Pengaruh Iman Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Pada Pasien Hipertensi Di Kota Bengkulu (Lissa Ervina, Dian Ayubi; pp.1-9). 6 Penggunaan obat tradisional pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu Tahun 2014 (n=190). Faktor yang berhubungan dengan penggunaan obat tradisional pada pasien hipertensi adalah pendidikan dan kepercayaan.
Persepsi Remaja Terhadap Kesan Menakutkan Pada
Peringatan Kesehatan Bergambar Di Bungkus Rokok Ditinjau Dari Extended Parallel Process Model
Sedangkan persepsi ancaman merupakan penilaian subjektif individu terhadap ancaman yang terkandung dalam pesan. Persepsi terhadap ancaman terdiri dari dua dimensi yaitu persepsi tingkat keparahan dan persepsi kerentanan. Misalnya, “Kanker paru-paru bisa menyebabkan kematian.” Sedangkan persepsi kerentanan merupakan keyakinan seseorang mengenai risiko dirinya terhadap ancaman.
Kontrol Bahaya Seseorang melakukan tindakan
Dalam situasi pengendalian rasa takut, seseorang akan mengembangkan motivasi defensif yang ditandai dengan penghindaran defensif, minimalisasi pesan, atau manipulasi yang dirasakan. Penghindaran defensif: "Jika saya melihat gambar kanker mulut akibat merokok, saya hanya membuang-buang waktu." Tidak adanya respons berarti seseorang tidak menganggap pesan tersebut sebagai ancaman, kecil kemungkinannya untuk mengalami ancaman tersebut, atau bahkan sama sekali tidak menyadari adanya ancaman tersebut.
Kontrol Rasa Takut Seseorang menolak adanya ancaman
Kontrol Bahaya dalam Jumlah Sedikit Seseorang
Tidak ada respons Seseorang tidak mempertimbangkan
Kanker Mulut
Sebagian besar informan yang menerima intervensi berpendapat bahwa mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok merupakan hal termudah yang dapat mereka lakukan untuk mencegah kanker rongga mulut. Sementara itu, seluruh informan yang tidak mendapatkan intervensi berpendapat bahwa olahraga adalah hal termudah yang bisa mereka lakukan untuk mencegah kanker mulut, seperti terungkap dari pernyataan informan berikut: Mengenai keyakinan untuk mengurangi konsumsi rokok atau sekadar berhenti merokok, sebagian besar informan yang menerima intervensi intervensi tersebut mengatakan mereka yakin bisa melakukannya.
Kanker Tenggorokan
Menurut sebagian besar informan, terlepas dari apakah mereka mendapat intervensi atau tidak, kanker tenggorokan dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga dan mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok. Mengenai keyakinan untuk mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok dengan mudah, sebagian besar informan yang mendapat intervensi yakin bisa melakukannya: “Saya yakin banget mbak. Sementara itu, sebagian besar informan yang tidak mendapat intervensi mengaku bahwa mereka tidak terlalu yakin bisa menguranginya.
Kanker Paru
Sebagian besar informan pada kelompok intervensi menyatakan yakin dan sangat yakin bahwa mereka dapat mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok dengan mudah. Mayoritas informan, terlepas dari apakah mereka menerima intervensi atau tidak, berpendapat bahwa perlunya mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok. Sebagian besar informan pada kelompok intervensi lebih yakin bahwa mereka akan mampu mengurangi konsumsi rokok atau berhenti merokok.
Pengaruh Citra Tubuh, Perilaku Makan, dan Aktivitas Fisik
Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja: Studi Kasus pada SMA Negeri 12 DKI Jakarta
Remaja yang memiliki body image negatif cenderung memiliki pola makan yang buruk sehingga menimbulkan berbagai masalah gizi buruk. Hal ini terlihat dari pengaruh langsung variabel media massa terhadap variabel aktivitas fisik dan IMT, pengaruh langsung variabel citra tubuh terhadap IMT, dan pengaruh langsung variabel perilaku makan terhadap IMT. Citra tubuh mempengaruhi BMI secara tidak langsung melalui variabel pola makan, aktivitas fisik, atau keduanya.
Pengaruh body image terhadap BMI yang paling besar diberikan oleh variabel makan dan variabel aktivitas fisik dengan total pengaruh sebesar 25,8%. Jadi, meski remaja punya body image positif, belum tentu pola makannya bagus, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa remaja yang memiliki body image positif akan merasa bahwa tubuh dan penampilannya menarik.
Aspek pengukuran BMI hanya sebagian saja dari aspek yang dimasukkan dalam pengukuran body image pada penelitian ini. Selain itu, perilaku makan dipengaruhi secara langsung dan tidak langsung oleh pengaruh media massa, pengaruh teman dan body image. Artinya media massa, teman, dan body image berkontribusi terhadap pembentukan perilaku makan pada siswi kelas X dan XI SMA Negeri 12 Jakarta Timur.
Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengaruh media massa dan citra tubuh terhadap perilaku makan, sehingga diperlukan upaya untuk membangun keyakinan tentang hidup sehat terkait berat badan, bentuk tubuh, perilaku makan yang baik dan gizi seimbang.
Efektivitas Kombinasi Media Audiovisual Aku Bangga Aku Tahu Dan Diskusi Kelompok Dalam Upaya Meningkatkan
Effectiveness of Aku Bangga Aku Tahu Audiovisual Media and Group Discussion in Improving Teenagers’ Knowledge of HIV-AIDS
Beberapa media pendidikan kesehatan dalam program Aku Bangga Aku Kahu adalah media audio visual, film animasi, leaflet HIV-AIDS dan poster (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013). Kalimantan Timur, sebagai salah satu provinsi di Indonesia, saat ini sedang mengalami peningkatan kasus HIV-AIDS. Tabel di atas juga menunjukkan bahwa sumber informasi terbesar mengenai HIV-AIDS ada pada kelompok intervensi.
Persentase pemberian informasi HIV-AIDS oleh orang tua pada kelompok intervensi (80%) dan kelompok kontrol (77,5%). Peningkatan rata-rata nilai pengetahuan HIV-AIDS pada kelompok intervensi sebesar (22,41%) dan pada kelompok kontrol sebesar 21,6%. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap rerata perubahan skor pengetahuan HIV-AIDS pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh nilai p value sebesar (0,332) atau lebih dari nilai α sebesar (0,05).
Pada tahap ini akan terlihat jelas seberapa besar perbedaan peningkatan pengetahuan tentang HIV-AIDS antara kelompok intervensi dan kelompok intervensi. Materi HIV dan AIDS dalam media audiovisual belum mampu mengimbangi perkembangan informasi HIV dan AIDS bagi remaja secara internasional. Peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS pada kelompok intervensi dengan media audio visual Aku Bangga Aku Kahu dalam bentuk film animasi disertai diskusi kelompok sebesar 22,41%.
Peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS pada kelompok kontrol yang diberikan media audiovisual Aku Bangga Aku Kahu berupa film animasi tanpa disertai diskusi kelompok sebesar 21,6%.
Keberlanjutan Peran Dukungan Sebaya di Dalam Sistem Penanggulangan HIV di Tingkat Provinsi dan
Kota/Kabupaten Indonesia
Sustainability of Peer Group Support in HIV/AIDS System in District and Provincial Level in Indonesia
Dalam sistem pengendalian HIV/AIDS di tingkat provinsi dan kota atau kabupaten, keberlanjutan KP dan KDS juga dapat dilihat dari indikator-indikator tersebut (Spirita, 2001 dan Spiritia, 2006) Metodologi Penelitian. Namun para koordinator KP dan KDS menyadari bahwa kesukarelaan tidak bisa menjamin keberlangsungan KDS untuk bertahan. Sebagian besar KP dan KDS mengalami perubahan tipe kelompok, dari kelompok informal menjadi kelompok formal.
Untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas pengelolaan kelompok, KP dan KDS memerlukan peningkatan kapasitas. Peran advokasi merupakan gambaran keterlibatan KP dan KDS dalam sistem penanganan HIV/AIDS di tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Salah satu peran penting KP dan KDS adalah sebagai jembatan komunikasi antara ODHA, OHIDHA dan pihak terkait.
Melalui upaya panjang, Rumah Sakit menyadari bahwa KP dan KDS merupakan kelompok masyarakat yang menjadi sistem rujukan di RSUD. Artinya keberadaan KP dan KDS mengakui keberadaan dan peran penting KP dan KDS dalam mendampingi ODHA yang baru mengetahui statusnya. Penerapan sistem rujukan yang dilaksanakan oleh KP dan KDS belum sepenuhnya ditanggapi positif oleh tenaga kesehatan.
