• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkerasan lentur (flexible pavement)

N/A
N/A
Rian Asmi

Academic year: 2023

Membagikan "Perkerasan lentur (flexible pavement)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jalan raya merupakan sarana transportasi darat yang semakin dirasakan kegunaanya untuk menunjang peningkatan perekonomian, informasi, sosial, budaya dan ketahanan nasional. Setiap perkembangan suatu negara sangat berhubungan dengan perkembangan jaringan jalan pada negara tersebut.

Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional dan menjadi prioritas utama dalam perkembangan suatu negara dan juga merupakan prasarana bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas.

Perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan yang umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebagai lapisan di bawahnya. Perkerasan lentur menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya. Perkerasan lentur terdiri dari beberapa lapisan, yaitu lapisan paling atas yang disebut dengan aspal beton (AC), lapisan pondasi atas, lapisan pondasi bawah, dan lapisan subgrade di bawahnya. Lapisan-lapisan ini bertindak bersama-sama untuk mendistribusikan beban kendaraan secara merata ke seluruh jalan raya.

Pada pembangunan prasarana transportasi jalan raya di Indonesia saat ini untuk perkerasan masih didominasi oleh penggunaan aspal. Jenis aspal yang paling banyak digunakan untuk perkerasan jalan raya adalah aspal yang berasal dari destilasi minyak bumi, yang kemudian dikenal dengan sebutan aspal minyak. Aspal minyak adalah aspal yang merupakan residu destilasi minyak bumi. Setiap minyak bumi dapat menghasilkan residu jenis asphaltic base crude oil yang banyak mengandung aspal, parafin base crude oil yang banyak mengandung parafin, atau mixed base crude oil yang mengandung campuran antara parafin dan aspal (Setiowati & Putra, 2023).

Aspal sendiri bersifat termoplastis yaitu mencair jika dipanaskan dan kembali membeku jika temperatur turun. Sifat ini digunakan dalam proses konstruksi perkerasan jalan. Banyaknya aspal dalam campuran perkerasan berkisar antara 4 - 10% berdasarkan berat campuran, atau 10 - 15% berdasarkan volume campuran.

Bahan aspal pada saat ini sudah mulai menipis oleh sebab itu perlu ada inovasi baru untuk perkerasan. Para peniliti saat ini tengah berupaya membuat inovasi perkerasan dan memodifikasi aspal agar lebih berkelanjutan. Saat ini pemakaian bahan tambah kedalam campuran beton aspal telah banyak digunakan baik di dalam maupun luar negeri, utamanya penggunaan material sisa/limbah yang banyak menjadi pemasalahan lingkungan. Salah satu inovasi

(2)

2 yang dapat dilakukan yakni dengan penambahan limbah cair sawit atau yang biasa disebut Palm Oil Mill Effluent (POME) terhadap campuran aspal.

Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan hasil samping dari pengolahan tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak sawit kasar. POME adalah air limbah industri minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu limbah agroindustri yang menyebabkan polusi terbesar. Setiap ton tandan buah segar yang diolah menghasilkan limbah cair sekitar 50% dibandingkan dengan total limbah lainnya, sedangkan tandan kosong sebanyak 23% (Kamal, 2018).

Indonesia adalah salah satu produsen penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia. Tingginya produksi CPO Indonesia sejalan dengan peningkatan produksi kelapa sawit Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Produksi CPO yang tinggi menyebabkan produksi limbah yang dihasilkan juga mengalami peningkatan dalam jumlah besar. Limbah yang dihasilkan pabrik kelapa sawit terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Limbah padat kelapa sawit dapat berupa tandan kosong, cangkang dan sabut, dimana pada 1 ton kelapa sawit menghasilkan limbah berupa tandan kosong kelapa sawit sebanyak 23%

atau 230 kg, limbah cangkang sebanyak 6,5% atau 65 kg, sabut 13% atau 130 kg (Haryanti et al., 2014).

Penambahan POME pada aspal yang menjadi alternatif sebagai bahan pengikat yang dapat mengikat agregat pada perkerasan aspal yang ditentukan pada nilai penetrasi dan titik lembek aspal. Pada penelitian terdahulu penggunaan bahan tambah Palm Oil Mill Effluent (POME) terhadap aspal dengan kadar 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Nilai penetrasi aspal terlihat nilai penetrasi aspal turun menjadi 45,6 mm, dan nilai titik lembek aspal meningkat secara signifikan dengan menambah menjadi 35°C (Saleh et al., 2020).

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang saya lakukan di laboratorium FST UNJA, POME memiliki beberapa kesamaan senyawa kimia dengan aspal seperti sama-sama memiliki kandungan minyak, kandungan belerang, dan renik besi. Atas dasar itu dilakukan penelitian dengan judul “Penambahan Palm Oil Mill Effluent Kolam 1 (Fat Pit) Pada Aspal Penetrasi 60/70 Terhadap Karakteristik Aspal”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian ini maka, penulis merumuskan masalah dari peneitian ini yaitu bagaimana pengaruh penambahan Palm Oil Mill Effluent kolam 1 (Fat Pit) sebagai bahan tambah campuran aspal penetrasi 60/70 terhadap karakteristik aspal.

(3)

3 1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan Palm Oil Mill Effluent kolam 1 (Fat Pit) sebagai bahan tambah campuran aspal penetrasi 60/70 terhadap karakteristik aspal.

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan manfaat bagi dunia konstruksi, khususnya konstruksi jalan raya dan menambah wawasan pembaca mengenai pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent kolam 1 (Fat Pit) sebagai bahan tambah pada aspal, apabila penelitian ini memberikan hasil yang positif harapannya dapat digunakan pada konstruksi jalan raya di Indonesia sekaligus juga dapat menjadi salah satu inovasi yang dapat berguna bagi peradaban manusia. Disisi lain penelitian menggunakan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) ini juga dapat membantu dalam mengurangi limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) yang terus meningkat.

1.5 Batasan Masalah

Agar penelitian tugas akhir ini dapat terarah dan terencana, maka penulis membuat suatu batasan masalah, yaitu sebagai berikut:

1. Dalam penelitian ini menggunakan campuran POME sebanyak 5%, 6%, 7%, dan 8%.

2. Penelitian karakteristik aspal ini hanya menguji Penetrasi, Daktalitas, dan berat jenis.

3. Standar yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada spesifikasi umum Bina Marga 2018.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan memiliki tujuan untuk mempermudah saat pembacaan dan menggambarkan bagaimana pembahasan pada setiap babnya dengan penjelasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi mengenai Iatar beIakang masaIah yang akan diteIiti, tujuan penuIisan, batasan masaIah, manfaat penuIisan, metode pengumpuIan data dan sistematika penuIisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi mengenai referensi perkerasan jalan, lapisan aspal, material campuran, kandungan limbah POME, dan gambaran umum untuk pengujian aspal.

(4)

4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi mengenai jadwal dilaksanakan penelitian, variabel penelitian, prosedur penelitian, metode penelitian, teknik pengambilan data, serta pengujian material baik utama maupun bahan tambahan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini berisi mengenai uraian tentang hasil yang diperoleh, dan kemudian diberi pembahasan (penjelasan) ilmiah berdasar pustaka yang ditunjau tentang bagaimana hasil dari pengujian karakteristik aspal dengan penambahan limbah POME di laboratorium.

BAB V KESIMPULAN

Bab ini berisi mengenai jawaban atas pernyataan yang diajukan pada bagian rumusan masalah.

Referensi

Dokumen terkait

Departemen Pekerjaan Umum, Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen ,.. SKBI

Secara umum temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan baru serta dapat memberikan manfaat dalam dunia akuntansi khususnya dalam hal yang berkaitan dengan

Pada manfaat akademis yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu diharapkan bahwa penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah menganalisis kebutuhan volume bahan pada perkerasan lentur (flexible pavement) dalam penelitian ini penulis memakai

Selanjutnya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada pembaca dan penulis untuk menambah pengetahuan mengenai diagnostik plot pada regre- si linier multivariat

Jalan raya Pantai utara (Pantura) merupakan jalan raya yang masuk dalam kriteria jalan kelas I yang banyak dilewati kendaraan berat dikarenakan, jalan raya Baluran merupakan

Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dan menambah wawasan pengetahuan peneliti, kalangan akademisi dan masyarakat di bidang hukum mengenai kewenangan hakim dalam

Manfaat Teoritis Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca untuk mengetahui pengaruh dari Struktur Modal dan Profitabilitas Terhadap Nilai