PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti membahas mengenai persepsi masyarakat desa Pagar Dewa mengenai bank syariah dan bank konvensional serta lokasi penelitian yang berbeda. Okta Rizka melakukan penelitian di Bank Syari'ah Mandiri KCP Teluk Betung Bandar Lampung sedangkan peneliti melakukan penelitian di Desa Pagar Dewa Kota Bengkulu. Masyarakat etnis Tionghoa sangat berpengaruh dalam perkembangan bisnis di kota Medan, oleh karena itu diperlukan promosi dan bukti fisik Bank Syariah agar dapat menarik minat mereka untuk bertransaksi.
Pihak terkait juga harus mampu menunjukkan keunggulan Bank Syariah yang selama ini kurang dipahami oleh masyarakat etnis Tionghoa sehingga kurang berminat untuk bertransaksi. Sementara itu, masyarakat tidak yakin apakah Perbankan Syari'ah akan meningkatkan fasilitas secara keseluruhan pada produk Perbankan Syari'ah. Persepsi nasabah terhadap potensi produk Perbankan Syariah di masa mendatang juga masih diragukan oleh masyarakat, karena menurut masyarakat masih kurangnya informasi yang diberikan oleh Bank Syari'ah mengenai produk-produk yang ada di dalamnya.
Perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh Abdul Aziz Abdullah dengan penelitian yang akan peneliti kaji adalah pembahasan tentang persepsi masyarakat non muslim di Malaysia terhadap perbankan syariah. Sedangkan peneliti membahas tentang persepsi masyarakat desa Pagar Dewa terhadap bank syariah dan konvensional.
Metode Penelitian
Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat RT 38 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu yang berjumlah 20 orang. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah perkataan dan perbuatan, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen dan sebagainya. Sumber data primer merupakan sumber data langsung yang memberikan data kepada pengumpul data, maka data primer dalam penelitian ini adalah data yang diambil langsung dari wawancara informan dan observasi lapangan pada masyarakat di RT 38 Desa Pagar Dewa.
Data sekunder adalah data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, seperti dokumen atau melalui orang lain. Pengumpulan data merupakan perolehan data untuk keperluan penelitian, dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Wawancara adalah teknik pengumpulan data berdasarkan laporan diri, pengetahuan pribadi dan keyakinan.
Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan sebagai teknik untuk memperoleh informasi yang lebih jelas dan memperkuat hasil penelitian yang sedang diteliti oleh peneliti. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu.
KAJIAN TEORI
Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
Indikator Persepsi
Bank Syari’ah
Bank Konvensional
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Batas-batas Wilayah Kelurahan Pagar Dewa
Jarak yang menghubungkan desa Pagar Dewa dengan kantor kecamatan Selebar sekitar 1 km, jarak antara desa Pagar Dewa dengan pemerintah provinsi sekitar 6 km.
Kependudukan
Sebagian besar masyarakat Kecamatan Pagar Dewa bermata pencaharian sebagai petani, peternak, nelayan, selain itu mereka juga berprofesi sebagai PNS, Polri/TNI, swasta dan pedagang. Pasalnya, kecamatan Pagar Dewa terletak di tengah ibu kota Bengkulu dan dekat dengan pesisir Pelabuhan Pulau Baai yang menjadi tempat sandar kapal.
Agama
Kecamatan Pagar Dewa seperti pernikahan, pemakaman dan banyak adat lainnya diselenggarakan dengan tradisi dan usaha yang bersifat religi, khususnya Islam yang merupakan agama mayoritas masyarakat Pagar Dewa. Dalam kehidupan beragama, kebebasan tampak terpelihara dalam pelaksanaan perintah masing-masing agama, antara pemeluk satu agama dengan agama lain yang bebas beribadah dan menjalankan perintah Tuhan tanpa ada permusuhan atau saling campur tangan satu sama lain. Pada tabel di atas terlihat bahwa mayoritas penduduk Desa Pagar Dewa beragama Islam dengan jumlah penduduk 24.422 orang beragama Islam.
Sarana dan Prasarana Kelurahan Pagar Dewa
Persepsi Masyarakat Kecamatan Pagar Dewa Terhadap Perbankan Syariah Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 20 orang responden di wilayah Kecamatan Pagar Dewa di RT 38. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas merupakan kebutuhan yang sangat mendesak mengingat pemahaman masyarakat tentang perbankan syariah sangat rendah. Disini terlihat bahwa bank konvensional melihat kemajuan atau peluang di bank syariah.
Berbeda dengan responden lainnya, menurut Ibu Dewi Kartika dan Bapak Zainal berpendapat bahwa bank syariah adalah bank yang baik, tetapi proses transaksinya lebih lambat dibandingkan bank konvensional. Promosi secara langsung kepada masyarakat merupakan solusi nyata yang dapat dilakukan oleh bank syariah secara luas, hal ini juga dapat dilihat dari permasalahan kurangnya pemahaman masyarakat tentang bank syariah. Masyarakat menginginkan bank syariah dapat melakukan investigasi disertai penjelasan kepada masyarakat dan memberikan pemahaman tentang perbankan syariah.
Selain itu, masyarakat ingin mengadakan seminar komunitas yang juga bertemakan perbankan syariah yang dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Karena banyak responden yang berminat menggunakan perbankan syariah setelah peneliti memberikan beberapa penjelasan tentang perbankan syariah. Pelatihan ini tidak memberikan jaminan bahwa Bank Syariah akan memiliki banyak nasabah baru, namun dapat memberikan minimal satu nasabah.
Artinya keinginan responden untuk meminjam dinyatakan dalam bentuk kredit, baik dari bank konvensional maupun bank syariah sebagai sumber pendanaan dan bukan dari lembaga keuangan lain seperti pegadaian. Persepsi masyarakat desa Pagar Dewa mengenai bank syariah tidak mendapatkan respon yang “jelek”, hal ini menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan masyarakat tentang bank syariah sangat minim, namun mereka memandang tidak ada yang buruk dalam memberikan review bank syariah secara kasat mata. Mayoritas masyarakat RT 38 Kelurahan Pagar Dewa memberikan persepsi yang tidak jauh berbeda dengan bank syariah dan bank konvensional.
Kemudian kurangnya motif dalam menggunakan Bank Syariah menjadi dasar masyarakat untuk tidak menggunakan Bank Syariah, Bank Konvensional dirasa lebih dekat dengan masyarakat karena masyarakat percaya bahwa Bank Konvensional lebih mengetahui keinginan masyarakat yang terus meningkat yaitu untuk memiliki rumah kendaraan atau untuk kemudahan dalam bertransaksi. Persepsi Masyarakat Desa Pagar Dewa terhadap Bank Syariah secara keseluruhan mendapatkan persentase rata-rata sebesar 67%, persentase tersebut termasuk dalam kategori baik, hal tersebut menunjukkan hal tersebut. Persepsi masyarakat mengenai bank syariah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional atau bahkan ada yang masih berpikiran sama.
Tingkat persepsi masyarakat Desa Pagar Dewa terhadap bank syariah diberikan persentase rata-rata sebesar 67%, persentase tersebut termasuk dalam kategori “baik”. Bagi masyarakat yang ingin menghindari Riba, sistem di Bank Syariah sangat cocok karena tidak menggunakan bunga dan sesuai dengan Syariah Islam.
Data Masyarakat RT Kelurahan Pagar Dewa