Analisis faktor keberlanjutan KP dan KDS dalam penanggulangan HIV/AIDS di tingkat provinsi dan kota atau kabupaten dilihat dari dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Kegagalan Program Kemitraan Bidan dan Dukun
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tetanus berhubungan dengan kejadian Tetanus Neonatorum di Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Tahun 2018. Tahun 1996. Identifikasi faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian Tetanus Neonatorum di Kabupaten Serang tahun. Kajian faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pemeriksaan kehamilan pada fasilitas kesehatan, pelayanan kesehatan ibu hamil pada upaya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. 20
Respon Perokok Remaja Terhadap Peringatan Kesehatan Bergambar di Bungkus Rokok
Untuk perilaku berhenti merokok, hasil penelitian terhadap gambar kanker tengkorak dan mulut menunjukkan pola respon yang sama. Sebagian besar responden (41,6%) mengaku tidak pernah berhenti merokok karena melihat gambar tengkorak dan sebagian besar responden (43,4%) mengaku tidak pernah berhenti merokok karena melihat gambar melihat kanker mulut pada bungkus rokok mereka. dibeli. Sebaran remaja perokok dari mahasiswa PKBM di Kota Depok berdasarkan Respon Penolakan Pesan mengenai paparan PKB pada bungkus rokok pada tahun 2015 ketika melihat peringatan kesehatan bergambar kanker mulut.
Berikutnya, sebagian besar responden mengaku tidak pernah menghindar untuk membeli rokok yang terdapat gambar kanker mulut pada kemasannya (35,5%), merobek gambar kanker mulut pada kemasan rokok yang dibelinya (42,8%), gambar kanker mulut yang terdapat stiker. atau korek api (44,6%), memindahkan rokok ke kotak tanpa gambar peringatan kesehatan (36,7%), mengabaikan (27,7%) gambar kanker mulut dan terus merokok. Karena p-value > α, berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata sensitivitas kematian dan kanker mulut akibat merokok. Dalam hal persepsi efikasi (Tabel 5), berdasarkan uji t dependen diperoleh nilai t untuk efikasi respon adalah 3,276 dan p-value = 0,001 (p-value < α 0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam efektivitas respons rata-rata (pengurangan jumlah rokok yang dihisap dan berhenti merokok) untuk memperpanjang hidup dengan mencegah kanker mulut.
Untuk perilaku berhenti merokok, baik pencitraan tengkorak maupun kanker mulut memiliki rata-rata masing-masing 2,01. Karena p-value lebih besar dari α-value, berarti tidak ada perbedaan rerata reaktansi yang signifikan antara PKB kranial dan PKB kanker mulut. Responden merasa cukup yakin bahwa mereka dapat mengurangi jumlah rokok yang dihisap dan berhenti merokok untuk memperpanjang hidup atau mencegah kanker mulut.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya.20 Dari segi penghindaran, penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap bentuk penghindaran tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara gambar tengkorak dan gambar kanker mulut.
Bagaimana Media Memberitakan Produk Pangan? Analisis Isi Artikel Media Daring Tentang Susu Kental Manis
Berdasarkan kriteria tersebut di atas, Kompas (kompas.com) merupakan media online yang dipilih sebagai objek analisis dalam penelitian ini. Menyusun daftar kode (codebook) Daftar kode dibuat berdasarkan variabel-variabel yang akan dianalisis antara lain sumber media online, periode artikel diterbitkan, jenis artikel yang diterbitkan, sentimen artikel yang ditulis dan apa SKM-nya. dibingkai. Daftar frame code susu kental manis dikembangkan berdasarkan analisis 10% dari total jumlah artikel yang dipilih secara acak dan proporsional berdasarkan media dan tahun terbit.
Sejak 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2017, ditemukan 375 artikel yang mengandung frasa “susu kental manis” yang diterbitkan oleh empat media yang menjadi subjek penelitian. Berdasarkan sumber media online yang menerbitkannya, ada 64 artikel terbitan Kompas, 49 artikel terbitan Tempo, 142 artikel terbitan Detik, dan lain-lain. Sedangkan jika dilihat dari jenis artikelnya, ditemukan 290 artikel yang bukan tergolong berita atau bukan berita (seperti resep makanan dan promosi produk), sedangkan terdapat 85 artikel lainnya yang tergolong berita dan opini. artikel (lihat Tabel 3).
Sebagai perbandingan antar media online, dari segi jumlah artikel yang terbit setiap tahunnya, hanya Kompas yang mengetahui jumlahnya. Meskipun keempat media online yang diteliti merupakan media yang cukup populer di Indonesia, namun membandingkannya dengan artikel yang dimuat di media cetak dapat memperkaya pembahasan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengabaian beberapa prinsip baku jurnalisme – seperti memenuhi unsur dampak (signifikansi) dan kedekatan (urgensi) dalam menentukan kelayakan berita – dalam artikel media online tentang SKM.
Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pendekatan media ekonomi politik patut dilakukan untuk menggali lebih dalam mekanisme dan motif media online dalam membuat artikel tentang produk pangan.