• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Media, Pertemuan ke 4 Media Luar Ruang5

N/A
N/A
Rdi

Academic year: 2023

Membagikan "Perkembangan Media, Pertemuan ke 4 Media Luar Ruang5"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Media

Pertemuan ke 4:

MEDIA LUAR RUANG

(2)

Media Luar Ruang

Identik dengan papan reklame

Industri Iklan

Dipajang di jalan-jalan atau tempat terbuka yang sekiranya cukup strategis untuk dilihat sebanyak mungkin orang lewat

(3)

Berkembangnya teknologi di bidang konstruksi (ditemukannya konstruksi jalan layang

Sosrobahu)

Maka media luar ruang turut mengembangkan diri dari konstruksi kaki lidi menjadi konstruksi tiang tunggal bahkan sistem tiang tunggal

berputar

(4)

Menurut Sigit Santosa (2009:168)

“Media Luar ruangan adalah media yang

berukuran besar dipasang ditempat-tempat terbuka seperti dipinggir jalan,

dipusat keramaian atau tempat-tempat khusus lainnya, seperti di dalam bus kota, gedung, pagar tembok dan sebagainya.”

(5)

Fungsi utama Media Luar Ruangan ini adalah sebagai iklan untuk mengingatkan, atau sebagai media sekunder untuk mendukung kampanye

iklan di media cetak atau TV, sehingga fungsinya lebih sebagai pendukung atau pengulang kampanye iklan dari media

utama .

(6)

Apa saja media luar ruang itu?

Papan reklame atau Billboard atau Baliho

Poster

Neon box

Spanduk

Ambient Media

Transit Ad (Iklan Transit)

Dll

(7)

Billboard (Papan Reklame)

Poster dalam ukuran besar yg didesain untuk

dilihat orang-orang yg melakukan perjalanan dgn kendaraan.

Pada abad ke-19, orang menyebut poster dengan nama bills, dimana para pengusaha periklanan menyewa ruang di atas panel kayu.

Maka populerlah nama billboard untuk menyebut nama media ini.

(8)

Billboard (Papan Reklame)

(9)

Poster

Yaitu berupa lembaran kertas

besar (mirip wallpaper) yang di

cetak, kemudian ditempel pada

panel besar dan dilengkapi dgn

kaki kerangka dan lampu. Serta

tahan terhadap perubahan cuaca

dan gangguan hujan

.

(10)

Poster

• Adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan

maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya

(Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2010: 51)

(11)

headline

subheadline logo

tipografi warna

layout

teks

Foto/ilustrasi

logo

(12)
(13)
(14)

2. Painted Bulletin

Langsung didesain dan digambar di tempat yang telah disediakan.

Bisa juga lukisan dibuat di studio untuk kemudian

dipindahkan ke bingkai billboard yang telah disiapkan.

(15)

Neon Box

Jenis media luar ruang ini merupakan sebuah aplikasi media iklan yang memanfaatkan sebuah box dengan ukuran tertentu dan bantuan lampu sebagai

penerangnya.

(16)

Media yang satu ini cenderung digunakan sebagai media untuk memperkenalkan nama atau brand

produk sebuah outlet atau toko bahkan pada tempat lainnya seperti bandara, rumah sakit, mall dapat terlihat media iklan tersebut

(Suyanto, 2006, h.16)

(17)

Spanduk

Merupakan media iklan yang direntangkan atau dibentangkan menggunakan tali atau

penyangga yang berisi slogan, propaganda, atau informasi dan berita yang perlu diketahui oleh masyarakat.

Selain itu, spanduk juga merupakan alat promosi yang mempunyai mobilitas tinggi

Artinya media spanduk ini dapat dibawa atau

dipindahkan sesuai dengan tempat yang diinginkan (Kamus Pusat Bahasa, 2008 h.1372).

(18)
(19)

Kelebihan dan Kekurangan Media Luar

Ruang

(20)

Kelebihannya

1. Medium Situasional yang bagus 2. Flexibel

3. Direksional

4. Medium Pengingat Brand

5. Berdampak Besar (Large than life) 6. Tak Terlalu Mahal

7. Lebih panjang usianya

8. Sebagai Informasi Umum dan Hiburan 9. Lebih mudah dipahami

(21)

10. Potensi kreatif.

11. Memiliki fleksibilitas pengembangan kreatifitas sesuai dengan kemampuan praktisi-praktisi kreatif.

12. Mengingatkan produk secara terus- menerus.

13. Mengajak langsung membeli.

14. Dengan ukuran yang besar dan

pencahayaan yang sempurna billboard bahkan dapat menarik setiap pengguna jalan.

(22)

Kekurangannya

1. Lalu Lintas Bergerak Cepat 2. Pesan terbatas

3. Kreativitas terbatas.

4. Mudah diabaikan (tergantung lokasi)

5. Sebagian menganggapnya “mencemari”

pemandangan

6. Rentan terhadap pengrusakan dari masyarakat yang tidak menyenangi adanya media iklan yang dipasang.

(23)

7. Tidak efektif bagi pengendara mobil, membutuhkan konsentrasi penuh, kadang-kadang mengesampingkan berbagai hal yang ia lewati, termasuk billboard yang mengiklankan produk tertentu, apalagi membaca secara jelas.

8. Membahayakan pengemudi.

(24)
(25)

Efektivitas media luar ruang

(26)

BMI (Brand and Marketing Institute). Menurut BMI, survey yang melibatkan 1010 responden di

Wilayah, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), menunjukkan bahwa iklan di media luar ruang lebih efektif untuk mengenalkan produk

dan jasa kepada konsumen (diunduh

http://www.viva.co.id/digital/digilife/805218-riset-- iklan-luar-ruangan-lebih-efektif-dari-televisi, 20

September 2017).

(27)

1. Jangkauan

Kemampuan media menjangkau khalayak sasaran. Pada media luar ruang, faktor ini bersifat lokal, artinya hanya mampu menjangkau daerah di sekitarnya saja. Hal ini terjadi karena dalam hal bepergian, ternayata manusia sering hanya menggunakan satu jalan dan tidak pernah berganti rute kecuali jika ada gangguan

(28)

2. Frekuensi

Kemampuan media mengulang pesan iklan yang sama terhadap khalayak sasaran saat mulai dilupakan.

(29)

3. Kontinuitas

Kesinambungan media

menyampaikan pesan iklan sesuai dengan tuntutan

strategi periklanan

(30)

4. Ukuran

Kemampuan media

memberikan ukuran yang dituntut oleh pesan iklannya.

Memiliki kemampuan tampil dengan mencolok dan tiba-tiba.

(31)

5. Warna

Kemampuan media menyajikan tata warna yang dituntut oleh suasana yang dikehendaki pada

saat pesan iklan disampaikan.

(32)

6. Pengaruh

Kekuatan pesan yang kreatif dengan tata letak yang fungsional dalam hal menjual dirinya kepada khalayak sasaran.

Pesan harus singkat dan ditampilkan secara jelas. Harus dapat dibaca setidaknya dalam tujuh detik.

(33)

Untuk mendapatkan pesan visual yang efektif, berikut beberapa hal yang harus diikuti dalam merancang

sebuah media luar ruang (Santosa, 2009:175)

Memiliki visual skandal (daya tarik gambar)

Pesan harus jelas, karena diperuntukkan bagi orang- orang yang bergerak dalam waktu tertentu

Tata letak sederhana

Produk dan nama produk yang jelas

Ilustrasi tepat dan besar

Warna yang menarik namun mudah dibaca

Menggunakan tipe huruf tebal

Rangkaian kampanye yang kontinyu dengan media lain

Lokasi mudah dilihat

(34)

Ambient Media

memiliki kecenderungan oportunistik, dalam arti

bentuknya memanfaatkan lingkungan yang ada dan seringkali atribut yang ada dalam lingkungan tersebut menjadi bagian dari pesan itu sendiri Hendroyono 2007 dalam Wijaya (2011:58). Ambient media memiliki pesan tersembunyi yang ingin disampaikan dan cenderung memiliki stopping power yang tinggi.

Tautan video :

https://www.youtube.com/watch?v=IQovoot_ZUM https://www.youtube.com/watch?v=NeXMxuNNlE8

(35)
(36)
(37)

Transit Ad

Transit Advertising merupakan iklan yang digunakan untuk mendukung kampanye di media massa lain.

Kategori iklan transit adalah iklan-iklan yang ada di

kereta api, bus, kereta bawah tanah, taksi, dan iklan-iklan yang ada di terminal, stasiun kereta api, juga pelabuhan dan bandara. Kontrak iklan bisa dipilih berdasarkan

kebutuhan, disesuaikan dengan bujet, target khalayak maupun kegiatan khusus perusahaan (Santosa, 2009:183)

(38)

Jenis-jenis Iklan Transit pada Commuter Line

wall branding,adalah tempat iklan yang letaknya di dinding kereta bagian dalam dimana ukurannya lebih besar dari wall panel, yaitu 80 cm x 50 cm, sebanyak 20 titik.

ceiling panel, adalah tempat iklan di bagian kanan dan kiri atas kereta.

Ukurannya 100 cm x 27 cm, sebanyak 20 titik

Hand grips, adalah pegangan tangan yang diperuntukkan bagi penumpang yang berdiri di kereta. Pegangan tangan ini menggantung tepat di atas para

penumpang, ukurannya 10 cm x 10 cm.

cover seat, adalah sarung tempat duduk di sepanjang garbong. Ukurannya berdasarkan seri kereta.

window branding,adalah media iklan yang berada di sekitar jendela kereta api.

Pada buklet petunjuk teknis pemasangan iklan, contohwindow brandingtidak tersedia.

interior door, adalah tempat iklan yang berada di bagian dalam pintu kereta api, ukurannya 1,3m x 1,81 m.

standing panel, adalah media iklan yang berada di kanan/kiri pintu masuk, berdiri tegak lurus dengan kursi penumpang, ukurannya 44cm x 48 cm.

body branding, adalah bagian luar kereta ukurannya 2000cm x360cm, untuk dua muka (kanan dan kiri sisi kereta).

(39)
(40)
(41)

Biaya Beriklan di Commuter Line

PT KCJ Commuter line Jabodetabek

Jenis Transit Ad 1 Bln 3 Bln 6 Bln 12 Bln

Hanging alley 18 jt 30 jt 54 jt 96 jt

Wall Branding 15 jt 27 jt 48 jt 90 jt

Ceiling Panel 27 jt 45 jt 81 jt 144 jt

Hand Grips 15 jt 33 jt 51 jt 90 jt

Cover Seat 33 jt 69 jt 105 jt 135 jt

Window Branding

9 jt 18 jt 30jt 60 jt

Interior Door 45 jt 72 jt 117 jt 180 jt Standing Panel 16 jt 31,5 jt 47,5 jt 71,5 jt

Body branding - 196 jt 270 jt 510 jt

(42)

Referensi

Dokumen terkait