• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Perekonomian Indonesia dan Dunia

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Perkembangan Perekonomian Indonesia dan Dunia"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

Sejalan dengan perlambatan ekonomi, tingkat inflasi AS sebesar 1,6 persen pada kuartal II tahun 2019. Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen (year-on-year) pada triwulan II tahun 2019, turun dibandingkan triwulan II tahun 2018. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II tahun 2019 defisit sebesar USD 2,0 miliar yang berarti lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami surplus.

Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh sebesar 2,1 persen (YoY) pada triwulan II tahun 2019, melambat dibandingkan triwulan II tahun 2018 yang tumbuh sebesar 3,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga melambat dari 6,4 persen menjadi 6,2 persen pada kuartal II-2019 dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari pertumbuhan Singapura yang hanya mampu tumbuh sebesar 0,1 persen pada kuartal II tahun 2019.

Harga komoditas pertanian cenderung menurun pada triwulan II tahun 2019, seperti gandum (dari USD 211,5/MT menjadi USD 201,7/MT) dan kopi (dari USD 2,8 sen/kg menjadi USD 2,7 sen/kg). Harga gas alam dari Eropa dan Amerika Serikat lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya dan kuartal II tahun 2019.

Gambar 1. Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Per Provinsi Tahun 2017
Gambar 1. Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Per Provinsi Tahun 2017

Sektor Riil

Industri karet dan kulit anjlok lebih dalam pada triwulan II-2019 dibandingkan triwulan I sebelumnya. Pertumbuhan tanaman pangan (5,1 persen) serta jasa pertanian dan perburuan (5,4 persen) tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya dan triwulan kedua tahun 2018. Peternakan tumbuh 7,8 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan kedua tahun 2018 (5,9 persen). , namun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (8,0 persen).

Pertumbuhan tersebut lebih lambat dibandingkan triwulan I tahun 2019 sebesar 5,3 persen dan dibandingkan triwulan II tahun 2018 sebesar 5,2 persen. Berdasarkan komposisi lintas sektoral, realisasi PMDN triwulan II tahun 2019 juga didominasi oleh sektor tersier yaitu sebesar 51,66 persen. Kelima sektor di atas memberikan kontribusi sebesar 68,74 persen terhadap total realisasi PMDN pada triwulan II tahun 2019.

Kelima negara asal investasi tersebut memberikan kontribusi sebesar 73,91 persen terhadap total realisasi FDI pada triwulan II tahun 2019. Nilai tambah sektor industri nonmigas pada triwulan II tahun 2019 sebesar Rp687 triliun, naik 3,98 persen dari posisi kedua. kuartal 2018 (tahun ke tahun). Ekspor manufaktur pada triwulan II tahun 2019 terus mengalami penurunan dibandingkan triwulan IV tahun 2018.

Nilai ekspor produk manufaktur triwulan II tahun 2019 sebesar $30,2 miliar, turun 2,51 persen dibandingkan triwulan II tahun 2018. Nilai PMDN produk manufaktur triwulan II tahun 2019 sebesar 2019 $22,20 miliar, turun 10,33 persen (YoY). Perekonomian Pulau Kalimantan tumbuh sebesar 5,6 persen pada triwulan II tahun 2019, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,4 persen).

Kawasan Bali Nusra tumbuh sebesar 5,1 persen pada triwulan II tahun 2019, naik dibandingkan triwulan sebelumnya dan triwulan II tahun 2018. Pertumbuhan NTB pada triwulan II tahun 2019 sebesar 3,1 persen, naik dari triwulan sebelumnya sebesar 2,2 persen. Sementara itu, perekonomian Sumut tumbuh sebesar 5,3 persen pada triwulan II tahun 2019, naik dibandingkan triwulan II tahun 2018.

Gambar 8. Perkembangan Konsumsi RT dan  Investasi terhadap PDB
Gambar 8. Perkembangan Konsumsi RT dan Investasi terhadap PDB

Fiskal

Hingga akhir Juni 2019, realisasi belanja negara sebesar Rp1.034,51 miliar, meningkat 9,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Kinerja penyerapan BPP ditopang oleh peningkatan realisasi belanja kementerian/lembaga. terhadap APBN yang mencapai 40,02 persen hingga akhir Juni 2019. Hingga akhir Juni 2019, realisasi belanja modal sebesar Rp34,66 triliun atau 18,31 persen dari target APBN tahun 2019.

