlaku bagi Wajib Pajak yang seluruh penghasilannya bersifat final atau tidak kena pajak.
Selain itu, kerugian yang diterima dari luar negeri tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan kompensasi kerugian pajak. Sedangkan sisa rugi fiskal tahun 2016 tetap sebesar Rp200 juta, dan terdapat tambahan rugi anggaran sebesar Rp30 juta pada tahun 2018. Tahun 2017: laba kena pajak = Rp 75 juta, jadi laba tersebut digunakan untuk mengurangi rugi pajak tahun 2016.
BAB VI
EFISIENSI PAJAK LEASING
Sewa modal lebih rumit dibandingkan sewa operasi karena melibatkan unsur kepentingan dan kepemilikan alternatif pada akhir periode. Inilah sebabnya mengapa sewa pembiayaan disebut pembelian angsuran suatu aset, karena nilai sewa saat ini tidak kurang dari 90% dari nilai wajar aset yang disewakan. Ketentuan pengenaan pajak sewa diatur berbeda untuk kedua bentuk sewa, baik sewa tanpa hak opsi maupun sewa dengan hak opsi sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya.
Apabila Barang Kena Pajak (BKP) merupakan barang penanaman modal yang dibiayai, maka barang tersebut berasal dari pemasok. a) BKP dianggap telah dialihkan langsung oleh pemasok Kontraktor Kena Pajak (PKP) kepada pihak yang menyewa. 9 Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-129/PJ/2010 . pembiayaan, yaitu suatu bentuk jasa yang tidak dikenakan PPN.
BAB VII
EFISIENSI PAJAK UMKM Kriteria UMKM
Nah, berdasarkan PP 23/201811 yang mengatur ketentuan Pajak Penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang mempunyai peredaran bruto tertentu, maka pajak penghasilan final bagi UMKM adalah pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang mempunyai penghasilan bruto tertentu. peredaran bruto tertentu peredaran bruto atau peredaran kurang dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun.
BAB VIII
DASAR-DASAR PEMERIKSAAN PAJAK
Pemeriksaan di tempat dilaksanakan paling lama 4 bulan dan dapat diperpanjang sampai dengan 8 bulan, dihitung sejak tanggal perintah pemeriksaan sampai dengan tanggal laporan hasil pemeriksaan. Namun apabila dalam pemeriksaan lapangan terdapat indikasi transaksi terkait transfer pricing dan/atau transaksi khusus lainnya yang menunjukkan rekayasa transaksi keuangan yang memerlukan pengujian lebih mendalam dan memerlukan waktu lebih lama, maka pemeriksaan lapangan tidak akan dilakukan. paling lambat 2 tahun. . Penyediaan personel dan/atau peralatan atas biaya Wajib Pajak apabila akses terhadap data yang dikelola secara elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus.
Wajib Pajak dapat menolak pemeriksaan dengan menandatangani surat pernyataan penolakan dan pemeriksa pajak membuat laporan penolakan pemeriksaan yang ditandatangani oleh pemeriksa pajak. Dari hasil pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak akan diterbitkan surat ketetapan pajak yang memuat atau dapat mengakibatkan pajak yang terutang kurang dibayar, lebih dibayar atau bahkan nihil. Surat Tagihan Pajak (STP) jika Wajib Pajak dikenakan sanksi administratif berupa denda, bunga, dan kenaikan.
BAB IX
PRODUK HUKUM HASIL PEMERIKSAAN PAJAK
SKPKB adalah surat yang menentukan besarnya pajak pokok, besarnya kredit pajak, besarnya kekurangan bayar pokok pajak, besarnya sanksi administratif, dan besarnya pajak yang masih harus dibayar. SKPLB adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau tidak terutang. Besarnya kredit pajak untuk pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) lebih besar dari jumlah pajak yang terutang atau pembayaran pajak yang dilakukan sehingga tidak boleh dipaksakan.
SKPN adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya pokok pajak sebesar jumlah kredit pajak atau pajak yang belum terutang dan tidak ada kredit pajak. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) SKPKBT adalah surat ketetapan pajak yang menetapkan besarnya tambahan pajak. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan SKPKBT dalam jangka waktu lima tahun sejak terutangnya pajak atau setelah berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak apabila ditemukan informasi baru yang mengakibatkan kenaikan sebesar pajak. jumlah pajak yang terutang setelah dilakukan pemeriksaan dalam rangka publikasi.
