Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan harapan masyarakat terhadap masyarakat sekitar kawasan agrowisata Tigajuhar Farm. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menganalisis persepsi masyarakat sekitar terhadap kawasan agrowisata Tigajuhar Farm.
Rumusan Masalah
Apa dan bagaimana persepsi masyarakat sekitar kawasan agrowisata ini akan sangat menentukan keberlangsungan agrowisata ini, karena tenaga kerja yang ada di kawasan agrowisata ini adalah masyarakat lokal dan apa harapan masyarakat terhadap keberadaan agrowisata ini baik dari segi perekonomian maupun dirinya. perspektif sosial budaya, apakah akan memberikan dampak ekonomi dan sosial budaya yang lebih baik terhadap masyarakat sekitar atau sebaliknya.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kerangka Pemikiran
- Aspek-aspek Persepsi
- Syarat-syarat terjadinya Persepsi
- faktor - faktor terjadinya Persepsi
- Ciri dan Karakteristik Persepsi
- Jenis dan tahapan persepsi
- Proses terjadi persepsi
Hubungan tersebut dilakukan dengan indra yaitu indera penglihatan, pendengaran, peraba dan penciuman Menurut Sugihartono (2007) “Persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan rangsangan atau proses menerjemahkan/menafsirkan rangsangan yang masuk ke alat indera. ." . Menurut Gibson, Ivancevich dan Donnely (1996), faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya terbagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi persepsi yaitu faktor yang terdapat dalam diri individu yang meliputi beberapa hal antara lain: fisiologis.
Persepsi Masyarakat
Setelah gambaran atau kesan muncul di otak, maka gambaran tersebut diorganisasikan, diklasifikasi, dibandingkan, diinterpretasikan guna membentuk pemahaman atau pemahaman. Dari berbagai definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa persepsi masyarakat muncul karena adanya persepsi setiap individu dimana persepsi setiap individu terhadap suatu objek dikumpulkan menjadi satu sehingga timbullah persepsi masyarakat. Persepsi masyarakat adalah proses mengamati suatu objek melalui inderanya kemudian mengorganisasikan dan menafsirkan melalui bentuk-bentuk rangsangan terhadap suatu objek atau peristiwa berdasarkan latar belakang masing-masing individu guna memperoleh tanggapan atau reaksi yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan. membedakan, mengelompokkan, dan merangkum informasi.
Masyarakat
Ciri –Ciri Masyarakat
Masyarakat yang hidup bersama Tidak ada kriteria mutlak atau definitif dalam ilmu sosial yang menentukan berapa banyak orang yang harus tinggal bersama. Ciri-ciri masyarakat di atas nampaknya sejalan dengan pengertian masyarakat bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kesamaan adat istiadat, tradisi, sikap dan perasaan persatuan, sedangkan masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah masyarakat) ) adalah sekelompok orang yang membentuk sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana paling banyak terjadi interaksi antar individu dalam suatu kelompok. Masyarakat merupakan suatu kelompok atau komunitas yang saling bergantung atau individu-individu yang saling bergantung satu sama lain.
Secara umum, istilah masyarakat digunakan untuk merujuk pada sekelompok individu yang hidup bersama dalam suatu komunitas yang terorganisir. Negara modern merupakan salah satu contoh kesatuan manusia yang mempunyai berbagai jenis infrastruktur, seperti jaringan komunikasi berupa jaringan, jalan raya, kereta api, angkutan udara, sehingga warganya dapat saling berkomunikasi.
PengertianAgrowisata
Negara modern merupakan contoh kesatuan manusia yang mempunyai berbagai jenis infrastruktur, seperti jaringan komunikasi berupa jaringan, jalan raya, kereta api, angkutan udara, sehingga warganya dapat berinteraksi. Hal serupa juga ditegaskan oleh Hidayati dkk. 2003) yang mendefinisikan Agrowisata sebagai perjalanan yang bertanggung jawab ke suatu tempat yang menjaga kelestarian alam dan menjaga kesejahteraan penduduk di sekitar lokasi wisata. Damanik dan Weber (2006) mendefinisikan Agrowisata dalam tiga perspektif, yaitu Agrowisata sebagai produk, Agrowisata sebagai pasar, dan Agrowisata sebagai Pendekatan Pembangunan. Dengan kata lain, agrowisata merupakan suatu bentuk kegiatan wisata yang menjual keindahan alam dan kehidupan masyarakatnya.
Agrowisata memikirkan kelestarian lingkungan dan secara aktif memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 2003) mendefinisikan agrowisata sebagai kegiatan pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan dengan penekanan pada pengalaman dan pendidikan tentang alam, yang dikelola dengan suatu sistem manajemen. Sementara itu, Wood (2002) dalam Hidayati et al., 2003) mendefinisikan agrowisata sebagai kegiatan wisata bertanggung jawab yang terutama didasarkan pada kegiatan wisata alam, dengan juga memasukkan beberapa kegiatan wisata pedesaan dan wisata budaya.
Prinsip dan KarakteristikAgrowisata
Mencegah dan mengatasi dampak kegiatan pariwisata terhadap alam dan budaya sesuai dengan sifat dan karakter alam dan budaya setempat. Menghasilkan pendapatan langsung bagi kawasan, mengatur kawasan yang digunakan untuk agrowisata dan pengelolaan kawasan lindung untuk menerima pendapatan atau pendapatan langsung. Penyedia wisata tidak hanya menyiapkan atraksi untuk menarik pengunjung, namun juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih menghargai lingkungan.
Kegiatan wisata dilakukan tidak hanya bertujuan untuk menikmati keindahan dan kekayaan alam, tetapi juga bertujuan untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk pelestarian fasilitas wisata pedesaan. Berdasarkan UNEP (2000) dalam Damanik dan Weber (2006), prinsip-prinsip tersebut terlihat dalam kegiatan agrowisata, seperti berkontribusi aktif dalam kegiatan konservasi alam dan budaya.
Tigajuhar farm
Tigajuhar Farm bergerak dalam bidang usaha pertanian perkebunan dan holtikultura, meliputi: Pengadaan benih dan buah-buahan, Perdagangan alat-alat pertanian, perikanan, obat-obatan, pupuk dll. Tanaman yang kini ditanam di lahan Tigajuhar antara lain: Salak dengan luas 20 ha.
Penelitian Terdahulu
Andika (2015) melakukan penelitian tentang “Tingkat Kepuasan Pengunjung dan Persepsi Masyarakat Di Sekitar Agrowisata Little Farmes Cisarua Kabupaten Bandung Utara” dengan alat analisis yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Masyarakat merasa puas dengan kinerja pelayanan yang ditawarkan Agrowisata Little Farmes. Perusahaan perlu meningkatkan kinerja dalam kebersihan lokasi dan layanan informasi, dan masyarakat lokal menerima kehadiran agrowisata di wilayah mereka selama mereka mempertahankan standar dan praktik yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap agrowisata di Salatiga dinilai baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Upaya yang dilakukan pihak pengelola kawasan agrowisata adalah dengan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar juga. Baehaqie (2017) meneliti “Tingkat preferensi pengunjung dan persepsi masyarakat sekitar di Agrowisata Taman Buah Mekar Sari, Cileungsi, Bogor”.
Populasi dan Sampel Penelitian
Penelitian ini dilakukan di lokasi agrowisata Tigajuhar Farm di Desa Rumah Sumbul, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Berdasarkan Tabel 5, terdapat 3 dusun yang ada di Desa Rumah Sumbul, dimana jumlah kepala keluarga di Dusun 1 sebanyak 33 Kepala Keluarga, Dusun 2 sebanyak 14 Kepala Keluarga dan di Dusun 3 sebanyak 17 Kepala Keluarga. Dengan demikian, populasi yang digunakan penulis berjumlah 64 orang yang berhubungan langsung dengan persepsi masyarakat desa Rumah Sumbul terhadap kawasan agrowisata Tigajuhar Farm.
Oleh karena itu, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel yaitu kepala keluarga di desa Rumah Sumbul dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang, dan alasan digunakannya metode sensus adalah karena terbatasnya jumlah populasi yang diperlukan. Data sekunder dikumpulkan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Desa Rumah Sumbul mengenai penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan untuk kemudian menjelaskan gambaran hasil penelitian yang dilakukan. Melalui reduksi data, peneliti mengelompokkan data mana yang penting dan valid untuk membantu analisis lebih lanjut terhadap tema penelitian yang dibahas. Yang dimaksud dengan data ini adalah data yang diperoleh dari wawancara dan pengamatan langsung di lapangan.
Teknik ini memungkinkan peneliti menilai keakuratan data yang dimilikinya sehingga apabila data masih ada yang hilang, peneliti dapat mengumpulkan kembali dan mencarinya. Dalam hal ini peneliti akan melakukan tahap penyajian data dengan mengkategorikan data penelitian yang disaring melalui proses reduksi sebelumnya ke dalam sub-sub pembahasan yang dianggap saling menguatkan dan mempunyai keterkaitan antara seluruh data yang diperoleh sebagai suatu kumpulan informasi yang telah dikumpulkan. dikumpulkan. disusun dan menawarkan kesempatan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan.
Definisi Operasional Variabel
Pendapatan masyarakat yaitu untuk melihat apakah terjadi peningkatan atau penurunan pendapatan masyarakat dari keberadaan kawasan agrowisata baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan kawasan agrowisata tersebut. Manfaat pengembangan agrowisata dilakukan untuk mengetahui apakah keberadaan suatu kawasan agrowisata bermanfaat atau tidak bagi masyarakat sekitar kawasan agrowisata. Pengembangan industri rumah tangga digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pemberdayaan masyarakat sekitar melalui industri rumah tangga di kawasan agrowisata atau tidak dengan adanya kawasan agrowisata tersebut.
Kesempatan kerja yaitu untuk mengetahui apakah keberadaan kawasan agrowisata dapat mengurangi angka pengangguran masyarakat sekitar dengan bekerja di kawasan agrowisata. Pemungutan pajak adalah sejumlah rupiah yang harus dibayarkan ketika mengunjungi suatu kawasan agrowisata dibandingkan dengan memadai atau tidaknya fasilitas yang ditawarkan dengan biaya yang dikeluarkan.
Kondisi Demografis Masyarakat
Data pada Tabel 8 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk di desa Rumah Sumbul adalah suku Karo dengan jumlah 278 jiwa dengan persentase 38,77%. Data pada Tabel 9 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Rumah Sumbul dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 36 jiwa atau 5,02% dari total penduduk. Jumlah penduduk Desa Rumah Sumbul yang berpendidikan SLTA sebanyak 72 jiwa atau 10,04% dari total penduduk.
Jumlah penduduk Desa Rumah Sumbul yang berpendidikan tinggi sebanyak 143 jiwa atau 19,94% dari total penduduk. Rata-rata tingkat pendidikan yang dicapai masyarakat Desa Rumah Sumbul adalah SMA.
Profil Tigajuhar Farm
Peternakan Tigajuhar saat ini dikelola oleh Bpk. Dedi Juliardi sebagai sutradara dan Bpk. Mulyadi sebagai wakil direktur. Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa Farm Tigajuhar dipimpin oleh seorang direktur dan mempunyai seorang wakil direktur. Untuk melihat pembagian kerja pada peternakan Tigajuhar lebih detail, lihat struktur organisasi di bawah ini.
Tigajuhar Farm merupakan unit usaha berbentuk CV yang dipimpin oleh seorang direktur sebagai pemilik unit usaha dan dijalankan oleh seorang wakil direktur sebagai pengawas sehari-hari. Tigajuhar Farm juga memiliki bagian pemasaran produknya yang dipimpin oleh seorang manajer pemasaran yang bertugas memasarkan dan menjual produk di peternakannya, dibantu oleh beberapa karyawan yang membantu menjalankan tugasnya.
Karakteristik Sampel
- Usia
- Pendidikan
- Jenis Kelamin
- Pekerjaan
- Pendapatan
Hal ini dikarenakan sampel penelitian ini adalah kepala keluarga dari masyarakat sekitar kawasan agrowisata, karena kepala keluarga dinilai cukup mewakili persepsi jumlah anggota keluarga secara keseluruhan. Berdasarkan indikator kesempatan kerja bagi masyarakat, kawasan agrowisata membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan indikator pemungutan pajak, masyarakat menyatakan setuju dengan adanya retribusi pajak untuk masuk dan menikmati kawasan agrowisata.
Sebab dengan diberlakukannya pajak, masyarakat yang berkunjung ke kawasan agrowisata tidak bisa hanya menjadi pengunjung saja. Mulai dari aspek ekonomi, harapan masyarakat sekitar, baik yang bergerak di bidang agrowisata maupun yang tidak, ingin tingkat perekonomiannya semakin meningkat dengan hadirnya kawasan agrowisata ini.
Saran
Berdasarkan aspek budaya, masyarakat berharap agar budaya asli Karo tetap dilestarikan dan diperkenalkan kepada para pengunjung kawasan agrowisata Tigajuhar, sehingga dapat menjadi ciri khas yang akan diperkenalkan kepada para pengunjung yang berkunjung ke kawasan agrowisata Tigajuhar. PERSEPSI MASYARAKAT KAWASAN WISATA PERTANIAN TERHADAP PERTANIAN TIGAJUHAR (Studi Kasus : Desa Rumah Sumbul Kecamatan STM .Kecamatan Hulu Kabupaten Deli Serdang) Tahun 2021. Yang Terhormat Bapak/Ibu/Saudara/Saya, Saya Muhammad Alvin Syah Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Medan Area yang melakukan penelitian persepsi masyarakat terhadap kawasan agrowisata pertanian Tigajuhar (Studi Kasus: Desa Rumah Sumbul, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang).
Saya mohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner/daftar pertanyaan penelitian. Partisipasi Anda sangat berharga sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan penelitian ini.
Manfaat pengembangan agrowisata
Pengembangan industri rumah tangga
Keberadaan lahan pertanian dan potensi alam lainnya
Peran serta masyarakat
Lapangan pekerjaan bagi masyarakat
Pemungutan retribusi
Jika anda merupakan pendatang dari luar desa Rumah Sumbul, sudah berapa lama anda tinggal di daerah tersebut? Apakah Anda optimistis konsep agrowisata dapat dijadikan contoh bagi petani lokal untuk mengembangkan lahan pertaniannya menjadi kawasan agrowisata juga?