Hingga akhir Juni 2019, realisasi belanja non-K/L mencapai Rp288,23 triliun, lebih tinggi secara nominal dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp262,45 triliun. Hingga akhir Juni 2019, realisasi pembayaran bunga utang mencapai 48,85 persen dari APBN tahun 2019, atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 50,55 persen. Hingga akhir Juni 2019, TKDD mencapai Rp403,95 triliun, meningkat 4,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Dibandingkan target APBN, realisasi DAU sampai dengan akhir Juni 2019 mencapai 58,26%, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 58,27% dari target APBN. Pada akhir Juni 2019, realisasi penyaluran DBH mencapai Rp42,39 triliun atau 39,86 persen dari target APBN tahun 2019. Pada akhir Juni 2019, DTK mencapai Rp66,4 triliun, turun 5,70 persen dari realisasi penyaluran DBH. periode tahun sebelumnya.

Selain itu, realisasi DTK dibandingkan target APBN pada akhir Juni 2019 mencapai 33,16 persen dari APBN 2019 atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Hingga akhir Juni 2019, realisasi penyaluran DAK fisik baru mencapai Rp5,00 triliun atau 7,21 persen dari target APBN tahun 2019. Hingga akhir Juni 2019, realisasi dana desa mencapai Rp41,83 triliun atau 59,76 persen dari APBN. target.

Berdasarkan hasil pendapatan dan belanja negara di atas, pada akhir Juni 2019, defisit anggaran mencapai Rp135,75 triliun atau 0,84 persen terhadap PDB.

Gambar 24. Perkembangan Komponen Belanja  Negara
Gambar 24. Perkembangan Komponen Belanja Negara

Moneter dan Jasa Keuangan

Pada akhir triwulan II tahun 2019, nilai tukar efektif riil (REER) terus melemah dan berada di bawah nilai tukar wajar (par) yang mencapai 90,85. Pada triwulan II tahun 2019, CAR tercatat sebesar 22,43 persen, turun tipis dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 23,42 persen. Perlambatan pertumbuhan DPK terutama terjadi pada komponen giro yang memberikan kontribusi besar (17,60 persen) terhadap total PPK, dari 7,25 persen (tahun) pada triwulan I 2019 menjadi 1,76 persen (tahun) pada triwulan II. tahun 2019.

Sementara itu, simpanan dan tabungan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu tumbuh masing-masing sebesar 7,92 persen (disetahunkan) dan 9,04 persen (disetahunkan) pada triwulan II tahun 2019. Pada triwulan II tahun 2019, kredit tumbuh dengan laju yang tinggi sebesar 11,05 persen (year-on-year), meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kredit pada triwulan sebelumnya (11,55 persen, year-on-year). Secara sektoral, penyaluran kredit perbankan meningkat hampir di seluruh sektor pada triwulan II tahun 2019.

Penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM) meningkat pada triwulan II tahun 2019. Pada triwulan II tahun 2019, kinerja sektor keuangan non-bank (IKNB) meningkat, salah satunya disebabkan oleh peningkatan total aset sektor asuransi. Total investasi dana pensiun pada triwulan II tahun 2019 sebesar Rp272,82 miliar atau meningkat sebesar 8,01 persen (year-on-year).

Kinerja pasar modal pada triwulan II tahun 2019 mengalami penguatan dibandingkan kondisi tahun 2018 yang cukup fluktuatif. Nilai kapitalisasi pasar saham pada triwulan II tahun 2019 tercatat sebesar Rp7.243,05 triliun atau meningkat sebesar 11,23 persen (yoy). CAR pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 19,62 persen, sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 19,85 persen.

Pada triwulan II tahun 2019, industri keuangan non bank syariah secara umum menunjukkan perkembangan positif.

Tabel 23. Suku Bunga Operasi Moneter BI 7 Day  Reverse Repo Rate Triwulan II, Tahun 2019
Tabel 23. Suku Bunga Operasi Moneter BI 7 Day Reverse Repo Rate Triwulan II, Tahun 2019

Neraca Pembayaran

Pada kuartal kedua tahun 2019, defisit perdagangan Indonesia di sektor jasa mencapai $2,0 miliar, lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya. Surplus pada kuartal kedua tahun 2019 mencapai $7,1 miliar, dengan pendorong utama adalah peningkatan arus masuk dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio. Cadangan devisa Indonesia pada kuartal kedua tahun 2019 berjumlah $123,7 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, ekspor mengalami penurunan pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan impor pada triwulan II tahun 2019. Total ekspor Indonesia sebesar US$39,7 miliar pada kuartal kedua tahun 2019, turun sebesar 8,95 persen (year-on-year). Ekspor nonmigas pada kuartal II-2019 berjumlah US$37,1 miliar, turun 5,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Total nilai impor Indonesia pada triwulan II tahun 2019 mencapai US$41,5 miliar, turun 8,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Sedangkan nilai impor nonmigas pada triwulan II tahun 2019 mencapai US$35,4 miliar USD atau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lebih rendah 6,3 persen. Berdasarkan kelompok konsumsi, impor bahan baku dan bahan penolong pada triwulan II tahun 2019 sebesar USD 31,0 miliar, disusul impor barang modal sebesar USD 6,4 miliar, dan impor barang konsumsi sebesar USD 4,0 miliar.

Signed and in force 2010 8 Signed and in force 2008 ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership 9 ASEAN-Pakistan Free Trade Agreement proposed/as. Signed but not yet in force 2018 20 Proposed/under Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement. 2018 21 Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement 2008 signed and in force 22 Indonesia-Kenya Free Trade Agreement proposed/under.

Pada triwulan II tahun 2019, berdasarkan skala preferensi, nilai ekspor secara umum mengalami penurunan kecuali ekspor yang menggunakan formulir AANZ dan formulir GSTP.

Gambar 44. Neraca Jasa Perjalanan dan  Transportasi
Gambar 44. Neraca Jasa Perjalanan dan Transportasi

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Menurut perkiraan Bank Dunia, harga rata-rata minyak mentah pada tahun 2019 akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar USD 66 per barel dan USD 65 per barel pada tahun 2020. Harga batubara pada tahun 2019 diperkirakan sebesar USD 94 per metrik ton dan akan terus berlanjut. terjatuh. pada tahun 2020 sekitar USD 90 per metrik ton. Meskipun harga gas alam pada tahun 2019 diperkirakan turun menjadi USD 6,0 per mmbtu, namun harga tersebut akan tetap sama hingga tahun 2020.

Sebagian besar harga komoditas energi juga diperkirakan turun pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama komoditas pertanian. Harga emas diperkirakan akan naik menjadi USD 1.310 per troy ounce pada tahun ini dan naik menjadi USD 1.360 per troy ounce pada tahun 2020. Kenaikan harga emas yang cukup signifikan ini sejalan dengan perkembangan kondisi perekonomian global, khususnya perkembangan perdagangan AS. perang.

Proyeksi Perekonomian Indonesia

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% bisa dicapai jika pertumbuhan investasi membaik pada semester kedua tahun ini. Sementara itu, ekspor akan mengalami stagnasi akibat situasi global yang masih penuh ketidakpastian, perlambatan perekonomian mitra dagang utama Indonesia, dan stagnannya harga komoditas ekspor. Sumber: 1) BPS, 2) Perhitungan Bappenas Sedangkan dari sisi dunia usaha, pencapaian prospek pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen bergantung pada tiga sektor utama, yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan.

Jika kinerja ketiga sektor yang total kontribusinya terhadap PDB tersebut tidak membaik pada paruh kedua, maka realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 bisa lebih rendah. Ketiga sektor tersebut diperkirakan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi pendorong pertumbuhan dunia usaha. Risiko perang dagang lebih lanjut dapat meningkatkan ketidakpastian global dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global lebih rendah dari perkiraan.

54 rendahnya pertumbuhan ekspor, meningkatnya ketidakpastian perekonomian global juga dapat berdampak pada rendahnya realisasi pertumbuhan investasi. Di satu sisi, hingga pertengahan Agustus, harga komoditas ekspor utama Indonesia, CPO dan batu bara, cenderung menurun dibandingkan tahun 2018. Sementara itu, meski harga minyak dunia kembali naik hingga awal Mei 2019, namun kembali turun pada akhir Mei hingga pertengahan. Agustus

Jatuhnya harga minyak dunia dapat menurunkan realisasi pendapatan pemerintah dan memicu belanja masyarakat yang tidak sesuai rencana. Hingga semester I 2019, penerimaan negara tumbuh 8,2 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 16,0 persen. Sebagai sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB, perlambatan industri manufaktur akan berdampak besar terhadap realisasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2019.

56 Forfattere Filza Amalia, SE Rakhmi Fadillah, SE Mario Rosario Wisnu Aji, SE Mochammad Firman Hidayat, SE, MA.

Tabel 45. PDB Berdasarkan Pengeluaran  Komponen Pengeluaran  2018 1) 2019p 2) Konsumsi Rumah
Tabel 45. PDB Berdasarkan Pengeluaran Komponen Pengeluaran 2018 1) 2019p 2) Konsumsi Rumah

Gambar

Gambar 2. Pencapaian Indikator IP-TIK Tahun 2015-2017
Tabel 2. Suku Bunga Kebijakan Beberapa Negara
Gambar 3. Pertumbuhan Ekonomi Beberapa  Negara
Gambar 6. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Biểu đồ thể hiện sự sinh trưởng của Spirulina trong môi trường bổ sung 25%, 50%, 75%, 100% khối lượng Nitơ từ muối natri nitrit A và natri nitrat B Hình 3 cho thấy khác với thí