Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana perilaku keagamaan anak yang orang tuanya tinggal di luar negeri. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti penelitian yang berjudul: Perilaku Religius Anak yang Tinggal Bersama Orang Tua Migran (Studi Kasus di Desa Talang Dantuk Kecamatan Seluma Kabupaten Seluma).
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Masalah
Manfaat Masalah
Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua migran, akan kewajibannya mendidik anak-anaknya tentang agama Islam dengan baik dan intensif. Memberikan pemikiran kepada orang tua, anak, peneliti dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan pendidikan Islam bagi setiap keluarga khususnya keluarga perantau.
Sistematika Penulisan
Perilaku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan reaksi/reaksi individu terhadap rangsangan/lingkungan, sedangkan dalam bahasa Inggris behavior/perilaku disebut dengan “behavior” yang meliputi. Perilaku terbuka adalah perilaku yang dapat diamati, dan tampak dalam bentuk gerak tubuh seperti membaca, menulis, melompat, dan sebagainya. Sedangkan perilaku tertutup adalah perilaku yang tidak dapat diamati, dan tidak terlihat dalam gerak tubuh seperti berpikir, mengingat. , berfantasi dalam emosi, dan sebagainya.
Pembinaan Pribadi pada Anak
Keefektifan norma kesantunan atau yang berkaitan dengan aspek spiritual akan efektif apabila secara langsung berada pada lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, peran dan fungsi masyarakat dalam membentuk perilaku keagamaan tergantung pada sejauh mana masyarakat itu sendiri menjunjung tinggi norma-norma agama.
Pengertian Anak
Orang Tua perantau 1. Pengertian Orang Tua
Orang tua mempunyai kedudukan paling penting dalam membimbing dan membimbing anak agar menjadi anak yang baik. Oleh karena itu, hubungan pendidikan dalam keluarga didasarkan pada hubungan kodrati antara orang tua dan anak. Pendidikan dalam keluarga dilaksanakan atas dasar cinta kodrati, kasih sayang yang murni, yaitu kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Perasaan kasih sayang inilah yang menjadi sumber kekuatan yang memotivasi orang tua untuk tidak pernah bosan membimbing dan memberikan bantuan yang dibutuhkan anaknya. 13.
Hubungan Pola Asuh terhadap Perilaku Keberagamaan Anak
Anak-anak yang dibesarkan oleh dua orang tua yang bertanggung jawab dan menyayangi mereka lebih baik daripada satu orang tua. Tridhonanto juga menjelaskan bahwa perlakuan orang tua terhadap anak dalam hal pola asuh akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak. Pola asuh yang baik dan bimbingan agama dari orang tua kepada anak merupakan wujud teladan yang baik bagi anak.
Tanggung jawab orang tua untuk membentuk perilaku keagamaan yang positif pada anak dapat dilakukan dengan memberikan pola asuh yang baik, sehingga terbentuklah anak yang bertakwa, berakhlak mulia dan memiliki perilaku beragama yang positif.
Kajian Penelitian Terdahulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan agama Islam pada anak nelayan Rawa Pening di desa Rowoboni Kab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pendidikan agama Islam pada anak nelayan di desa Rowoboni? Berdasarkan kajian penelitian-penelitian terdahulu di atas, terdapat persamaan dalam penelitian yang akan dilakukan yaitu pada pembahasan pendidikan agama Islam dalam keluarga.
Perbedaan dengan penelitian-penelitian sebelumnya di atas adalah subjek penelitian yang dipilih adalah anak-anak berusia 6-15 tahun dari keluarga migran.
Kerangka Berfikir
Dalam penelitian yang saya lakukan, kerangka berpikir dalam penelitian ini terletak pada fenomena atau permasalahan yang telah dilihat atau diamati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan mendeskripsikannya secara utuh dan lengkap sesuai dengan permasalahan yang ingin dipecahkan.26. Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menggunakan kata-kata deskriptif tertulis dan lisan yang memberikan gambaran faktual mengenai keadaan atau keadaan objek yang diamati.27 Dengan demikian, karena data yang diperoleh berupa kata-kata atau tindakan, maka jenis penelitian yang digunakan . adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan dan merangkum berbagai kondisi, situasi atau variabel yang diamati.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menyajikan gambaran perilaku keagamaan anak yang orang tuanya tinggal di luar negeri.
Setting Penelitian
Subjek dan Informan
Sumber Data
Peneliti akan memperoleh data tersebut melalui wawancara terhadap keluarga yang merantau, salah satunya adalah ayah atau ibu dan anak. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber bacaan dan berbagai sumber lainnya yang terdiri dari surat pribadi, hingga dokumen resmi dari otoritas publik. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat temuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan keluarga migran.
Data yang peneliti peroleh dari beberapa buku di perpustakaan yang berisi tentang pendidikan keluarga khususnya mengenai perilaku keagamaan anak.
Teknik Pengumpulan Data
Afifudin menyatakan bahwa metode observasi adalah pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang muncul pada suatu gejala atau gejala pada objek penelitian.29. Teknik ini digunakan untuk melakukan observasi dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan variabel penelitian sehingga menunjang data dalam penelitian. Teknik wawancara ini digunakan untuk memperoleh data mengenai perilaku keagamaan anak yang orang tuanya tinggal di luar negeri, namun juga untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan orang tua migran dalam menyikapi perilaku keagamaan tersebut.
Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa metode dokumentasi mencari data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, dll. 31 Dokumentasi mencari data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, pernyataan definisi dan data lainnya yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Teknik Keabsahan Data
Triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan data wawancara antar sumber terkait dan membandingkan data tertulis antar dokumen.
Teknik Analisis Data
Profil Kelurahan Talang Dantuk
Desa Talang Dantuk, sebuah desa yang terletak di bagian selatan Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma. Kecamatan Talang Dantuk di sebelah barat berbatasan dengan Desa Air Latak, di sebelah timur dengan Kecamatan Dusun Baru, di sebelah utara dengan Desa Tanjung Agung, dan di sebelah selatan dengan Desa Padang Rambun. Nama Desa Talang Dantuk sendiri diambil dari nama seorang Datuk yang mempunyai sebuah talang (kebun) sehingga sering kali orang lain mengunjungi talang (kebun) Datuk tersebut sekedar untuk membeli hasil kebun Datuk tersebut, lama kelamaan orang lain bermukim dan menetap di rumah Datuk tersebut. bakat.
Nama Talang Dantuk sendiri mengalami perubahan, aslinya diambil dari nama Datuk yang mempunyai talang (Taman).
Keadaan Penduduk Kelurahan Talang Dantuk
Berdasarkan tabel 4.2 terlihat bahwa dari total penduduk yang berjumlah 986 orang, hanya 34 orang yang menempuh pendidikan pada tingkat universitas. Dan terdapat 126 masyarakat yang hanya tamat SD dan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, artinya dapat disimpulkan bahwa pendidikan di desa Talang Dantuk masih kurang, sehingga masyarakat di desa Talang Dantuk harus diingatkan akan pentingnya pendidikan tersebut. pendidikan .36. Jadi jika dilihat dari tabel diatas disebutkan bahwa masyarakat Desa Talang Dantuk berjumlah 968 jiwa yang beragama Islam.
Penduduk Desa Talang Dantuk mayoritas bermatapencaharian sebagai petani yakni sebanyak 220 orang, dan ada juga yang berprofesi sebagai buruh dan pedagang.37.
Penyajian Hasil Data 1. Daftar Informan
Profil Subyek Penelitian a. Profil keluarga Bapak HS
Ibu YN berumur 36 tahun dan mempunyai suami bernama TSA berumur 38 tahun, mempunyai 2 orang anak, yang pertama adalah seorang perempuan yang kini berusia 16 tahun dan saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA Negeri Seluma, sedangkan anaknya adalah 5 tahun. KAT sekarang berumur 16 tahun ketika Pak TSA membiarkannya merantau, dia berumur 5 tahun dan duduk di taman kanak-kanak di desa Talang Dantuk. KAT adalah anak yang pendiam, berwajah manis, KAT adalah anak pekerja keras, ia juga sering belajar mengaji di TPA bersama teman-temannya. Pak TD umur 55 tahun mempunyai istri TT umur 57 tahun dan mempunyai 3 orang anak perempuan, anak pertama OK berumur 26 tahun dan sudah menikah, anak kedua EL berumur 23 tahun dan sudah bekerja, anak ketiga bernama LL berumur 15 tahun berusia bertahun-tahun dan sekarang duduk di bangku sekolah menengah atas.
Tn. TD mulai merantau pada tahun 2018, saat itu meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 MTS bernama LL.
Temuan Penelitian
Perilaku Keagamaan Anak yang Orangtuanya Tinggal di Luar Negeri Setiap orang tua yang mendidik anaknya tentu tidak lepas dari permasalahan yang dihadapinya. Orang tua harus memperhatikan bagaimana cara membesarkan dan membentuk kepribadian perilaku keagamaan anaknya agar nilai-nilai Islam dapat diamalkan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku keagamaan keluarga Pak HS adalah kurangnya pendidikan dan pengawasan langsung oleh orang tua.
Dapat kita simpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Tn. IM dalam perilaku keagamaan anaknya, bahwa ia sibuk, dimana anak tidak diawasi oleh orang tuanya.
Pembahasan
Perilaku keberagamaan anak yang di tinggal orang tua merantau
Oleh karena itu, peran orang tua dalam membentuk perilaku anak sangatlah penting, khususnya dalam urusan keagamaan. Namun terkadang peran orang tua sering diremehkan, padahal mendidik anak tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena orang tua adalah sosok yang akan terus menjadi panutan bagi anaknya. Namun saat ini tidak jarang dijumpai orang tua (ibu dan ayah) yang terlalu sibuk hingga melupakan fakta bahwa hal tersebut membentuk karakter seorang anak.
Seperti yang penulis ungkapkan dalam temuan penelitian di atas, banyak orang tua di desa Talang Dantuk yang terlalu sibuk memenuhi kebutuhan ekonomi anaknya hingga lupa memenuhi kebutuhan spiritualnya.
Upaya yang dilakukan orang tua perantau dalam membentuk perilaku keberagamaan anak
Pertama, orang tua berusaha memberikan fasilitas pendidikan seperti sekolah, masjid dan musala untuk menunjang pendidikan agama di luar keluarga, seperti yang dilakukan oleh keluarga Bapak HS, Ibu YN, Bapak TD, Ibu YT dan Bapak IM, anak dirujuk untuk mencari ilmu dengan belajar di TPQ agar mempunyai wawasan yang luas tentang ilmu agama, dibimbing oleh guru Alquran, mengajarkan anak untuk selalu beramal shaleh, dan orang tua yang memimpin dengan memberi peringatan melalui saluran telepon, jika anak melakukan kesalahannya, kemudian mereka tidak melakukannya lagi dan diperingatkan bahwa itu adalah kesalahan mereka sendiri, dan itu tidak baik. Dengan demikian jelas bahwa peran orang tua sangat berpengaruh dan merupakan suatu kewajiban bagi orang tua dalam membesarkan anaknya. Pertama, perilaku keagamaan anak yang orang tuanya tinggal di luar negeri, yaitu: anak lebih asyik bermain bersama temannya dan kurang semangat mempelajari agama Islam, kurangnya pengetahuan dan wawasan penerapan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan rendahnya nilai-nilai Islam yang ditanamkan pada anak, misalnya anak malas disuruh sholat dan mengaji serta kurang sopan santun terhadap orang lain.
Kedua, upaya orang tua migran dalam membentuk perilaku keagamaan anaknya adalah sebagai berikut: anak mendapat manfaat berupa guru privat mengaji, agar wawasan nilai-nilai agama lebih luas, pendidikan agama bagi anak berupa menyekolahkan anak. . ke sekolah Islam untuk mengenalkan anak pada agama Islam, penyuluhan berupa peringatan jika anak melakukan kesalahan, memberikan motivasi dan dukungan kepada anak untuk mengembangkan kepribadian yang sesuai dengan pedoman Islam, dan memberikan contoh yang baik kepada anak agar dapat dijadikan teladan. dalam kehidupan sehari-hari.
Saran