BAB X
PROSEDUR PEMERIKSAAN PAJAK Pemeriksaan PPN
Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP), tanggapan, undangan dan dokumen terkait disampaikan kepada Wajib Pajak melalui faksimili atau saluran online lainnya; Masih terdapat tahapan atau tata cara pemenuhan hak Wajib Pajak terkait pengendalian yang perlu diatur lebih lanjut karena dalam praktiknya Wajib Pajak menemui kendala ketika harus melaksanakan ketentuan yang berlaku. Wajib Pajak berhak mengajukan perpanjangan jangka waktu penyampaian tanggapan SPHP yang disampaikan secara langsung atau melalui faks.
Hal ini tentu menimbulkan kendala bagi wajib pajak yang tidak bisa menyampaikan secara langsung dan tidak memiliki mesin fax, apalagi pasca diterapkannya kebijakan pembatasan sosial besar (PSBB)18. Hal ini tentu menimbulkan kendala bagi wajib pajak karena layanan langsung pada KPP ditiadakan pada periode tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hal ini tentunya menimbulkan kendala akibat kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan baik bagi pegawai DJP maupun bagi pegawai wajib pajak atau kuasa wajib pajak.
BAB XI
SEPUTAR PENGADILAN PAJAK Pengertian Pengadilan Pajak
Pertama, pengadilan pajak meminta surat dari tergugat atau tergugat dalam waktu 14 hari yang menjelaskan pengaduan atau surat tanggapan atas pengaduan atau surat tuntutan. Perlu dipahami bahwa pernyataan banding adalah surat banding kepada Pengadilan Pajak yang berisi tanggapan terhadap dasar-dasar banding yang diajukan pemohon banding. Berbeda dengan surat deskriptif banding, surat tanggapan berisi tanggapan terhadap gugatan yang diajukan tergugat di pengadilan pajak.
Kedua, pemohon banding atau tergugat harus menyampaikan surat penjelasan banding atau surat balasan yang diminta oleh Pengadilan Pajak dalam jangka waktu tiga bulan sejak tanggal dikirimkannya surat permintaan uraian banding dan satu bulan sejak tanggal tersebut. Selanjutnya Pengadilan Pajak akan memberikan salinan surat keterangan banding atau surat balasan kepada pemohon banding atau penggugat. Pemohon atau penggugat dapat memberitahukan kepada ketua Pengadilan Pajak untuk menghadiri sidang guna memberikan bukti lisan.
BAB XII
SOAL LATIHAN DAN JAWABAN Soal Latihan 1
Biaya lainnya termasuk biaya pemeliharaan kendaraan pribadi pemegang saham (Tuan SA) sebesar Rp 100.000.000. Pendapatan dividen dari PTA A dilaporkan setelah dikurangi PPh Pasal 23, sedangkan dari PT B tidak diberikan pemotongan berdasarkan PPh Pasal 23. Penyesuaian penghasilan (beban lain-lain): . a) Pendapatan dividen dari PT A yang dilaporkan setelah dikurangi PPh Pasal 23 sebesar Rp disesuaikan dengan nilai PPh Pasal 23 yang dipotong.
Untuk keperluan rekonsiliasi fiskal, jumlah yang disebutkan harus merupakan jumlah sebelum dipotong PPN Pasal 23 (tarif 15%). Sedangkan penghasilan dividen PT B tidak dipotong PPh Pasal 23 karena kepemilikan saham PT SA pada PT B sebesar 30% (termasuk tidak dikenakan penghasilan sesuai huruf f ayat 3 Pasal 4 UU Pajak Penghasilan). Setelah rekonsiliasi pajak selesai dan diketahui jumlah penghasilan bersih tahun 2019, selanjutnya dapat dihitung besaran angsuran PPh Pasal 25 tahun pajak 2020 berdasarkan data yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan /atau Stabilitas sistem keuangan. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Pengobatan Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tugas Dalam Masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Direktorat Jenderal Pajak.
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-22/PJ/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perpanjangan Waktu Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara stabilitas kebijakan dan sistem keuangan untuk menanggulangi pandemi virus corona. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah tentang pajak penghasilan atas penghasilan usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang mempunyai lalu lintas bruto tertentu. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menjadi undang-undang.
GLOSARIUM
Ekspor Barang Kena Pajak berwujud adalah setiap kegiatan pengeluaran Barang Kena Pajak berwujud dari daerah pabean ke luar daerah pabean. Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dalam daerah pabean di luar daerah pabean. Ekspor Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan penyediaan jasa kena pajak di luar Daerah Pabean.
Faktur pajak adalah bukti pemungutan pajak yang dilakukan oleh pengusaha kena pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau memberikan jasa kena pajak. Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan jasa kena pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai Tahun 1984 dan perubahannya. Wajib Pajak adalah pengusaha yang menyerahkan Barang Kena Pajak dan/atau menyediakan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai.