URGENSI & TEKNIK PENYUSUNAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
(PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NO. 52 TAHUN 2012
TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DILINGKUNGAN PROVINSI, DAN KABUPATEN/KOTA)
Disampaikan pada:
Fasilitasi Penyusunan SOP di Lingkungan Pemda, Bekasi, November 2014
Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP,S.AP,M.Si
Kesepakatan
Bersama
Selamat…
Selamat…
Pagi!
Pagi!
Semangat…
Semangat…
Pagi!
Pagi!
PESERTA PESERTA
BIMTEK BIMTEK
Luar…..Biasa Luar…..Biasa
Salam Kita
Biodata Narasumber
• Nama : Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP, S.AP, M.Si
• Lahir : Jambi, 4 Maret 1977
• NIP : 19770304 1995 11 1 001
• Jabatan : Dosen Fungsional (Lektor Kepala)
• Pangkat : Pembina Tk. I (IV/b)
• Instansi : Kampus IPDN Jatinangor
• Alamat : Komp. Singgasana Pradana
Jl. Karangkamulyan No.2 A Cibaduyut-Bandung
• Email/HP : [email protected] – 08122445916
• Website : www.fernandessimangunsong.com
SOP • Menyediakan informasi bagi individu- individu bagaimana melakukan pekerjaan dengan tepat.
• Membantu konsistensi dalam kualitas dan integritas suatu hasil kerja atau produk.
• Menggambarkan/menjelaskan baik elemen operasional programatis fundamental maupun teknis suatu organisasi yang akan dikelola didalam rencana kerja atau rencana quality assurance.
• Merinci proses-proses kerja yang dilakukan berulang secara regular, yang akan dilaksanakan dan atau diikuti suatu organisasi.
• Mendokumentasikan bagaimana kegiatan- kegiatan dilakukan untuk membantu penegasan konsistensi terhadap persyaratan teknis dan system kualitas dan untuk mendukung kualitas data dapat juga menjelaskan tindakan-tindakan pragmatis fundamental dan teknis seperti proses analitis, pemeliharaan, kalibrasi, dan penggunaan alat.
SOP : adalah serangkaian
instruksi tertulis yang
mendokumenta
sikan kegiatan
rutin atau
berulang yang
diikuti/digunaka
n oleh suatu
organisasi.
MANFAAT
• Dirancang spesifik/khusus untuk suatu organisasi atau fasilitas yang kegiatannya digambarkan dan membantu organisasi itu untuk menjaga pengawasan kualitas dan proses-proses Quality Assurance mendorong ketaatan terhadap regulasi pemerintah.
• SOP yang baik akan gagal apabila SOP tersebut tidak dipatuhi.
• Bila tidak dituliskan dengan benar, SOP akan kurang memiliki nilai.
• Penggunaan SOP memerlukan review dan dukungan penegakan dari manajemen terutama supervisor langsung.
Manfaat SOP :
meminimalisir perbedaan dan meningkatkan kualitas melalui pelaksanaan yang konsisten dari proses- proses/prosedur-prosedur dalam suatu organisasi
maupun terjadi
penggantian pelaksana
secara temporer atau
permanen
URGENSI SOP
9
SOP
Performance Management
PRINSIP GOOD GOVERNMENT 1.Akuntabilitas 2.Transparansi 3.Efisiensi dan Efektifitasi
4.Penegakan Hukum 5.Kesetaraan
6.Partisipasi 7.Daya Tanggap 8.Wawasan ke depan 9.Pengawasan
10.Profesionalisme Results Oriented Govenrment
Quality Management
GOOD GOVERNANCE
KUALITAS YAN-PUBLIK
&BIROKRASI
DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara
(Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);DASAR HUKUM………(2)
5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4557);
5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik)
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4558);
5 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4899);
6 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2011 tentang Standar Operasional Prosedur Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri
7 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 317);